<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014</id><updated>2011-08-02T20:09:55.501-07:00</updated><title type='text'>Moga Menjadi Manfaat</title><subtitle type='html'>Berharap menjadi Hamba-Nya yang terus menebar kebaikan... Menebar manfaat dan Ilmu...
Semoga bisa menjadi amal baik tuk di akhirat nanti... Amin...</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>76</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-7807166081559529453</id><published>2007-03-06T02:24:00.000-08:00</published><updated>2007-03-06T02:29:33.101-08:00</updated><title type='text'>Children Learn What They Live (Terjemahan Buku) Bagian 3</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#990000;"&gt;Bab 3. Jika Anak-anak Dibesarkan Dengan Rasa Takut, Mereka Belajar Jadi Pengecut&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Anak-anak senang bermain dengan bumbu rasa takut. Mereka bersenang-senang dengan permainan hantu-hantuan dan senang dengan cerita-cerita hantu dan film horor. Saya ingat ketika saya kecil, saya biasa pergi kerumah teman setiap Jumat malam. Kami berkumpul mengeliling radio dengan lampu dimatikan. Kami mendengarkan sebuah acara berjudul "Kisah-kisah Nenek Sihir" yang mungkin kedengarannya tidak seram zaman sekarang, tetapi bagi kami menakutkan. Bagian paling sulit dan juga paling menegangkan adalah berpura-pura tidak takut ketika kami berjalan pulang dalam kegelapan setelah acara itu usai. Kami mengalami derasnya adrenalin karena rasa takut mendebarkan, membayangkan apa yang menunggu di bayang-bayang. Sementara itu kami mengetahui dalam lubuk hati bahwa kami aman sama sekali dan akan segera tiba di rumah yang nyaman dan terang-benderang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hidup dalam rasa takut yang nyata merupakan cerita berbeda, baik itu berupa ancama kekerasan fisik, penganiayaan psikis, penelantaran, penyakit parah, atau rasa takut yang tampaknya sepele seperti adanya anak jahat di dekat rumah atau monster di bawah tempat tidur. Hidup dengan rasa takut yang nyata setiap hari menghancurkan rasa percaya diri anak dan perasaan selamatnya yang mendasar. Rasa takut menggoyahkan lingkungan mendukung yang dibutuhkan anak untuk tumbuh, berkembang, dan belajar, menyebabkan ia dengan perasaan tidak aman yang bercokol, rasa was-was menyeluruh yang dapat merusak jalannya berhubungan dengan orang-orang dan ketika menghadapi situasi baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Hal-hal Yang Seram di Malam Hari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak sumber-sumber ketakutan yang nyata bagi kehidupan anak-anak mengherankan orang tua mereka. Anak-anak dapat sungguh-sungguh takut pada hal-hal yang biasa saja bagi orang dewasa, misalnya pada anjing baru di lingkungan atau pohon besar tua yang dahan-dahannya mati. Mereka bisa takut karena ungkapan tertentu. Seorang anak tiga tahun bertanya pada ibunya, "Ibu, apakah badan Ibu akan hancur? Ibu bilang begitu pada Bibi." Kadang-kadang anak kecil memahami ungkapan secara literal. Anak kecil ini membutuhkan penjelasan dari ibu tentang maksud ungkapannya, dan juga sebuah pelukan hangat untuk menenangkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak peduli apa alasannya, jika anak Anda takut, situasi itu perlu ditanggapi serius. Rasa takut tergantung pada mata pemiliknya, dan kita perlu melihat dunia dari perspektif anak kita. Mengatakan hal-hal seperti, "Jangan konyol," "Itu nggak ada apa-apanya," "Jangan seperti anak kecil," "Jangan cengeng,"hanya menyepelekan anak itu, mendorong rasa takutnya ke bawah tanah di mana rasa takut itu terus tumbuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam kelompok belajar orang tua yang saya kelola, peserta sering bertanya pada saya, "Bagaimana saya tahu perbedaan antara anak yang takut dan anak yang cuma cari perhatian?" Jawabannya, Anda memang tidak tahu. Orang tua tidak perlu khawatir berlebihan mengenai apakah mereka dipermainkan oleh kebutuhan emosional anak. Kebutuhan anak Anda akan perhatian adalah sama pentingnya dengan kebutuhannya makan atau tidur. Dan kadang-kadang anak-anak merasa takut sekaligus butuh perhatian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Adam, 3 tahun, merupakan contoh baik. Keluarganya baru saja pindah ke rumah baru, ia baru saja masuk TK, dan adik bayinya baru saja lahir. Semua ini merupakan perkembangan membahagiakan bagi orang tuanya. Tetapi bagi Adam, ia merasa hidupnya berakhir. Ia merasa dunianya jungkir balik. Suatu hari, ketika ibu sedang pergi, Adam datang ke ayahnya dengan permintaan yang tidak biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;"Aku takut. Lindungi aku," tangisnya.&lt;br /&gt;Ayahnya mungkin menjawab,"Melindungi kamu? Dari apa? Kamu kan sudah jadi kakak sekarang. Kamu tidak boleh penakut, dong," dan menyuruh Adam kembali ke tempat tidurnya sendirian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tetapi, ayah Adam bijaksana. Ia mengerti. "Melindungimu? Tentu saja, tidak masalah," jawabnya. "Mari tidur di sebelah Ayah. Kita akan aman bersama-sama." Kata-katanya yang pengertian dan kedekatan fisik memberikan Adam pelipur yang ia butuhkan untuk melalui saat-saat sulit dan maju terus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Orang tua bahkan bisa secara ajaib menyingkirkan rasa takut anak-anak yang lebih besar. Dua bersaudara, umur enam dan delapan, merasa ketakutan dengan hantu di loteng. Ibu mereka menyimpan sapu tua dalam lemari bajunya untuk saat-saat seperti itu. Apabila anak-anak menerobos masuk ke kamarnya, ketakutan dan melotot, ibu akan dengan tenang mengambil sapu itu dari lemari dan berlari mengelilingi rumah sambil memutar-mutar sapu seperti senjata berbahaya, dan berteriak sekuat tenaga. Anak-anak akan lari mengikutinya, tertawa-tawa senang dan yakit bahwa ibu sedang mengusir semua makhluk mengerikan keluar dari rumah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Ketika Keajaiban Tidak Berdaya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, ada waktu-waktu ketika tidak ada jalan ajaib untuk melindungi anak-anak dari rasa takutnya. Tidak ada sapu atau pelukan hangat yang akan menghapus rasa takut atau kesedihan yang datang ketika keluarga menderita krisis nyata. Saat-saat terburuk bagi anak-anak adalah ketika struktur atau rutinitas keluarga terganggu secara fundamental. Anak-anak bergantung pada irama kehidupan keluarga yang tetap konsisten, dan ketika sebuah krisis terjadi, mereka dapat merasa dunia mereka berantakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selain kematian orang tua, perceraian barangkali hal paling menakutkan dalam hidup anak. Banyak anak yang hidup dengan ketakutan akan perceraian, baik rasa takut itu realistis atau hanya bayangan mereka. Mendengarkan orang tua mengeluh tentang pasangannya meningkatkan rasa takut orang tuanya akan bercerai di dalam pikiran anak. Di balik rasa takut akan perceraian adalah rasa takut anak ia akan ditelantarkan. Anak percaya jika salah satu orang tua pergi, ia juga akan ditinggalkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selama perceraian, anak-anak merasa mereka kehilangan kendali atas dunia mereka. Salah satu tantangan terbesar bagi orang tua yang bercerai adalah memilih untuk bertindak sesuai kepentingan terbaik bagi anak, tidak perduli betapa mereka terluka, frustrasi, dan marah satu sama lain. Anak-anak dengan sendirinya terjebak di tengah-tengah, sehingga terserah pada orang tua untuk menyatakan damai jika bersangkutan soal anak. Ini lebih mudah dikatakan daripada dilakukan, terutama ketika orang tua sedang marah dan bertengkar. Tetapi ini juga merupakan waktu di mana anak Anda perlu pelipur bahwa apa pun yang terjadi, kalian berdua masih orang tuanya, dan kalian bersama-sama akan merawat anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setiap krisis keluarga dirasakan oleh anak-anak meskipun mereka tidak sepenuhnya mengerti. Ketika mencuri dengar ayahnya akan dipecat, Lina ketakutan bahwa keluarga mereka akan jadi gelandangan dan kelaparan. Ayah menjelaskan padanya, "Kita akan cari cara agar semua beres. Kita mungkin harus memotong pengeluaran untuk sementara, tetapi kita akan bertahan." Perkataan ayah memberikan Lina kesempatan untuk bertindak berani dan menolong keluarga. "Kalau begitu aku tidak butuh sepatu baru. Yang lama masih bisa dipakai," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Rasa Takut Kita Bagi Anak-Anak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Anak-anak menyerap rasa takut orang tua, seringkali tanpa kita sadari. Sebaiknya kita mulai menyadari betapa seringnya kita membuat pernyataan yang diawali dengan "Aku takut..." atau "Jangan-jangan..." atau "Mungkin orang itu nggak akan..." atau "Ibu khawatir...". Jika anak-anak secara rutin mendengar komentar-komentar kekhawatiran, mereka cenderung menumbuhkan pola berpikir khawatir. Harapan-harapan dibentuk melalui pengulangan. Pemikiran negatif juga dapat dengan cepat menjadi lingkaran setan. Kita semua pernah mengenal orang-orang yang terjebak dalam spiral pemikiran negatif. "Aku mengharapkan yang terburuk, dan entah kenapa aku jadi sial melulu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sayang sekali, orang tua zaman sekarang memiliki lebih banyak ketakutan bagi anak-anak daripada sebelumnya. Kita menghadapi dilema untuk memikirkan bagaimana melindungi dan memperingati anak-anak terhadap bahaya tanpa menanamkan rasa takut berlebihan pada mereka. Contoh, kita ingin anak-anak berhati-hati dengan orang asing tetapi jangan sampai menganggap semua orang yang tidak mereka kenal jahat atau akan mencederai mereka. Kita ingin mengawasi mereka setiap saat, tetapi jangan sampai merasa tidak berdaya jika kita tidak ada di sisi mereka. Membesarkan anak agar percaya diri dan pada saat sama berupaya sebaik mungkin agar mereka tidak terancam bahaya merupakan tantangan besar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tidak ada jawaban praktis untuk dilema ini. Orang tua harus menimbang sendiri bagaimana menjawab pertanyaan anak, seberapa besar kebebasan dapat diberikan pada anak, dan pada usia berapa tahun. Ketika Alisa, 4 tahun, minta izin bermain ke taman, dan karena akan ada orang-orang tidak dikenal di sana, ibunya menjawab dengan tenang, "Ya, Alisa. Ibu akan ada bersama kamu dan menjagamu." Ketika Ken, 10 tahun, mengumumkan bahwa ia ingin jalan ke sekolah sendirian, orang tuanya harus menyeimbangkan rasa takut mereka tentang anaknya yang sendirian di jalan raya dengan keinginan mereka untuk menumbuhkan kemandirian anaknya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Rasa takut lainnya sebagai orang tua, adalah anak-anak akan menderita seperti kita di usia mereka. Memasukkan jati diri kita ke dalam diri anak (over identifikasi) bisa mengarahkan kita berlaku tidak benar. Ayah Cipto sangat bersemangat soal sepak bola menyebabkan orang-orang sebal dengan obsesinya -dari istrinya, pelatih, hingga anaknya yang berumur tujuh tahun. Ayahnya menjelaskan pada saya begini. "Saya tidak atletik ketika seumur Cipto. Saya ingat selalu jadi anak terakhir yang dipilih masuk tim. Saya sedih sekali. Saya takut hal yang sama akan terjadi pada Cipto."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Cipto perlu diizinkan untuk menjelajah kemampuan atletiknya sendiri tanpa beban kenangan masa lalu ayahnya. Singkatnya, ayah perlu mundur dan memberikan anaknya kesempatan memiliki pengalamannya sendiri. Kita harus ingat anak-anak berbeda dengan kita, dan mereka punya hak menderita kesedihan mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Rasa Takut Sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak hidup dalam dunia berbeda dengan orang dewasa. Mereka tidak selalu berbicara tentang apa yang terjadi. Mudah bagi orang tua untuk tidak menyadari hal-hal yang menakutkan anak-anak setiap hari. Contohnya, banyak anak-anak yang hidup dalam ancaman 'dikerjain' oleh anak-anak lain di sekolah, di lingkungan sekitar rumah, atau bahkan oleh saudara kandung di rumah. Mungkin mereka dipukuli, diancam, diejek, atau digoda. Anak-anak kecil mungkin tidak tahu bagaimana menyatakan rasa takut dan sakit hati mereka, dan anak-anak besar mungkin merasa mereka seharusnya bisa menangani masalah sendiri. Kita perlu menyediakan waktu untuk bertanya pada anak-anak bagaimana pergaulan mereka dengan anak-anak lain dan hidup mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ibu bertanya secara santai pada Andi, anaknya yang berusia 5 tahun, "Apa yang terjadi di sekolah hari ini?" (Pengaturan kata-kata semacam ini lebih menghasilkan banyak informasi daripada pertanyaan yang lebih luas seperti ,"Bagaimana sekolah hari ini?")&lt;br /&gt;"Joni mengambil mobilku. Padahal aku sudah pegang duluan."&lt;br /&gt;"Lalu apa yang terjadi?"&lt;br /&gt;Andi menunduk dan bergumam, "Nggak ada. Aku nggak tahu musti gimana."&lt;br /&gt;Sekarang, Ibu menyadari bahwa Joni menjadi momok bagi anaknya. Ibu mencoba menolong Andi menemukan cara menghadapi temannya itu. "Ibu bayangkan tidak enak rasanya Joni merampas mobilmu. Menurutmu apa yang harus kamu lakukan?"tanya Ibu, memberikan kesempatan untuk mencari cara baru menangani situasi sulit itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Andi menjawab mungkin ia akan merebut kembali mobilnya, melaporkan pada guru, bermain dengan mainan lain, menjauhi Joni, dan bergabung dengan teman-teman lain. Ibu tidak perlu memerintahkan Andi apa yang dia harus lakukan. Ia hanya perlu mendengar dan membantu Andi menjelajah berbagai alternatif selain "Aku nggak tahu musti gimana." Menolongnya juga bisa dengan bertanya,"Bagaimana akhir yang kamu inginkan?"&lt;br /&gt;Andi mungkin menjawab, "Aku mau mobilku kembali."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah anak menjelaskan apa yang ia inginkan, ia dapat mulai mengembangkan rencana membangun. "Aku pikir aku akan mengambil mobil-mobilan itu pagi-pagi sekali, dan jika Joni mencoba mengambilnya, aku akan bilang, 'Nggak boleh'"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bagi banyak anak kecil, menghadapi situasi baru itu menakutkan. Hari pertama sekolah, hari pertama ke dokter gigi, pertama kali naik pesawat terbang dapat membuatnya kewalahan. Kita dapat menolong anak-anak melalui pengalaman penting ini dengan cara banyak-banyak memberikan dorongan dan dukungan. Menyatakan rasa percaya kita pada anak-anak merupakan cara yang baik sekali untuk mengajari mereka percaya pada diri mereka sendiri. Perhatikanlah reaksi fisik pada wajah dan sikap anak Anda ketika Anda mengatakan, "Kamu akan baik-baik saja. Saya tahu kamu bisa."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Anak-anak yang lebih kecil mungkin membutuhkan persiapan bagi situasi pertama kali, seperti mengunjungi ruangan kelas TK baru sebelum sekolah benar-benar mulai. Setelah ia menjelajah semua area belajar di kelas, ibunya bertanya, "Apa yang ingin kamu lakukan dulu?"&lt;br /&gt;"Memberi makan ikan," jawab Sinta tanpa ragu, seolah-olah telah mengambil langkah besar membayangkan dirinya di sekolah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sumber rasa takut lain bagi beberapa anak adalah televisi dengan menu harian yang penuh kekerasan di berita, film, iklan, dan acara dramatis lain. Anak-anak kecil bisa saja tidak mampu membedakan kenyataan dan adegan fiktif, dan perlu dilindungi dari kedua hal ini. Anak-anak yang lebih besar bisa menonton kecelakaan, trauma, kekerasan, dan pembunuhan yang disajikan TV dan tidak terpengaruh, sementara ada pula anak-anak yang menjadi ketakutan dan terobsesi dengan adegan-adegan begitu. Kita perlu menilai kemampuan anak-anak untuk menangani kekerasan TV dan kemudian membatasi apa yang mereka tonton.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Semua Orang Merasa Takut.. Kadang-Kadang&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Sebagai orang tua, kita ingin merasa kuat untuk anak-anak kita. Kita ingin mereka merasa mereka bisa mengharapkan kita agar membuat mereka merasa aman. Tetapi kita perlu memiliki keberanian untuk merasa rapuh dan berbagi saat-saat ketika kita sendiri merasa ketakutan seperti Singa Pengecut dalam Penyihir dari Oz. Kita semua merasa takut lagi dan lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Yang membuat perbedaan, adalah bagaimana kita menangani rasa takut. Ini menolong anak-anak kita belajar bahwa kita manusia, dan bagian menjadi manusia adalah manusia tidak ada yang sempurna, dan kita semua butuh dukungan dan pelipur kadang-kadang. Rasanya luar biasa menenangkan ketika sebuah tangan kecil menepuk punggung kita di tengah sebuah pelukan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pipit, 8 tahun, tahu bahwa ibunya khawatir soal janji dengan dokter hari itu. Pipit tidak mengetahui detilnya, dan memang ia tidak harus tahu karena terlalu sulit untuk dimengerti anak-anak.Tetapi pagi itu, ketika Ibu memeluknya sebelum pergi sekolah, Pipitlah yang memeluk Ibu erat-erat untuk menghiburnya. Ibu merasakan perbedaan dalam pelukannya dan dengan wajah terkejut ia berkata, "Terima kasih, Pipit. Ini sangat menolong."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Anak-anak kita belajar menangani rasa takut mereka dengan mengamati bagaimana kita menangani rasa takut kita sendiri. Biarkan mereka melihat cara kita mencari dukungan dari pasangan kita, teman-teman, dan keluarga ketika kita membutuhkannya, dan bagaimana di saat lain kita menawarkan dukungan dan penghiburan sebagai balasan. Bagaimana kita mengenali perasaan dan menemukan solusi kreatif selama masa-masa sulit merupakan teladan bagi anak yang akan mereka ikuti ketika mereka menghadapi krisis mereka sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sumber : fahima&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-7807166081559529453?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/7807166081559529453/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=7807166081559529453' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/7807166081559529453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/7807166081559529453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2007/03/children-learn-what-they-live_06.html' title='Children Learn What They Live (Terjemahan Buku) Bagian 3'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-8960979218848649460</id><published>2007-03-01T22:56:00.000-08:00</published><updated>2007-03-01T23:01:20.031-08:00</updated><title type='text'>Children Learn What They Live (Terjemahan Buku) Bagian 2</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;BAB 2. Jika Anak-anak Dibesarkan Dengan Kekerasan, Mereka Belajar Berkelahi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kebanyakan dari kita tidak menganggap diri sendiri suka kekerasan. Kita tahu kita tidak seperti keluarga penganiaya kejam yang masuk berita utama dalam berita lokal. Tetapi siapa tahu? Kita bisa saja menciptakan atmosfer kekesalan terpendam di rumah dengan kemarahan yang tidak tersalurkan yang mungkin bocor ke dalam dinamika keluarga dan meledak sewaktu-waktu.&lt;br /&gt;Memang budaya kita menawarkan banyak contoh kekerasan dan perkelahian. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saat ini, ada perang sedang berlangsung di suatu tempat. Di negara kita sendiri, kekerasan karena SARA, kekerasan dalam rumah tangga, perang antar kelompok berandal, dan sebagainya menjadi bagian kesadaran kita setiap hari. Anak-anak terpapar pada ribuan jam adegan-adegan perkelahian dan kekerasan melalui TV dan film. Kekerasan dapat meledak, bahkan pada kehidupan sehari-hari bagi sementara anak, antara saudara kandung di rumah, kawan sekelas di sekolah, dan antara orang-orang yang tidak saling mengenal di jalan, ketika menyetir mobil, atau di lingkungan sekitar rumah. Anak-anak juga mungkin melihat atau mendengar orang tua bertengkar satu sama lain, dengan atasan kerja, atau tetangga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hidup dalam suasana kekerasan membuat anak-anak merasa tidak berdaya. Ada anak-anak yang bereaksi dengan menjadi kuat dan bersikap menantang, selalu siap menghadapi masalah atau bahkan pergi mencari masalah. Anak-anak lain menjadi takut berkelahi sehingga mereka menghindari semua jenis konflik, bahkan konfrontasi kecil sekali pun. Peranan-peranan ini dijalankan di setiap lapangan bermain sekolah dasar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pola agresi dalam keluarga mengajarkan anak-anak bahwa berkelahi merupakan hal yang perlu, sebuah penyelesaian semua masalah. Anak-anak mungkin tumbuh dengan menganggap bahwa hidup akan menjadi pertempuran, bahwa mereka tidak akan diperlakukan adil tanpa berkelahi, atau mereka harus berkelahi untuk bertahan hidup. Ini bukan yang kita inginkan untuk anak-anak kita. Bagaimana cara kita, sebagai orang tua, menyelesaikan perbedaan kita dan menangani krisis keluarga menjadi persiapan bagi anak-anak untuk belajar bagaimana cara menangani konflik - apakah dengan kekerasan dan perkelahian destruktif ataukah dialog dan perjanjian yang konstruktif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Memuncaknya Huru Hara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biasanya hal-hal kecil sehari-hari lah yang membuat kita kesal. Frustrasi kita menggunung dan kadang-kadang kemarahan kita meledak, bukannya tentang suatu hal yang penting, tetapi pada hal-hal yang menjadi "pemicu terakhir." Kita hilang kesabaran dengan bertumpuknya stres, sering kali ketika keluarga sedang berkumpul kembali, capek dan lapar, pada akhir suatu hari yang panjang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Firdaus (4 tahun) mengalami hari yang mengesalkan di TK. Ia tidak mendapat giliran bermain komputer dan ia merasa gurunya tidak membuat anak-anak berbagi dengan adil. Kemudian ayah terlambat menjemputnya karena keadaan darurat di kantor. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada perjalanan pulang, Ayah bertanya, "Bagaimana sekolahmu?" pura-pura riang dan tertarik, meskipun sebenarnya ia capek, tergesa-gesa, dan memikirkan hal lain.&lt;br /&gt;"Biasa," jawab Firdaus segera dari kursi belakang mobil, memandang kosong ke luar jendela. Radio menyiarkan berita. Lalu lintas berjalan pelan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketika mereka tiba di rumah, Ibu sibuk mondar-mandir di dapur untuk menyiapkan makan malam. Berita sekilas info sedang ditayangkan di TV kecil dekat meja dapur. Semua orang kelaparan. Ketika Firdaus membuka jaketnya, tidak sengaja ia menyenggol kotak makan siangnya dari atas meja. Remah-remah sisa makanan berhamburan di lantai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Situasi ini barangkali familiar, dan mudah membayangkan apa yang terjadi selanjutnya. Banyak di antara kita hidup dalam jadwal yang padat dan kita tahu bagaimana sulitnya melakukan semua tuntutan terhadap kita. Bagaimana baiknya kita menangani stres tergantung pada kemampuan kita menghadapi perasaan tidak sabar, tidak puas, sebal, dan kesal pada saat-saat tegang. Perasaan-perasaan "yang lebih kecil"ini perlu disadari dan dihadapi dengan cara kreatif ketika muncul atau perasaan begini akan menumpuk seiring waktu, dan menjadi perasaan "besar" - mula-mula kekesalan kecil kemudian kemarahan besar yang dapat meledak pada saat-saat kritis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untunglah, dalam kasus ini, Ibu mampu menangani kekesalan awalnya dan menguasai situasi dengan baik. Ia menyerahkan Firdaus sebuah tempat sampah dan sapu, sembari berkata, "Nggak apa-apa, Sayang. Nih, pakai ini buat ngeberesin."&lt;br /&gt;Kemudian, setelah mengangkat ayam dari kompor, ibu berlutut di dekatnya dan memberi semangat, "Tinggal dikit lagi kamu sudah selesai nih. Sini, sisanya biar Ibu yang kerjain." Ibu mengambil alih sapu dan menyapu sisa-sisa remah makanan ke dalam tong sampah yang dipegang Firdaus. Ia tersenyum berterima kasih. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kita semua tahu kejadian begini dapat mudah sekali berlanjut menjadi akhir berbeda. Setelah menjatuhkan kotak makanannya, Firdaus bisa saja meledak frustrasi dan berteriak, "Aku benci kotak jelek ini! Aku benci sekolah!" Ibu bisa saja menyalahkan Ayah atas kecelakaan itu, dengan berteriak, "Kok kamu tega sih membiarkan Firdaus di sini padahal aku kan lagi masak!" atau mengkritik Firdaus, dengan membentaknya, "Berantakan lagi! Kapan kamu bisa hati-hati?" &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Lebih baik menghadapi perasaan frustrasi kita, meskipun sasarannya adalah diri sendiri, ketika perasaan itu muncul, karena anak-anak belajar menangani perasaan yang meningkat dari ketidaksabaran menjadi bentakan selanjutnya perkelahian terbuka dengan mengamati bagaimana kita menangani perasaan kita. Menariknya, kita bisa belajar cara-cara meredakan ketegangan dari anak-anak yang lebih muda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketika anak-anak secara spontan berhenti melakukan sesuatu, dan berpindah ke kegiatan yang menghabiskan energi -seperti berlari, menggambar, atau bermain dengan boneka- mereka secara naluriah menyalurkan rasa frustrasi. Daripada meledak marah, kita bisa mencoba menyalurkan rasa marah pada kegiatan fisik -pergi berjalan sebentar, menggali di kebun, atau mencuci mobil. Jika kita tidak punya waktu berganti kegiatan, kita bisa memusatkan diri pada pernapasan, menarik napas perlahan dan menghitung sampai 10, seperti yang dilakukan orang tua zaman dulu. Tujuannya adalah melepaskan ketegangan dan kembali pada perasaan bahwa kita mampu menguasai diri. ini tidak hanya menolong kita melewati masa-masa tegang, tetapi juga memberikan contoh baik pada anak-anak kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada saat-saat anak-anak tidak menyalurkan ketegangan mereka secara alami, kita dapat mengajari mereka untuk menangani perasaan mereka melalui permainan membayangkan. Setelah hari yang melelahkan di TK, ibu Firdaus bisa bertanya padanya, "Hari ini kamu main jadi binatang apa?" Dia mungkin menjawab, "Aku mau mengaum seperti singa." Ibu dapat menimpali dengan bertanya lagi sekarang ia ingin jadi binatang apa di rumah, dan mungkin ia akan menjawab, "Sekarang aku ingin jadi anak kucing yang bulunya halus." Jawaban semacam ini memberitahukan pada ibu bahwa anaknya membutuhkan pelukan dan curahan kasih sayang setelah satu hari yang sulit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Menangani Mega Mendung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Anak-anak memiliki hak mendasar untuk mengenali dan menyatakan perasaan mereka, termasuk perasaan marah, seperti juga orang dewasa. Ini bukan berarti mereka berhak mengganggu atau melukai orang lain atau menghancurkan barang-barang. Perilaku tertentu, termasuk memukul, menendang, menggigit, dan mendorong hingga jatuh tidak boleh dibiarkan, dan harus memiliki konsekuensi tindakan disipliner. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Anak-anak lebih kecil terutama membutuhkan kita dalam belajar menyatakan perasaan mereka dengan kata-kata daripada membiarkan mereka bertindak didorong perasaan itu. Sebagai orang tua, kita perlu menerima dan menghormati perasaan-perasaan frustrasi anak-anak sembari tetap mempertahankan aturan dan batasan tingkah laku. Menemukan keseimbangan yang konsisten merupakan tantangan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selama siang hari, Ibu menyela pertengkaran antara putrinya yang berumur 9 tahun, Tina, dan seorang teman yang datang bertamu. "Tidak baik marah pada temanmu," kata Ibu. "Kalian berdua, hentikan itu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah itu, Ibu membentak Tina karena tidak menyikat giginya. Tina menjawab dengan mengatakan,"Tidak baik marah pada anakmu." Ibu marah sekali. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jika Ibu bisa berhenti sejenak dan menarik napas panjang, ia akan menyadari bahwa Tina tidak sedang mengejek atau merendahkan Ibu. Ia hanya mendebat ibunya dengan perintahnya yang tidak konsisten. Tina mempertanyakan bahwa orang dewasa boleh marah, tetapi anak-anak tidak; atau orang lain boleh marah padanya sedangkan ia tidak. Ia berhak mempertanyakan: standar ganda semacam ini bukanlah hal yang ingin kita ajarkan pada anak-anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saya menyarankan bahwa orang tua mengizinkan anak-anak untuk mendefinisikan perasaan mereka sendiri. saty cara menolong mereka adalah menggantikan pernyataan dengan pertanyaan. Daripada bilang, "Ibu tahu kamu marah mengenai..." cobalah katakan, "Kenapa kamu tidak senang tentang...?" atau "Apa yang bikin kamu marah soal..?" Kemudian timpali dengan, "Apa yang dapat membuatmu lebih tenang tentang itu?" Dengan begitu anak-anak dapat memilah-milah perasaan mereka dan menemukan berbagai cara untuk menanganinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Mega Mendung Kita Sendiri&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita menangani perasaan tidak sabar, kesal, dan marah merupakan contoh yang lebih kuat bagi anak-anak daripada jika kita menyuruh anak-anak menangani perasaan mereka. Kita tidak mau membebani perasaan tidak enak kita pada anak-anak, tetapi kita juga tidak mau berpura-pura perasaan marah kita tidak ada. Dalam setiap kasus, kalau kita mau jujur, anak-anak selalu dapat merasakan perasaan orang tua meskipun kita mencoba menutupi perasaan marah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ibu Sam sedang sibuk membereskan rumah suatu hari Sabtu pagi setelah pekan yang melelahkan di kantornya. Memperhatikan ibunya yang melemparkan bantal sofa kencang-kencang , anaknya yang berusia 9 tahun, bertanya, "Ibu lagi marah ya?"&lt;br /&gt;Ibu berhenti, menenangkan diri, dan menjawab,"Nggak kok, Sayang. Tentu saja tidak." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sam pergi keluar untuk bermain, bingung dan tidak tenang, tetapi tidak yakin harus berbuat apa. Ibunya bisa saja menjawab, dengan lebih jujur, "Ya, Ibu kesal. Ibu kesal kamu tidak membereskan mainan. Ibu sudah repot membersihkannya, dan sekarang masih harus membawa semua mainanmu ke kamarmu. Tolong dong bantu ibu ambil semua mainanmu dari ruangan ini." Dengan demikian, Sam akan tahu bahwa persepsinya benar, bahwa Ibu memang marah. Ia juga akan tahu apa yang diharapkan ibu darinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Anak-anak juga belajar bahwa anak-anak bisa kesal pada temannya dan masih bisa menyelesaikan perbedaan mereka. Cicha terbangun tengah malah dan mendengar suara marah orang tuanya. Ia ketakutan dan bersembunyi di bawah selimut, dan akhirnya tertidur lagi. Pagi berikutnya, menyadari bahwa Cicha telah mendengar argumen mereka, Ayah menjelaskan padanya, "Ibu dan Ayah waktu itu membahas keuangan rumah tangga. Kami sedikit berselisih paham. Ayah minta maaf membangunkan kamu." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penting bagi Cicha untuk mengetahui bahwa orang tuanya memang telah bertengkar, tetapi semuanya beres. Ayah dapat menjelaskan lebih lanjut, "Ibu dan Ayah tidak sepakat, tetapi kami menemukan kompromi. Kalau gagal juga, kami akan coba cara lain." Kata-kata yang menenangkan begini akan menolong Cicha memahami bahwa kadang-kadang orang bertengkar dan marah, tetapi bukan berarti mereka tidak saling mencintai. Ia juga akan belajar bahwa tidap semua keputusan dibuat dengan mudah, bahwa beberapa ketidaksetujuan dan lebih dari satu kali kesepakatan akan dibutuhkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dengan jujur pada anak-anak tentang kesulitan yang tidak terelakkan dalam hidup bersama, kita dapat mengubah insiden yang tidak menyenangkan menjadi kesempatan mengajari anak nilai-nilai berharga tentang keahlian penting dalam hidup, yaitu kompromi dan negosiasi, pelajaran yang akan dapat mereka gunakan saat ini dan di masa mendatang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Cerah Sesekali Berawan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian besar dari kita, perasaan kesal datang dan pergi seperti cuaca mendung. Laksana cuaca, mudah berpikir bahwa frustrasi merupakan sesuatu yang terjadi pada kita, bahwa kita tidak punya kendali atas perasaan itu. Jika kita semakin paham mengenai reaksi kita, kita dapat mulai melihat bahwa kita sebenarnya punya andil terhadap perasaan itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Semakin kita dapat menangani rasa marah dengan kreatif dan membangun, semakin rendah kemungkinan perasaan kesal kita berlanjut ke perkelahian. Perkelahian akan berlanjut ke perkelahian lagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ironisnya, kita lebih cenderung marah pada orang-orang tercinta dalam keluarga daripada terhadap kenalan, teman, atau orang asing. Ini sebabnya sangat penting untuk menangani perasaan ini begitu muncul, sebelum perasaan itu meraksasa. Kekesalan lebih mudah dihadapi daripada kemurkaan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penting artinya dan melegakan jika kita mengetahui kita tidak perlu menjadi teladan sempurna bagi anak-anak. Akan ada saat-saat di mana kita kehilangan kesabaran. Jika kita mampu mengenanli dan menilai kesalahan kita, dan meminta maaf atas perilaku kita, anak-anak akan belajar pelajaran penting- bahwa Ibu dan Ayah tengah terus-menerus belajar tentang cara menangani perasaan mereka juga. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penting artinya menunjukkan pada anak-anak bahwa rasa marah bukanlah musuh untuk dilawan, melainkan energi yang harus dikendalikan secara kreatif. Bagaimana kita menangani energi tersebut dan bagaimana kita mengarahkannya penting bagi kita sendiri dan bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga. Lagi pula, perilaku kita sehari-harilah yang menciptakan pola dalam keluarga yang akan diteruskan anak-anak kita kepada keluarga mereka di masa depan - cucu-cucu kita. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sumber : Fahima&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-8960979218848649460?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/8960979218848649460/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=8960979218848649460' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/8960979218848649460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/8960979218848649460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2007/03/children-learn-what-they-live_01.html' title='Children Learn What They Live (Terjemahan Buku) Bagian 2'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-3130543699042267817</id><published>2007-03-01T22:38:00.000-08:00</published><updated>2007-03-01T22:55:17.941-08:00</updated><title type='text'>Children Learn What They Live (Terjemahan Buku) Bagian 1</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Jika Anak-Anak Dibesarkan Dengan Kritikan, Mereka Belajar Menyalahkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Anak-anak ibarat spons. Mereka menyerap segala perbuatan kita, segala perkataan kita. Mereka belajar dari kita setiap saat, baik kita sadar maupun tidak bahwa kita sedang mengajari mereka. Jadi apabila kita terjebak dalam pola mengkritik - mengeluh tentang mereka, orang lain, atau dunia sekitar kita - kita menunjukkan bagaimana menyalahkan orang lain, atau bahkan lebih parah, menyalahkan diri mereka sendiri. Kita mengajari mereka untuk melihat apa yang salah dengan dunia, dan bukannya apa yang benar.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kritikan dapat disampaikan dalam lusinan cara - kata-kata, nada suara, tingkah laku, atau bahkan satu pandangan saja. Kita semua tahu bagaimana memberikan satu pandangan menyalahkan -melotot, misalnya- atau membumbui kata-kata dengan sindiran tajam. Anak-anak kecil khususnya sensitif terhadap cara sesuatu disampaikan dan mudah mengambil hati. Orang tua bisa bilang "Waktunya berangkat" dan tidak bermaksud apa-apa lagi. Tetapi orang tua yang sedang tergesa-gesa dan tidak sabar, bisa juga mengatakan hal yang sama dengan menyiratkan "Kamu lambat sekali sih." Meskipun kedua cara ini tidak dijamin efektif, anak-anak akan mendengar kedua pesan ini secara berbeda. Pesan yang kedua akan membuatnya merasa tidak nyaman dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, kita semua memiliki hal-hal tertentu yang paling dibenci dan semua orang toh mengomel sewaktu-waktu. Kita mungkin mengomel ketika anak-anak bisa mendengarkan kita. Tetapi ini tidak sama dengan hidup dengan pola mengkritik tanpa henti, dengan fokus terus-terusan mencari kesalahan. Kritikan yang sering -tidak perduli sasaran kesalahannya- memiliki efek bertumpuk, yang menciptakan suasana mengadili yang negatif bagi kehidupan keluarga. Sebagai orang tua, kita memiliki pilihan - kita dapat menciptakan atmosfer emosional yang penuh kritikan dan menyalahkan, atau yang suportif dan mendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Dalam Panasnya Suasana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Wati (6 tahun) sedang berdiri di dekat meja dapur, mengatur bunga-bunga yang dipetiknya di dalam sebuah penyiram bunga dari plastik yang penuh air. Tiba-tiba, penyiram bunganya jatuh, menghamburkan air, daun, dan bunga-bunga di lantai. Lantai apur menjadi basah dan berantakan. Wati menangis keras-keras, Ibu datang secepat kilat.&lt;br /&gt;"Aduh! Kenapa kamu ceroboh sekali sih?"kata Ibu, menghela napas kesal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita semua pernah mengatakan hal semacam ini. Kita beraksi tanpa berpikir. Kata-kata terbang dari mulut kita begitu cepat dan bahkan kita pun kaget mendengarnya. Mungkin kita sedang capek. Mungkin kita sedang bingung tentang masalah lain. Tetapi, belum terlambat mengubah nada suara kita, dan mencegah kecelakaan kecil ini menjadi masalah besar sehingga benar-benar meluluhlantakkan perasaan harga diri anak. Jika ibu Wati berhenti sejenak, menenangkan dirinya, dan minta maaf karena membentak, proses beres-beres akan berjalan lebih baik. Sebaliknya, jika ibu Wati melanjutkan omelannya, Wati mungkin mulai melihat dirinya sebagai orang yang tidak berguna dan ceroboh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu bahwa menekan perasaan sebal kita, meskipun kita tahu merupakan hal terbaik bagi anak-anak kita, tidak selalu mudah. Sebagian besar dari kita harus bekerja keras memahami dan menguasai reaksi emosional kita. Ada baiknya kita selalu siap dengan respon alternatif, seperti , "Bagaimana hal ini terjadi?" Perkataan ini menekankan pada kejadiannya ketimbang pada anak. Ini juga tidak hanya membebaskan anak dari perasaan tidak berguna dan kegagalan, tetapi juga memberi ruangan buat pelajaran yang membangun. Dengan mendorong anak untuk membicarakan urutan peristiwa, bersama-sama kalian bisa melihat bagaimana satu hal menyebabkan hal lainnya dan mungkin menemukan cara bagaimana kalian dapat mengantisipasinya di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kecelakaan dapat dicegah dengan merencanakan sebelumnya dan dengan menetapkan batas-batas di awal sebuah proyek. Dalam sebagian besar kesempatan, anak-anak kita ingin menyenangkan kita, dan kita dapat mempermudahnya bagi mereka dengan mengatakan secara jelas apa yang kita inginkan di awal. Saran-saran kita hendaknya spesifik dan sesuai umur anak, dan harus dikatakan dengan cara yang menyediakan informasi kongkrit yang dapat digunakan anak untuk memberikan rambu-rambu pada perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari hujan, Budi (4 tahun) memberi tahu ibu bahwa ia dan temannya ingin membuat binatang dengan lilin mainannya. Ibunya sedang sibuk mengurus surat-surat tagihan di dapur, dan tergoda untuk langsung bilang iya saja supaya anak-anak itu cepat pergi. Tetapi, ibu bangkit dan mengeluarkan sebuah tirai plastik lama yang disiapkannya untuk tujuan ini. Sambil membentangkan tirai itu di lantai, ia menjelaskan, "Duduk di tengah-tengah sini ya. Banyak tempat untuk kebun binatang kalian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara anak-anak itu meletakkan lilin mainan di atas tirai plastik, Budi bertanya,"Boleh pakai pisau dari dapur?"&lt;br /&gt;"Nggak boleh ya. Pisau bukan untuk mainan. Kalau pemotong kue kering saja gimana?" jawab Ibu.&lt;br /&gt;"Ya deh. Sendok juga ya?" tanya Budi.&lt;br /&gt;"Boleh," kata Ibu, mengambilkan beberapa peralatan masak. "Ingat ya, kalian juga harus bantu bersih-bersih habis main."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit yang diinvestasikan pada awal proyek tadi merupakan gangguan bagi ibu Budi, tetapi telah menyelamatkannya dari mengorek-ngorek lilin dari atas karpet sembari menahan diri untuk tidak mengomeli anak-anak. Keterlibatan awalnya juga memberikan Budi kesempatan untuk bernegosiasi meminta peralatan dapur yang ia inginkan. Meskipun pendekatan ini makan waktu, muncul pilihan-pilihan dan anak-anak berlatih membuat keputusan yang baik. Memiliki suara aktif dalam keputusan sehari-hari juga membantu mereka membangun imej diri sebagai orang yang kompeten.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, kita tidak selalu punya waktu dan prakiraan guna menangani hal-hal secara hati-hati seperti keinginan kita. Suatu hari seorang teman mendesak anak perempuannya Kiki agar cepat-cepat keluar rumah untuk pergi bersama, termasuk mengantarkan Kiki ke salon. Di tengah jalan, ibu berkata, "Ayo cepat dong, Sayang. Kamu kan harus potong rambut. Kita sudah hampir telat nih." Tiba-tiba, entah kenapa, Kiki menangis melolong-lolong tidak mau dipotong rambutnya. Karena frustasi, ibunya mengatakan Kiki "susah diatur." Kiki kesal sekali sehingga tidak mau bicara. Bagi seorang dewasa, ibu tidak tampak mengkritik, tetapi pesan yang didengar Kiki adalah,"Kamu tidak baik karena susah diatur."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Kiki akhirnya tenang, ia dapat menjelaskan bahwa ia ingin memanjangkan poninya dan tidak ingin poninya dipotong. Ibu, setelah menyadari sebabnya, memandang Kiki dengan rasa tidak percaya. "Ya Sayang," katanya, "Nanti kita bilang ke salon ya biar ponimu nggak dipotong." Seandainya ibu berpikir untuk membicarakan tentang acara potong rambut pada waktu sarapan, ia dan Kiki tidak harus ribut-ribut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja, tidak perduli betapa luwes dan sabarnya kita, atau betapa kita mengantisipasi kejadian, akan ada saat-saat kita berselisih dengan anak-anak. Masalahnya menjadi bagaimana kita menyelesaikan konflik dengan kerusakan sesedikit mungkin. Tidak ada yang menang dalam kebuntuan. Ibu Kiki menghargai hak anaknya untuk memutuskan model rambut yang diinginkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian kendali tentang hal-hal kecil membangun rasa percaya bagi perundingan di masa depan mengenai keputusan yang lebih besar dengan tumbuhnya anak kita menjadi remaja. Jika anak-anak tumbuh dengan mengetahui bahwa kita akan mendengar mereka dan mempertimbangkan gagasan mereka dengan penghargaan, mereka akan lebih bersedia bicara pada kita dan bekerja sama untuk menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Cara Kita Berbicara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sering kali ketika kita mengomeli anak-anak, tujuan kita adalah mendorong mereka menjadi lebih baik, melakukan hal dengan lebih baik. Barangkali beginilah cara orang tua kita berkomunikasi dengan kita ketika kita kecil. Atau mungkin kita kembali mengkritik mereka ketika kita capek atau stres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi anak-anak tidak menghadapi kritik sebagai hal yang membangun. Bagi anak-anak, kritikan lebih terasa sebagai serangan pribadi dan kritikan cenderung membuatnya mempertahankan diri daripada bekerja sama. Anak-anak yang lebih kecil biasanya kesulitan memahami bahwa perbuatan merekalah yang tidak baik, dan bukannya mereka sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi, kita masih bisa mengatakan pada anak-anak kita tidak menyukai perbuatan mereka. Jika kita mengambil waktu sejenak untuk mempertimbangkan pengaruh kata-kata kita, kita dapat mengatakan apa yang perlu tanpa meremehkan jati diri anak. Apa pun yang terjadi, kita dapat memberitahukan pada anak bahwa ia baik, meskipun perbuatan sebelumnya tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segera setelah ayah Wawan (8 tahun) mendengar bunyi sesuatu pecah, ia langsung tahu apa yang terjadi. Ayah berjalan dengan tenang dari dapur ke jendela ruang tamu, di mana pecahan beling bertebaran di lantai. Anak laki-lakinya berdiri di luar dengan wajah terkejut dan takut. Pemukul kasti tergeletak di lapangan dekat rumah, bola menggelinding di lantai ruang tamu.&lt;br /&gt;"Sekarang kamu tahu mengapa peraturannya 'Dilarang main bola dekat rumah?' Ayah bertanya. Wawan menunduk. "Wawan tahu, Ayah. Tadi sudah hati-hati kok." "Nggak, Wan. peraturannya bukan tentang hati-hati." Ayah tegas. "Peraturannya tentang jarak."&lt;br /&gt;"Maaf," kata Wawan, berharap pembicaraan itu selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah memandangnya serius. "Nah, mari kita hitung berapa ongkos memperbaiki jendela, dan kita bisa hitung berapa lama kamu bisa membayarnya dari uang sakumu."&lt;br /&gt;Kata-kata itu meresap lambat-lambat sampai Wawan menyadari konsekuensi perbuatannya. Ayah melihat bahu anaknya merosot dengan berat tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu tahu, Kakek membuat Ayah membayar untuk jendela yang Ayah pecahkan ketika Ayah seumurmu," ia mengaku pada anaknnya, yang sekarang mendengarkan dengan perhatian.&lt;br /&gt;"Masa?"&lt;br /&gt;"Dan makan waktu lama juga." Ayah berkata. "Ayah bilangin nih. Sejak itu Ayah tidak pernah memecahkan kaca lagi. Sekarang pergi ambil sapu dan serokan. Kita bersihkan pecahan kaca ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlalu banyak tekanan pada hukuman dan omelan menciptakan jarak, bukan kebersamaan. Sejujurnya sih, kita semua berbuat salah, dan kecelakaan bisa terjadi. Menanggapi dengan pesan-pesan yang menolong pada saat-saat begini mempermudah anak-anak untuk belajar melalui pengalaman, untuk memikirkan hubungan antara apa yang mereka lakukan dan apa yang terjadi, serta untuk menentukan apa yang harus mereka lakukan guna memulihkan situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Ngomel, ngomel, ngomel&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kita mungkin tidak menyadarinya, tetapi omelan dan keluhan yang kronis adalah bentuk halus dari kritikan. Pesan yang mendasari omelan adalah, "Aku tidak percaya kamu akan ingat melakukan sesuatu atau berlaku dengan baik." Mengharapkan yang terburuk dari anak-anak kita tidak menolong mereka dan juga tidak menghasilkan apa-apa bagi kita. Anak-anak kecil sekali pun dengan cepat belajar mengacuhkan ucapan yang diulang-ulang. Remaja terkenal dengan kemampuan mereka "menjadi tuli" baik dengan headphone atau pun tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi yang lebih baik daripada mengomel adalah mengatur rutinitas yang dapat diperkirakan dengan harapan yang wajar. Contoh, saya sering menyarankan pada orang tua bahwa satu cara yang sederhana tetapi efektif untuk menghindari kebiasaan mengatakan "jangan lupa" adalah berhenti menekankan lupa dan mulai menekankan mengingat. Katakan pada anak-anak apa yang Anda ingin ia ingat. "Ingat, taruh kaus kaki di dalam keranjang cucian" dan "Ingat, boneka ini tetap di dalam rumah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini membiasakan suasana mendorong yang penting bagi segala usia dan dapat membuat perbedaan besar di dunia. Ini terutama menolong bagi anak-anak lebih kecil yang baru saja belajar tentang fungsi dalam kehidupan keluarga. Di atas segalanya, berikan penghargaan pada prestasi mereka. "Wah kamu ingat membereskan mainan sendiri! Kamu anak baik yang penolong ya." Dengan pernyataan positif semacam ini, Anda memberitahukan pada anak Anda apa yang Anda harapkan dan juga memberikan semangat baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mengomel, mengeluh juga cara tidak efektif untuk mengupayakan perubahan dan bukan contoh bermanfaat untuk diajarkan pada anak-anak. Mengeluh memusatkan pada kesulitan, kekurangan, dan kekecewaan, bukan solusi. Kita tidak ingin anak-anak kita belajar melihat dunia dengan perspektif pasif dan negatif ini. Kita tidak ingin mereka berpikir cara menanggapi masalah adalah mengeluh. Hindari menjadikan keluhan sebagai ganti bertindak. Sebaliknya, cobalah mengkhayalkan sebanyak mungkin solusi kreatif sebanyak mungkin, dan ajaklah anak-anak memikirkan solusi pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikirkan tentang betapa banyaknya Anda mengeluh dalam kehidupan sehari-hari. Mungkin mengejutkan ketika menyadari sering sekali kita mengeluh, tentang situasi kerja kita, tentang orang-orang lain dalam hidup kita, atau tentang cuaca. Kendati kita mungkin perlu mengeluh sesekali, ingatlah bahwa tidak hanya anak-anak, orang tua pun tidak boleh rewel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengeluh tentang pasangan kita terutama bersifat merusak. Keluhan ini dapat menyebabkan anak-anak merasa harus berpihak pada salah satu orang tua, menempatkan mereka di tengah-tengah pertikaian perkawinan. Ini posisi yang mustahil bagi anak-anak, karena mereka tercabik antara kesetiaan pada kedua orang tua. Sama halnya, mengeluh tentang kakek nenek anak-anak juga menempatkan anak-anak kita pada tempat yang sulit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluhan kita tentang mertua perlu dibahas secara pribadi dan dipisahkan dari hubungan ajaib anak-anak dengan kakek neneknya. Anak-anak kita nanti akan segera menemukan kekurangan pada keluarga. Mari hindari membebani mereka dengan kemarahan kita yang tidak pada tempatnya. Tambahan, anak-anak perlu melihat semua orang dewasa di dalam keluarga saling memperlakukan dengan respek baik dalam kata-kata maupun perbuatan. Ingatlah bahwa anak-anak belajar tentang hubungan dan bagaimana orang-orang yang saling mencintai saling akur dengan cara mengamati interaksi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Menikmati Cahaya Anak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti anak-anak kita terus belajar dari kita, kita dapat terus belajar dari mereka. Setelah acara jalan-jalan keluarga, beberapa teman saya memusatkan perhatian untuk menyuruh anak-anak laki-laki mereka yang berusia tujuh dan delapan tahun keluar mobil dan tidur tanpa ribut-ribut. Tidak ada satu pun anak yang mau tidur, seperti biasa. Sambil berjalan menuju rumah, anak termuda bertanya, "Boleh nggak kita menonton bintang sebentar?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tuanya berhenti. Mereka punya pilihan. Mereka bisa berkata, "Oh kamu kok suka sekali begadang. Jangan susah diatur dong. Sudah malam. Waktunya tidur."Tetapi mereka tidak bilang begitu. Malam itu, mereka menggunakan beberapa menit untuk menikmati langit malam dan pantulan cahayanya pada wajah anak-anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Menonton bintang" secara kualitatif berbeda dengan "melihat bintang". Orang dewasa menengadah, melihat, dan segera beralih pada "hal-hal yang harus dikerjakan."Anak-anak menonton bintang-bintang dengan takjub dan berharap. Mengizinkan anak-anak untuk mengajari kita cara baru melihat dunia dapat menciptakan pengalaman keluarga yang dinamis di mana kita semua dapat belajar dan tumbuh bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : fahima&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-3130543699042267817?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/3130543699042267817/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=3130543699042267817' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/3130543699042267817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/3130543699042267817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2007/03/children-learn-what-they-live.html' title='Children Learn What They Live (Terjemahan Buku) Bagian 1'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-117074134650382348</id><published>2007-02-05T21:52:00.000-08:00</published><updated>2007-02-05T21:55:47.023-08:00</updated><title type='text'>7 dari 10 Wanita Hamil Terkena Anemia</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di Indonesia prevalensi anemia di kalangan pekerja memang masih tinggi. Studi mengenai anemia pada pekerja wanita yang dilakukan di Jakarta, Tangerang, Jambi, dan Kudus - Jawa Tengah membuktikan hal itu. Dilaporkan, anemia menurunkan produktivitas 5 - 10% dan kapasitas kerjanya 6,5 jam per minggu. Anemia yang menyebabkan turunnya daya tahan juga membuat penderita rentan terhadap penyakit, sehingga frekuensi tidak masuk kerja meningkat. Maka benarlah bila disimpulkan, anemia defisiensi zat besi sangat mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Namun, menurut penelitian lain, produktivitas dapat ditingkatkan sampai 10 - 20% setelah pekerja mendapat suplemen zat besi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Pembentuk sel darah merah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada penderita anemia, lebih sering disebut kurang darah, kadar sel darah merah (hemoglobin atau Hb) di bawah nilai normal. Penyebabnya bisa karena kurangnya zat gizi untuk pembentukan darah, misalnya zat besi, asam folat, dan vitamin B12. Tetapi yang sering terjadi adalah anemia karena kekurangan zat besi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Proses kekurangan zat besi sampai menjadi anemia melalui beberapa tahap. Awalnya, terjadi penurunan simpanan cadangan zat besi. Bila belum juga dipenuhi dengan masukan zat besi, lama-kelamaan timbul gejala anemia disertai penurunan Hb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Gejala awal anemia zat besi berupa badan lemah, lelah, kurang energi, kurang nafsu makan, daya konsentrasi menurun, sakit kepala, mudah terinfeksi penyakit, stamina tubuh menurun, dan pandangan berkunang-kunang - terutama bila bangkit dari duduk. Selain itu, wajah, selaput lendir kelopak mata, bibir, dan kuku penderita tampak pucat. Kalau anemia sangat berat, dapat berakibat penderita sesak napas, bahkan lemah jantung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Zat besi yang terdapat dalam semua sel tubuh ini berperan penting dalam berbagai reaksi biokimia, di antaranya memproduksi sel darah merah. Sel itu sangat diperlukan untuk mengangkut oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Sedangkan oksigen penting dalam proses pembentukan energi agar produktivitas kerja meningkat dan tubuh tidak cepat lelah.&lt;br /&gt;Zat besi juga unsur penting dalam mempertahankan daya tahan tubuh, agar kita tidak mudah terserang penyakit. Menurut penelitian, orang dengan kadar Hb kurang dari 10 g/dl memiliki kadar sel darah putih (untuk melawan bakteri) yang rendah pula.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jumlah zat besi di dalam tubuh bervariasi menurut umur, jenis kelamin, dan kondisi fisiologis tubuh. Pada orang dewasa sehat, jumlah zat besi diperkirakan lebih dari 4.000 mg, dengan sekitar 2.500 mg ada dalam hemoglobin. Di dalam tubuh sebagian zat besi (sekitar 1.000 mg) disimpan di hati berbentuk ferritin. Saat konsumsi zat besi dari makanan tidak cukup, zat besi dari ferritin dikerahkan untuk memproduksi Hb.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jumlah zat besi yang harus diserap tubuh setiap hari hanya 1 mg atau setara dengan 10 - 20 mg zat besi yang terkandung dalam makanan. Zat besi pada pangan hewani lebih tinggi penyerapannya yaitu 20 - 30%, sedangkan dari sumber nabati hanya 1 - 6%.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Wanita lebih rentan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, tubuh punya mekanisme menjaga keseimbangan zat besi dan mencegah berkembangnya kekurangan zat besi. Tubuh mampu mengatur penyerapan zat besi sesuai kebutuhan tubuh dengan meningkatkan penyerapan pada kondisi kekurangan dan menurunkan penyerapan saat kelebihan zat besi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Begitupun, anemia tetap bisa menyerang, bahkan siapa saja. Di antaranya mereka yang karena aktif, amat sibuk, dan punya keterbatasan waktu, tidak bisa mengikuti pola makan yang memenuhi kebutuhan akan zat besi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kemungkinan lain adalah meningkatnya kebutuhan karena kondisi fisiologis, misalnya hamil, kehilangan darah karena kecelakaan, pascabedah atau menstruasi, adanya penyakit kronis atau infeksi, misalnya infeksi cacing tambang, malaria, tuberkulose atau TB (dulu dikenal sebagai TBC).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mereka yang berdiet pun terbuka kemungkinan menderita anemia karena diet yang berpantang telur, daging, hati, atau ikan. Padahal jenis pangan itu sumber zat besi yang mudah diserap tubuh. Tak heran bila para vegetarian cenderung mudah menderita anemia. Apalagi disertai kebiasaan tidak sarapan atau frekuensi makan tidak teratur tanpa kualitas makanan seimbang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Demikian pula pengidap gangguan penyerapan zat besi dalam usus. Ini bisa terjadi karena gangguan pencernaan atau dikonsumsinya substansi penghambat seperti kopi, teh, atau serat makanan tertentu tanpa asupan zat besi yang cukup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wanita, terutama, perlu memberi perhatian khusus pada anemia. Dimulai pada saat remaja mengalami haid di masa pubertas. Di fase ini sangat diperlukan zat gizi cukup seperti zat besi, vitamin A, dan kalsium. Sayangnya, akibat menstruasi ia harus kehilangan zat besi hingga dua kali jumlah yang dikeluarkan pria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada wanita dewasa dengan berat badan 55 kg, zat besi yang keluar lewat saluran pencernaan dan kulit atau kehilangan basal berjumlah 0,5 - 1,0 mg per hari, atau umumnya sekitar 0,8 mg per hari. Sedangkan jumlah zat besi yang hilang karena haid, pada 95% populasi adalah 1,6 mg per hari. Sehingga jumlah zat besi yang hilang akibat haid ditambah kehilangan basal menjadi sekitar 2,4 mg per hari pada 95% populasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tak heran bila wanita cenderung menderita kekurangan zat besi karena hilangnya zat itu di kala haid tiap bulan tanpa diimbangi asupan makanan yang cukup mengandung zat besi. Kehilangan zat besi lewat haid pada wanita biasanya konstan, tetapi bervariasi jumlahnya di antara kaum wanita. Dapat dimengerti bila beberapa wanita perlu zat besi lebih banyak daripada wanita lain.&lt;br /&gt;Penyebab lain adalah kecenderungan wanita berdiet karena ingin mempertahankan bentuk tubuh ideal, tanpa mempertimbangkan jumlah zat gizi penting yang masuk, terutama zat besi.&lt;br /&gt;Selain menstruasi, kondisi rawan lain adalah saat hamil dan menyusui. Anemia adalah masalah kesehatan dengan prevalensi tertinggi pada wanita hamil. Prevalensi anemia pada ibu hamil di Indonesia adalah 70%, atau 7 dari 10 wanita hamil menderita anemia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada trimester pertama kehamilan, zat besi yang dibutuhkan sedikit karena tidak terjadi menstruasi dan pertumbuhan janin masih lambat. Menginjak trimester kedua hingga ketiga, volume darah dalam tubuh wanita akan meningkat sampai 35%, ini ekuivalen dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. Sel darah merah harus mengangkut oksigen lebih banyak untuk janin. Sedangkan saat melahirkan, perlu tambahan besi 300 - 350 mg akibat kehilangan darah. Sampai saat melahirkan, wanita hamil butuh zat besi sekitar 40 mg per hari atau dua kali lipat kebutuhan kondisi tidak hamil.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada banyak wanita hamil, anemia gizi besi disebabkan oleh konsumsi makanan yang tidak memenuhi syarat gizi dan kebutuhan yang meningkat. Selain itu, kehamilan berulang dalam waktu singkat. Cadangan zat besi ibu yang belum pulih akhirnya terkuras untuk keperluan janin yang dikandung berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jadi, kebutuhan zat besi untuk tiap wanita berbeda-beda sesuai siklus hidupnya. Wanita dewasa tidak hamil kebutuhannya sekitar 26 mg per hari, sedangkan wanita hamil perlu tambahan zat besi sekitar 20 mg per hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saat menyusui, meski biasanya wanita tidak mengalami haid, ibu tetap kehilangan zat besi dan kalsium melalui ASI. Selain kehilangan basal normal sekitar 0,8 mg, kehilangan zat besi melalui ASI mencapai sekitar 0,3 mg per hari. Maka, ibu menyusui butuh tambahan zat besi 2 mg per hari serta kalsium 400 mg per hari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Anemia pada ibu hamil bukan tanpa risiko. Menurut penelitian, tingginya angka kematian ibu berkaitan erat dengan anemia. Anemia juga menyebabkan rendahnya kemampuan jasmani karena sel-sel tubuh tidak cukup mendapat pasokan oksigen. Selain itu, hewan percobaan yang bunting dan kekurangan zat besi melahirkan anak-anak dengan daya tahan rendah terhadap infeksi. Penyebabnya, sel fagosit yang bertugas menangkal bakteri infeksi tak berfungsi maksimal.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Perhatikan pola makan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penanggulangan anemia - terutama untuk wanita hamil, wanita pekerja, dan wanita yang telah menikah prahamil - sudah dilakukan secara nasional dengan pemberian suplementasi pil zat besi. Malah ibu hamil sangat disarankan minum pil ini selama tiga bulan, yang harus diminum setiap hari. Penelitian menunjukkan, wanita hamil yang tidak minum pil zat besi mengalami penurunan cadangan besi cukup tajam sejak minggu ke-12 usia kehamilan.&lt;br /&gt;Sayangnya, cara ini memberikan efek seperti mual, diare, dan lainnya. Maka, alternatifnya adalah mengkonsumsi makanan yang diperkaya dengan zat besi, misalnya berbentuk susu atau roti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Suplemen tablet besi memang diperlukan untuk kondisi tertentu, wanita hamil dan anemia berat misalnya. Penderita anemia ringan sebaiknya tidak menggunakan suplemen besi, lebih tepat bila mereka mengupayakan perbaikan menu makanan. Misalnya, dengan meningkatkan konsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi seperti telur, susu, hati, ikan, daging, kacang-kacangan (tempe, tahu, oncom, kedelai, kacang hijau), sayuran berwarna hijau tua (kangkung, bayam, daun katuk), dan buah-buahan (jeruk, jambu biji, pisang). Perhatikan pula gizi makanan dalam sarapan dan frekuensi makan yang teratur, terutama bagi yang berdiet.&lt;br /&gt;Biasakan pula menambahkan substansi yang memudahkan penyerapan zat besi seperti vitamin C, air jeruk, daging, ayam, dan ikan. Sebaliknya, substansi penghambat penyerapan zat besi seperti teh dan kopi patut dihindari.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berkonsultasilah dengan dokter bila anemia berkaitan dengan kesehatan, misalnya infeksi, penyakit kronis, atau gangguan pencernaan. (*/Sht)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Web Balita Anda&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-117074134650382348?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/117074134650382348/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=117074134650382348' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/117074134650382348'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/117074134650382348'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2007/02/7-dari-10-wanita-hamil-terkena-anemia.html' title='7 dari 10 Wanita Hamil Terkena Anemia'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116581710377396748</id><published>2006-12-10T22:04:00.000-08:00</published><updated>2006-12-10T22:05:04.046-08:00</updated><title type='text'>BERTENGKAR DI DEPAN ANAK? BOLEH ASAL...</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mungkin pernyataan ini membuat Anda kaget. Kok, boleh bertengkar di depan anak? Ya, boleh, kok. Tapi, tentu saja, dengan sejumlah catatan. Boleh saja orang tua berselisih paham atau berbeda pendapat di depan anak. Justru anak jadi paham dan dapat memetik pelajaran, bahwa berbeda pendapat merupakan hal wajar dan bisa dicarikan jalan keluarnya. Coba saja pikir, bagaimana mereka akan pernah belajar bernegosiasi dan berdebat yang benar jika tidak ada seorang pun yang pernah mengajarkannya?Ingat, ayah dan ibu adalah contoh bagi anak-anak. Termasuk model untuk bagaimana bertingkah laku dalam kehidupan. Jadi, bersikaplah sebagai contoh model yang baik, termasuk saat Anda berdua tengah berselisih. Caranya? Simak tips berikut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1. Berlaku sopan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jangan pernah berdebat atau berselisih yang diakhiri dengan menyakiti salah seorang (terutama di depan anak-anak). Jangan pernah mengecilkan/meremehkan pasangan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2. Tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berteriak, saling memaki, bicara dengan nada tinggi, jelas berbeda dengan berdiskusi. Itu berarti menekan atau memaksa orang lain untuk mendengarkan Anda. Suara yang tenang akan selalu lebih efektif dalam berdebat, karena akan membuat lawan bicara mau mendengarkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;3. Tetap berteman &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Perlihatkan pada anak-anak bagaimana cara bernegosiasi yang efektif dan "tetap menjadi teman" jika semua masalah telah dibicarakan dan selesai. Pada akhir perselisihan, kedua belah pihak harus berlapang dada dan tetap saling menghargai, menerima, dan mencintai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;4. Bukan musuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ingat&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; Anda bukan merupakan musuh dari orang di dalam konflik yang terjadi. Anda hanya mempunyai ide yang berbeda untuk mencapai sesuatu kesepakatan. Lihatlah pada tujuannya secara umum dan bagaimana cara terbaik untuk menyatukan suatu argumen kendati berbeda jalan. Nah, bukankah hal ini merupakan suatu keahlian, keterampilan yang baik yang patut diajarkan kepada anak-anak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;5. Tidak menyangkut mereka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jangan pernah berselisih di depan anak-anak dengan topik perselisihan yang menyangkut perilaku anak-anak itu sendiri. Saat untuk memberi pelajaran yang baik dapat menjadi hancur berantakan jika anak mulai menjadi takut karena mendengar komentar pribadi Anda dan pasangan mengenai diri mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;6. Menerima kekalahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ajarari anak bagaimana cara menerima kekalahan dengan anggun, lapang dada. Jadilah seorang yang sportif dan bukan pendendam. Merasa kecewa adalah hal yang wajar dan ada cara yang baik untuk melihatkan hal ini. Kemudian belajar atau bangkitlah untuk menghilangkan perasaan tersudut, kalah, dan lainnya. Perlihatkan pada si kecil, semua itu merupakan suatu pelajaran terbaik dalam kehidupan!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;7. Jadilah diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi jangan berlebihan. Memang, memiliki pendapat merupakan sesuatu yang oke sehingga anak tahu, ada sesuatu hal dalam kehidupan yang penting dan harus kita pertahankan. Tapi usahakan untuk tidak berlarut-larut. Biarkan berlalu jika sudah berlalu dan tunjukkan pada anak, bagaimana proses dari semua itu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;8. Berhati besar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ketika konflik sudah bisa diatasi dan "persetujuan" disepakati, terima semua itu dengan besar hati. Dengan kata lain, jangan mengungkit-ungkit kembali masalah selama seminggu terus-menerus, misalnya. Perlihatkan pada anak, berselisih paham atau berbeda pendapat adalah sesuatu yang wajar dan bisa dicarikan jalan keluarnya untuk kemudian hidup rukun lagi. Nah, dari hal-hal tersebut d atas, anak akan belajar, jika dua orang saling menghargai, berargumen secara sehat, segala perselisihan atau perdebatan bisa dislesaikan dengan baik lewat negosiasi. Anak pun belajar untuk melihat dan menghargai pandangan atau ide orang lain, menghormati bahwa orang lain mungkin memiliki pendapat yang berbeda tapi kemudian bisa mendapat kata sepakat. Sudah siap untuk bertengkar sehat di depan buah hati tercinta?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Sumber : Nova&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116581710377396748?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116581710377396748/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116581710377396748' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116581710377396748'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116581710377396748'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/12/bertengkar-di-depan-anak-boleh-asal.html' title='BERTENGKAR DI DEPAN ANAK? BOLEH ASAL...'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116581661768708084</id><published>2006-12-10T21:55:00.000-08:00</published><updated>2006-12-10T21:56:57.790-08:00</updated><title type='text'>HUBUNGAN URUTAN LAHIR &amp; TABIAT</title><content type='html'>Anak sulung, kedua, atau bungsu hanyalah sebuah julukan dalam suatu keluarga. Yang jelas, dalam ilmu psikologi disebutkan, urutan kelahiran mempunyai dampak dari berbagai aspek pada tabiat seorang anak. Tentu saja ciri-ciri tersebut tidak selalu pasti begitu karena dalam beberapa hal ada banyak pengecualian yang dapat membuat sifat-sifat tersebut saling bertukaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Anak Sulung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Terlahir sebagai pemimpin secara alami. Mereka cenderung menjadi perfeksionis, dapat dipercaya, dan penuh perhatian. Mereka tidak terlalu menampakkan suatu reaksi ketika terkejut dan bisa mendadak menjadi agresif. Bagaimanapun juga, mereka adalah anak yang menyenangkan. Anak pertama biasanya mempunyai keinginan yang amat sangat kuat untuk dimengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Anak Tunggal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya hampir sama dengan si sulung, walaupun karakter anak tunggal biasanya serba 3 kali lipat dari anak pertama. Mereka lebih perfeksionis, lebih bertanggung jawab, dan cenderung lebih dapat beradaptasi dengan orang yang lebih tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Anak Tengah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Konon merupakan anak yang paling susah dibentuk. Mereka sangat berlawanan dengan saudara kandung lainnya. Mereka biasanya senang dianggap sama dengan kakak-kakaknya dibandingkan dengan adik-adiknya. Mereka cenderung menutup diri dan tidak mudah mengungkapkan emosinya. Karena mereka merasa kuat walau hal itu tidak dipedulikan keluarganya, hubungan mereka dengan anak sebaya lebih kuat, bisa membaca pikiran orang, dan menyukai ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Anak Bungsu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cenderung menjadi anak yang ramah dan sangat menyenangkan. Mereka tidak terlalu peduli dengan masalah finansial karena bagi mereka dengan mendapat kesenangan, sudah cukup. Anak bungsu biasanya sangat menawan tapi bisa menjadi manipulatif dan manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nova&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116581661768708084?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116581661768708084/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116581661768708084' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116581661768708084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116581661768708084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/12/hubungan-urutan-lahir-tabiat.html' title='HUBUNGAN URUTAN LAHIR &amp; TABIAT'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116581648231611541</id><published>2006-12-10T21:46:00.000-08:00</published><updated>2006-12-10T21:54:42.410-08:00</updated><title type='text'>OBESITAS &amp; 3 KESALAHAN ORANG TUA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Namanya saja orang tua, tentu maunya memberi hanya yang terbaik bagi buah hati. Celakanya, meski sudah paham betul mengenai pentingnya makanan bergizi dan olah raga, tetap saja banyak orang tua yang tidak tahu, apa yang harus mereka lakukan. Alhasil, tubuh si kecil jadi "kelewat" sehat dan bahkan mengalami obesitas. Apa saja kesalahan orangtua, dan bagaimana memperbaikinya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#cc0000;"&gt;KESALAHAN &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;1: "DIA ENGGAK GEMUK, KOK!"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ini merupakan pernyataan yang cenderung berkesan menyangkal. Banyak orang tua tidak mau jujur terhadap diri sendiri mengenai berat badan anaknya. Mereka menutup mata terhadap masalah yang dihadapi anak. Padahal, obesitas dapat menurunkan rasa percaya diri anak.Yang harus dilakukan: Cari tahu berat badan yang ideal untuk anak Anda. Bandingkan antara bobot si kecil saat ini dengan yang seharusnya. Lakukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. * &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;2."DULU SAYA JUGA BEGITU"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ingat, lo, penelitian membuktikan, anak-anak yang mengalami obesitas, saat dewasa juga menjadi obesitas. Pada kenyataannya, tidak ada anak yang mau menjadi gemuk.Yang harus dilakukan:Tak perlu menyuruh anak melakukan diet ketat, tetapi Anda perlu memberi dan menyuruh anak mengonsumsi makanan bergizi serta melakukan olah raga yang dapat membantu mereka tumbuh dengan sehat. Menurunkan berat badan tidak dapat dilakukan dalam sekejap. Mengubah kebiasaan dan gaya hidup seseorang ataupun suatu keluarga tidaklah mudah, terutama bila perasaan anak yang obesitas dipertaruhkan. Orang tua harus menyusun rencara dan harus tekun serta kerja keras.Berita baiknya adalah bahwa masa yang paling mudah untuk memonitor anak-anak tersebut adalah antara usia 4 - 12 tahun yaitu masa di mana mereka tumbuh dan kegiatan serta pola makan mereka masih tergantung dari orang tuanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt; 3. "SUDAH DICOBA BERBAGAI CARA" Banyak orangtua yang mudah menyerah. Mereka mencoba sesuatu tetapi biasanya bukan sesuatu yang tepat dan benar. Lalu mereka menyerah.Yang harus dilakukan:Rahasianya adalah Anda harus melakukannya dengan cara yang benar dan harus komit untuk berhasil. Anda harus sadar betul, Andalah satu-satunya yang berperan demi berhasilnya rencana dan Anda harus mengerahkan seluruh anggota keluarga demi keberhasilan si kecil. Yang pasti, Anda dapat memiliki anak yang sehat bila memutuskan untuk menempatkan usaha tersebut sebagai prioritas utama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sumber : Nova&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116581648231611541?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116581648231611541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116581648231611541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116581648231611541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116581648231611541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/12/obesitas-3-kesalahan-orang-tua.html' title='OBESITAS &amp; 3 KESALAHAN ORANG TUA'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116581596875276865</id><published>2006-12-10T21:45:00.000-08:00</published><updated>2006-12-10T21:46:09.103-08:00</updated><title type='text'>8 KIAT MENANAMKAN DISIPLIN</title><content type='html'>1. Belajar mengatakan "tidak" secara tegas tapi dengan sabar, penuh kasih sayang, berwibawa, dan tanpa nada marah. Kemampuan ini akan menolong Anda dalam mendidik anak sehingga mereka mengetahui, ada batasan dalam berbuat sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Selalu bersikap konsisten. Jika Anda telah mengatakan akan ada tindakan akibat dari perilakunya yang salah, terapkan "hukuman" tersebut sehingga anak tidak akan pernah mencoba untuk memainkan Anda. Sikap yang tidak konsisten akan menghancurkan aturan dan disiplin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Fokus dan targetkan satu atau dua perilaku yang harus ditaati dengan baik pada waktu yang bersamaan. Misalnya, makan harus dihabiskan, makanan jangan dibuat mainan. Umumnya akan lebih efektif untuk mengajarkan anak pada satu atau dua bidang yang terfokus daripada mencoba untuk mengajarkannya sedikit-sedikit tapi dengan berbagai macam bidang yang berbeda-beda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berlakulah seperti "bos" dan jangan malu untuk menjadi bos dalam membina hubungan dengan anak. Jika tidak, anak cenderung bertindak semaunya bagaikan anak ayam kehilangan induk dan akhirnya akan berperilaku negatif. Anda dapat mengatakan pada anak bahwa Anda adalah "bos" mereka. Tentu saja sebagai bos Anda tidak bertindak otoriter dan semena-mena.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Ajarkan anak berdisplin dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan cinta kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berikan anak pilihan-pilihan kecil semisal baju apa yang ia sukai, mau wortel atau kacang polong. Setelah menentukan pilihan, anak harus konsisten dengan pilihannya tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ingat disiplin yang konsisten merupakan hal yang aman dan baik. Kepatuhan anak merupakan salah satu jaminan agar ia selamat dari bahaya. Waktu yang terbaik untuk menyiapkan diri dalam keadaan bahaya adalah sebelum Anda berada dalam keadaan bahaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Untuk langkah awal, ajarkan anak dengan cara memfokuskan mereka agar menurut pada aturan atau disiplin yang Anda buat. Anak sudah cukup mengerti untuk mempelajari konsep ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nova&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116581596875276865?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116581596875276865/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116581596875276865' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116581596875276865'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116581596875276865'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/12/8-kiat-menanamkan-disiplin.html' title='8 KIAT MENANAMKAN DISIPLIN'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116581588814466287</id><published>2006-12-10T21:44:00.000-08:00</published><updated>2006-12-10T21:44:54.123-08:00</updated><title type='text'>Mengajar Anak membuat keputusan</title><content type='html'>Memilih adalah salah satu hal yang harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Itu sebabnya, sejak dini anak sudah harus dididik agar bisa dan mampu mengambil keputusan. Tapi, tentu saja, tetap harus ada batasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebetulnya, anak pun sudah belajar secara alami tentang bagaimana harus menentukan pilihan. Lihat saja, mereka sudah bisa memilih mainan, pakaian, atau sarapan apa yang diinginkannya. "Aku enggak mau makan roti, maunya nasi goreng," begitu, kan, kira-kira ucapan si kecil. Dengan kata lain, ia sudah mampu menentukan pilihannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belajar mengambil keputusan pada usia dini amat baik dan sangat disarankan. Merupakan suatu pemikiran yang baik untuk mengatasi akibat dari setiap pilihan. Jika anak tumbuh lebih besar, keputusan dan pilihan menyediakan kesempatan untuk melatih kemampuan imaginasi - imaginasi bagaimana setiap pilihan akan bermain atau berperan sendiri - yang akan membangkitkan keadaan dalam setiap kemungkinan dari pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengalaman dini dalam membuat pilihan dan keputusan dapat menolong anak untuk mengembangkan kemampuannya mengambil keputusan sekaligus tanggung jawab yang harus diembannya (risiko). Ini hanya akan terjadi jika pilihannya benar dan anak bertahan pada keputusannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Celakanya, orangtua kerap berpikir anaknya belum bisa memutuskan dan harus senantiasa dibantu. Padahal, jika Anda yakin setiap pilihan anak bukan sesuatu yang membahayakan atau bisa mencelakai dirinya, anak akan terlatih untuk membuat keputusan dan menananggung akibat dari pilihannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KEKUASAAN TERBATAS&lt;br /&gt;Kendati begitu, ada sejumlah aspek dari kehidupan anak yang tak bisa dan tak perlu dimintau persetujuan dari si kecil. Apa pun juga, untuk sementara waktu hingga ia besar nanti, anak tak dapat memilih. Semisal apakah ia mau atau tidak diberi vaksin polio, harus ke sekolah, tidur tidak larut malam, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, dalam hal ini, orang tua tetap harus berperan dan bijaksana mengambil keputusan atas nama anaknya. Yang jelas, anak tidak dapat diberikan kekuasan untuk berpartisipasi dan memutuskan hal-hal penting, terutama yang menyangkut masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi jelas, orang tua harus menyadari, anak hanya mempunyai kekuasaan sebanyak/sebatas yang diberikan orang dewasa. Sebab, jika semua hal diserahkan pada anak, justru malah celaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, karena orang tua malas "bertengkar" dengan anak, akhirnya mengalah saja ketika si kecil yang mengatakan malas pergi ke sekolah. Sesekali mungkin boleh-boleh saja diluluskan karena mungkin Anda berpikir, "Saya saja harus ke kantor 5 hari dalam seminggu, kadang merasa bosan. Apalagi anak kecil." Tapi ingat, jangan terlalu sering mengiyakan apa saja kemauan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahaya membiarkan anak untuk mengambil keputusan sendiri tanpa batasan yang jelas, lama-kelamaan akan melahirkan bahaya. Sama halnya seperti jika mengizinkan anak memilih mainannya sendiri atau menonton TV sekehendak hatinya. Memang, membiarkan anak memutuskan pilihannya berarti mengurangi pertengkaran. Tetapi yang harus dipahami, anak belum mampu secara konsisten menyortir apa yang tidak baik untuk dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membeli atau memiliki mainan mahal tapi hanya dimainkan sekali dua, sama dengan pemborosan. Begitu juga kalau Anda membiarkan anak memutuskan sendiri, tayangan apa yang akan ditontonnya. Nah, dalam hal ini, kekuasaan untuk memilih dan memutuskan harus tetap berada di tangan orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Nova&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116581588814466287?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116581588814466287/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116581588814466287' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116581588814466287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116581588814466287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/12/mengajar-anak-membuat-keputusan.html' title='Mengajar Anak membuat keputusan'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116304595104493982</id><published>2006-11-08T20:17:00.000-08:00</published><updated>2006-11-08T20:19:15.523-08:00</updated><title type='text'>Akhlaq &amp; Aqidah Istri Idaman</title><content type='html'>Artikel ini merupakan lanjutan dari artikel yang berjudul "&lt;a href="http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;amp;id=201&amp;Itemid=7"&gt;Istri Idaman Karir Wanita Mulia&lt;/a&gt;". Pada pembahasan kali ini akan dipaparkan sedikit mengenai akhlaq bagi seorang Istri dari kalangan kaum muslimin yang mencari kemulian sejati. Semoga kaum muslimah yang membaca artikel ini tersentuh nuraninya dan memperoleh jalan hidayah mana kala selama ini telah terjatuh dalam jurang kenistaan dan jebakan-jebakan musuh Islam.Seorang isteri idaman harus memahami arti pentingnya aqidah islamiyah yang shahihah, karena sah tidaknya suatu amal tergantung kepada benar dan tidaknya aqidah seseorang. Isteri idaman adalah sosok yang selalu bersemangat dalam menuntut ilmu agama sehingga dia dapat mengetahui ilmu-ilmu syar'i baik yang berhubungan dengan aqidah, akhlak maupun dalam hal muamalah sebagaimana semangatnya para shahabiyah dalam menuntut ilmu agama Islam, mereka bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam untuk menghilangkan kebodohan mereka dan beribadah kepada Allah di atas cahaya ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana riwayat dibawah ini: Dari Abu Said Al Khudri dia berkata: Pernah suatu kali para wanita berkata kepada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam: "Kaum laki-laki telah mengalahkan kami, maka jadikanlah satu hari untuk kami, Nabi pun menjanjikan satu hari dapat bertemu dengan mereka, kemudian Nabi memberi nasehat dan perintah kepada mereka. Salah satu ucapan beliau kepada mereka adalah: "Tidaklah seorang wanita di antara kalian yang ditinggal mati tiga anaknya, kecuali mereka sebagai penghalang baginya dari api nereka. Seorang wanita bertanya: "Bagaimana kalau hanya dua?" Beliau menjawab: "Juga dua." (HR. Al-Bukhari No 1010) Seorang isteri yang aqidahnya benar akan tercermin dalam tingkah lakunya misalnya:&lt;br /&gt;Dia hanya bersahabat dengan wanita yang baik.&lt;br /&gt;Selalu bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Rabbnya.&lt;br /&gt;Bisa menjadi contoh bagi wanita lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Akhlak Isteri Idaman.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Berusaha berpegang teguh kepada akhlak-akhlak Islami yaitu: Ceria, pemalu, sabar, lembut tutur katanya dan selalu jujur.&lt;br /&gt;Tidak banyak bicara, tidak suka merusak wanita lain, tidak suka ghibah (menggunjing) dan namimah (adu domba).&lt;br /&gt;Selalu berusaha untuk menjaga hubungan baik dengan isteri suaminya yang lain (madunya) jika suaminya mempunyai isteri lebih dari satu.&lt;br /&gt;Tidak menceritakan rahasia rumah tangga, diantaranya adalah hubungan suami isteri ataupun percekcokan dalam rumah tangga. Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam: "Sesungguhnya di antara orang yang terburuk kedudukan-nya disisi Allah pada hari kiamat yaitu laki-laki yang mencumbui isterinya dan isteri mencumbui suaminya kemudian ia sebar luaskan rahasianya." (HR. Muslim 4/157)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Isteri idaman di rumah suaminya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membantu suaminya dalam kebaikan. Merupakan kebaikan bagi seorang isteri bila mampu mendorong suaminya untuk berbuat baik, misalnya mendo-rong suaminya agar selalu ihsan dan berbakti kepada kedua orang tuanya, sebagaimana firman Allah Ta'ala, yang artinya: "Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah." (Al Ahqaf 15)&lt;br /&gt;Membantunya dalam menjalin hubungan baik dengan saudara-saudaranya.&lt;br /&gt;Membantunya dalam ketaatan.&lt;br /&gt;Berdedikasi (semangat hidup) yang tinggi.&lt;br /&gt;Ekonomis dan pandai mengatur rumah tangga.&lt;br /&gt;Bagus didalam mendidik anak.&lt;br /&gt;Penampilan:Di dalam rumah, seorang isteri yang shalehah harus selalu memperhatikan penampilannya di rumah suaminya lebih-lebih jika suaminya berada di sisinya maka Islam sangat menganjurkan untuk berhias dengan hal-hal yang mubah sehingga menyenangkan hati suaminya.Jika keluar rumah, seorang isteri yang sholehah harus memperhati-kan hal-hal berikut: Harus minta izin suami, Harus menutup aurat dan tidak menampakkan perhiasannya, Tidak memakai wangi-wangian, Tidak banyak keluar kecuali untuk tujuan syar'i atau keperluan yang sangat mendesak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : media Muslim Info&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116304595104493982?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116304595104493982/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116304595104493982' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116304595104493982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116304595104493982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/11/akhlaq-aqidah-istri-idaman.html' title='Akhlaq &amp; Aqidah Istri Idaman'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116304581079912639</id><published>2006-11-08T20:13:00.000-08:00</published><updated>2006-11-08T20:16:50.883-08:00</updated><title type='text'>Istri Idaman Karir wanita Mulia</title><content type='html'>Sungguh kaum wanita telah melewati suatu masa yang mana mereka ditempatkan pada posisi yang tidak layak, tidak proporsional dan sangat memilukan, tidak ada perlindungan bagi mereka, hak-hak mereka dihancurkan, kemauan mereka dirampas, jiwa mereka dibelenggu, bahkan saat itu mereka berada pada posisi yang amat rendah dan hina. Pada zaman Romawi seorang suami bisa menetapkan hukuman mati kepada istrinya jika suaminya menghendaki, bangsa Romawi menganggap bahwa wanita adalah sama dengan harta dan perabot rumah tangga, sementara bangsa Yahudi menganggap wanita adalah najis atau kotor, dan yang lebih buruk lagi adalah sikap orang Nashrani yang mempertanyakan keberadaan wanita, apakah wanita itu manusia yang memiliki jiwa atau tidak?! Yang pada akhirnya perlakuan buruk ini mencapai puncaknya dengan menganggap wanita sebagai sumber keburukan, di mana wanita dikubur hidup-hidup, sebagaimana yang dilakukan oleh bangsa Arab Jahiliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui berbagai macam kebiadaban dan perlakuan pahit sepanjang masa, muncullah cahaya Islam yang menempatkan wanita pada posisi yang adil untuk melindungi kehormatan mereka. Islam memberikan hak-hak wanita secara sempurna tanpa dikurangi, juga meninggikan derajat wanita yang masa sebelumnya mereka dihinakan dan direndahkan sepanjang sejarah. Islam memproklamirkan bahwa wanita adalah manusia sempurna, memberikan hak-haknya secara wajar dan manusiawi serta menjaga mereka agar tidak dijadikan pelampiasan syahwat belaka yang diperlakukan seperti binatang. Islam menjadikan wanita sebagai unsur yang memegang peranan penting dalam membangun masyarakat yang beradab. Untuk mencapai tujuan itu, Islam menjadikan kasih sayang antara suami dan isteri sebagai penjaga kelangsungan hidup berumah tangga. Kecintaan dan kasih sayang seorang wanita kepada suaminya merupakan bukti adanya karakter yang kuat dari sifat alamiah yang ada pada dirinya, sehingga hal itu akan menghindarkan dirinya dari berselingkuh atau mencari perhatian laki-laki lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara kebahagian seorang suami adalah dikaruniainya isteri yang shalehah sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam, yang artinya: "Dan di antara kebahagiaan adalah wanita shalehah, jika engkau memandangnya maka engkau kagum kepadanya, dan jika engkau pergi darinya (tidak berada di sisinya) engkau akan merasa aman atas dirinya dan hartamu. Dan di antara kesengsaraan adalah wanita yang apabila engkau memandangnya engkau merasa enggan, lalu dia melontarkan kata-kata kotor kepadamu, dan jika engkau pergi darinya engkau tidak merasa aman atas dirinya dan hartamu." (HR. Ibnu Hibban dan lainnya dalam As-Silsilah ash-Shahihah hadits 282)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sabdanya yang lain, yang artinya: "Dan isteri shalehah yang menolongmu atas persoalan dunia dan agamamu adalah sebaik-sebaik (harta) yang disimpan manusia." (HR. Baihaqi dalam Syu'abul Iman, Shahihul jami' 4285)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu isteri shalehah adalah idaman bagi setiap suami shaleh di setiap waktu dan tempat. Isteri idaman dia adalah wanita mukminah, wanita shalehah yang jiwanya sebagai cerminan ilmu syar'i yang hanif, aqidahnya murni, akhlaknya agung, dan perangainya baik, untuk mendapatkannya harus diperhatikan hal-hal berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Cara memilih isteri idaman&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Memilih wanita karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam, yang artinya: "Wanita itu dinikahi karena empat hal: Hartanya, keturunannya, kecantikan-nya dan agamanya. Maka hendaknya engkau utamakan wanita yang memiliki agama, (jika tidak) niscaya kedua tangan-mu akan berdebu (miskin merana)." (HR.Al-Bukhari, Fathul Bari 9/132)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan memilih wanita yang berasal dari lingkungan yang baik dan karakter yang benar-benar shalehah maka akan menghasilkan ketenangan dalam hidup berumah tangga. Karena adat kebiasaan dan gaya hidup suatu kaum sangat berpengaruh terhadap kepribadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diutamakan yang gadis sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam, yang artinya: "(Nikahilah)gadis-gadis sesungguhnya mereka lebih banyak keturunannya, lebih manis tutur katanya dan lebih menerima dengan sedikit(qanaah). dan dalam riwayat lain "Lebih sedikit tipu dayanya". (HR.Ibnu Majah No.1816 dan dalam As Silsilah ash Shahihah , hadits No.623)Diutamakan wanita yang subur atau tidak mandul, sebagaimana sabda Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam, yang artinya: "Kawinilah wanita yang penuh cinta dan yang subur peranakannya. Sesung-guhnya aku bangga dengan banyaknya jumlah kalian di antara para nabi pada hari kiamat." (HR. Imam Ahmad 3/245 dari Anas, dikatakan dalam Irwaul Ghalil hadits ini shahih) Bersambung pada Artikel: &lt;a href="http://www.mediamuslim.info/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;amp;id=202&amp;Itemid=7"&gt;Akhlaq &amp;amp; Aqidah Istri Idaman&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Media Muslim Info&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116304581079912639?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116304581079912639/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116304581079912639' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116304581079912639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116304581079912639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/11/istri-idaman-karir-wanita-mulia.html' title='Istri Idaman Karir wanita Mulia'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116304557857733157</id><published>2006-11-08T20:11:00.000-08:00</published><updated>2006-11-08T20:12:58.920-08:00</updated><title type='text'>Mukminah yang senantiasa sadar</title><content type='html'>Seseorang yang beriman kepada Alloh ‘Azza wa Jalla akan memiliki kepekaan yang muncul dari keimanannya kepada Alloh ‘Azza wa Jalla. Satu hal yang membedakan wanita muslimah adalah imannya yang mendalam kepada Alloh ‘Azza wa Jalla dan keyakinannya bahwa apapun peristiwa yang terjadi di alam ataupun pada diri manusia, semuanya karena qadha' dan takdir Alloh ‘Azza wa Jalla. Tentunya keyakinan seperti ini akan melahirkan suatu sikap yang benar, yaitu sebuah keyakinan bahwa semua musibah yang menimpa manusia bukan dimaksudkan untuk mencelakakan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua kejadian dan musibah yang terjadi atas pengetahuan dan izin dari Alloh ‘Azza wa Jalla. Kewajiban manusia adalah berusaha meniti jalan kebaikan/kebenaran, mencari faktor-faktor yang dapat mendatangkan amal shalih, bertawakkal dan menyerahkan seluruh urusan kepadaNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Hajar, sebuah kisah mengenai keyakinan seorang wanita yang teguh dalam keimanannya. Kisah Hajar, istri Nabi Ibrahim dan ibunda Ismail. Ia pernah ditinggalkan di Mekkah (dekat Baitullah) dan pada saat itu lembah tersebut tidak ada orang, tidak ada tanaman dan juga tidak ada air. Ia hanya ditemani oleh putranya yang masih bayi dan masih menyusu, Ismail dan juga satu kantong kurma dan satu wadah kulit yang berisi air. Hajar bertanya kepada Nabi Ibrahim “Alloh-kah yang menyuruh engkau berbuat seperti ini wahai Ibrahim?”. Ibrahim menjawab “Benar”, Hajar berkata “Kalau begitu ia tidak akan menyia-nyiakan kami”. Coba kita simak ketika Hajar mengetahui bahwa tindakan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim merupakan perintah dari Alloh, dan ia sangat yakin bahwa Alloh ‘Azza wa Jalla tidak akan mencelakakan dirinya bahkan akan memberikan perlindungan kepadanya. Kisah keteguhan Hajar ini dikenang terus oleh seluruh manusia ketika melakukan ibadah haji dan umrah, yaitu pada saat sa'i dari shafa ke marwa sebanyak 7 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah keyakinan Hajar terhadap keputusan dan perintah Alloh ‘Azza wa Jalla. Ia menerima apa yang diperintahkan oleh Alloh ‘Azza wa Jalla. Ketika mendengar perintah dari Alloh ia langsung menerima, tunduk dan taat terhadap perintah Alloh tersebut, sami'na wa ato'na, tanpa ada keraguan sedikit pun. Perintah yang Alloh ‘Azza wa Jalla berikan kepada Hajar sangatlah berat. Bayangkan saja, Ia ditinggalkan di sebuah lembah kering, tandus, tak berpenghuni seorang diri bersama bayinya. Jika hal ini terjadi kepada kita, sangatlah sulit bertahan dalam kondisi seperti itu. Lihatlah perintah Alloh ‘Azza wa Jalla kepada wanita muslimah di zaman sekarang. Tidak sesulit apa yang diperintahkan kepada Hajar. Apakah kita masih tetap enggan untuk melaksanakan perintahNya??.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat sebuah kisah lagi berkaitan dengan keteguhan iman seorang wanita. Kisah ini berasal dari Abdullah bin Zaid bin Aslam, dari ayahnya dari kakeknya. Seorang wanita yang tidak mau mencampur susu (barang dagangannya) dengan air, karena perbuatan tersebut adalah tercela dan Amirul-Mukminin (Umar bin Khattab) mengumumkan keputusan tidak boleh mencampur susu dengan air. Ia tidak mau menaatinya di saat ramai dan mendurhakainya di saat sepi, padahal yang memerintahkannya untuk mencampur susu adalah ibunya sendiri. Namun ia tetap pada pendiriannya. Ternyata Umar mendengar percakapan kedua wanita ini, kemudian khalifah menyuruh Aslam untuk menyelidiki mereka berdua. Aslam melaporkan bahwa wanita yang tidak mau mencampurkan susu dengan air itu adalah seorang gadis dan yang berbicara dengannya adalah ibunya. Maka Umar memanggil anaknya dan menawarkan kepada mereka siapa diantara mereka yang mau memperistri gadis ini. Akhirnya Ashim lah yang bersedia memperistri gadis tersebut karena memang dia belum beristri. Lalu Umar mengirim utusan dan menikahlah mereka, dari pernikahan mereka lahirlah seorang putri dan dari putri ini lahirlah Umar bin Abdul Aziz. Yang merupakan cicit dari Umar bin Khattab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah ini kita dapat melihat bagaimana teguhnya keyakinan seorang gadis. Ia tidak mau menuruti perintah ibunya karena memang perintah sang ibu tidak patut untuk ditaati yaitu mancampur susu dengan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ibnu Qoyyim pernah menyatakan bahwa syariat Islam dibangun di atas kemaslahatan bagi diri orang yang mengamalkannya dan bersifat abadi, dapat dilaksanakan olah siapa saja dan kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang dalam menjalankan syariat kita tidak perlu lebih jauh mengetahui faktor-faktor penyebab mengapa suatu syariat diperintah oleh Alloh ‘Azza wa Jalla. Namun ketaatan-lah yang diperlukan dalam menjalankan syariat. Para sahabat ketika suatu syariat diturunkan dan diperintahkan untuk dijalankan tidak pernah mempermasalahkan kenapa syariat tersebut diturunkan, namun yang mereka tanyakan adalah bagaimana cara melaksanakan syariat tersebut. Maka demikian pula hendaknya dengan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akidah wanita muslimah yang ditegakkan diatas keimanan kepada Alloh ‘Azza wa Jalla akan selalu lurus, bersih dan suci dan tidak akan terlumuri kebodohan, khurafat dan keraguan. Firman Alloh ‘Azza wa Jalla, yang artinya: “Katakanlah 'Siapakah yang ditanganNya berada kekuasaan atas segala sesuatu, sedang Dia melindungi, tetapi tidak ada yang dapat melindungi dari (adzab)Nya jika kalian mengetahui?' Mereka akan menjawab 'Kepunyaan Alloh'. Katakanlah '(kalau demikian) maka dari jalan manakah kalian ditipu?' “ (QS: Al-Mukminun: 88-89)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita muslimah akan melihat hakikat kehidupan sebagai tempat ujian dan menentukan pilihan. “Katakanlah 'Allohlah yang menghidupkan kalian kemudian mematikan kalian, setelah itu mengumpulkan kalian pada hari kiamat yang tidak ada keraguan padanya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui'”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka apakah kalian mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kalian secara main-main (saja), dan bahwa kalian tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS: Al-Mukminun: 115)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mahasuci Alloh yang di Tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu, yang menjadikannya mati dan hidup supayaDia menguji kalian, siapa diantara kalian yang lebih baik amalnya. Dan, Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS: Al-Mulk: 1-2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita muslimah juga sangat yakin bahwa segala amal yang dilakukannya akan dibalas di akhirat nanti. Timbangan hisab di hari akhir nanti benar-benar teliti dan tidak lolos dari perhatian Alloh walaupun sebesar biji sawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami menjadi orang-orang yang membuat perhitungan” (QS: Al-Anbiya': 47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ditulis Oleh Suparlin Abdurrohman &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Sumber : Media Muslim Info&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116304557857733157?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116304557857733157/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116304557857733157' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116304557857733157'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116304557857733157'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/11/mukminah-yang-senantiasa-sadar.html' title='Mukminah yang senantiasa sadar'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116304530189735245</id><published>2006-11-08T20:06:00.000-08:00</published><updated>2006-11-08T20:08:22.260-08:00</updated><title type='text'>Problematika wanita Pekerja</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Wanita karir, dalam segala levelnya, kian hari kian mewabah. Dari posisi pucuk pimpinan negara, top executive, hingga kondektur bus bahkan tukang becak. Hingga kini boleh dibilang nyaris tidak ada jenis profesi yang belum terambah kaum hawa.Nampaknya, wanita telah meninggalkan kehidupannya yang khas pada era agraris. Pada era tersebut ia adalah makhluk rumah sejati. Ia mengasuh anak-anaknya dengan setia, juga berperan dalam perekonomian keluarga dengan aktivitas di ladang-ladang tradisional seputar rumahnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;D&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;alam mitos pertanian, wanita adalah petani pertama di muka bumi ini. Sang suami, berkelana dari hutan ke hutan, padang ke padang untuk berburu binatang. Ketika binatang-binatang tertentu ternyata diketahui dapat dipelihara dan diternakkan maka pertanian dikembangkan secara intensif. Wanita pun masih tak beranjak dari posisinya. Mereka tahu kapan menemui suami di ladang, menyusui anak, dan kapan harus menanak nasi dirumah. Dan yang khas, mereka tidak pernah bekerja pada suami orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Materialisme yang subur pada masa Renaissance telah menggiring manusia pada era industrialisasi. Pandangan baru ini melihat wanita dan laki-laki sama saja kodratnya, yakni sebagai faktor produksi. Hanya saja dengan dilatarbelakangi pertimbangan fisik dan kelas sosial yanmg berlaku upah kerja wanita selalu nomor dua. Kapitalisme menghancurkan industri rumah tangga satu persatu. Satu superpabrik dengan multi produksi cukup untuk satu kota atau negara. Dan manusia pekerja tersedot ke dalamnya, termasuk wanita.Wanita pun akhirnya berduyun-duyun meninggalkan “istananya”, berbaur dengan pria memasuki pabrik untuk menjadi pekerja atau buruh dengan upah rendah. Ketika itu pula, mulai terdengar jerit tangis para balita yang pagi hari sudah kehilangan ibunya.“Dengan bekerja, saya bisa membelikan susu anak saya dan membelikan banyak mainan untuk mereka. Suatu hal yang sulit jika saya hanya mengandalkan gaji suami yang pas-pasan.” Demikian argumen yang sering kita dengar yang sepintas mungkin sangat manusiawi. Namun sayang, harga yang dibayar terlampau mahal dari hanya sekedar susu formula dan mainan anak-anak. Kasih sayang yang hilang, kecemasan, dan ketakutan anak-anak ketika ditinggal sang ibu, akan masuk ke alam bawah sadarnya dan mempengaruhi perkembangan pribadinya hingga kelak dia dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan dien dan akhlak pun merupakan hal yang sangat sulit jika seharian hanya berinteraksi dengan pembantu dan dididik televisi. Lantas, bagaimanakah jadinya generasi ini? Motif yang lain yang lebih tinggi tinggi tingkatannya adalah motif psikologis dan tuntutan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat. Gerakan emansipasi yang didengungkan wanita barat telah berhasil memancing naluri wanita seantero bumi untuk berusaha menunjukkan eksistensinya. Wanita memang hebat. Banyak diantara wanita yang tidak kalah berhasil bahkan lebih berprestasi daripada kaum pria. Namun, di lain pihak, bisakah para wanita menjadi “super women” yang sukses dalam menjalankan peran gandanya? Jika kemudian statistik menunjukkan angka kriminalitas, perceraian, perselingkuhan meningkat dikarenakan terabaikannya keluarga sebagai basis pendidikan moral yang utama, sungguh, lagi-lagi harga yang dibayar terlalu mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hal yang dilematis, memang, jika kemudian wanita bekerja didorong oleh tuntutan untuk mengaplikasikan ilmu yang telah ia dapat. Oleh karena itu para wanita muslimah seharusnya mempelajari ilmu yang bermanfaat sesuai dengan kebutuhan wanita dan masyarakat walaupun tidak merupakan keharusan maupun fardu kifayah. Harus ada relevansi antara belajar dengan kebutuhannya sehingga wanita tidak menuntut sesuatu yang tidak diperlukan olehnya atau masyarakatnya. Jika keadaan memaksa hingga wanita musti bekerja di luar rumah, Islam telah memberikan batasannya. Yaitu: harus seizin walinya (ayah atau suami) untuk pekerjaan mubah, seperti mengajar anak putri atau menjadi perawat bagi pasien wanita; Tidak ikhtilat (campur baur) dengan pria atau berkhlawat dengan pria; Tidak bertabarruj dan memperlihatkan perhiasan atau kecantikannya; Tidak bersolek dan memekai parfum; Memakai hijab yang sesuai syari’at.Bagaimanapun juga, tempat bekerja wanita yang sesungguhnya dan yang paling mulia adalah di dalam rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disanalah wanita akan senantiasa terlindungi dan dapat lebih dekat dengan Allah manakala menetap di rumah, mencari ridha Allah dengan cara beribadah kepada-Nya, mencurahkan segenap kemampuan untuk mendidik sang buah hati, mentaati suami, dan memberikan kasih sayang kepada anggota keluarga.Wanita yang hebat, bukanlah mereka yang harus bersaing berebut dunia dengan kaum pria. Wanita yang sukses adalah yang bertanggung jawab dengan tugas utama yang dianugerhakan Allah atasnya: mendidik generasi tangguh masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Media Muslim Info&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116304530189735245?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116304530189735245/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116304530189735245' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116304530189735245'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116304530189735245'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/11/problematika-wanita-pekerja.html' title='Problematika wanita Pekerja'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116304195957813097</id><published>2006-11-08T19:09:00.000-08:00</published><updated>2006-11-08T19:12:40.920-08:00</updated><title type='text'>Dongeng Dalam Pendidikan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bangsa koruptor, bangsa penipu, bangsa urakan, bangsa semau gue, bangsa tidak tertib..dan berbagai sebutan lain yang ditujukan pada bangsa kita sendiri yaitu Indonesia yang katanya lebih kurang 185 juta penduduknya bergama ISLAM !!! Bagaimana ini bisa terjadi ??!! Mengapa ?!!! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya bisa banyak tapi...penulis membahas salah satunya saja yaitu : Pendidikan khususnya yang dilakukan oleh para ibu...ingatlah semboyan dari orang-orang arab Ibu adalah sekolah! Ibu adalah sosok perempuan yang tabah dan sabar untuk tidak pernah menurunkan gendongannya anaknya hingga lebih dari sembilan bulan. ..Dia yang berani mati mengeluarkan kita dari rahimnya dengan taruhan nyawa...yang melahirkan kita semua ..Ibu adalah insan yang begitu banyak jasanya terhadap berhasilnya sang anak dalam kehidupannya tapi juga bisa sebaliknya, ibu adalah manusia menjadi faktor terhadap hancurnya sang anak dalam kehidupannya, karena semua itu tak lepas dari peran ibu sebagai orang tuanya...Sebagaimana hadits Rasululloh sallallahu''alaihi wa sallam yang artinya: "&lt;em&gt;Setiap bayi terlahir dalam keadaan fithrah, kedua orang tuanyalah yang menjadikannya, Yahudi, Nasrani ataupun Majusi&lt;/em&gt;.." (HR: Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama mengartikan fitrah itu adalah rasa cinta kepada dienul Al-Islam, menerima, dan menginginkan kebenaran, dan mengakui adanya Robb yang merupakan bakat dari setiap anak, namun peran pendidikan orang tuanya-lah yang menjadikan dia menjadi beraqidah, beribadah, berahklaq selain Islam. Sekarang coba mari kita lihat salah satu bentuk pendidikan anak yang mudah dilakukan baik orang tuanya pembantu rumah tangga, buruh pabrik, petani, pegawai kantor, pedagang, menteri, bahkan presiden...Yaitu berkisah DONGENG.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendongeng adalah suatu aktivitas bercerita suatu kisah entah khayal atau nyata yang biasanya diceritakan pada masa kanak-kanak. Dan biasanya cerita dongeng itu masih teringat oleh kita hingga dewasa karena di sana kita masih kecil dan minat mendengar dongeng kuat sekali alias kemampuan belajar tentang sesuatu di luar kita cukup besar. Sebagaimana pepatah Belajar di waktu muda seperti menulis di atas batu sedangkan belajar di waktu tua seperti menulis di permukaan air.Sekarang ada pertanyaan dari penulis untuk pembaca . Pernahkah anda mendengar kisah akhir yang mengenaskan dari sang kancil....tentu tidak pernah alias selalu lolos dari hukuman maut atas kecerdikannya (TIPUANNYA). Oleh karena itu perlu kami tengahkan nasehat Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu semoga Alloh Ta'ala merahmatinya tentang kisah-kisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah mempunyai pengaruh yang kuat terhadap jiwa, maka seorang pendidik selayaknya memperbanyak kisah-kisa yang bermanfaaat. dan itu banyak sekali terdapat dalam Al-Quran Al Karim dan sunnah-sunnah yang suci diantaranya, Kisah Ashabul Kahfi (penghuni gua), bertujuan untuk membentuk generasi yang beriman kepada Alloh, cinta kepada tauhid dan membenci kepada kemusyrikan. Kisah Isa alahi wasallam, bertujuan untuk menjelaskan bahwa beliau adalah hamba Allah dan bukan anak Allah sebagaimana anggapan kaum Nashrani, Kisah Yusuf alahi sallam, diantara tujuannya adalah untuk memperingatkan agar jangan sampai terjadi pergaulan campur aduk antara laki-laki dan perempuan, sebab akan membawa akibat yang sangat jelek, Kisah Yunus alahi wasallam, bertujuan untuk menekankan agar selalu ber-isti''anah (meminta pertolongan). Hanya kepada Allah saja lebih-lebih ketika ditimpa musibah. Kisah orang-orang yang terperangkap dalam gua yaitu kisah yang diceritakan oleh Nabi sallallahu''alaihi wa sallam untuk mengajarkan kepada para sahabatnya tentang bertawassul kepada Alloh dengan amal-amal sholeh seperti ridho kepada orang tua, memenuhi hak-hak pemiliknya, dan meninggalkan zina karena takut karena Alloh. Dan sunnah nabawiyah penuh dengan kisah-kisah yang bermanfaaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Singkat kata, maka hendaknya semua pengajar/pembina/pendidik memperbanyak kisah-kisah yang bermanfaat kepada anak didiknya, sebab kisah-kisah ini merupakan pembantu terbaik bagi pembinaan generasi. Disamping itu, hendaknya mereka harus berhati-hati, jangan sampai membawakan kisah-kisah jelek yang akan mendorong anak-anak didik mengambil pengalaman untuk melakukan pencurian, tindakan-tindakan keji, dan penyimpangan-penyimpangan tingkah laku. Sekarang coba kita renungkan bagaimanakah kalau kisah seperti Teletubies yang tokoh-tokohnya tidak jelas karakter wanita- prianya juga pembimbingnya bukan bapak ibu tapi dewa matahari(si bayi) dan si penyedot debu ... Sinchan dengan gaya tololnya dan kesukaan pada hal ''ngeres''/porno apalagi bapaknya dan ibunya yang kejam....Power Rangers, Ksatria Baja Hitam, dan semacamnya yang menggambarkan bahwa segala permasalahan hanya bisa dipecahkan dengan kekerasan/perkelahian...Doraemon dan tokoh-tokohnya yang pemalas (si Nobita), kejam (si Giant), licik dan sombong (si Tsuneo), penolong bak Dewa Serba Bisa (si Doraemon)..Tom &amp; Jery, Donal Bebek dan semacamnya dikisahkan pada anak-anak..yang penuh adegan kekerasan dan penipuan untuk menghancurkan musuh di ajarkan pada anak didik kita. BAGAIMANAKAH NASIB GENERASI PENGGEMAR KISAH-KISAH INI !!!.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;(Sumber Rujukan: Petunjuk Praktis bagi Pendidik Muslim ed 1, Muhammad bin Jamil Zainu, 1418 H)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116304195957813097?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116304195957813097/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116304195957813097' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116304195957813097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116304195957813097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/11/dongeng-dalam-pendidikan.html' title='Dongeng Dalam Pendidikan'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116279377448738385</id><published>2006-11-05T22:13:00.000-08:00</published><updated>2006-11-05T22:16:14.986-08:00</updated><title type='text'>Tak Mau Berhenti Ngempeng</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Empeng memang membantu Anda menenangkan anak. Namun empeng dapat berdampak negatif jika si kecil terlanjur tergantung menggunakannya.&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;Arsya menyesal membelikan Ario empeng ketika putranya masih bayi. Waktu itu, menurut mertuanya, empeng sangat efektif untuk membendung tangisan bayi. Arsya, yang kala itu termasuk ibu baru, memang cukup panik mendengar tangisan Ario   yang bertubi-tubi.&lt;br /&gt;Empeng yang dibelikannya itu kini seakan-akan melekat erat pada mulut anaknya, hingga kini Ario hampir berusia 2 tahun. Keengganan Ario melepas empeng kesayangannya membuat ibu muda ini panik. Bagaimana agar anak semata wayangnya ini mau melupakan empeng nya?  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Ada untung ruginya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Dalam buku What to Expect The Toddler Years karangan Arlene Eisenberg, Heidi E. Murkoff dan Sandee E. Hathaway, disebutkan mengenai perdebatan untung-rugi penggunaan empeng bagi anak. Beberapa penelitian menyebutkan, penggunaan empeng justru dianjurkan bagi bayi-bayi prematur maupun bayi-bayi yang kerap terserang kolik. Tujuannya, untuk menenangkan mereka.&lt;br /&gt;              Di sisi lain, penggunaan empeng dalam jangka panjang dapat merusak struktur mulut dan posisi gigi geligi bayi. Bahkan terkadang penggunaan empeng yang terlalu lama dapat menimbulkan masalah bagi kemampuan berbicara si kecil. Padahal, empeng merupakan alat yang sangat digemari para ibu untuk membantu menenangkan bayi-bayi mereka. Sehingga, tidak sedikit ibu yang membeli benda itu bagi buah hatinya. Apalagi, empeng maupun dot kini bentuknya dibuat sedemikian rupa disesuaikan struktur bentuk mulut anak. Namun, bagaimana sebaiknya?           &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Atasi jika berkelanjutan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;              Pada dasarnya pilihan untuk memakaikan empeng pada si kecil yang masih bayi sangat tergantung pada Anda. Bagaimana pandangan Anda terhadap pemakaian empeng ini pada anak, serta bentuk empeng seperti apa yang Anda pilihkan baginya.  &lt;br /&gt;Namun mendekati usia anak yang kedua,   sebaiknya ia tidak tergantung lagi pada empeng. Jika si kecil terlanjur tergantung pada empeng dan Anda akan segera mengakhirinya, berikut ini beberapa cara yang dapat dicoba: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;1.Ketergantungan anak pada empeng karena perasaan cemasnya. Karena cemas, ia mencari pelampiasan dengan cara mengempeng. Karenanya, cobalah memberi perhatian dan cinta yang cukup bagi si kecil. Hal ini akan membuatnya merasa nyaman dan aman bersama Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Cobalah mengalihkan perhatian anak dari empeng. Misalnya, dengan mengajaknya menyanyi, bercerita, bercanda atau pun bermain ketika anak   teringat empeng nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Ketika anak merasa lapar atau lelah, ia biasanya mengatasinya dengan cara yang dikenal sebelumnya, yaitu mengempeng. Karenanya, hindari si kecil merasa lapar atau lelah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Tegakan disiplin dengan konsisten. Katakan dengan tegas pada anak bahwa ia sudah terlalu besar untuk memakai empeng. Negosiasikan kapan ia mau melepaskan empeng . Kemudian, cobalah konsisten terhadap waktu yang telah ditetapkan anak sendiri bersama Anda untuk tidak lagi mengempeng. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Anda berkesempatan mendorong si kecil melepas empeng saat   empeng nya sobek atau rusak dan sudah waktunya dibuang. Tegaskan   bahwa Anda tidak membelikannya yang baru karena ia sudah cukup besar untuk terus menggunakan empeng . Jika cara ini yang dipakai, Anda harus siap menggantinya dengan perhatian Anda yang lebih besar. Atau, memberinya berbagai kegiatan agar si kecil cepat melupakan empeng nya&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Ayah Bunda Online&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116279377448738385?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116279377448738385/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116279377448738385' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116279377448738385'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116279377448738385'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/11/tak-mau-berhenti-ngempeng.html' title='Tak Mau Berhenti Ngempeng'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116279357399954920</id><published>2006-11-05T22:10:00.000-08:00</published><updated>2006-11-05T22:12:55.106-08:00</updated><title type='text'>Cara Tepat Menggendong Bayi</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah 9 bulan merasakan hangatnya suasana dalam kandungan bunda, tubuh bayi baru lahir masih terus membutuhkan kehangatan tersebut. Menggendong dan memeluknya adalah cara tepat untuk menggantikan semua itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;              Menggendong bayi baru tampaknya gampang, tapi bisa juga merepotkan bagi yang tak biasa. Misalnya, tangan mana dulu yang sebaiknya menyentuh si kecil? Bagian mana dari tubuhnya yang perlu disangga? Kapan Anda dapat mengangkatnya? Jangan khawatir! Ikuti saja cara-cara berikut ini. Ditanggung Anda langsung mahir menggendong si buah hati!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;•  Ketika bayi Anda telentang di atas tempat tidur, sisipkan salah satu telapak tangan (tangan kiri, misalnya) di punggung dan bokongnya. Kemudian, sisipkan telapak tangan kanan Anda ke belakang leher dan kepalanya.&lt;br /&gt;•  Angkat si kecil secara perlahan. Seluruh tubuhnya tersangga dengan baik dan kepalanya tidak akan berputar karena sudah disangga oleh tangan kanan Anda.&lt;br /&gt;•  Dengan hati-hati, pindahkan kepalanya ke bagian dalam siku atau bagian dalam lengan Anda. Dalam keadaan ini, bayi merasa nyaman karena kepala, leher dan seluruh tubuhnya tersangga dengan baik.&lt;br /&gt;•  Untuk memeluk bayi dan menyandarkannya ke bahu Anda, sangga leher dan kepalanya dengan tangan yang lebih bebas (tidak menyangga leher dan kepala), lalu pindahkan posisi bayi menyandar ke bahu. Sangga berat badannya dengan cara meletakkan telapak tangan di bokongnya. Jaga kepala dan lehernya yang masih lemah dengan telapak tangan yang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;Sumber : Ayah Bunda Online&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116279357399954920?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116279357399954920/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116279357399954920' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116279357399954920'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116279357399954920'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/11/cara-tepat-menggendong-bayi.html' title='Cara Tepat Menggendong Bayi'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116255039658649685</id><published>2006-11-03T02:37:00.000-08:00</published><updated>2006-11-03T02:39:57.263-08:00</updated><title type='text'>Memberikan Rangsangan Kemajuan Pada Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dengan adanya kata-kata pertama, langkah-langkah pertama yang dapat dilakukan oleh anak, maka permainan belajar akan lebih menyenangkan. Beri kesempatan pada anak anda untuk menjelajahi dan belajar tenang dunia dan kemajuannya, dan bentuklah kemajuan fisik, sosial, intelektual dan emosionalnya dengan melakukan beberapa hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Bahan-bahan untuk mengembangkan kreatifitas (Creative materials)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Mengambil dan meletakkan mainan (Putting and taking toys)&lt;br /&gt;Memilih bentuk (Shape sorters)&lt;br /&gt;Mainan untuk melatih ketrampilan tangan (Dexterity toys)&lt;br /&gt;Mainan untuk di kamar mandi (Bath toys for water play)&lt;br /&gt;Permainan mengikuti pemimpin (Follow the leader play)&lt;br /&gt;Buku, majalah, dan segala sesuatu yang bergambar (Books, magazines, anything with pictures)&lt;br /&gt;Bahan untuk bermain pura-pura (Materials for pretend play)&lt;br /&gt;Tempat yang aman untuk belajar memanjat (Space safe for supervised climbing)&lt;br /&gt;Lingkungan yang bervariasi (A varied environment)&lt;br /&gt;Pujian (Applause)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bahan-bahan untuk mengembangkan kreatifitas&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mencoret-coret dengan crayon adalah kegiatan yang sangat memuaskan bagi banyak anak. Rekatkan kertas pada alas meja, lantai, atau alas lainnya agar kertas tidak menggeser ketika dicoreti, dan singkirkan crayon segera setelah crayon disalah-gunakan untuk mencoret bagian yang tidak boleh dicoret atau jika bayi memasukkan crayon ke dalam mulutnya, hal ini akan membantu mereka untuk menggunakannya dengan benar. Jangan biarkan mereka menggunakan pensil dan pena, kecuali di bawah pengawasan yang ketat, karena ujung yang tajam dapat membahayakan. Melukis dengan menggunakan jari dapat menyenangkan bagi beberapa anak, tetapi ada juga anak yang merasa tidak senang dengan tangan yang eterkotorif cat. Meskipun cuci tangan dapat menunjukkan pada anak bahwa kotor tersebut hanya bersifat sementara, beberapa anak tetap tidak mau menggunakan bahan tersebut. Mainan yang bermusik juga dapat menyenangkan. Bayi juga dapat belajar meningkatkan kemampuan musiknya, misalnya dengan memukulkan sendok kayu atau logam pada panci, jika anda memberi contoh terlebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Mengambil dan meletakkan mainan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Bayi umumnya senang sekali mengeluarkan dan memasukkan mainan. Meskipun ketrampilan mengeluarkan barang akan terjadi lebih dulu daripada memasukkannya. Anda dapat membeli mainan khusus yang dapat dikeluarkan dan dimasukkan, tetapi anda juga dapat menggunakan kotak bekas yang kosong, sendok kayu, cangkir plastik atau kertas, dan lap. Isi sebuah keranjang dengan berbagai benda kecil (tetapi tidak terlalu kecil sehingga dapat masuk ke mulut bayi dan membuat bayi tersedak). Bersiaplah bahwa pada mulanya anda sendiri yang harus sering memasukkan kembali benda-benda tersebut, sampai bayi sudah lebih mahir. Anda juga dapat menggunakan pasir dan air untuk latihan menuang - bayi biasanya menyukai kedua bahan ini, tetapi diperlukan pengawasan yang ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Memilih bentuk&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Biasanya lama sebelum bayi dapat mengatakan lingkaran, segiempat atau segitiga, mereka sudah belajar mengenal bentuk-bentuk ini dan dapat meletakkan mereka ke tempat/lubang yang tepat pada mainan pemilihan bentuk. Mainan jenis ini juga melatih ketrampilan tangan, dan warna. Tetapi, perlu disadari bahwa bayi perlu banyak diajari dan diberi contoh sebelum ia dapat menguasai mainan pemilihan bentuk ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Mainan untuk melatih ketrampilan tangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mainan yang perlu diputar, ditekan, ditarik, didorong, akan membantu anak untuk menggunakan tangannya dalam berbagai cara. Orangtua perlu menunjukkan terlebih dulu sebelum anak dapat menangani mainan ini, tetapi sekali anak sudah dapat menguasainya, maka mainan jenis ini dapat mengasyikkan anak selama berjam-jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Mainan untuk di kamar mandi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mainan ini mengajari banyak konsep dan membuat gembira dalam bermain air tanpa harus membasahi seluruh lantai atau meja-kursi. Bak mandi juga merupakan tempat yang baik untuk bermain gelembung, tetapi untuk sementara anda sendirilah yang harus membuatkan gelembung-gelembung ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Permainan mengikuti pemimpin&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ayah mulai bertepuk tangan, ibu mengikuti. Dan bayi diajak untuk mengikuti. Ibu melipat tangan, ayah juga mengikuti. Tidak lama kemudian, bayi akan mengikuti si pemimpin tanpa harus dipaksa dan akhirnya justru akan sanggup untuk memimpin permainan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Buku, majalah, dan segala sesuatu yang bergambar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anda tentu tidak dapat menghadirkan kuda, gajah dan singa hidup di ruang keluarga anda, tetapi anda dapat menghadirkan mereka semua melalui buku atau majalah. Baca dan lihatlah buku bersama bayi anda beberapa kali sehari. Setiap kali mungkin hanya sebentar saja, mungkin tidak lebih dari beberapa minit, karena kemampuan pemusatan perhatian anak anda masih singkat, tetapi hal ini akan membangun kegemarannya untuk membaca kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bahan untuk bermain pura-pura&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mainan piring, peralatan dapur, makanan, rumah, truk dan mobil, topi, sepatu, bantalan kursi, hampir segala sesuatu dapat secara ajaib diubah dalam imajinasi anak menjadi dunia menurut khayalnya. Permainan seperti ini dapat mengembangkan kemampuan sosialnya, juga koordinasi otot motorik kecilnya (melepas dan mengenakan baju, mengocok telur atau memasak sop), kreatifitas dan imajinasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Tempat yang aman untuk belajar memanjat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi biasanya sangat senang menaiki tangga loteng rumah (jika anda tidak dapat mengawasinya, maka mutlak diperlukan pagar pengaman), menaik tangga luncuran (tetaplah berada di belakangnya), menaiki kursi atau tempat tidur. Biarkan mereka melakukannya, tetapi berdirilah di dekatnya dan selalu siap untuk menyelamatkan jika diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Lingkungan yang bervariasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang tidak pernah melihat apapun kecuali suasana di dalam rumahnya, interior mobilnya atau toko yang sama, akan menjadi bayi yang sangat bosan. Ada dunia luas yang menakjubkan di luar pintu rumah, dan bayi anda harus melihatnya setiap hari. Bahkan pergi keluar pada saat hujan, dapat merupakan pengalaman belajar. Ajak bayi berkeliling taman bermain dan area yang sibuk di mana banyak orang untuk dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Pujian &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pujilah bayi anda ketika ia berhasil menguasai suatu ketrampilan. Keberhasilan, selain memuaskan, seringkali juga akan lebih berarti jika disertai pengakuan dari orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Bayi pada Tahun Pertama. A. Eisenberg, H. Murkoff and S. Hathaway. 1997 Bahasa Indonesia edition, pages 463-466. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116255039658649685?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116255039658649685/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116255039658649685' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116255039658649685'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116255039658649685'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/11/memberikan-rangsangan-kemajuan-pada.html' title='Memberikan Rangsangan Kemajuan Pada Anak'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116132251368763890</id><published>2006-10-19T22:34:00.000-07:00</published><updated>2006-10-19T22:44:07.580-07:00</updated><title type='text'>Selamat Idul Fitri 1427 H</title><content type='html'>&lt;a href="http://www.itypeit.net/"&gt;&lt;img src="http://img149.imageshack.us/img149/7909/897an3.jpg" border="0"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116132251368763890?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116132251368763890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116132251368763890' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116132251368763890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116132251368763890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/selamat-idul-fitri-1427-h.html' title='Selamat Idul Fitri 1427 H'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116106546337975485</id><published>2006-10-16T22:39:00.000-07:00</published><updated>2006-10-16T23:11:03.966-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan bayi Tahun Pertama Bulan KeLima</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Penemuan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah usia penemuan, usia menyelidiki berbagai hal dengan memainkan dan menirukan hal-hal tersebut. Mengamati sesuatu tidak lagi cukup; seorang bayi berumur 5 bulan hendak merasakan bentuknya baik dengan tangan maupun mulut. Seorang anak yang mungkin tampak siap memakan makanan padat mungkin masih lebih tertarik dalam menirukan bentuk-bentuk baru daripada mengkonsumsi makanan. Rentang perhatian untuk bermain, meningkat menjadi lebih dari satu jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ruam alat kelamin dan popok.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menginjak usia 5 bulan, bayi-bayi menemukan dan memainkan alat kelamin mereka. Bagi orangtua atau kakek-nenek, hal ini mungkin sulit untuk diperhatikan dengan tenang, tetapi adalah bijaksana untuk menahan dorongan untuk mencegah kelakuan tersebut, yang merupakan bagian alami dari penyelidikan sang bayi. Mencoba melarangnya mungkin hanya mempertinggi keingintahuan sang bayi akan daerah yang baru ditemukan ini. Lecet dan borok di alat kelamin tidak disebabkan permainan ini tetapi karena ruam popok, dan harus dirawat dengan ketat. Solusinya adalah untuk menghindari popok berlapis plastik atau celana karet, tidak menggunakan deterjen keras atau pemutih ketika mencuci popok, dan sering mengganti popok (termasuk di tengah malam).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa (tetapi tidak berarti semua) dokter anak menyarankan memakai bedak tepung jagung atau bedak bayi untuk menyerap amoniak dan membilas dengan cairan anti-amoniak sebelum mengeringkan popok. Mengoleskan salep pelindung pada lecet juga bisa dianjurkan. Membiarkan daerah tersebut terkena udara terbuka juga membantu; jika mungkin, biarkan bayi bermain tanpa popok di kain yang diletakkan di atas alas tahan air. Bila masalah berlanjut, hubungi dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Perkembangan fisik.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir bulan kelima, kebanyakan bayi bisa tersenyum dengan spontan. Mereka meraih obyek-obyek, dan bisa mendapat genggaman yang kuat bila anda memberi mereka giring-giring. Kebanyakan bayi bisa melihat dan memandang obyek sebesar kismis, dan mereka tertawa serta menjerit. Pada masa ini, bayi-bayi yang terutama aktif sudah akan mulai tumbuh melebihi kursi lipat mereka, dan bisa dengan mudah merosot atau merangkak keluar dari kursi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Keamanan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi-bayi pada usia ini juga mulai mampu menemukan dan meniru obyek-obyek serta zat yang mungkin berbahaya. Orangtua manapun yang belum memeriksa rumahnya untuk keamanan bayi harus melakukannya sekarang. Setiap rumah dengan anak-anak harus memiliki sirup ipekak, yang digunakan untuk merangsang muntah pada kasus keracunan, dan daftar racun-racun serta penawarnya. Gunakan ipekak hanya setelah berkonsultasi dengan dokter atau rumah sakit terdekat. Ipekak diberikan sebagai satu sendok makan diikuti sampai 180 cc air atau susu, dengan dosis dan pemberian berulang 15 menit kemudian bila bayi belum berhasil muntah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tidur.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah usia dimana bayi-bayi mulai bangun sangat pagi, pada pukul 5 atau 6 pagi. Menjaga mereka tetap bangun larut malam hanya akan membuat orangtua, bukan si bayi, lebih lelah di pagi hari. Memaksakan pemberian susu tambahan waktu malam, yang mungkin tidak lagi diperlukan si bayi sekarang, juga takkan menolong. Hal satu-satunya yang bisa mencegah bayi berubah menjadi ayam jago adalah memasang tirai gelap di kamar tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : members.tripod.com - infoanakindonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116106546337975485?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116106546337975485/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116106546337975485' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116106546337975485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116106546337975485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/perkembangan-bayi-tahun-pe_116106546337975485.html' title='Perkembangan bayi Tahun Pertama Bulan KeLima'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116106332961465931</id><published>2006-10-16T22:33:00.000-07:00</published><updated>2006-10-16T22:36:52.586-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan bayi Tahun Pertama Bulan Keempat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ingin tahu ? Usia 4 bulan merupakan awal kesadaran akan kedua sisi tubuh, dan ini mungkin merupakan akhir kesimetrisan gerakan. Bayi dapat memutar kepalanya untuk melihat ke banyak arah dan mengeluarkan beberapa suara yang dapat dikenali, terutama suara vokal seperti "ooh" dan "aah". Selama empat jam perhari mungkin dihabiskan untuk menyedot (selain makan), yang mungkin menunjukkan pertumbuhan gigi awal tetapi mungkin hanya merupakan bagian normal dari makin tingginya keingintahuan tentang segala sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Rambut.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau bayi lahir dengan rambut, itu barangkali telah mulai gugur pada akhir bulan keempat, dan akan terus tumbuh selama beberapa bulan lagi. Rambut waktu lahir ada sedikit hubungannya dengan rambut permanen bayi dan bukanlah indikasi untuk warna rambut yang akan berlangsung terus. Karena rambut permanen mungkin tumbuh dalam waktu yang sama, sehingga rambut rontok mungkin tidak diketahui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Gigi Tumbuh.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pada beberapa bayi, gigi mulai tumbuh pada awal bulan keempat. Pertumbuhan gigi dimulai dengan gigi seri bagian bawah. Gigi yang muncul ini akan menyebabkan pembengkakan dan rasa sakit pada gusi yang dapat dihilangkan sementara dengan cara menggosokkan jari yang bersih dan es ke gusi. Bayi mungkin mulai menggaruk gusi (yang membantu mengurangi rasa sakit) dan mungkin mulai menggigit-gigit. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Apakah rasa tidak nyaman merupakan pertanda tumbuhnya gigi? Kalau tindakan menggosok gusi menyebabkan dia menangis mendadak, jawabannya ialah ya. Dengan terus menggosoknya, bayi akan merasa enak dan tenang. Dengan memberikan sedikit cairan bayi asetaminofen, rasa sakit bayi akan terobati untuk sementara. Tetapi hati-hati, gigi yang mulai keluar pada usia 4 bulan mungkin tidak akan benar-benar muncul selama berminggu-minggu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Vaksinasi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tahap kedua vaksinasi sebaiknya dilakukan dalam bulan keempat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Sumber : members.tripod.com - infoanakindonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116106332961465931?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116106332961465931/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116106332961465931' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116106332961465931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116106332961465931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/perkembangan-bayi-tahun-pe_116106332961465931.html' title='Perkembangan bayi Tahun Pertama Bulan Keempat'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116106314454419605</id><published>2006-10-16T22:31:00.000-07:00</published><updated>2006-10-16T22:32:24.636-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan bayi Tahun Pertama Bulan Ketiga</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ini sering menjadi titik peralihan ajaib dalam perkembangan bayi. Sesuatu terjadi dalam sistem saraf bayi yang tampaknya menggantikan kebutuhannya menangis. Bayi memperoleh kemampuan berinteraksi dengan dunia dengan cara lain. Pentingnya tahap pencapaian ini ditekankan oleh fakta bahwa inilah usia ketika anak-anak, yang dipelihara dalam institusi dan tanpa mendapatkan rangsangan yang memadai, mulai memperlihatkan tanda-tanda kehilangan sesuatu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Komunikasi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi berusia 3 bulan mulai meraih segala sesuatu dengan kedua tangannya dan bukannya menangis lagi. Seluruh tubuhnya mungkin ikut merasakan kegembiraan karena melihat orang tertawa; bayi ini mungkin mendekut, menendang, dan meraih semuanya sekaligus. Bayi pada usia ini mungkin merengek pada waktu lapar, dan tidak lagi menangis, dan mungkin bahkan sanggup menunggu selama beberapa menit. Kemampuan menunggu untuk mendapatkan ganjaran/imbalan ini merupakan tahap penting, yang memperlihatkan tingkat pengertian dan kepercayaan yang belum terlihat pada bayi yang lebih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Minum susu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Minum susu juga akan menjadi saat yang menyenangkan. Sampai sekarang, minum susu merupakan waktu yang paling dapat dipahami, dan bayi mungkin memindahkan mulutnya dari puting susu ibunya untuk mengamati apa yang sedang terjadi di ruangan itu. Banyak orang tua mulai ingin tahu dalam bulan ketiga ini kapan memberikan makanan yang lebih keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The American Academy of Pediatrics menganjurkan untuk menunda pemberian makanan keras sampai suatu saat antara bulan keempat dan keenam. Bagi seorang bayi, makanan keras dianggap sebagai sesuatu yang diberikan dengan sendok termasuk semua makanan bayi yang dihancurkan Esereal, buah-buahan, daging, atau sayuran Eyang dapat dibeli dalam botol atau disiapkan dengan menggunakan blender. Karena bayi memakannya dengan sendok, memakan makanan ini membutuhkan tingkat koordinasi saraf tertentu, suatu tingkat yang oleh beberapa bayi telah dilalui pada usia tiga bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejauh ini, sebagian besar masih pada tahap menyedot dan sama sekali tidak tahu bagaimana menggunakan lidahnya guna menelan makanan dari sendok. Sayangnya, pengenalan makanan keras sering ditanggapi dengan salah oleh orang tua sebagai sejenis tahap utama dalam perkembangan, dan persaingan pada orang tua mungkin tumbuh dalam hal bayi siapa yang makan makanan keras terlebih dahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis persaingan ini sebenarnya hanya untuk menguntungkan orang tua, bukan anak itu sendiri, dan sebaiknya dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanan keras sebaiknya tidak dimasukkan ke dalam botol, karena makanan ini dapat menyebabkan bayi tersedak. Pun tidak boleh makanan keras dicampur dengan susu, karena hal ini akan menaikkan jumlah kalori dan mungkin akan menjadi titik awal kegemukan di kemudian hari. Langkah terbaik ialah menunggu sampai bayinya siap menelan makanan dari sendok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Kemajuan fisik.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi rata-rata mungkin sanggup mengangkat kepalanya agak lama, dan tentu saja sanggup menahannya beberapa saat tanpa jatuh. Ia mungkin juga sanggup membantu mempertahankan bentuk tubuhnya waktu sedang duduk. Bayi berusia tiga bulan biasanya dapat mengikuti benda dengan matanya dalam lingkaran penuh 180 derajat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Bermain.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ketiga, bayi normal mungkin menghabiskan waktu lebih lama untuk berbaring di atas punggungnya, bermain dengan jari atau mobil yang digantung di atas tempat tidurnya. Bayi dapat menangkap satu tangan dengan yang lainnya dan bermain dengan tangannya seolah-olah tangannya itu mainan. Bayi mulai mengerti bahwa tangan merupakan perpanjangan tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Tidur.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ketiga, seorang bayi akan terjaga lebih lama sepanjang hari, dengan beberapa kali tidur siang. Tidur pada malam hari biasanya berlangsung selama 10 hingga 11 jam, walaupun bayi ini mungkin masih membutuhkan menyusu pada malam hari. Siklus tidur bayi konsisten dengan karakternya: Seorang bayi yang aktif dan ribut mungkin akan tidur dengan aktif dan ribut. Tidur bayi juga tampaknya berlangsung dalam siklus, dengan masa tidur pulas berubah-ubah dengan masa tidur setengah pulas. Dan selama ini, bayi mungkin akan menangis, mengisap jarinya, menggoyang-goyang dan memukulkan kepalanya, bergerak kesana-kemari, dan tertidur lagi. Tidak perlu menanggapi semua suara ini. Paling sering bayi tidak benar-benar terbangun dan mulai tidur lagi tanpa bantuan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Manja.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa anak tampaknya menangis hanya agar orang tuanya mendekat, dan orang tua harus memutuskan apakah menurutinya atau tidak. Anak yang "manja" bukan anak nakal, pun orang tuanya bukan orang tua yang buruk. Anak itu telah belajar sebelumnya bagaimana memanipulasi lingkungannya agar memuaskan keinginannya, dan menangis merupakan senjata utamanya. Orang tua tergerak menanggapi tangisan ini karena merasa bersalah, cinta, atau takut melukai bayi tersebut. Karena tuntutan anak akan semakin sulit dipenuhi, rasa bersalah orang tua dan amarahnya akan makin tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dokter anak berpendapat agar bayi tidak dimanja dengan digendong setiap kali ia menangis. Yang lain merasa ini hanyalah berlaku pada tiga bulan pertama. Yang lain lagi merasa bahwa orang tua yang selalu memberi respon terhadap tangisan bayinya tidak akan berubah setelah tiga bulan, sehingga lebih baik memberikan batas waktu hingga kapan perilaku ini akan berlanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorang dokter pun menganjurkan meninggalkan bayi menangis tanpa diberi perhatian, tetapi begitu orang tua yakin bahwa tak ada yang salah, mungkin lebih baik membiarkan anak itu menangis untuk sementara. Dot mungkin membantu; banyak bayi yang tidak membutuhkan makanan akhirnya tenang dengan mengisap dot. Tapi banyak pula pendapat yang tidak menyetujui pemberian dot ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Orang tua.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selama bulan ketiga, beberapa ayah mungkin tampaknya kehilangan minat akan hal-hal intim perkembangan bayi dan capai karena isterinya sama sekali tersita perhatiannya dengan bayinya. Ini tidak akan mungkin terjadi kalau sang ayah terlibat dengan perkembangan bayi hingga pada usia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : members.tripod.com - infoanakindonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116106314454419605?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116106314454419605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116106314454419605' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116106314454419605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116106314454419605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/perkembangan-bayi-tahun-pe_116106314454419605.html' title='Perkembangan bayi Tahun Pertama Bulan Ketiga'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116106269593083404</id><published>2006-10-16T22:20:00.000-07:00</published><updated>2006-10-16T22:24:58.243-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan bayi Tahun Pertama Bulan Kedua</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Inilah masa yang datar, waktu keluarga mulai menyesuaikan kehidupan dengan seorang bayi yang baru. Orang tua mulai tertata hidupnya dan bayi mulai masuk dalam pola perilaku yang dapat dikenali. "Saat-saat tenang" seorang bayi bisa berubah-ubah dengan masa-masa rewel selama waktu ini, dan bayi mungkin bisa menemukan cara untuk menenangkan diri dan tidak menangis terus: mengisap jari, bolak-balik, atau mencari dan menemukan mainan gantung di atas tempat tidur bayi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Nafas Tersumbat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi yang normal pada usia ini tidak akan bernafas melalui mulut kecuali bila ia kekurangan udara. Akan tetapi, bayi mungkin akan mengalami hidung sesak sama seperti orang lain juga, karena udara kering, debu, atau bulu halus dari selimut. Alat pelembab di kamar bayi mungkin dapat membantu. Juga dapat membantu kalau tempat tidur bayi di bagian kepala dinaikkan beberapa inci sehingga bayinya dapat menelan udara yang keluar dari hidung. Kalau banyak lendir mengumpul di hidung, beberapa dokter anak akan menganjurkan agar beberapa tetes larutan garam (1/4 sendok teh garam dalam 240 cc air disterilisasi dengan mendidihkannya selama 3 menit) digunakan untuk membersihkan hidung tersebut. Namun, penanganan seperti ini umumnya belum diterima secara menyeluruh. Beberapa praktisi percaya tindakan ini hanya akan menambah iritasi hidung, dan menyebabkan produksi lendir lebih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Menangis dan kolik.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Pada bulan-bulan pertama, menangis sebenarnya hanya merupakan cara seorang bayi untuk berkomunikasi. Menangis sering menandakan rasa lapar, tetapi tidak selalu. Bayi mungkin merasa terlalu panas atau terlalu dingin, basah, takut, atau hanya merasa tidak enak badan. Bayi mungkin sering menangis khususnya selama beberapa hari setelah tiba di rumah dari rumah sakit, karena ia harus menyesuaikan diri dengan rutinitas baru. Bayi yang masih muda sering menangis lama meskipun tidak ada apapun yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dokter mengatakan bahwa seorang bayi tidak mempunyai cara lain untuk menenangkan diri atau keluar dari proses yang membuatnya lemah karena belajar tentang dunia ini. Bayangkan seperti apa ini, dengan tidak mengerti apapun yang dilihat atau didengar seseorang, tergantung pada orang lain untuk memperoleh setiap rasa nyaman dalam hidupnya. Tentu saja hidup ini melelahkan, dan menangis merupakan cerminan dari kelelahan tersebut. Bayi yang tidak rewel tidak tampak tidur seperti yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Amerika Serikat, masalah nutrisi serius jarang merupakan alasan mengapa seorang bayi menangis, dan anak yang benar-benar kekurangan gizi akan terlihat lesu dan bodoh. Penyebab bayi menangis yang paling serius ialah infeksi telinga, gangguan pada perut yang mendadak akibat pencernaan yang tidak normal, atau infeksi (khususnya kalau disertai oleh demam). Akan tetapi dalam banyak kasus, ada tanda-tanda lain dari penyakitnya. Bayi tampak sakit dan sering memperlihatkan rasa tidak tertarik tiba-tiba akan makanan. Dalam situasi seperti itu, bayi sering tiba-tiba menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bayi di bawah usia 4 bulan menangis selama 12 hingga 14 jam per hari. Masalah yang mengganggu ini dikenal sebagai kolik, dan inilah suatu kondisi yang penyebabnya belum diketahui. Umumnya, kolik mulai pada usia 2 hingga 3 minggu dan menghilang antara bulan ketiga dan keempat. Beberapa bayi yang mempunyai kolik tiba-tiba menjerit; yang lain hanya menangis normal, tetapi selama berjam-jam baru diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi ini mungkin tampaknya sangat kesakitan, menarik kakinya dan mengeluarkan udara dari perutnya. Dokter anak bahkan tidak setuju tentang apakah kolik ini suatu penyakit atau tidak. Beberapa berpendapat hal ini terjadi karena sistem pencernaan yang belum matang atau gas dalam perut yang kronis; yang lain berpendapat hal ini merupakan kepekaan yang terlalu tinggi terhadap lingkungan yang berisik dan hiruk-pikuk. Memang kolik lebih umum ditemukan pada bayi yang aktif dan peka, dan dapat makin parah akibat ketegangan yang diakibatkannya dalam diri orang tuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolik jenis ini tidak berbahaya kecuali disebabkan oleh suatu kondisi yang serius. Ini dapat dipastikan dengan melalukan pemeriksaan terhadap bayi, pengukuran suhu badan, kadang-kadang pemeriksaan feses (kotoran) untuk memastikan apakah ada darah, atau pemeriksaan radiologis perut. Salah satu penyebab serius kolik ialah intususepsi, yaitu terselipnya sebagian usus di atas yang lain. Hal ini menyebabkan pembuluh darah yang menyuplai darah ke usus menjadi kaku dan tersumbat dan, kalau tidak dibetulkan, akhirnya mengakibatkan kerusakan jaringan, penyumbatan usus, dan terdapat darah dalam feses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riset baru-baru ini di Swedia, yang mempelajari kolik pada bayi yang masih menyusui melaporkan bahwa kalau ibu tidak lagi meminum produk susu, kolik bayinya akan hilang, dalam sebagian besar kasus, hilang dalam delapan hari saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu-satunya cara lain untuk menangani sebagian besar kolik ialah tindakan menenangkannya, seperti:&lt;br /&gt;Meletakkan bayi tidur di atas perut ibunya&lt;br /&gt;Membungkus bayi dengan erat dalam selimut&lt;br /&gt;Menggendong bayi tegak atau dekat dengan dada dalam gendongan bayi&lt;br /&gt;Membawa bayi naik mobil atau meletakkannya di atas mesin cuci yang sedang dihidupkan agar ia merasakan getarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang, obat diberikan untuk mencegah spasme (kekakuan) pencernaan, tetapi ini tidak selalu berfungsi dan tidak dianjurkan memberi bayi obat karena sebab yang belum jelas.&lt;br /&gt;Beberapa dokter secara bercanda merujuk kolik sebagai suatu keadaan yang disebabkan oleh bayi dan yang akan mempengaruhi orang tuanya. Barangkali, salah satu masalah yang serius dengan kolik ialah bahwa keadaan ini mengganggu terbentuknya hubungan yang baik antara orang tua dan bayinya. Penting untuk dapat beristirahat dari stres yang disebabkan oleh bayi yang terus-menerus menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Caranya dengan kedua orang tuanya secara bergantian mengasuhnya atau dengan melibatkan pengasuh yang dapat dipercaya selama beberapa jam untuk beberapa kali dalam seminggu. Juga, cukup membesarkan hati bila kita tahu bahwa masalah ini selalu hilang sendiri hanya dalam beberapa bulan. Bagi orang tua, kunci utama dengan masalah kolik ialah bertahan sampai bayinya mencapai usia empat bulan, dan di sini kepastian dan nasihat dari dokter anak dapat membantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Disintegrasi ego.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak bayi rewel setiap hari pada sore hari menjelang malam atau pada awal-awal malam hari. Ahli psikologi anak Anna Freud merujuk masa ini sebagai "disintegrasi ego", yaitu suatu masa waktu bayi letih karena sepanjang hari mencoba menyesuaikan diri dengan lingkungan dan dirinya sendiri, dan kehilangan kontrol atas keseimbangan emosional. Seorang bayi pada usia ini tidak tahu bagaimana harus rileks, dan dengan demikian akhirnya ia menjadi rewel. Sayangnya, masa-masa keras kepala ini sering terkait dengan masa dimana ibunya dan/atau ayahnya tiba di rumah dari tempat kerja, barangkali mengalami suatu disintegrasi ego mereka sendiri. Orang tua sebaiknya memahami bahwa kerewelan ini tidak ada kaitannya dengan penolakan bayi terhadap mereka; sebaliknya, ini merupakan bagian dari siklus normal dalam 24 jam. Orang tua sebaiknya didorong untuk bermain-main dengan bayinya walaupun mereka rewel. Ini dapat berubah menjadi suatu pertemuan yang menyenangkan, karena masa yang tidak biasa ini sering berubah tiba-tiba menjadi masa yang membahagiakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Jatuh.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Orang tua sebaiknya membiasakan diri untuk tetap memberikan satu tangan pada bayi setiap kali bayi ini berada di meja ganti atau di tempat lain yang memungkinkan bayi ini terjatuh. Sulit mengetahui kapan seorang anak akan belajar membalikkan tubuhnya. Sayangnya, karena tengkorak bayi masih cukup lunak dan sanggup menyerap hantaman karena jatuh, bayi umumnya sanggup menahannya dan tidak terluka meskipun ia jatuh dan sangat menakutkan di mata kita semua. Akan tetapi, kalau seorang bayi tidak memberi tanggapan setelah jatuh atau muntah, atau kalau pupil matanya tidak memberi tanggapan pada sinar langsung yang diarahkan, ia mungkin mengalami gegar otak atau suatu luka lain dalam otak, dan sebaiknya langsung diperiksa oleh dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Minum susu.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Orang tua mungkin sangat tergoda untuk memberi makanan formula kepada bayi dan memasukkan botol ke mulut bayi dan kemudian meninggalkannya sendirian. Akan tetapi, tindakan ini sebaiknya dihindarkan. Bayi dapat saja tersedak waktu orang tuanya tidak melihatnya dan tidak mendengarnya. Selain itu, hal ini dapat sangat mengganggu peluang anak mengalami perkembangan normal. Minum susu merupakan masa-masa penting untuk melakukan komunikasi yang penuh kasih sayang bagi bayi dengan minum dari botol maupun dengan menyusu, dan kontak mata juga merupakan hal penting. Kalau dibiarkan sendirian bersama botolnya, ini merupakan tindakan dingin dan tidak menggairahkan untuk mendapatkan makanan, dan mungkin akan menyebabkan masalah perilaku di kemudian hari kalau makanannya menjadi satu-satunya sumber kegembiraan seorang bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Ruam kulit.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kadang-kadang pada usia antara minggu keempat dan kesepuluh, banyak bayi mengalami ruam seperti jerawat di muka maupun leher, yang terdiri dari benjolan kecil dengan ujung tengah berwarna putih. Ruam datang dan pergi, kadang-kadang makin buruk kalau bayinya panas atau menangis. Menurut pendapat orang, ruam ada hubungannya dengan perubahan hormon waktu hormon ibu hilang dari sistem tubuh bayi. Orang tua tidak perlu melakukan apapun tentang ruam ini, yang akan menghilang dengan sendirinya dalam beberapa minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Garukan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bayi mungkin menggaruk wajahnya, tetapi garukan ini akan cepat sembuh dengan atau tanpa pengobatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Penglihatan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Para ahli berbeda pendapat tentang apa tepatnya yang dapat dilihat seorang bayi pada usia ini. Beberapa studi mengatakan bahwa bayi pada usia bulan kedua tidak dapat melihat benda sejauh 2 atau 2,5 m, tetapi banyak dokter anak dan orang tua beranggapan bahwa bayi ini sudah sanggup melihatnya, kalau mereka tertarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Senyum.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir bulan kedua, sebagian besar bayi senyum pada sesuatu yang menyenangkannya dan mengeluarkan suara karenanya, bukan menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Mengisap jari&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt; Bukan hal yang asing dan sangat umum terjadi kalau bayi pada usia ini mulai mengisap jarinya. Jenis perilaku ini merupakan tanda awal dan penting dalam hal kepuasan diri. Isapan jari bukan tanda kurangnya susu atau kurangnya makanan. Hampir setiap bayi perlu bahan isapan tambahan, dan jempol dan jari lainnya merupakan sumber alaminya. Dot merupakan pengganti yang tepat dan, beberapa dokter gigi percaya, lebih baik untuk perkembangan gigi untuk masa depan (tetapi hal ini masih mengundang kontroversi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Vaksinasi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kunjungan kedua bayi ke dokter sebaiknya terjadi pada bulan kedua. Selain untuk meneruskan pengukuran pertumbuhan bayi, dokter akan memberikan vaksinasi pertama anak pada anak. (Vaksinasi hepatitis B mungkin telah dilakukan di rumah sakit tak lama setelah bayi lahir.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : members.tripod.com - infoanakindonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116106269593083404?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116106269593083404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116106269593083404' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116106269593083404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116106269593083404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/perkembangan-bayi-tahun-pertama-bulan_16.html' title='Perkembangan bayi Tahun Pertama Bulan Kedua'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116106237083476584</id><published>2006-10-16T22:14:00.000-07:00</published><updated>2006-10-16T22:19:31.170-07:00</updated><title type='text'>Perkembangan bayi Tahun Pertama Bulan pertama</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Orang seringkali menganggap bahwa kelahiran bayi adalah merupakan permulaan dari kehidupan, tentu saja hal ini tidak bisa disalahkan, tetapi sebenarnya kelahiran hanyalah suatu tahap dalam proses pertumbuhan yang telah dimulai 9 bulan sebelumnya. Banyak hal yang terjadi pada seorang ibu selama kehamilan yang bisa memberikan pengaruh terhadap bayi baru lahir. Selama beberapa jam setelah kelahiran, obat-obatan yang ada dalam aliran darah ibu selama persalinan bisa juga terus mempengaruhi seorang bayi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Walau proses kelahiran mungkin merupakan proses yang sulit, apa yang terjadi selama kelahiran sebenarnya jarang mencelakakan bayi. Semua bayi yang baru lahir dinilai dengan angka Apgar, yang dinamai menurut ahli bius yang merancangnya.&lt;br /&gt;Tes ini memiliki tujuan ganda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengenali kualitas peralihan seorang bayi ke kehidupan di luar rahim, dan&lt;br /&gt;Untuk menentukan tindakan apa yang harus diambil untuk menunjang bayi dalam menit-menit pertama hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tes tersebut mengukur frekuensi denyut jantung, pernafasan, refleks, masa otot, dan warna kulit. Angka Apgar sama sekali tidak dimaksudkan untuk meramalkan pertumbuhan anak di masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang sering dihubungkan dengan kesehatan bayi setelah kelahiran meliputi hal-hal berikut ini:&lt;br /&gt;Kepala bayi lunak, dan biasanya terlipat serta salah terbentuk ketika melewati jalan menuju saluran kelahiran. Bayi baru lahir juga mungkin memiliki benjolan lunak (caput succedaneum) pada bagian atas kepala, yang bukan merupakan tanda kerusakan otak. Kepala akan berubah menjadi bentuk yang bagus setelah dua minggu pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala yang kecil atau besar abnormal seringkali merupakan tanda cedera otak atau pertumbuhan abnormal, walau kepala besar atau kecil kadang-kadang hanya akibat keturunan. Misalnya, Napoleon, karena bentuk dan ukuran kepalanya yang aneh, dianggap sebagai orang yang paling tidak mungkin sukses dalam keluarganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bayi memiliki daerah lunak di kepala mereka (fontanel), yang mungkin tidak akan menutup sampai 18 bulan. Ini adalah tempat dimana tulang tengkorak belum menyatu. Fontanel yang terbuka ini memberi tengkorak lebih banyak kelenturan selama proses kelahiran atau ketika bayi membenturkan kepalanya. Tempat lunak ini akan berdenyut seirama dengan jantung. Ketika seorang bayi aktif atau mendapat demam, daerah ini akan berdenyut lebih cepat. Fontanel yang menonjol ke luar atau sangat cekung tidak normal merupakan alasan untuk menemui dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir separuh bayi-bayi lahir dengan tali pusar mengelilingi leher, tetapi ini biasanya tidak menyebabkan masalah. Di rumah sakit, bekas potongan tali pusar diolesi dengan obat pembasmi kuman untuk membunuh bakteri. Kecuali ada bau busuk atau peradangan di sekitar bekas potongan, tidak ada yang perlu dicemaskan selama benda itu tetap di tempatnya. Pada banyak kasus, bekas potongan jatuh sendiri tanpa sakit ketika bayi berumur 7-10 hari.&lt;br /&gt;Hati bayi baru lahir mungkin untuk sementara terlalu muda untuk mengangkat hasil penguraian sel-sel darah merah ekstra yang diperlukan selama masa janin. Sebagai akibatnya, bayi mungkin berwarna kuning pada beberapa hari pertama, tetapi hal ini biasanya bukan merupakan sebab yang perlu dicemaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama beberapa hari pertama setelah kelahiran, kulit bayi mungkin kering. Banyak bayi baru lahir memiliki kulit yang tertutup rambut halus dan berbulu. Ini disebut lanugo, dan akan menghilang secara bertahap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuku jari bayi biasanya ditutup sarung tangan di kamar bayi rumah sakit, untuk mencegah garukan. Tangan bayi tidak perlu disarungi di rumah, tetapi kuku-kukunya harus dirapikan dengan gunting tumpul ketika bayi sedang tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Pengenalan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Tidak benar kalau dikatakan bahwa bayi-bayi masih buta dan tuli ketika lahir. Bayi-bayi baru lahir akan memusatkan perhatian pada wajah salah satu orang tua dan mengikutinya dengan mata mereka. Bahkan di meja persalinan, mereka akan memusatkan perhatian pada ibu mereka, dan akan lebih suka melihat gambar wajah normal daripada gambaran dimana ciri-cirinya telah diacak. Suara-suara keras akan mengakibatkan bayi baru lahir terkejut atau gemetar, dan mereka akan menanggapi bunyi suara yang lembut dan tinggi. Menginjak umur 4 minggu, bayi mungkin sudah dapat menunjukkan dengan tingkah laku mereka bahwa mereka mengenali ayah dan ibunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Refleks&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi baru lahir memiliki variasi refleks yang luar biasa untuk diuji. Bila anda menyentuh pipi atau kulit di sekitar mulut, bayi baru lahir akan membuka mulutnya dan beralih ke jari anda, mencari-cari puting untuk dihisap. Bila anda menyentuh kaki atau tangan, bayi akan berusaha menggenggam, dan –jangan terkejut - mungkin sangat kuat. Salah satu refleks paling populer adalah refleks Moro. Ketika kepala seorang bayi terlempar ke belakang atau ia terkejut, ia akan merentangkan kaki dan tangannya, memanjangkan lehernya, dan berteriak sebentar. Lalu ia akan mengatup-ngatupkan lengannya dengan cepat, seolah-olah hendak memeluk batang pohon atau ibunya. Mudah meyakini bahwa refleks ini berkembang untuk membantu mencegah bayi agar tidak jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Gerakan lain yang menakjubkan adalah refleks berjalan: bila anda menurunkan kedua kaki seorang bayi kecil dan mengijinkan satu kaki menyentuh tempat tidur, ia akan mengangkat kaki itu dan menurunkan yang satunya, dan seterusnya, dalam gerakan berjalan. Refleks ini akan hilang seluruhnya belakangan, dan tidak berhubungan dengan proses belajar berjalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Gizi dan Pemberian Makan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Keputusan dalam memilih untuk menyusui bayi dengan ASI atau botol sangat penting, dan idealnya harus dibuat oleh kedua orang tua bersama-sama. Sukses pilihan mereka akan tergantung pada keadaan saling mendukung. Kami sangat menganjurkan kepada anda untuk menyusui bay anda dengan ASI. Jika tidak mungkin untuk mempertahankan menyusui, susu apapun yang bisa disediakan ibu masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali. Susu ibu lebih mudah dicerna daripada sumber makanan lain manapun, dan mengandung semua gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan normal selama 6 bulan. Susu ibu juga mengandung faktor kekebalan yang tidak ditemukan di susu formula dan dapat menolong melindungi bayi dari infeksi dan hal ini juga menciptakan kondisi yang menguntungkan di dalam saluran pencernaan bayi. Lebih jauh lagi, menyusui juga memberikan suasana istimewa untuk komunikasi ibu dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, ada banyak keadaan yang bisa membuat menyusui tidak praktis atau tidak dianjurkan, misalnya penyakit ibu atau bayi. Ibu-ibu yang tidak bisa menyusui tidak boleh merasa tidak cakap atau bersalah. Jutaan bayi yang telah dibesarkan dengan susu formula sudah tumbuh menjadi orang dewasa yang benar-benar sehat dan menyesuaikan diri dengan baik. Susu formula bayi standar hampir sama baiknya dari segi gizi. Susu formula yang telah dikemas lebih dulu lebih mahal daripada susu formula bubuk atau terkonsentrasi, tetapi yang terakhir mempunyai resiko kehilangan zat gizi bila tidak dicampur dengan hati-hati. Ingatlah untuk selalu memasak air yang anda gunakan sampai mendidih sebelum dicampur dengan susu bubuk atau padat. Susu sapi tidak bisa dicerna oleh sistem pencernaan kebanyakan bayi yang belum matang, dan hal ini bisa memicu alergi terhadap susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi-bayi harus disusui pada 6-12 jam pertama hidupnya, ketika gula dalam cairan ASI yang disebut kolostrum (atau segelas air gula) bisa "memulihkan" mereka dari stres akibat kelahiran. Butuh 3-5 hari bagi susu normal untuk menggantikan kolostrum. Selama minggu-minggu pertama, kebutuhan gizi akan meningkat secara bertahap. Bayi-bayi akan mengisyaratkan rasa lapar mereka dengan menangis. Kebanyakan bayi biasanya meminta makan setiap 2-3 jam pada usia ini, dan memerlukan sekitar 10 menit untuk mengosongkan 80 persen susu dalam satu payudara. Mereka bisa terus mengisap payudara kering sama seperti bayi yang disusui botol mengisap dot. Karena gizi dan pelukan sama dengan kasih sayang bagi seorang bayi, para ayah harus memiliki kesempatan sebanyak mungkin untuk berbagi dalam memberikan keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penurunan berat badan selama minggu pertama adalah normal dan hal ini disebabkan karena bayi kehilangan cairan berlebih yang terkumpul di rahim. Setelah 5-7 hari, kebanyakan bayi akan mulai memperoleh kenaikan berat badan secara bertahap. Bayi-bayi yang disusui dengan botol cenderung mulai memperoleh berat badan dengan segera, dan orangtua harus hati-hati untuk tidak memberi makan mereka lebih dari keinginan mereka untuk menghindari kegemukan. Cobalah mengatasi insting yang mendorong bayi menghabiskan sebotol susu. Susu formula bisa disimpan di lemari es dengan aman selama paling sedikit 24 jam. Tidaklah perlu untuk memberi bayi suplemen vitamin, apakah mereka minum ASI atau susu formula. Susu ibu mengandung banyak persediaan vitamin bila wanita yang memberikannya mengkonsumsi diet yang seimbang dengan banyak buah atau jus buah dan sayuran. Kandungan vitamin dari formula yang telah disiapkan dikontrol dengan hati-hati untuk mencukupi kebutuhan bayi. Memberi vitamin pelengkap bahkan bisa berbahaya; telah ada laporan-laporan tersendiri tentang reaksi racun terhadap vitamin A dan D pada bayi-bayi yang diberi jumlah berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu juga untuk memberi bayi air, kecuali jika mereka tampak haus pada hari yang amat panas. Baik susu formula maupun susu ibu mengandung air sebanyak yang diperlukan bayi, dan air tambahan bisa menghilangkan nafsu makan mereka untuk cairan makanan. Begitu proses menyusui telah mantap, memberikan formula pelengkap dalam botol adalah aman jika anda menginginkannya, untuk kenyamanan anda atau untuk memastikan bahwa bayi bersedia menerima botol ketika anda tidak bisa menyusui. Namun, formula tambahan ini sebenarnya tidak perlu. Tujuan yang sama bisa dipenuhi dengan cara memberi susu ibu yang sudah dikeluarkan dalam botol. Pemberian susu dengan botol, baik memakai susu ibu maupun susu formula, memberi sang ayah kesempatan untuk memiliki pengalaman penting memberi makan bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi-bayi perlu dibuat bersendawa, karena udara yang masuk bersama makanan mereka bisa menciptakan perasaan kenyang yang palsu dan bisa pula menyebabkan sakit kram perut. Bayi-bayi yang disusui dengan botol harus disusui dengan posisi botol terangkat dengan dotnya ke bawah, sehingga mereka akan selalu mendapat susu dan bukan udara dari dot. Untuk mengurangi gumoh setelah makan, miringkan bayi pada sudut 30 derajat selama beberapa menit sebelum bersendawa. Dengan begitu, susu akan menetap dan udara bisa keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Pembuangan Sisa Makanan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak bayi tegang setiap kali membuang kotoran, karena mereka tidak bisa hanya menggunakan otot-otot pembuangan. Mereka menggunakan seluruh otot atau tidak sama sekali. Hal ini akan berubah ketika bayi mulai mengembangkan lebih banyak kontrol. Banyak bayi baru lahir, terutama mereka yang disusui ibunya, mengeluarkan kotoran berwarna kehijauan atau kekuningan sampai mereka disapih. Tinja bayi yang disusui dengan botol akan mulai tampak lebih normal dalam beberapa hari. Diare sungguhan atau sembelit jarang terjadi; bayi-bayi yang disusui ibunya diyakini terutama bebas dari masalah-masalah yang berhubungan dengan tinja mereka. Empat sampai enam tinja sehari tidak aneh dalam bulan pertama; beberapa bayi mengeluarkannya setiap habis makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D&lt;em&gt;ua masalah kesehatan&lt;/em&gt; yang nyata pada masa ini adalah infeksi dan alergi usus serta lambung. Ketika tinja sangat sering, berair (tidak hanya lembek), berbau tidak enak, dan hijau, hubungi dokter. Darah dan lendir pada tinja adalah tanda-tanda lebih jauh kemungkinan masalah, terutama jika darah itu hitam kemerahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Tidur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi-bayi baru lahir mungkin tampaknya tidur hampir sepanjang waktu, tetapi penelitian terakhir menunjukkan bahwa sejak awal mula beberapa bayi tidur hanya 12 jam per hari. Mata mereka mungkin menutup hampir setiap waktu, tetapi para bayi seringkali menyadari apa yang terjadi di sekitar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;Masalah-masalah kesehatan khusus&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bayi-bayi yang lahir prematur atau dengan cacat terkadang dimasukkan langsung ke Unit Perawatan Intensif. Para orangtua yang bayinya berada di unit ini harus menghabiskan waktu sebanyak mungkin dengan mereka, menyentuh dan memeluk mereka jika mungkin dan mencoba memberi mereka rangsangan berarti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Prematur.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; Bayi yang lahir prematur beresiko mendapat sindrom kesulitan pernafasan, ketidak-matangan struktur dan fungsi beberapa organ, dan perdarahan otak. Mereka tidur lebih banyak daripada bayi yang lahir pada waktunya; sebenarnya, mereka sering tampak tidur hampir sepanjang waktu. Tangisan mereka lebih lemah dan bernada tinggi, gerakan mereka lebih menyentak, dan mereka sering tidak memberi tanda bila lapar. Refleks bayi prematur berbeda dengan bayi cukup bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lebih kecil dari normal&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt; Bayi-bayi yang lahir pada waktunya, tetapi lebih kecil dari biasa, dulunya dikelompokkan bersama dengan bayi prematur, tetapi kini diketahui bahwa keduanya merupakan masalah berbeda dengan ciri-ciri berbeda pula. Bayi normal yang berukuran lebih kecil dari biasa seringkali menandakan masalah kesehatan pada ibu, seperti plasenta (ari-ari) abnormal, atau masalah pada bayi, seperti kromosom abnormal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bayi-bayi dengan kecacatan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa bayi sewaktu lahir diketahui memiliki bermacam-macam kondisi atau kelainan yang memerlukan perawatan seumur hidup, dan bisa dihubungkan dengan berbagai tingkat kecacatan motorik dan mental. Berita bahwa anak mereka tidak sepenuhnya normal seringkali begitu menghancurkan bagi keluarga, sehingga mereka tidak mengerti maksud jangka-panjang dari diagnosa itu. Tantangan terbesar dokter anak adalah untuk bekerja sama dengan keluarga dalam menerima diagnosa dan memulai proses perencanaan yang tujuannya adalah hasil terbaik bagi sang anak. Keluarga-keluarga seringkali memperlihatkan kesukacitaan dan ketabahan yang mengagumkan dalam menghadapi penderitaan, ketika mereka diberitahu hal yang sebenarnya dan tentang bantuan medis dan sosial yang berkelanjutan. Nilai seorang dokter yang berpengertian dan selalu siap untuk bayi-bayi ini dan keluarganya tidak bisa dikatakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003333;"&gt;Kunjungan Pertama ke Dokter&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mendekati akhir minggu kedua adalah waktu yang baik bagi bayi-bayi untuk melakukan kunjungan pertama ke dokter anak. Pada waktu ini dokter akan memeriksa berat, tinggi, dan lingkar kepala si bayi, dan mencatatnya pada tabel pertumbuhan yang cocok dengan usia bayi (lihatlah tabel pertumbuhan di bagian ini). Garis kurva menunjukkan cakupan dimana ukuran bagi 90 persen dari semua anak akan jatuh pada usia tertentu. Yang terpenting bukanlah dimana posisi anak itu dalam tabel, tetapi angka pertumbuhan mereka selama masa beberapa bulan. Angka pertumbuhan seorang anak harus mengikuti kurva yang perlahan naik ke atas dalam tabel pertumbuhan. Dokter anak pada kunjungan pertama terutama akan lebih memperhatikan pertumbuhan bayi dan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin hendak ditanyakan orangtua. Seperti yang telah disebutkan di atas, apakah bayi itu bertumbuh hanya satu-satunya kalimat perkiraan yang bisa dibuat dokter anak pada saat ini. Dokter tidak pernah bisa meramal dengan tepat kecerdasan atau prestasi masa depan anak. Tanda perkiraan paling terpercaya untuk masa depan si anak adalah kewaspadaan dan tanggapan, ciri-ciri yang tidak bisa diukur dengan spesifik oleh dokter, tetapi yang seringkali bisa dinilai oleh orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : members.tripod.com - infoanakindonesia&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116106237083476584?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116106237083476584/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116106237083476584' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116106237083476584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116106237083476584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/perkembangan-bayi-tahun-pertama-bulan.html' title='Perkembangan bayi Tahun Pertama Bulan pertama'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116071376993591377</id><published>2006-10-12T21:17:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T21:29:30.053-07:00</updated><title type='text'>Peran Pria dalam Kehamilan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Info Lengkap agar Pria Lebih Berperan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; &lt;br /&gt;              Dukungan dan peran serta pria dalam masa kehamilan terbukti meningkatkan kesiapan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan, bahkan juga memicu produksi ASI. Jadi, tunggu apa lagi?  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;              Keterlibatan Anda, para pria, sejak awal masa kehamilan, sudah pasti akan mempermudah dan meringankan pasangan dalam menjalani dan mengatasi berbagai perubahan yang terjadi pada tubuhnya akibat hadirnya sesosok “manusia mungil” di dalam perutnya.&lt;br /&gt;Bahkan, keikutsertaan pria secara aktif dalam masa kehamilan, menurut sebuah penelitian yang dimuat dalam artikel berjudul “What Your Partner Might Need From You During Pregnancy”   terbitan Allina Hospitals &amp; Clinics (tahun 2001), Amerika Serikat, keberhasilan istri Anda dalam mencukupi kebutuhan ASI untuk si bayi kelak sangat ditentukan oleh seberapa besar peran dan keterlibatan Anda dalam masa-masa kehamilannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Trimester pertama: masa penuh gejolak emosi&lt;br /&gt;Selama hamil, ada begitu banyak perubahan pada tubuh pasangan Anda, dan yang paling menonjol adalah perubahan keadaan emosinya. Apa sebabnya? Kadar hormon estrogen dan progesteron di dalam tubuhnya berubah. Tak mengherankan bila mood -nya berubah-ubah terus. Kalau sudah begini, siapa lagi, selain Anda, yang paling tepat untuk membantunya melalui masa-masa ini? Yang pasti, jangan merasa sebal kalau Anda harus terus-terusan standby untuk sewaktu-waktu “dipanggil” sebagai teman curhat, namun di lain waktu “dipanggil” sebagai “tukang pompa” semangatnya. Pintar-pintar atur peran saja!&lt;br /&gt;Berikut beberapa hal yang bisa jadi “bekal” bagi Anda saat “berurusan” dengan pasangan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang dialami pasangan:&lt;br /&gt;•  Sering mual-mual dan muntah, terutama pada pagi hari, karena dia mengalami morning sickness.&lt;br /&gt;•  Menjadi cepat lelah dan mudah mengantuk.&lt;br /&gt;•  Mungkin tiba-tiba meminta atau menginginkan sesuatu yang “aneh”. Misalnya, mengelus-elus perut buncit penjual daging di pasar atau makan rujak jam 2 pagi.&lt;br /&gt;•  Emosinya cepat sekali berubah. Semula tampak gembira, namun dalam beberapa detik bisa mendadak menangis tersedu-sedu, merasa tertekan dan sedih, tanpa sebab yang jelas atau karena masalah sepele.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang dapat Anda lakukan:&lt;br /&gt;•  Bawakan krekers dan air putih atau jus buah ke tempat tidur. Sehingga, begitu dia bangun dan morning sickness mendera, keluhan yang dirasakannya langsung “hilang” berkat perhatian dan kasih sayang Anda.&lt;br /&gt;•  Buatlah pasangan merasa nyaman, sehingga dia dapat beristirahat dan cukup tidur. Misalnya, memutar lagu-lagu yang lembut.&lt;br /&gt;•  Bersiaplah menghadapi “ujian” untuk mengukur seberapa besar cinta Anda padanya. Jangan kaget bila dia menginginkan sesuatu yang “aneh” di tengah malam! Dia ‘ kan sedang ngidam ! Bila mampu, tak ada salahnya memenuhi permintaannya. Siapa tahu Anda “lulus ujian” dengan nilai cemerlang nantinya.&lt;br /&gt;•  Tunjukkan rasa bahagia dan antusias terhadap janin dalam kandungan. Sapaan yang ekspresif terhadap si kecil, misalnya “Hallo, lagi ngapain di situ?” atau seruan “Woa…” sudah merupakan dukungan mental yang menyenangkan hati. Juga, ungkapkan perasaan cinta Anda padanya karena pada saat-saat seperti ini dia membutuhkan perhatian dan kasih sayang Anda lebih dari biasanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Boks 1:&lt;br /&gt;Perubahan Fisik vs Gangguannya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Selain perubahan emosi yang meledak-ledak dan kerap membuat kaum pria “bingung”, ada sederet perubahan fisik yang juga terjadi pada tubuh sang istri tercinta dan juga gangguan yang mungkin timbul.&lt;br /&gt;•  Metabolisme tubuh meningkat antara 10-25%&lt;br /&gt;•  Detak jantung dan pernapasan bertambah cepat&lt;br /&gt;•  Dinding rahimnya menebal&lt;br /&gt;•  Payudara menjadi lebih sensitif, terutama sekitar puting dan areola (lingkaran berwarna hitam yang mengelilingi puting susu).&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Boks 2:&lt;br /&gt;Pria Bisa Juga “Ngidam”&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;            Gunawan (32 tahun), aktor kondang, sempat membuat supir pribadinya pusing tujuh keliling karena “dipaksa” berputar-putar ke seantero Jakarta malam-malam untuk hunting rujak, kripik singkong, dan asinan. Setelah berkeliling selama 2 jam di Cinere, barulah Gunawan berhasil mendapatkannya. Itu terjadi ketika sang istri, Sybilla Hartoto Hardikusumo alias Lala (27 tahun), tengah hamil satu bulan. Bagaimana dengan Lala sendiri? Ia justru merasa excited kalau melihat mobil dan berbagai aksesorisnya. Ternyata, hasil USG menunjukkan kalau bayinya adalah laki-laki. Pantas saja! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;              Benarkah pria bisa “ngidam” seperti yang dialami Gunawan?   “Memang ada suami yang bisa merasakan mual-mual waktu istrinya hamil muda. Sebetulnya, itu hanya gejala psikologis dan pengaruh dari lingkungan saja. Namun, bisa juga itu merupakan ungkapan keinginan minta perhatian dan kasih sayang lebih banyak dari istrinya. Tidak ada penjelasannya secara ilmiah,” tutur dr. Lastiko Bramantyo, Sp.OG .&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Trimester kedua: masa-masa bahagia&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;              Inilah saatnya pasangan merasakan nikmatinya masa-masa kehamilan. Makanya, Anda tidak sebegitu “tersiksanya” ketimbang trimester lalu. Dan, mulai ikut merasakan gerakan janin mau tidak mau akan “menyentil” Anda kalau sekarang ini Anda baru bisa “benar-benar” merasakan peran baru Anda, sebagai calon ayah!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang dialami pasangan:&lt;br /&gt;•  Emosi cenderung lebih stabil dan keluhan morning sickness juga jauh berkurang.&lt;br /&gt;•  Si kecil sudah mulai “beraksi”.&lt;br /&gt;•  Merasa bahagia dengan kehamilannya sehingga lebih bersemangat melakukan latihan (olahraga ringan sesuai anjuran dokter) serta beraktivitas.&lt;br /&gt;•  Cukup nyaman dengan keadaannya, sehingga mulai timbul keinginan untuk menikmati hubungan seks.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang dapat Anda lakukan:&lt;br /&gt;•  Tetap menunjukkan kalau Anda mengerti dan memahami benar perubahan emosi yang cepat serta perasaan lebih peka yang dialaminya, sebab ini wajar dan alami terjadi pada ibu hamil.&lt;br /&gt;•  Dampingi dan antarlah selalu pasangan setiap kali berkunjung ke dokter kandungan untuk memeriksakan kandungannya.&lt;br /&gt;•  Dampingi dan berpartisipasilah secara aktif di kelas senam hamil (senam Lamaze) bersamanya.&lt;br /&gt;•  Ajaklah dia untuk kembali menikmati hubungan seks.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Boks 3:&lt;br /&gt;Perubahan Fisik vs Gangguannya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;•  Pertambahan berat badannya makin nyata&lt;br /&gt;•  Sering pegal-pegal&lt;br /&gt;•  Sakit punggung&lt;br /&gt;•  Lelah&lt;br /&gt;•  Kejang otot kaki&lt;br /&gt;•  Pinggang linu  &lt;br /&gt;•  Kaki kram&lt;br /&gt;•  Kaki bengkak&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Boks 4:&lt;br /&gt;  3 Mitos Seks yang Salah Kaprah!&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;              Bagaimanapun, kebutuhan biologis yang satu ini harus tetap tersalurkan. Anda ‘kan tak perlu jadi pastor pada saat-saat seperti ini. Tapi, mitos yang beredar membuat pria jadi ragu-ragu untuk mengajak pasangannya bermesraan.&lt;br /&gt;•  Seks berbahaya bagi janin&lt;br /&gt;                Salah. Aktivitas seks tidak menyakitkan maupun membahayakan janin. Bahkan, sekalipun Anda berdua melakukan gerakan-gerakan “panas” dan “heboh”, jabang bayi hanya akan terguncang-guncang sedikit dan tertidur lelap. Juga, tak perlu khawatir ujung penis Anda akan “menyodok” si jabang bayi. Dia tetap aman dan nyaman terlindung oleh kantung ketuban.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;•  Seks bahaya bagi “calon ayah”&lt;br /&gt;                Salah. Memang, posisi yang kerapkali dirasa “cukup aman” adalah Anda di bawah sementara pasangan di atas, agar perutnya tidak tertekan. Namun, kalau Anda merasa tidak “nyaman”, coba-coba saja posisi lain. Siapa tahu malah jadi lebih mengasyikkan!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;•  Seks menyebabkan kelahiran prematur&lt;br /&gt;                Salah. Tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan hal itu. Rangsangan yang Anda lakukan pada payudara istri memang akan memicu produksi hormon oksitosin, sehingga menyebabkan timbulnya kontraksi. Namun, ini baru bisa terjadi bila hari-H sudah dekat. Makanya, maju terus pantang mundur! Namun, bila aktivitas seks Anda berdua yang terlalu “panas” itu jadi memicu terjadinya kontraksi yang berlebihan, apa boleh buat, terpaksa Anda dan si “adik kecil Anda berpuasa “ dulu.&lt;br /&gt;--------------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Trimester ketiga: takut dan cemas menghadapi hari-H&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;            Masa ini merupakan masa-masa penantian yang “melelahkan”. “Perjalanan” menuju persalinan tinggal hitungan hari saja. Itu sebabnya, Anda akan lebih banyak berperan sebagai a shoulder to cry on.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang dialami pasangan:&lt;br /&gt;•  Semakin dekat dengan hari-H, biasanya dia merasa semakin takut dan cemas.&lt;br /&gt;•  Merasa penampilannya tidak menarik karena perubahan bentuk fisiknya.&lt;br /&gt;•  Sering mengeluh sakit, pegal, ngilu, dan berbagai rasa tidak nyaman pada tubuhnya, terutama pada punggung dan panggul, karena bayi sudah semakin besar dan sudah mulai menyiapkan diri untuk lahir.&lt;br /&gt;•  Mengeluh sulit tidur karena perutnya yang semakin membesar itu akan membuatnya tidak nyaman ketika berbaring.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang dapat Anda lakukan:&lt;br /&gt;•  Bantu pasangan untuk mengatasi rasa cemas dan takut dalam menghadapi proses persalinan. Misalnya, dengan mengalihkan perhatiannya dengan cara mengajaknya berbelanja keperluan si kecil.&lt;br /&gt;•  Pujilah kalau dia tetap cantik dan menarik. Berbagai perubahan fisik tidak sedikitpun mengurangi kadar cinta Anda padanya.&lt;br /&gt;•  Bantulah meringankan berbagai keluhan. Misalnya, dengan memijat pegal-pegal di belakang tubuhnya.&lt;br /&gt;•  Bersiaplah untuk membantu dan menemaninya saat dia sulit tidur.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Boks 5:&lt;br /&gt;Perubahan Fisik vs Gangguannya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;•  Bengkak pada kaki dan tangan&lt;br /&gt;•  Sering sesak napas atau napasnya pendek akibat desakan janin yang kian membesar&lt;br /&gt;•  Membesarnya pembuluh darah balik pada dubur (wasir atau ambeien)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt; &lt;br /&gt;Boks 6:&lt;br /&gt;Jangan Lupa   Siapkan Tas-tas Ini!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;              Sebulan sebelum hari-H, berbagai keperluan pasangan, si kecil, dan juga Anda sendiri, sudah mulai bisa dimasukkan ke dalam tas khusus. Letakkan tas-tas itu di tempat strategis, misalnya dekat pintu kamar, agar tidak ketinggalan.&lt;br /&gt;Untuk Calon Ibu&lt;br /&gt;Untuk Bayi&lt;br /&gt;Untuk Anda&lt;br /&gt;•  5 BH khusus menyusui&lt;br /&gt;•  6 celana dalam&lt;br /&gt;•  1 sackdress untuk pulang&lt;br /&gt;•  Sarung/kain batik untuk dipakai menunggu saat persalinan&lt;br /&gt;•  3 gurita&lt;br /&gt;•  2 handuk kecil (untuk menyeka keringat dan mengelap muka)&lt;br /&gt;•  1 handuk mandi&lt;br /&gt;•  Sikat gigi, pasta gigi, sabun mandi&lt;br /&gt;•  Sisir, kaca kecil,   kosmetik&lt;br /&gt;•  1 kotak pembalut wanita&lt;br /&gt;•  Sandal karet&lt;br /&gt;•  Buku bacaan&lt;br /&gt;•  Jam atau weker&lt;br /&gt;•  2 popok bayi&lt;br /&gt;•  Gurita bayi&lt;br /&gt;•  Blus&lt;br /&gt;•  Kaus tangan dan kaus kaki&lt;br /&gt;•  Topi&lt;br /&gt;•  Selimut&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;•  Baju dalam (celana dalam dan kaos dalam)&lt;br /&gt;•  T-shirt atau kaus&lt;br /&gt;•  Celana panjang&lt;br /&gt;•  Handuk&lt;br /&gt;•  Sikat dan pasta gigi&lt;br /&gt;•  Sisir&lt;br /&gt;•  Handphone dan charger&lt;br /&gt;•  Kamera atau handycam&lt;br /&gt;•  Daftar nama dan nomor telepon orang-orang yang bisa segera dihubungi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;-----------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tapi, perlu diingat bahwa proses kehamilan itu sendiri unik. Apa yang dialami oleh pasangan Anda, tidak akan sama persis dengan apa yang dialami oleh istri sahabat Anda, kakak perempuan Anda, atau nenek Anda ketika hamil. Kondisi tubuh setiap wanita berbeda-beda, sehingga reaksi dan perubahan tubuh pun lain. Apapun yang terjadi, bulatkan tekad Anda agar dapat “siap setiap saat” mendampingi istri tercinta melewati masa-masa ini.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Sri Lestariningsih&lt;br /&gt;Konsultasi ilmiah: dr. Lastiko Bramantyo, Sp.OG, POGI Jaya, RS Ibu dan Anak Hermina, Jakarta &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sumber : Ayah Bunda&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116071376993591377?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116071376993591377/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116071376993591377' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071376993591377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071376993591377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/peran-pria-dalam-kehamilan.html' title='Peran Pria dalam Kehamilan'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116071299329482777</id><published>2006-10-12T21:14:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T21:16:33.383-07:00</updated><title type='text'>Ini Dia: Tanda-tanda Kelahiran</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Nyeri, tegang, mulas.... Ups! Jangan-jangan saat persalinan sudah dekat.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya pengetahuan tentang tanda serta tahap persalinan jelas sangat membantu, meski tidak berarti setiap wanita hamil akan melewati rasa dan pengalaman yang sama saat melahirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;Diawali kontraksi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Normalnya, di minggu ke 38-40 kehamilan, kepala janin sudah mulai turun ke rongga panggul. Bersamaan dengan itu, otot-otot rahim pun mulai  melakukan gerakan mengerut dan meregang secara bergantian, terus-menerus secara teratur. Nah, gerakan otot rahim seperti inilah yang disebut kontraksi.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa rasanya? Ada yang mengatakan nyeri seperti diperas, kaku dan tegang di perut, khususnya bagian bawah, atau mulas seperti ingin buang air besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang pasti, frekuensi terjadinya kontraksi semakin lama semakin meningkat, begitu juga dengan kekuatannya. Awalnya, jarak waktu antara kontraksi yang satu dan selanjutnya cukup panjang, biasanya selang satu jam. Lalu, semakin memendek, bisa tiap 30 menit, 15 menit, dan menjelang waktunya bayi lahir, jarak kontraksi bisa mencapai 2 atau 1 menit sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu jarak antar-kontraksi masih jauh, mungkin rasa nyeri terasa hanya pada bagian atas perut. Namun seiring dengan kemajuan proses awal ini, rasa nyeri semakin menjalar ke bagian bawah perut, bahkan ke arah bawah punggung dan belakang pinggang. Saat mulut rahim sudah membuka sempurna, rasa nyeri yang hebat di daerah tadi akan terasa sangat kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;Jalan lahir membuka&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat otot rahim mengerut, ukuran rahim akan mengecil, sehingga kepala janin semakin terdorong ke arah bawah (jalan lahir). Bersamaan dengan itu, mulut rahim sedikit demi sedikit mulai membuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu Anda tahu, sejak terjadinya kehamilan, secara alami mulut rahim tertutup oleh semacam sumbat berupa lendir kental. Sumbat lendir ini bertugas menjaga agar kehamilan bisa terus berjalan sekaligus melindungi janin dari kuman. Nah, pada awal tahap pembukaan mulut rahim, sumbat lendir itu terbuka dan lendir (yang berwarna merah muda) keluar melalui vagina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulut rahim yang semula hanya membuka sedikit, seiring dengan datangnya kontraksi yang semakin kuat, akan terus melunak dan terbuka semakin lebar. Lama-kelamaan, mulut rahim akan terlihat semakin datar dan menyatu dengan rahim bagian bawah. Saat inilah pembukaan lengkap terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembukaan mulut rahim biasanya dihitung dengan satuan sentimeter (cm). Bila dokter mengatakan mulut rahim Anda sudah pembukaan 8, artinya jalan lahir sudah membuka sepanjang 8 cm. Pembukaan mulut rahim dikatakan lengkap bila sudah mencapai pembukaan 10, atau 10 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lamanya tahap pembukaan jalan lahir dari awal hingga sempurna, bervariasi pada setiap kehamilan. Namun, secara gamblang tahap persalinan dibagi atas:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kala/tahap I laten&lt;/em&gt;: di mulai dari tanpa pembukaan sampai pembukaan 2, yang bisa berlangsung 24-48 jam,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kala I aktif&lt;/em&gt;: dimulai dari pembukaan 3-10, yang berlangsung sekitar 7 jam pada persalinan anak pertama, 3 1/2 jam pada persalinan bukan pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kala II&lt;/em&gt;: disebut fase mengejan, pada pembukaan 10/lengkap yang bisa berlangsung maksimal 1 jam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kala III&lt;/em&gt;: adalah fase melahirkan plasenta, hanya berlangsung sekitar 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penting diingat, menjelang akhir kala I, meski Anda merasakan mulas yang luar biasa, Anda masih belum boleh mengejan. Sebab, saat ini mulut rahim belum membuka sempurna. Bila Anda mengejan saat ini, bisa mengakibatkan jalan lahir membengkak dan terjadi perobekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, harus bagaimana? Bernapaslah dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Lakukan hal ini berulang-ulang setiap kali rasa nyeri yang luar biasa itu datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila mulut rahim sudah membuka sempurna, artinya Anda sudah melewati tahap pertama dari proses persalinan, dan siap menuju tahap kedua, yaitu kelahiran bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;Siap lahir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak ada hambatan, misalnya tali pusar yang melilit anggota tubuh janin, maka tahap yang dikenal dengan kala II ini berlangsung jauh lebih cepat dibanding tahap sebelumnya. Ada yang melewatinya tidak lebih dari 30 menit, meski ada juga yang lebih.   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahap ini, kepala janin yang memang sudah tepat berada di mulut rahim akan terus mendesak. Bersamaan dengan itu, secara alamiah, rahim dan vagina akan membentuk semacam cekungan yang menjadi jalur untuk dilewati bayi. Saat ini, Anda akan merasakan tekanan yang sangat kuat di daerah perineum (daerah antara vagina dan anus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kepala janin sudah di ambang pintu dan siap keluar, lendir dan darah yang keluar dari vagina semakin bertambah. Selain itu, desakan kuat kepala janin akan menyebabkan kantung ketuban pembungkus janin pecah lebih awal atau saat pembukaan lengkap, sehingga cairan ketuban keluar membasahi daerah vagina. Cairan ini sekaligus membuat jalan lahir semakin licin yang justru memudahkan bayi meluncur keluar dengan mulus. Setelah pembukaan benar-benar lengkap dan kepala bayi sudah terlihat di pintu lahir, saat inilah Anda diijinkan mengejan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang harus dilakukan? Ikuti saja baik-baik panduan penolong persalinan Anda. Ikuti aba-abanya, kapan Anda menarik napas dan kapan waktunya mengeluarkan napas sambil mengejan, Mengapa harus demikian? Sebab, saat mengejan harus dilakukan berbarengan dengan saat kontraksi datang, sehingga bayi akan lebih mudah meluncur di jalan lahirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kepala bayi berhasil keluar dari mulut vagina, bagian tubuh bayi yang masih di dalam secara alami akan berputar dengan sendirinya. Kondisi ini memungkinkan bagian bahu dan seluruh tubuh bayi keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, kini sambutlah kehadiran buah hati Anda di dunia dengan penuh cinta dan syukur. Anda bisa meminta penolong persalinan untuk membawakan bayi Anda sesaat dalam dekapan Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#336666;"&gt;Plasenta selesai bertugas&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan lahirnya sang buah hati, selesai pula tugas plasenta atau ari-ari yang selama ini menemaninya di dalam rahim. Plasenta yang selama 9 bulan lebih bertugas mensuplai nutrisi dan oksigen, mengeluarkan sisa metabolisme serta sebagai organ yang menyalurkan antibodi ke tubuh janin, juga harus dilahirkan.  Proses yang terjadi dalam tahap ketiga ini biasanya berlangsung tidak lebih dari 15 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alam sudah mengatur, setelah bayi keluar, kontraksi masih terus berlangsung, meski tidak sehebat sebelumnya. Tujuannya untuk membantu melepaskan plasenta dari tempat menempelnya di dinding rahim. Hampir sama seperti proses kelahiran bayi, Anda akan diminta mengejan bersamaan dengan datangnya kontraksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memeriksa apakah seluruh plasenta sudah terlepas dari dinding rahim atau belum, penolong persalinan akan menekan perut Anda. Setelah itu, ia akan menarik perlahan-lahan tali pusar agar plasenta bisa keluar. Setelah seluruh plasenta beserta tali pusar keluar, barulah tubuh Anda dibersihkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Nah, kini selesailah sudah seluruh tahap proses persalinan. Anda pun memasuki babak baru dalam hidup Anda, yakni jadi seorang ibu. Sebuah peran yang luar biasa indahnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Nia L. Tobing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsultasi ilmiah: dr.Yusfa Rasyid, SpOG, POGI Jaya, RSB YPK Menteng, Jakarta.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116071299329482777?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116071299329482777/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116071299329482777' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071299329482777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071299329482777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/ini-dia-tanda-tanda-kelahiran.html' title='Ini Dia: Tanda-tanda Kelahiran'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116071274198417849</id><published>2006-10-12T21:11:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T21:12:22.083-07:00</updated><title type='text'>Ayah, Ekspresikan Perasaanmu!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bapak-bapak sadarilah. Mengekspresikan perasaan pada si anak itu sangat penting buat dia. Jangan terlalu cool atau jaga gengsi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin Anda suka film silat atau film western yang dibintangi Clint Eastwood. Sang hero selalu kelihatan tenang dan jarang bicara, bahkan dingin. Mungkin Anda merasa seperti itulah seorang laki-laki harusnya bersikap, bahkan terhadap keluarga, termasuk pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggapan ini kuno, klise dan keliru. Emosi Anda bermanfaat bagi perkembangan jiwa si kecil. Dan pada akhirnya, ini juga baik bagi Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Anak pasti mencontoh&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauhkan tokoh fiktif ala Clint Eastwood. Soalnya, selain konyol, Anda harus tahu Anda pun akan ditiru oleh anak. Kalau Anda terlalu sering bersikap hening dan angker di rumah (belum lagi kalau berhilir mudik sambil merokok dan mengenakan topi koboi) hanya karena ingin kelihatan kuat atau berwibawa, anak Anda tidak akan bisa mengelola perasaanya sendiri. Tidak bisa dihindari, orang tua adalah faktor yang paling berpengaruh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, rilekslah. Perlihatkan pada keluarga, tentunya dalam batas kewajaran, segala perasaan Anda. Biarkan si kecil tahu kalau Anda sedang gembira, sedikit kesal atau pun mungkin sedih. Sebenarnya, yang lebih penting adalah biarkan si kecil tahu bahwa Anda dapat mengelola perasaan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, si kecil pun akan dapat belajar berempati. Kalau Anda katakan tadi sempat kesal di kantor, mungkin akan timbul insipirasinya untuk menghibur Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Harus proporsional&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Walaupun kebiasaan mengekspresikan perasaan akan sangat bermanfaat bagi si kecil, tapi Anda harus proporsional. Apakah Anda termasuk orang yang kalau sedang bad mood , seluruh rumah harus ikut merasakannya, seperti dikisahkan seorang anak laki-laki dalam buku A Man's Guide To Raising Kids karya Michael Grose , penulis dan pembicara kondang soal masalah keluarga di Australia. Kalau hal ini berlangsung secara intens, tak terbayangkan bagaimana pertumbuhan emosi anak-anak Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun sebaliknya, kalau kehidupan keluarga Anda hanya diisi dengan canda dan tawa, apa jadinya dengan penerapan disiplin, misalnya? Sekali-sekali, Anda perlu marah juga, bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa pun bentuk ungkapan perasaan ayah, belajar mengekspresikan perasaan adalah hal yang sangat penting dipahami anak. Yang jelas, bagaimana cara Anda mengelola perasaan, membantu anak mengelola kesedihan, kemarahan dan kegembiraan yang dialaminya. Jadi, dari sekarang jauhilah fantasi Clint Eastwood Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Bagaimana Ungkapkan Emosi?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Membelai halus pundak si kecil membuat anak rileks, nyaman dan merasa dicintai. Hingga dewasa, anak selalu merindukan belaian ini dan sampai kapan pun sensasi juga akan Anda nikmati. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Biasakanlah bercerita dengan bahasa yang dimengerti anak, tentang apa yang Anda alami di kantor dan bagaimana Anda mengelola perasaan Anda. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Sumber : Ayah Bunda&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116071274198417849?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116071274198417849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116071274198417849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071274198417849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071274198417849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/ayah-ekspresikan-perasaanmu.html' title='Ayah, Ekspresikan Perasaanmu!'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116071259170103714</id><published>2006-10-12T21:08:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T21:09:52.533-07:00</updated><title type='text'>Apa yang Dibutuhkan Anak Laki-laki dari Ayahnya?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Anak laki-laki yang dirawat dan mendapat sentuhan fisik ayah, dapat menerima diri secara positif dan merasa aman dengan maskulinitasnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;              Suatu penelitian mengungkap bahwa para ayah perlu berinteraksi dengan anak sedikitnya dua jam sehari dan enam setengah jam di akhir minggu. Dengan bertambahnya usia anak, jumlah waktu bisa saja berkurang.&lt;br /&gt;Namun kebutuhan anak laki-laki untuk berinteraksi dengan ayah, dua kali melebihi kebutuhan anak perempuan. Apa yang dibutuhkan anak laki-laki dari sosok ayah?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Butuh ayah penuh kasih&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;              Anak laki-laki butuh melihat ayah. Kondisi minimalnya, anak laki-laki butuh sering melihat sosok ayah. Namun ayah yang baik tentu tidak puas bila hanya ditonton oleh anak. Anak laki-laki butuh ayah yang menunjukkan kasih sayang. Ayah yang selalu mengambil jarak dengan anak, tampak dingin dan kaku saat berbicara dengan anak, adalah ayah yang ketinggalan jaman.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;              Anak laki-laki butuh ayah yang memberi batasan pada perilakunya. Kontradiksi? Tentu tidak. Memberi batasan perilaku tidak bertentangan dengan menunjukkan kasih sayang. Malah, kemampuan ayah memberi batasan perilaku pada anak, dipertinggi bila ia punya kedekatan dengan anak. Tanpa batasan perilaku dari luar, anak laki-laki tidak akan punya kemampuan mengendalikan diri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Suatu penelitian menyebutkan pentingnya permainan fisik, seperti bergulat, antara ayah dan anak laki-lakinya. Permainan ini membantu anak laki-laki mengembangkan kemampuan mengendalikan emosi dan perilaku, serta mengenali dorongan emosi orang lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;              Saat mengalami perubahan fisik menjadi remaja laki-laki atau pria dewasa sekali pun, anak laki-laki masih butuh bantuan ayah. Dari ayahnya, anak laki-laki ingin belajar menjadi pria dewasa yang bertanggung jawab, dan menerima maskulinitasnya dengan gembira.&lt;br /&gt;                              &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Saling belajar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;              Anak laki-laki belajar dari ayah, dan   para ayah pun belajar dari anak laki-lakinya melalu interaksi mereka. Menjadi model bagi anak laki-laki merupakan cara ayah memberi pengaruh, baik emosi, sosial maupun fisik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saat Anda merasa kesal dan marah sepulang bekerja, komunikasikan perasaan Anda kepada keluarga. Sebab, anak kerap salah memahami mood jelek orang tuanya. Anak biasanya menganggap dirinya penyebab kemarahan orang tuanya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Para ayah perlu mengekspresikan perasaan-perasaannya. Tidak hanya ekspresi marah, tetapi juga sedih dan frustrasi. Laki-laki yang mencari dan mendapat dukungan emosi dari keluarga akan mengalami kehidupan keluarga yang harmonis.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;em&gt;Mencegah Kekerasan Domestik&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;Anak laki-laki butuh ayah yang dapat dijadikan contoh baik, karena ia lebih tertarik meniru ayah. Anak laki-laki ingin mengamati ayahnya setiap saat, juga dalam hal mengendalikan emosi.&lt;br /&gt;Anak laki-laki belajar memperlakukan perempuan dengan mengamati ayah. Seorang ayah yang menghormati dan memperlakukan istri dengan baik, akan ditiru anak laki-lakinya. Begitu pula bila ayah memperlakukan istri dengan kasar dan sering mencaci, anak laki-laki akan memperlakukan perempuan dengan cara sama. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Pencegahan terjadinya domestic violence, kekerasan dalam rumah tangga, dapat dengan cara mendidik anak laki-laki dalam keluarga dimana ayah dan ibu saling menghormati, mencintai dan mendukung. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Sumber : Ayah Bunda&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116071259170103714?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116071259170103714/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116071259170103714' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071259170103714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071259170103714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/apa-yang-dibutuhkan-anak-laki-laki.html' title='Apa yang Dibutuhkan Anak Laki-laki dari Ayahnya?'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116071154578275006</id><published>2006-10-12T20:50:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T20:52:25.893-07:00</updated><title type='text'>Bulan-Bulan Pertama Sebagai Ayah</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kegembiraan sebagai ayah baru bisa saja berubah karena benak Anda tersusupi kecemasan dan rasa khawatir. Bagaimana agar rasa bahagia sebagai ayah baru tetap menghuni relung hati Anda?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Wajar saja jika kegembiraan Anda setelah mendapatkan si kecil   dihinggapi sejumlah kecemasan dan rasa khawatir. Anda tidak sendiri. Ayah-ayah baru lainnya pun bisa saja memiliki kekhawatiran yang sama. Akankah bayi ini menyukai saya?   Akankah saya terlibat dalam kehidupan anak? Akankah saya dapat terlibat dalam pengasuhan seperti yang saya inginkan? Adakah yang harus saya korbankan agar hal itu tercapai? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;M&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;engenal perkembangan anak&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;                  Mengenali perkembangan dan pertumbuhan si kecil bisa menjadi langkah pertama yang dapat Anda lakukan untuk mengurangi berbagai kecemasan. Setidaknya, Anda dapat melakukan sesuatu untuk si kecil sehingga pertanyaan: “Apa yang dapat saya lakukan untuk terlibat dalam pengasuhan si kecil”, terjawab. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setelah itu, kedekatan Anda dengan si bayi baru bisa membuat Anda dicintainya. Apa yang dapat Anda lakukan? Sentuh atau gendonglah si kecil sesering mungkin, bukan hanya ketika Anda merasa wajib membantunya. Misalnya, ketika ia menangis karena lapar dan haus atau basah karena mengompol. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Namun wajar-wajar saja jika pada awalnya Anda khawatir menggendong si kecil. Pada usia 1 bulan tubuh si kecil memang tampak sangat rapuh. Tidak sedikit ayah yang enggan menggendong bayi kecilnya karena takut tangan besarnya menyakiti bayi, misalnya. Untuk ini, kumpulkan sebanyak mungkin informasi mengenai cara menggendong bayi yang tepat. Ada baiknya Anda lakukan hal ini jauh hari sebelum kelahiran bayi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Saat menggendong atau memandanginya, coba perhatikan ada berbagai refleks ditunjukkan bayi Anda pada bulan-bulan awal hidupnya. Refleks-refleks tersebut adalah refleks mengisap, re fleks menggenggam, refleks Moro, refleks menghentak dan refleks otot leher. Anda dapat mempergunakan ciri khas ini untuk memberikan stimulus yang sesuai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Perkembangan lain yang perlu Anda ketahui adalah, dari sisi persepsi sensori, bayi mampu memfokuskan pandangan pada objek yang terletak di depannya dalam waktu yang singkat. Ia juga mampu merespons suara dengan menangis atau diam. Ia juga senang melihat warna yang kontras seperti hitam dan putih. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sedangkan dari sisi psikologis, bayi akan sangat responsif dan gembira melihat dan mendengar pengasuh utamanya. Yaitu, ibunya, Anda sebagai ayahnya, atau pun si pengasuh. Buah hati Anda akan tenang saat diangkat dari tempat tidurnya, misalnya. Ayah dapat menggunakan kesempatan ini untuk membina kedekatan dengan buah hatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Hari-hari si kecil&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bayi baru lahir umumnya menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Ayah tak perlu khawatir jika bayi mengeluarkan suara yang cukup keras dalam beberapa waktu selama tidur.&lt;br /&gt;Selain itu, hari-hari si kecil diwarnai tangisnya. Menangis memang merupakan cara bayi berkomunikasi. Bersama pasangan Anda dapat mengenali berbagai jenis tangisnya. Kapan tangis yang berarti lapar, minta dikeringkan dari ompolnya, atau hanya ingin ditimang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;              Tak kalah penting adalah membantu pasangan mengenal proses sekresi dan perasaannya yang tak stabil. Mengingat makan atau minumnya belum berjadwal khusus, sekresi juga tak dapat dipastikan. Perasaannya pun demikian, semenit tenang, kooperatif dan kemudian berteriak pada menit berikutnya.   &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;              Memijat bayi dapat pula Anda lakukan. Apalagi dalam beberapa tahun terakhir ini, sebagaimana ditulis situs infantmassage, keterlibatan ayah dalam memberikan pengalaman perabaan pada bayi baru lahir melalui memijat bertambah. Jadi, ayah tak lagi hanya bisa mengganti diaper , memberi susu botol, memandikan, memeluk dan mengayun bayinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;              Mengenal si kecil membantu Anda dekat dengannya dan sekaligus bersama-sama pasangan terlibat dalam pengasuhan. Anda akan melihat dan menemukan kegembiraan yang tidak pernah Anda bayangkan sebelumnya pada bayi Anda, istri dan Anda sendiri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff6666;"&gt;Fakta &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila ibu lebih khawatir akan isu yang fungsional seperti perut yang nampak jelek setelah melahirkan atau jadwal menyusui, ayah lebih khawatir dengan penampilan bayi. Seperti: “Mengapa bayi saya berjerawat mukanya? Mengapa kulit kepala bayi saya mengelupas?” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Ayah Bunda&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116071154578275006?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116071154578275006/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116071154578275006' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071154578275006'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071154578275006'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/bulan-bulan-pertama-sebagai-ayah.html' title='Bulan-Bulan Pertama Sebagai Ayah'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116071106989770612</id><published>2006-10-12T20:38:00.000-07:00</published><updated>2006-10-12T20:44:30.076-07:00</updated><title type='text'>Tipe Ibu Apakah Anda?</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#003300;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Ibu Pelindung, Powerful , Kreatif atau Penuh Target&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pasti Anda ingin tahu, tipe ibu seperti apakah Anda? Berbekal pemahaman ini Anda dapat lebih waspada pada “kelemahan” Anda dalam mengasuh anak dan selalu yakin pada “kekuatan” yang Anda miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisihkan waktu Anda sekitar 5 menit. Ambillah pensil, lalu coret pada jawaban yang Anda pilih. Anda akan menemukan jawabannya di akhir halaman. Jika lebih banyak jawaban (A) yang Anda coret, Anda termasuk dalam tipe ibu A dan seterusnya (Lihat pada masing-masing boks). Tetapi jika ada dua jawaban atau lebih yang sama banyaknya (misalnya, A dan B, atau A, B dan C), maka Anda adalah ibu tipe E. Usahakan untuk tidak melihat boks jawaban terlebih dahulu, agar jawaban yang muncul tidak bias. Namun Anda tak perlu terpaku pada nilai-nilai minus yang mungkin tidak benar-benar mewakili diri Anda yang sebenarnya. Selamat mencoba!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anda mengunjungi seorang sahabat bersama si 3 tahun. Mainan apa yang Anda bawa?&lt;br /&gt;A. Sebuah boneka tangan&lt;br /&gt;B. Sebuah boneka hewan lembut&lt;br /&gt;C. Satu set puzzle kayu besar&lt;br /&gt;D. Sekotak krayon untuk mewarnai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pada suatu hari, sepulang bermain di taman bermain, anak Anda menangis meraung-raung dan mengadu bahwa ia dipukul temannya. Apa reaksi Anda?&lt;br /&gt;A. Anda memberi dukungan kepada si kecil dengan mengatakan, “Jika ada yang merebut mainan ini dari kamu, kamu harus melindungi dirimu sendiri.”&lt;br /&gt;B. Anda berkata dengan gusar, “Tunjukkan pada Ibu, mana anak yang memukulmu!”&lt;br /&gt;C. Anda bertanya dengan hati-hati kepada si kecil, “Apakah kamu melakukan sesuatu pada anak itu sehingga ia memukul kamu?”&lt;br /&gt;D. Anda berbisik dengan lembut, “Kamu tahu tidak… kita bisa bermain petak umpet bersama dan kita kembalikan mainan ini, yuk!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Seandainya Anda seorang penulis buku cerita anak dan sedang diwawancarai wartawan, apa jawaban Anda ketika ditanya, “Buku apa yang akan Anda tulis selanjutnya?”&lt;br /&gt;A. Bino Masuk Taman Kanak-kanak , sebuah cerita anak tentang bocah laki-laki yang akhirnya memperoleh banyak teman setelah melalui masa awal yang sulit.&lt;br /&gt;B. Tina dan Kucingnya , cerita tentang seorang gadis yang sedih karena kucingnya pergi dan tak kembali. Semua temannya turut mencari kucing yang hilang.&lt;br /&gt;C . ABC, puisi berima atau cerita pendek untuk menjelaskan alfabet.&lt;br /&gt;D. Hewan-hewan di Laut , sebuah buku bergambar dengan ilustrasi yang menarik dan berwarna-warni indah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Dalam kasus atau urusan apa Anda paling kesal pada suami Anda?&lt;br /&gt;A. Pada saat ia memanjakan si kecil tanpa batas dan membantu menyelesaikan semua masalah yang dihadapinya.&lt;br /&gt;B. Pada saat ia tak mau memeluk atau mencium si kecil, hanya agar anak Anda tak menjadi terlalu manja atau terlalu lembut.&lt;br /&gt;C. Pada saat ia bercerita tentang keberhasilannya dalam menyontek pelajaran sekolah saat masih kecil.&lt;br /&gt;D. Pada saat ia menuntut si kecil bersikap sedemikian bijaksana seperti halnya orang dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Anda sedang menunggui si kecil di TK bersama ibu teman-teman sekelasnya. Tipe ibu yang bagaimana yang membuat Anda kesal?&lt;br /&gt;A. Ibu yang selalu mengambil alih semua tugas anaknya dan membawakan semua keperluan anak.&lt;br /&gt;B. Ibu yang hanya berpikir tentang dirinya sendiri, mengabaikan anak dan kebutuhannya.&lt;br /&gt;C. Ibu yang berpendapat, anaknya yang paling menonjol dan paling hebat di antara teman-temannya.&lt;br /&gt;D. Ibu yang membesarkan anak dengan berbagai aturan secara keras dan ketat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Terlepas dari bakat dan kondisi anak Anda saat ini, menurut Anda si kecil lebih cocok berprofesi sebagai…&lt;br /&gt;A. Pengacara&lt;br /&gt;B. Dokter atau psikolog&lt;br /&gt;C. Ahli kelautan atau arkeolog&lt;br /&gt;D. Seniman atau disainer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menurut Anda, cabang olahraga apa yang terbaik untuk putra Anda?&lt;br /&gt;A. Cabang olahraga atletik ringan&lt;br /&gt;B. Tenis&lt;br /&gt;C. Bola voli&lt;br /&gt;D. Sepak bola&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bagaimana sahabat Anda memuji Anda sebagai pribadi?&lt;br /&gt;A. Anda adalah pribadi yang terbuka dan jujur.&lt;br /&gt;B. Anda dapat berbaur dengan mudah dalam lingkungan dan mudah menerima kekurangan orang lain.&lt;br /&gt;C. Orang lain dapat mengandalkan diri Anda seratus persen.&lt;br /&gt;D. Dengan saya, hari-hari tidak pernah membosankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Anak Anda masuk TK hari pertama. Guru seperti apa yang Anda bayangkan akan diperoleh si kecil?&lt;br /&gt;A. Seorang guru yang sangat memberikan keyakinan bahwa si kecil bisa mengerjakan tugas-tugas, yang menguatkan rasa percaya diri anak.&lt;br /&gt;B. Seorang guru yang sangat penyayang, perhatian dan pelindung.&lt;br /&gt;C.Seorang guru yang sadar akan tugas yang harus dilakukannya dalam kelas dan sesekali mendampingi anak untuk mengajarkan sesuatu.&lt;br /&gt;D. Seorang guru yang menstimulasi anak didik dengan berbagai bahan dan&lt;br /&gt;alat peraga secara menarik, melalui kegiatan bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Apabila Anda berkesempatan menitipkan si kecil pada orang yang Anda percaya, bagaimana Anda menggunakan kesempatan itu bersama suami?&lt;br /&gt;A. Pergi bersama suami ke sebuah pesta dan benar-benar menikmati&lt;br /&gt;suasana yang berlangsung, makanan, dan tertawa bersama teman lama.&lt;br /&gt;B. Berkencan bersama suami dan menghabiskan waktu untuk&lt;br /&gt;berbincang-bicang mengenai berbagai hal menarik dan romantis.&lt;br /&gt;C. Pergi bersama suami ke sebuah konser musik atau pertunjukan&lt;br /&gt;teater atau menonton film menarik di bioskop.&lt;br /&gt;D. Keluar rumah bersama suami, sekadar berjalan-jalan ke&lt;br /&gt;tempat-tempat yang indah dan menarik. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#006600;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;JAWABAN :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;&lt;strong&gt;Tipe A: Ibu Powerful&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban lebih banyak A , Anda masuk dalam tipe ibu powerful. Tak dapat dipungkiri, Anda adalah ibu yang kuat. Selalu berkata-kata tegas dan yakin tentang apa yang Anda inginkan dan apa yang tak berkenan. Anda hampir selalu diminta mengorganisasikan kegiatan bersama di TK atau di antara ibu-ibu teman si kecil yang baru bisa merangkak. Sebab, Anda adalah orang yang paling dapat Anda andalkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tipe ibu seperti ini cenderung menempatkan kekuatan sebagai sesuatu yang penting dalam membesarkan anak. Anda berusaha mengajarkan berbagai keterampilan agar si kecil dapat mengatasi masalah dan tak menjadi lemah ketika menghadapi kesulitan. Tak mustahil, sejak dini, Anda akan mengajak si kecil berenang agar ia terampil sejak dini. Dengan dukungan yang Anda berikan, Anda hendak membesarkan anak yang memiliki pribadi kuat, yakin pada diri sendiri dan berani. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Meskipun Anda tak punya kesulitan menghadapi berbagai dilema dan kesulitan, tetapi tetap saja Anda memiliki kelemahan. Anda sulit menerima kelemahan anak Anda. Anda memberi reaksi berlebihan jika menemukan anak Anda pemalu atau si kecil tak berani bertindak saat mainannya direbut. Padahal, pada situasi seperti ini anak membutuhkan pengertian Anda. Berusahalah untuk memberikan si kecil kebebasan untuk membuat keputusan, “setuju” atau “tidak setuju” terhadap sesuatu. Dengan demikian Anda membantu anak   membangun keyakinan diri yang sejati.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tipe B: Ibu Pelindung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;        Jawaban lebih banyak B, Anda bertipe pelindung. Anda adalah ibu yang penuh cinta, hangat dan tak ragu memperlihatkan kasih sayangnya pada keluarga. Anda ibu yang penolong, penuh empati dan merasa bersalah apabila Anda tak dapat memenuhi permintaan bantuan orang lain. Anda juga pendengar sekaligus pemberi saran yang baik. Anda ibu yang peka dan selalu tahu bila anak membutuhkan Anda, sehingga Anda selalu ada untuk anak-anak di saat yang tepat: mengantar si kecil bersama teman-teman di TK ke Kebon Binatang atau menjadi wakil orang dan wali murid saat tak ada orang tua yang mau mencalonkan diri. Anda selalu mau menerima tugas-tugas orang tua tanpa mengeluh. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;        Tentu saja Anda akan mengutamakan keterampilan bersosialisasi sebagai sesuatu yang penting bagi anak. Anda selalu berhasil membujuk atau menenangkan si kecil yang sedang sedih. Meskipun Anda cenderung mengutamakan ketentraman dan lebih memilih untuk menghindari perselisihan, Anda juga bisa berubah secara tiba-tiba. Anda bisa menjadi singa betina yang galak saat ada yang hendak mengusik buah hati Anda. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;        Sejauh ini mungkin semuanya baik-baik saja. Hanya saja, cobalah Anda tidak selalu sekonyong-konyong memberikan uluran tangan pelindung pada anak. Tak perlu Anda mengurus semua kebutuhannya sampai ke hal-hal kecil. Tunggulah sejenak, sampai anak dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Anak Anda sebenarnya lebih kuat dari yang Anda kira, lho.  &lt;br /&gt;--------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tipe C: Ibu Penuh Target&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anda ibu penuh target jika Jawaban Anda lebih banyak C . Apa saja yang Anda lakukan, biasanya, berakhir dengan sebuah sukses. Bukan karena keberhasilan itu senantiasa singgah pada Anda, tetapi semua yang dilakukan memang didasarkan pada usaha dan Anda pantas menerimanya. Kesuksesan Anda adalah kombinasi dari totalitas dan disiplin. Anda memiliki ambisi yang sehat, karena selalu yakin, apabila ingin mencapai hasil terbaik, Anda harus berusaha. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tak heran, jika Anda tak hanya muncul sebagai wanita yang berhasil, namun Anda juga berhasil dalam beberapa pencapaian dalam urusan anak. Anda selalu berhasil mengatasi masalah anak, karena selalu mencari informasi terbaru dari berbagai sumber. Dengan begitu Anda tahu persis si kecil kini berada di tahapan apa. Anda tak hanya melatih si kecil menjadi anak yang selalu bersabar, berjiwa seni dan juga selalu rajin, Anda pun konsekuen. Anda adalah ibu yang juga menjadi teladan anak-anak. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, Anda harus hati-hati. Jangan hanya mengukur anak atau melihatnya dari satu sisi. Jangan terlalu berpegang pada apa yang diuraikan dalam buku-buku dan sumber informasi lain. Setiap anak adalah unik, sehingga anak memiliki ritme tahapan perkembangan dan pertumbuhan masing-masing. Yang perlu Anda lakukan sebagai orang tua adalah improvisasi. Cobalah untuk tidak senantiasa menuntut anak mencapai target-target yang selama ini Anda pahami secara teoritis. Jangan lupa pula untuk senantiasa memberi sentuhan kehangat pada anak, dan membebaskannya dari tekanan untuk selalu mencapai target-target Anda.&lt;br /&gt;------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tipe D: Ibu Kreatif&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Jawaban Anda lebih banyak D , Anda ibu kreatif. Jika Anda tak terlalu suka menjalani hanya satu pola piker dan lebih suka belajar sambil menjalani tugas sebagai orang tua, bisa dipastikan Anda tipe ibu kreatif. Rutinitas bagi Anda juga menjadi musuh utama. Yang Anda cari adalah spontanitas. Anda kerap memanfaatkan kelebihan Anda dalam menjalani seni menjadi orang tua dengan banyak aktivitas, permainan dan ide-ide menarik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Fantasi dan kreativitas Anda memperkaya si kecil. Anda mendidik dan mengajarkan nilai-nilai dengan cara-cara yang tak terpikirkan dan menyenangkan. Cara Anda mengatasi masalah dan menghadapi anak selalu berubah-ubah dari hari ke hari. Anda sangat menikmati kegiatan orang tua menghias ruang kelas TK si kecil dengan berbagai pernik menarik, juga membuatkan kostum khusus untuk karnaval anak-anak. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Anda memiliki hubungan pertemanan yang baik dengan si buah hati. Namun, tampaknya, menjadi orang tua yang terlalu longgar juga kurang menguntungkan untuk perkembangan anak. Anak membutuhkan rutinitas dan ritual agar menjadi pribadi yang disiplin, mampu mengikuti aturan main dan memiliki komitmen. Tentu saja, kreativitas dibutuhkan di rumah bersama anak. Terlalu longgar menghadapi si kecil membuat hidup menjadi penuh warna, sekaligus membingungkan. Mendidik anak butuh keseimbangan antara spontanitas dan ritual.&lt;br /&gt;-------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tipe E: Ibu Kombinasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;        Jika jawaban Anda tidak merupakan dominasi dari salah satu A, B, C atau   D melainkan berimbang misalnya, A dan B dan seterusnya, Anda tak mewakili satu tipe tertentu, melainkan memiliki beberapa ciri dari dua tipe atau lebih yang telah disebutkan. Anda adalah pribadi yang memiliki banyak sisi: sisi yang kuat, penuh kasih, spontan tapi terkadang juga sangat berpedoman pada teori dalam membesarkan anak. Pada dasarnya, sangat menguntungkan jika Anda memiliki banyak sisi dalam kehidupan menjadi ibu. Anak Anda terhindar dari kebosanan akibat rutinitas tetapi juga sangat tahu aturan main. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;        Untuk lebih mengetahui kecenderungan tipe yang menggambarkan diri Anda, Anda mungkin dapat menghitungkan kembali jumlah terbanyak dari jawaban A, B, C, atau D. Kemudian Anda akan dapat menyingkap kelebihan serta kelemahan Anda yang sedikit perlu diperbaiki. Perhatikan nilai-nilai plus yang Anda miliki tanpa mengabaikan sisi yang sedikit kurang untuk dievaluasi. &lt;/p&gt;&lt;em&gt;Sumber : Ayah Bunda&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116071106989770612?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116071106989770612/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116071106989770612' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071106989770612'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116071106989770612'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/tipe-ibu-apakah-anda.html' title='Tipe Ibu Apakah Anda?'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116044833947900729</id><published>2006-10-09T19:42:00.000-07:00</published><updated>2006-10-09T19:45:39.556-07:00</updated><title type='text'>Mencegah Kenaikan Berat Badan Selama Berpuasa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bukan jarang terjadi selama menjalani ibadah puasa badan bertambah gemuk. Tentu ada yang keliru dalam cara kita menyantap makanan dan minuman selama kita berpuasa. Adakah kiat bagaimana yang tidak kita harapkan itu tak perlu terjadi? Mari kita memperbincangkannya di bawah ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Agar berpuasa tidak menambah berat badan kita.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Hemat medik dalam hal berpuasa seyogyanyalah tetap disikapi sebagai hanya memindahkan jadwal makan dan minum belaka. Namun apabila sikap sehat semacam itu tidak diberpihaki, sedikit banyak berat badan sehabis berpuasa akan melebihi keadaan sebelum berpuasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kalau berpuasa disikapi dengan menambah porsi makan, dan jenis menu yang dikonsumsi berubah menjadi tinggi kalori, maka hampir pasti puasa bakal menghasilkan kegemukan. Maka kiatnya tentu tetap memelihara porsi makan sebagaimana sebelum berpuasa, selain pilihan menu pun bukanlah jenis yang tinggi muatan kalorinya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Tidak menambah jumlah kalori yang dikonsumsi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selama berpuasa tubuh kita membutuhkan kalori yang sama besar dengan pada waktu tubuh tidak dibawa berpuasa. Bila aktivitas kita selama berpuasa dikurangi, mestinya justru akan mengurangi kebutuhan kalori tubuh. Itu berarti, setiap kelebihan kalori yang masuk selama berpuasa, akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak di bawah kulit. Lemak di bawah kulit itu yang akan menambah berat badan. Maka kendati hanya dua kali makan, porsinya tidak boleh melebihi menu harian yang tiga kali makan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Porsi tetap namun dapat memberi kalori lebih banyak kepada tubuh, bila jenis menunya berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kerancuan begini yang kerap terjadi selama menjalani ibadah puasa. Merasa porsi makannya tidak ditambah, namun kok tetap saja badan masih melar juga. Mengapa?&lt;br /&gt;Oleh karena setiap menu memiliki muatan kalori yang tidak sama. Segelas es krim lebih banyak kalorinya dibanding segelas air sirop. Sepotong keju lebih tinggi kalorinya daripada sepotong tahu. Sekerat alpokat lebih besar kalorinya ketimbang sekerat semangka. Agar kalori yang masuk tidak berlebih, porsi jenis menu yang berkalori tinggi harus dikonsumsi lebih sedikit dibanding mengkonsumsi menu yang berkalori rendah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Menu berkalori tinggi dan menu berkalori rendah.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menu harian ada yang berkalori tinggi, seperti semua menu berlemak (gorengan, santan, daging berlemak, jerohan), ada juga yang berkalori rendah (makanan pokok: beras, ubi, sagu, jagung). Sama halnya dengan sumber makanan berprotein (telur, ikan, tahu, tempe, daging), sumber makanan dari karbohidrat (nasi, ubi, mi, jagung, sagu) hanya memberikan 4 kilokalori/Gram bahan. Sedangkan sumber makanan berlemak (minyak goreng, santan, lemak daging) memberikan 9 kilokalori/Gram bahan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jadi untuk mendapatkan jumlah kalori yang sama dengan yang diperoleh dari sumber makanan karbohidrat maupun protein, kalau ingin menukarnya dengan menu berlemak, cukup mengonsumsi separuh dari porsi menu yang berasal dari karbohidrat atau protein.&lt;br /&gt;Namun gizi seimbang tidak bisa ditukar sesederhana begitu. Dalam menu sehari kita tidak cukup mengisinya dengan kalori yang berasal hanya dari mengkonsumsi karbohidrat saja, atau lemak saja, atau protein saja, untuk menggantikan tugas menu sumber makanan lainnya. Semua jenis sumber bahan makanan berkarbohidrat, berlemak, dan berpotein, harus tersedia secara lengkap setiap hari dalam menu kita, dan takarannya pun diatur seimbang sesuai dengan kebutuhan tubuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebagian besar kalori harian kita seharusnya diperoleh dari karbohidrat (nasi, sagu, jagung), sebagian lebih kecil dari lemak dan protein. Tidak boleh semuanya hanya berasal dari protein saja, atau dari lemak saja, atau hanya dari karbohidrat saja, misalnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Sahur sebaiknya dengan jenis menu berkarbohidrat tinggi, bukan gula jadi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Menu sahur sebaiknya bukan gula jadi (gula pasir, madu, sirop) melainkan menu berkarbohidrat, seperti nasi, ubi, mi, jagung, sagu, atau sereal. Mengapa? Karena gula jadi akan langsung diserap, sehingga proses menjadi lekas laparnya lebih cepat terjadi dibanding apabila waktu sahur kita mengkonsumsi bukan gula jadi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Nasi dan sejenisnya tidak langsung diserap oleh tubuh, melainkan perlu waktu untuk mengubahnya dulu menjadi gula jadi glukosa sebelum diserap oleh tubuh. Maka oleh karena seperti itu yang terjadi, kita tidak lekas merasa lapar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Gula jadi dalam sirop, kolak, manisan memberi andil untuk terjadinya kelebihan kalori tubuh selama berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ya, dikarenakan gula jadi dalam sirop, kolak, manisan dan menu serba manis lebih banyak dikonsumsi, maka terasa lebih lekas meredakan rasa lapar, dan itu yang mendorong kita makan lebih banyak . Padahal menu dari jenis ini sering mendominasi menu selama berpuasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Selain pilihan menu serba manis yang juga dikonsumsi sewaktu berbuka puasa, rata-rata porsi menu serba manis juga tanpa terasa cenderung dikonsumsi berlebihan. Segelas sirop terasa lebih pas mengatasi dahaga dibanding segelas air putih belaka. Semangkuk kolak pisang bisa jadi lebih besar kalorinya dibanding sepiring nasi. Belum kelebihan kalori dari santan, dan ekstra lauk yang ditambahkan ke dalam menu khas puasa saat berbuka puasa. Maka, batasilah yang serba manis, atau kalau tetap ingin memilih yang serba manis, kurangi porsi nasi, mi, ubi, sagu, jagung, atau serealnya, agar berpuasa tidak sampai menambah bobot tubuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#330099;"&gt;Sumber : Sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116044833947900729?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116044833947900729/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116044833947900729' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116044833947900729'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116044833947900729'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/mencegah-kenaikan-berat-badan-selama.html' title='Mencegah Kenaikan Berat Badan Selama Berpuasa'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116044800926259305</id><published>2006-10-09T19:37:00.000-07:00</published><updated>2006-10-09T19:40:09.406-07:00</updated><title type='text'>Coklat Kunci Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Coklat sangat menarik perhatian kita karena rasanya yang manis dan meleleh di dalam mulut pada saat dimakan. Sekarang ini coklat hadir dalam berbagai macam bentuk dan rasa. Tidak salah memang kalau ada banyak sekali penggemar coklat di dunia ini. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Sejarah Coklat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Coklat berasal dari biji coklat dan sudah dinikmati orang selama berabad-abad. Sejarah coklat sudah ada sejak tahun 200 SM sampai sekarang. Nama ilmiah dari pohon coklat adalah "&lt;em&gt;Theobroma Cacao&lt;/em&gt;" yang berarti "makanan para dewa". Pada tahun 1519, Hernanco Cortez mencicipi "Cacahuatt", minuman coklat yang disukai oleh Montezuma II, raja terakhir suku Aztec. Cortez memperhatikan bahwa orang-orang Aztec menganggap biji coklat ini sebagai harta yang tak ternilai. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Kemudian, Cortez membawa biji coklat kembali ke Spanyol dimana minuman coklat dibuat, disajikan panas dengan tambahan pemanis. Resep tersebut dirahasiakan, dan hanya bangsawan saja dapat menikmatinya. Lama-kelamaan, rahasia tersebut terbuka dan kemasyuran minuman tersebut tersebar ke negara lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Kabar Baik Tentang Coklat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Di tahun 1993, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pennsylvania State University, AS berkesimpulan bahwa stearic acid, asam lemak jenuh yang ada di dalam coklat, tidak membuat kadar kolesterol dalam darah menjadi tinggi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Penelitian terakhir juga menunjukkan kemungkinan coklat mengandung anti-oksidan yang baik bagi kesehatan kita seperti yang ditemukan dalam anggur merah. Di tahun 1996, sebuah majalah yang beredar di A.S. melaporkan bahwa coklat bubuk dan coklat mengandung kadar senyawa phenolic yang tinggi, yang bersifat anti-oksidan. Juga, senyawa tersebut dapat berguna untuk mengurangi resiko sakit jantung koroner. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Rasa Senang&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Serotonin dan Endorphin adalah dua konduktor saraf yang paling dikenal. Serotonin dapat membuat orang tenang dan rileks. Kadar serotonin yang rendah di dalam otak membuat orang ingin makan makanan bertepung dan makanan yang manis seperti coklat. Ini karena makanan yang mengandung kadar karbohidrat yang tinggi dapat meningkatkan kadar serotonin dalam otak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Endorphin dipercayai sebagai konduktor "rasa senang". Kebalikkan dari Serotonin, kadar Endorphin dipengaruhi oleh lemak, jadi mengkonsumsi makanan berlemak dapat meningkatkan kadar Endorphin dan membangkitkan mood seseorang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Setiap individu berbeda kondisi kesehatannya. Sebagian individu mungkin alergi terhadap salah satu atau beberapa bahan makanan tertentu. Sesuaikan bahan makanan yang digunakan dengan kondisi kesehatan anda. Perhatikan baik-baik selalu bahan-bahan yang tercantum dalam setiap kemasan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#ff0000;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;color:#330099;"&gt;Sumber : Sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116044800926259305?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116044800926259305/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116044800926259305' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116044800926259305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116044800926259305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/coklat-kunci-kebahagiaan.html' title='Coklat Kunci Kebahagiaan'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116044768983075237</id><published>2006-10-09T19:32:00.000-07:00</published><updated>2006-10-09T19:46:40.313-07:00</updated><title type='text'>Membiasakan Si Kecil Hidup Sehat</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setiap orang tua tentunya mengharapkan yang terbaik bagi anak-anaknya. Pemenuhan gizi yang seimbang, lingkungan yang sehat dan bersih serta pendidikan yang baik, merupakan hal penting yang selalu diupayakan agar si kecil dapat memiliki masa depan yang cerah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tetapi ada hal penting lainnya yang seringkali terlupakan, yaitu membiasakan si kecil hidup sehat. Hal ini mungkin terdengar sepele, tetapi pola hidup sehat yang diterapkan sejak usia dini dapat membuat anak tumbuh lebih sehat dan aktif. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Untuk menerapkan pola hidup sehat pada si kecil, mulailah dari hal-hal sederhana yang dilakukan secara rutin sehingga mereka akan terbiasa, seperti: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Membiasakan sarapan pagi&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sarapan pagi sangat penting agar si kecil memiliki energi yang cukup untuk beraktivitas hingga siang hari. Bagi anak yang sudah memasuki usia sekolah, sarapan pagi berguna untuk meningkatkan konsentrasi mereka dalam belajar. Jika si kecil enggan sarapan karena malas atau belum merasa lapar, hidangkan makanan yang mereka sukai, seperti sereal dan susu yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi lengkap atau roti panggang dengan selai kacang. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Mengkonsumsi sayuran, buah dan susu&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#000000;"&gt;Sayuran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;span style="color:#000000;"&gt;mungkin&lt;/span&gt; jenis makanan yang paling dijauhi oleh si kecil, karena mereka mungkin lebih menyukai makanan gurih berlemak seperti fried chicken atau french fries. Padahal, konsumsi makanan berlemak secara berlebihan dapat menyebabkan si kecil menderita obesitas. Untuk itu, sajikan sayuran sebagai menu utama dengan berbagai variasi agar si kecil mau mengkonsumsinya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berikan pula buah-buahan segar sebagai pengganti camilan untuk memenuhi kebutuhan vitamin dan mineral mereka. Dan, biasakan pula si kecil minum dua gelas susu setiap hari untuk memenuhi kebutuhan kalsiumnya. Selain membantu pertumbuhan tulang mereka, mengkonsumsi susu secara teratur juga dapat mencegah penyakit osteoporosis di usia dewasa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Berolahraga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Luangkan waktu Anda untuk berolahraga bersama si kecil. Ajaklah ia bermain lempar bola, atau jika sudah agak besar, ajaklah bersepeda atau berenang. Jadikanlah olahraga sebagai aktivitas rutin Anda sekeluarga setiap minggu. Si kecil pun akan akan terbiasa untuk melakukan aktivitas fisik yang berguna untuk menguatkan tulang mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#ff0000;"&gt;Mencuci tangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mencuci tangan adalah langkah pertama untuk mencegah tersebarnya kuman, seperti bakteria dan virus. Latihlah si kecil untuk selau mencuci tangan setiap kali akan makan, sesudah dari kamar mandi, sehabis bermain dengan binatang peliharaan dan setelah bermain di luar rumah. Berikut adalah cara mencuci tangan yang baik dan benar: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Cucilah tangan dengan air hangat untuk membunuh kuman&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Kemudian gosoklah tangan dengan sabun selama 10 hingga 15 detik&lt;br /&gt;Basuh, dan keringkan dengan handuk bersih Peran Anda sebagai orang tua akan sangat menentukan pola hidup sehat pada anak. Untuk itu, bimbinglah si kecil dan berikan contoh nyata cara hidup sehat dalam keseharian, terutama saat Anda di rumah bersama mereka. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;color:#330099;"&gt;Sumber : Sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116044768983075237?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116044768983075237/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116044768983075237' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116044768983075237'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116044768983075237'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/membiasakan-si-kecil-hidup-sehat.html' title='Membiasakan Si Kecil Hidup Sehat'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116044729325308643</id><published>2006-10-09T19:25:00.000-07:00</published><updated>2006-10-09T19:28:13.340-07:00</updated><title type='text'>Tetap Bugar di Kala Haid</title><content type='html'>Bagi banyak wanita, masa datang bulan merupakan masa yang paling menyiksa. Namun sakit tersebut bisa dikurangi dengan cara yang tergolong sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika menjelang haid, wanita selalu merasakan perubahaan mood, keram dan pegal-pegal, diare atau konstipasi (susah buang air besar), jerawat, dan kelelahan. Sebagian besar dari gejala-gejala tersebut mengarah pada apa yang disebut &lt;em&gt;premenstrual syndrome&lt;/em&gt; (PMS).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sakit saat menstruasi memang sering dialami oleh kebanyakan wanita. Hal itu lumrah saja, karena saat itu terjadi pelepasan endometrium (selaput lendir rahim) disertai pendarahan yang dikeluarkan lewat vagina. Selain tidak nyaman, gangguan masa menstruasi ini tentu amat mengurangi aktifitas dan produktifitas Anda. Bagaimana cara mengatasinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejumlah pakar menyarankan Anda untuk mengubah 'sedikit' gaya hidup Anda. Samantha Brody, N.D, yang juga seorang dokter spesialis kesehatan wanita di Portland, Oregon, menyatakan agar melakukan diet yang banyak mengandung buah-sayur mayur dan serat.&lt;br /&gt;Makanan yang mengandung kedelai, seperti tahu, miso dan susu kedelai dapat membantu tubuh mengatasi perubahan hormonal selama siklus menstruasi. Anda juga harus mengurangi konsumsi garam dan gula. Olahraga teratur juga akan bermanfaat untuk mengendalikan PMS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#00cccc;"&gt;Olahraga apa yang bisa dilakukan di kala haid?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Jogging dan Bersepeda&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jogging dan bersepeda Setidaknya 2 sampai 3 kali dalam seminggu bisa mengurangi derita karena haid. Lakukanlah selama 20 menit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Aerobik&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Aerobik dapat meningkatkan denyut jantung sehingga membuat Anda berkeringat. Kadar endorfin dalam tubuh akan meningkat, sehingga bisa membunuh nyeri alami dalam tubuh. P)lepasan endorfin akan membantu mengurangi nyeri kram saat menstruasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengurangi nyeri saat menstruasi, lakukanlah olahraga secara teratur, tidak hanya di kala haid saja. Dengan berolahraga secara teratur, tubuh Anda akan tetap fit dan sehat. Bila perlu konsultasikanlah pada dokter Anda sebelum melakukan latihan. Selamat mencoba! ***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sumber : sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116044729325308643?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116044729325308643/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116044729325308643' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116044729325308643'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116044729325308643'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/tetap-bugar-di-kala-haid.html' title='Tetap Bugar di Kala Haid'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116044706903610745</id><published>2006-10-09T19:23:00.000-07:00</published><updated>2006-10-09T19:24:29.253-07:00</updated><title type='text'>Saat Si Kecil Membantu Ibu di Dapur</title><content type='html'>Jangan putus asa jika buku masak atau tips dari ahli masak sudah tidak dapat lagi membantu Anda lebih kreatif di dapur. Kali ini ajaklah si kecil membantu Anda memasak. Percayalah, ia tidak akan menolak karena "beraksi" di dapur akan sangat menyenangkan. Dan…Anda juga dapat mencontek ide masakan dari si kecil!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi sebelum mengajaknya ke dapur, pertimbangkan pula usia dan kemampuan si kecil memahami aturan sederhana yang akan Anda buat, mengingat dapur adalah salah satu ruangan dalam rumah yang paling berbahaya. Di ruangan ini, benda tajam seperti pisau dan garpu mudah ditemukan. Dan alat dapur elektronik seperti microwave, mixer, magic jar dan lainnya dapat menjadi benda menarik yang ingin ia sentuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski setiap anak memiliki kemampuan yang berbeda dan tidak ada patokan usia yang menentukan kapan mereka boleh memegang alat-alat dapur, sebaiknya si kecil yang akan membantu ibu memasak adalah mereka yang telah berumur minimal empat tahun.&lt;br /&gt;Sebelum si kecil bereksperimen dengan resep yang Anda siapkan, perkenalkan alat-alat dapur berikut fungsinya masing-masing. Buatlah aturan sederhana yang mudah dimengerti. Seperti, karena pisau sangat tajam dan dapat melukai jari, maka ia tidak boleh menggunakannya. Atau si kecil tidak boleh menyalakan kompor karena dapat mengeluarkan api. Gunakan mangkok, piring atau gelas yang tidak mudah pecah, dan jauhkan alat makan yang terbuat dari kaca atau gelas dari jangkauannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, bebaskan si kecil saat membantu Anda menyiapkan bahan makanan. Mencuci bahan makanan seperti buah dan sayuran akan sangat menyenangkan karena ia dapat bermain dengan air di bak cuci dapur. Memperbolehkannya ikut menimbang gula dan tepung terigu, menakar susu, keju dan coklat, selain membantu si kecil mengenal bahan makanan juga memberi pengetahuan dasar penghitungan dan pengukuran berat atau timbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar suasana lebih menyenangkan, gunakan pula "alat masak" miliknya sendiri seperti mangkok kecil, sendok dan garpu yang terbuat dari plastik untuk mengolah bahan makanan. Jangan berikan tugas yang sekiranya memerlukan bantuan alat dapur elektronik. Misalkan, jika ia ingin membantu mengaduk bahan makanan berikan alat pengaduk yang terbuat dari kayu daripada mixer yang menggunakan daya listrik. Siapkan pula cetakan lucu untuk membentuk bahan makanan seperti keju, daun selada atau irisan daging semakin menarik. Sediakan bangku kecil di dapur sehingga ia dapat melihat dan memperhatikan apa yang sedang Anda buat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, memasak sendiri akan lebih cepat dan leluasa tanpa ada gangguan dari si kecil. Tapi kegiatan masak bersama ini dapat memberi banyak manfaat tidak hanya untuk si kecil. Setidaknya, sebagai orang tua Anda telah mencoba untuk lebih mengembangkan daya nalar dan kreatifitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan ini juga akan meningkatkan interaksi antara Anda dan si kecil. Saat memasak bersama, ceritakanlah pengalaman Anda di dapur saat seusia dengannya. Doronglah si kecil untuk bercerita tentang apa saja, mulai dari teman mainnya di lingkungan rumah atau sekolah, tokoh kartun kesukaannya hingga snack dan dongeng favorit. Dengan demikian Anda dapat "mengenal" si kecil lebih dalam sekaligus memberi nilai lebih pada hubungan antara orang tua dan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Sumber : Sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116044706903610745?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116044706903610745/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116044706903610745' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116044706903610745'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116044706903610745'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/saat-si-kecil-membantu-ibu-di-dapur.html' title='Saat Si Kecil Membantu Ibu di Dapur'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116039079935002284</id><published>2006-10-09T03:41:00.000-07:00</published><updated>2006-10-09T03:46:39.513-07:00</updated><title type='text'>Quiz : Orangtua Seperti Apakah Anda?</title><content type='html'>Tiap orangtua memiliki pola dan konsep pengasuhan yang beda. Namun, semua orangtua ingin anaknya tumbuh kembang sehat, cerdas, dan bahagia. Dr Paul Martin, ilmuwan dari Cambridge University, Inggris, dalam bukunya Making Happy People menyebutkan ada 4 tipe orangtua, yaitu orangtua bertipe authoritative , otoriter, memanjakan anak dan cuek terhadap anak. Termasuk tipe seperti apakah Anda?&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ikuti kuisnya di bawah ini:&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah Anda menetapkan batasan-batasan terhadap anak?&lt;br /&gt;a. Ya, batasan-batasan tegas yang tidak boleh dilanggar.&lt;br /&gt;b. Ya, batasan-batasan jelas dengan kebebasan bertanggung jawab.&lt;br /&gt;c. Ada, tetapi batasan-batasan yang longgar. Saya tidak mau mereka terkekang.&lt;br /&gt;d. Tidak ada, anak saya bebas melakukan apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa yang Anda lakukan bila si kecil melanggar batasan yang Anda berikan?&lt;br /&gt;a. Langsung menghukumnya, supaya dia tahu kesalahannya.&lt;br /&gt;b. Mengajaknya berbicara supaya dia mengerti letak kesalahannya.&lt;br /&gt;c. Membiarkannya, saya terlalu menyayanginya sehingga tidak bisa menghukumnya.&lt;br /&gt;d. Membiarkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Apakah Anda sering memberikan pujian pada si kecil?&lt;br /&gt;a. Kadang-kadang, lebih sering memberikan kritik untuk membuatnya lebih maju.&lt;br /&gt;b. Ya, setiap kali dia melakukan hal yang positif, saya selalu memberikan apresiasi padanya berupa pujian atau pelukan.&lt;br /&gt;c. Ya, agar dia senang. Kadang-kadang saya tambah dengan memberikan hadiah-hadiah.&lt;br /&gt;d. Jarang sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sejauh apa Anda terlibat dalam kehidupan si kecil?&lt;br /&gt;a. Hampir setiap segi dalam kehidupannya dari urusan kecil sampai keputusan besar.&lt;br /&gt;b. Hanya pada saat dibutuhkan. Kadang-kadang anak-anak perlu dibiarkan melakukan sesuatu sendiri.&lt;br /&gt;c. Hampir setiap saat. Saya ingin memastikan kebutuhannya selalu terpenuhi.&lt;br /&gt;d. Jarang, ada banyak orang di sekitarnya yang siap membantunya, seperti suster, guru les, neneknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Apakah Anda selalu memberikan apa yang diminta si kecil?&lt;br /&gt;a. Kalau saya mau, saya berikan. Semua tergantung keputusan saya.&lt;br /&gt;b. Tidak setiap saat, tergantung kebutuhannya.&lt;br /&gt;c. Selalu, apapun yang diminta, pasti akan saya berikan.&lt;br /&gt;d. Jarang sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bagaimana cara Anda mengungkapkan kasih sayang pada si kecil?&lt;br /&gt;a. Dengan menetapkan sejumlah aturan ketat agar hidupnya teratur.&lt;br /&gt;b. Dengan ucapan sayang dan perhatian penuh padanya.&lt;br /&gt;c. Dengan memberikannya banyak hadiah.&lt;br /&gt;d. Dengan berusaha memenuhi kebutuhannya saya merasa itu sudah merupakan bentuk kasih sayang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bagaimana Anda mengajarkan kemandirian pada anak?&lt;br /&gt;a. Membiarkannya tidur sendiri walau dia merengek minta ditemani.&lt;br /&gt;b. Menemaninya sampai tertidur, lalu meninggalkannya tidur sendiri.&lt;br /&gt;c. Saya tidak tega dan mengajaknya tidur bersama.&lt;br /&gt;d. Saya membebaskannya tidur dimana dia suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bagaimana Anda menumbuhkan sikap jujur pada anak?&lt;br /&gt;a. Tidak memiliki toleransi pada kebohongan anak dan langsung menghukumnya tanpa mendengar penjelasan anak.&lt;br /&gt;b. Menanyakan alasan anak berbohong dan menghukumnya untuk menunjukkan bohong itu perbuatan tak benar.&lt;br /&gt;c. Memaafkan kebohongan anak karena masih kecil.&lt;br /&gt;d. Bohong itu bagian dari perkembangan anak, jadi saya tak merisaukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bagaimana Anda menanamkan sikap hemat pada anak?&lt;br /&gt;a. Tidak memberi uang jajan sama sekali dan membekali anak makanan dari rumah.&lt;br /&gt;b. Membiasakan anak untuk menyisihkan uang jajannya untuk ditabung.&lt;br /&gt;c. Merasa kasihan jika tak memberi uang jajan karena teman-temannya juga membawanya.&lt;br /&gt;d. Membebaskan anak menggunakan uang yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Prinsip pengasuhan yang paling sesuai dengan Anda adalah:&lt;br /&gt;a. Mendidik anak untuk patuh pada orangtua.&lt;br /&gt;b. Membesarkan dengan kehangatan cinta dan perhatian penuh.&lt;br /&gt;c. Menjadi orangtua yang baik dengan berusaha memenuhi segala keinginan anak.&lt;br /&gt;d. Membiarkan anak tumbuh dan belajar sendiri dan tidak bergantung pada orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Jika sebagian besar jawaban adalah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; :&lt;br /&gt;A. Anda tergolong orangtua otoriter. Artinya, Anda adalah tipe orangtua yang memiliki pola pengasuhan lebih banyak menuntut tetapi justru kurang bertanggung jawab dengan kebutuhan anak. Anda mengontrol anak dengan tinggi, tapi tidak hangat dan penuh cinta. Campur tangan dalam hampir setiap segi kehidupan anak dan sering memerintah. Anda juga mengkritik dan kadang-kadang memuji si kecil, tetapi tidak konsisten dalam melakukannya. Kadang-kadang Anda memakai taktik emosional untuk mendapatkan apa yang Anda mau, seperti membuat anak-anak merasa bersalah, tidak dicintai dan malu. Yang paling ekstrim adalah, beberapa orangtua yang otoriter melakukan kekerasan fisik maupun psikologi untuk melakukan kontrol terhadap anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Orangtua Authoritative adalah tipe ideal yang mencintai tanpa syarat dan menerima anak apa adanya. Sangat perhatian, juga suportif terhadap anak. Sebagai orangtua, Anda memberikan batasan yang jelas, namun juga memberikan kebebasan bertanggung jawab. Saat dibutuhkan, Anda akan campur tangan, tapi tidak mengontrol anak terlalu berlebihan. Anda juga termasuk orangtua yang memegang setiap kata yang diucapkan. Anda tidak takut berbenturan dengan konflik agar anak bisa menjalankan batasan yang telah ditetapkan. Bila diperlukan, Anda bisa juga bersikap permisif terhadap batasan, tetapi tidak mengabaikannya sama sekali. Anda begitu mencintai anak-anak, tapi tidak memanjakan dengan berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.Orangtua yang memanjakan anak sebenarnya bertanggung jawab tetapi sangat permisif dan tidak terlalu menuntut. Anda memiliki kehangatan dan penuh cinta terhadap anak, tapi longgar dalam menetapkan batasan. Seringkali Anda mengabulkan permintaan anak, walau kadang-kadang permintaan tersebut tidak masuk akal atau tidak tepat hanya untuk menjaga supaya si kecil tidak kecewa. Hukuman pun jarang sekali diberikan karena Anda mencoba menjadi orangtua yang baik dengan cara menghindar ketika harus berhadapan dengan konflik dan kesulitan dengan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Tidak responsif, tidak menuntut, permisif, dan hanya menetapkan sedikit sekali batasan adalah ciri-ciri orangtua yang cenderung cuek atau memberi kebebasan penuh pada anak. Hal ini disebabkan karena mereka cenderung memiliki filosofi bahwa anak memiliki kehidupan sendiri dan bebas menentukan hidupnya sendiri tanpa ada intervensi orangtua sekalipun. Manifestasinya orangtua tidak ketat dalam memonitor anak. Tipe orangtua seperti ini biasanya memiliki hubungan emosional yang lemah dengan anak karena mereka tak luwes memberikan kehangatan dan cinta yang dibutuhkan anak. Dalam beberapa kasus yang ekstrim, orangtua yang cenderung cuek ini bahkan cenderung mengabaikan anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : Sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116039079935002284?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116039079935002284/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116039079935002284' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116039079935002284'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116039079935002284'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/quiz-orangtua-seperti-apakah-anda.html' title='Quiz : Orangtua Seperti Apakah Anda?'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116011718870399766</id><published>2006-10-05T23:46:00.000-07:00</published><updated>2006-10-05T23:46:29.276-07:00</updated><title type='text'>10 Langkah Mengisi Ramadhan Bersama Anak</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Shaum (puasa) Ramadan adalah salah satu pilar dari Rukun Islam. Maka mendidik anak untuk berpuasa Romadhon menjadi kewajiban keislaman yang integral bagi para orang tua. Para sahabat Rasul telah mendidik putra-putri mereka yang masih kecil untuk berpuasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Seperti yang dituturkan shahabiyah Rubayyi' binti Mu'awwiz tentang bagaimana cara mereka mendidik anak-anak mereka berpuasa Asyura (sebelum diwajibkan puasa Romadhon: " ...dan kami melatih anak-anak kami yang masih kecil untuk berpuasa. Kami bawa mereka ke masjid dan kami buatkan mereka mainan dari bulu. Apabila diantara mereka ada yang merengek minta makan, maka kami bujuk dengan mainan itu terus hingga tiba waktu berbuka" (HR. Bukhari Muslim).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dari riwayat diatas, kita dapat mengetahui bahwa para sahabat memberikan perhatian yang serius dalam melatih putra-putri mereka untuk membiasakan berpuasa. Lantas apa yang dapat kita lakukan saat ini untuk meneladani tradisi sahabat tadi ? Ada 10 panduan yang perlu kita perhatikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melakukan pengkondisian menyambut Ramadhan dengan memberi bekalan pemahaman yang memadai tentang keutamaan Ramadhan. Jika pengkondisian ini dilakukan berulang-ulang sejak sebelum Ramadhan tiba, sangat mungkin akan tumbuh niat yang kuat pada anak untuk berpuasa Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menyambut Ramadhan dengan keriangan dan keceriaan. Rasulullah telah menasehati Abdullah bin Mas'ud untuk menyambut Ramadhan dengan wajah yang berseri tidak cemberut. Jika kita perluas keceriaan tadi, dapat juga dengan cara memberi dekorasi yang khas pada kondisi rumah, sehingga anak semakin menyadari akan keistimewaan Ramadhan dibandingkan bulan lainnya. Hal ini akan menstimulus mereka untuk berpuasa.&lt;br /&gt;Dibuat sedemikian rupa sehingga bulan Ramadhan adalah hari-hari yang paling indah untuk dikenang sang anak hingga mereka remaja dan dewasa. Ini tentu akan lebih mudah tercapai jika ada peran serta masyarakat umum dan pemerintah dengan menghidupkan syiar-syiar Ramadhan di jalan raya, perkantoran, pabrik, media masa dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menata jam tidur anak-anak sehingga akan mudah bergairah saat bangun sahur. Waktu sahur sebaiknya diakhirkan (kira-kira satu atau setengah jam menjelang salat subuh) sebagaimana anjuran Rasulullah. Hikmahnya antara lain agar setelah sahur tidak terlalu lama menunggu waktu subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak meletakkan makanan, minuman dan buah-buahan secara terbuka, sehingga akan menggoda mereka untuk segera membatalkan puasanya. Makanan diletakkan pada tempat yang jauh dari perhatian mereka. Hal ini juga sepatutnya diperhatikan oleh restoran dan penjaja makanan dipinggir jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Terhadap anak yang baru berlatih puasa (belum kuat dan gampang terpengaruh), sebaiknya mereka dijauhkan bermain dari anak-anak yang malas berpuasa. Dan didekatkan dengan anak-anak lainanya yang juga tekun berlatih. Ini perlu dilakukan agar mereka memperoleh rasa kebersamaan, bukan keterasingan karena puasanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Melatih berpuasa dengan bertahap dan menjanjikan hadiah sebagai rangsangan. Misalnya diawali dengan izin berbuka sampai jam 10, lalu jam 12 dan seterusnya sampai akhirnya penuh sampai waktu berbuka. Hadiahnya disamping penghargaan dan pujian sebagai anak yang sabar, juga dapat diberikan hadian lain yang beraspek mendidik berupa alat-alat belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Stimulus dengan pahala dan surga dari Allah. Jadi hadiah materi diatas tak menutupi stimulus ganjaran Allah. "Jika kamu berpuasa, maka kamu ikut membuka pintu pahala dari Allah bagi orangtuamu yang telah mendidikmu untuk berpuasa" . Anak akan senang karena sekaligus dapat berbuat sesuatu kebaikan untuk orangtuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Memberi alternatif pengisian waktu yang tepat dan positif. Baik dengan istirahat tidur di siang panas, maupun dengan alternatif permainan yang mendidik untuk melupakan mereka dengan rasa haus dan lapar yang menyengat. Sebagaimana yang telah dilakukan shahabiyah di masa Rasul. Saat ini sudah ada pesantren Ramadhan untuk anak-anak dan remaja, ini juga alternatif kegiatan yang menyenangkan bagi mereka.&lt;br /&gt;Atau orangtua dapat juga bersepakat dengan anak-anaknya untuk memasang target, bahwa seusai bulan Ramadhan kemampuan mereka mengaji Al Quran harus lancar dan lebih baik. Perhatian kepada Al Quran memang harus lebih besar di bulan Ramadhan, karena Al Quran diturunkan pertama kali pada bulan ini. Dapat pula orang tua membacakan kisah-kisah keteladanan Islami, atau mendengarkan kaset-kaset cerita Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Mengajak anak-anak untuk meramaikan syiar Ramadhan, seperti sholat tarawih berjamaah di masjid, mengaji dan mengkaji Quran, menyimak ceramah-ceramah agama, menyuruh mereka mengantar makanan ke masjid untuk orang yang berbuka puasa, lebih menggemarkan berinfak, shadaqah dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Khusus untuk para orang tua, jika mereka menyepelekan pendidikan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya, maka mereka harus siap bertanggung jawab kepada Allah kelak di akhirat, jika putra-putrinya kemudian melalaikan kewajiban puasa Ramadhan. Oleh karena itu mereka harus memanfaatkan semaksimal mungkin pembiasaan puasa Ramadhan bagi anak-anaknya sejak dini. Dengan perhatian yang intens dan cara-cara yang bijak, niscaya dapat menggugah kesadaran anak-anak untuk berpuasa. Kesadaran itu tentu akan merupakan tabungan ibadah bagi para orang tua yang telah mendidik mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal-hal di atas kita lakukan, maka Insya Allah keberkahan Romadhonakan turun ke setiap keluarga muslim.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Ustadzah Herlini Amran&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Millis Fahima&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116011718870399766?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116011718870399766/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116011718870399766' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011718870399766'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011718870399766'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/10-langkah-mengisi-ramadhan-bersama.html' title='10 Langkah Mengisi Ramadhan Bersama Anak'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116011491665039433</id><published>2006-10-05T23:07:00.000-07:00</published><updated>2006-10-05T23:08:36.810-07:00</updated><title type='text'>Tips Orangtua Membimbing Anak yang Cerdas</title><content type='html'>&lt;p class="subtitle-1"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bimbingan dan penanganan khusus tidak hanya diberikan untuk anak-anak yang kecerdasannya kurang atau yang memiliki keterbelakangan mental, tetapi juga untuk anak-anak yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata atau sering disebut anak-anak cerdas. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sebenarnya pengertian anak cerdas ini sangat beragam, karena kecerdasan bisa meliputi berbagai aspek, seperti intelektual, emosional, spritual, kinestetik, musik, interpersonal, akademis dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tapi secara awam, budaya masyarakat kita cenderung menganggap anak cerdas adalah anak yang selalu jadi juara kelas atau yang jago matematik. Padahal, tentu tidak selalu demikian. Belum tentu semua anak yang cerdas adalah anak yang jago matematik atau anak yang selalu jadi juara kelas. Ada banyak anak yang tidak menjadi juara kelas tapi sebenarnya ia tergolong anak yang cerdas.Ada banyak anak yang cerdas berbahasa tapi tidak pandai matematik, atau ada anak yang pandai bergaul tapi kurang trampil dalam hal menggambar, dan sebagainya. Hal ini menunjukkan bahwa pengertian cerdas di sini menggambarkan adanya potensi-potensi yang menonjol yang dimiliki anak dan bersifat unik antara anak yang satu dengan yang lain. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Setiap anak memiliki kecerdasan yang berbeda, tugas kitalah sebagai orangtua untuk memahami potensi pribadinya/ kecerdasannya secara tepat untuk kemudian membantunya untuk mengaktualisaksikan kecerdasan yang dimilikinya tersebut. &lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Dalam usaha membantu mengaktualisasikan kecerdasan yang dimiliki anak, berikut ini ada beberapa tips bagi orangtua agar dapat membimbing anak-anaknya yang cerdas. &lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Amati dan pahami apa kelebihan dan kekurangan anak. Anak yang cerdas sekalipun, tidak berarti ia menguasai semua bidang.Sebagai manusia, ia juga tetap memiliki kekurangan.Berikan tuntutan yang realistis dan sesuai dengan kemampuannya atau potensi yang dimilikinya. Memaksakan anak untuk menguasai sesuatu yang tidak sesuai dengan potensi yang dimilikinya atau yang bukan minatnya , hanya akan membuat anak tertekan. Akibatnya anak akan malas belajar, tidak menyukai bidang tersebut atau bahkan tidak berminat untuk sekolah. &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ada baiknya orangtua bersama-sama ahli mencari tahu dengan jelas potensi-potensi apa yang dimiliki anak dan mendiskusikan program apa yang sebaiknya diberikan pada anak, sekolah apa yang baik untuk anak dan pada tingkat mana pelajaran harus diberikan pada anak. Buatlah perencanaan untuk pendidikan anak sesuai dengan potensinya. &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Berikan kegiatan-kegiatan yang sesuai dengan minat anak.Sediakan sarana atau lingkungan yang memungkinkan anak untuk dapat mengembangkan potensinya.Misalnya bila anak senang menari, masukkan anak ke sanggar tari,bila anak suka matematik, masukkan anak ke kursus matematik, dsb. &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Sering-seringlah mengajak anak berdialog. Beri anak kesempatan untuk mengemukakan pendapat atau keinginannya. Beri anak kebebasan untuk berpikir beda dari yang kita fikirkan, karena anak-anak yang cerdas biasanya mempunyai minat yang luas dan mempunyai banyak topik pembicaraan yang ingin disampaikannya. &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Simaklah apa yang diceritakan anak dan jawablah pertanyaan anak dengan tepat ,sabar dan bijaksana. Jangan matikan rasa ingin tahu dan kreativitas anak dengan tidak memperdulikannya atau menjawab asal-asalan. Alangkah baiknya dalam menjawab pertanyaan anak,kita juga mengarahkan anak untuk bersama-sama menemukan jawabannya melalui buku, koran,dsb. Sehingga anak juga terlatih untuk berfikir dan berusaha aktif dalam menemukan solusi. &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Memberikan pembinaan mental.Anak cerdas bukan berarti seorang yang serba tahu bagaimana harus bertingkah laku.Seperti anak-anak yang lain, anak yang cerdas juga harus diarahkan untuk mengenal disiplin, tanggung jawab dan mempunyai keterikatan yang kuat pada tugas yang sedang dihadapinya. &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Diperlukan kreativitas orang tua/guru dalam membimbing anak-anak yang cerdas agar terhindar dari problem psikologis akibat kecerdasan yang dimilikinya, seperti problem sulit beradaptasi, stress, suka mengganggu teman atau membuat keonaran karena merasa bosan dengan pelajaran di kelas. Memberikan program pengayaan pengetahuan pada anak diharapkan dapat menciptakan tantangan bagi anak dalam belajar sehingga anak tidak lagi merasa bosan dengan pelajaran di kelas.Dalam program pengayaan misalnya dapat dilakukan eksperimen yang memberikan kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi dan memuaskan keingintahuannya , mengaitkan materi pelajaran dengan pengalamannya atau dengan pengetahuan-pengetahuan yang bisa diperoleh dari berbagai media,dsb. &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Jangan meng’anak emas’kan anak cerdas dibandingkan dengan saudara-saudaranya yang kurang cerdas.Karena hal ini akan membuatnya menjadi anak yang besar kepala, egois,manja dan berbuat semaunya. &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ciptakan suasana rumah yang penuh kedamaian, rasa cinta dan saling menghormati,karena hal ini akan mendukung tercapainya aktualisasi kecerdasan yang dimiliki anak, terutama untuk perkembangan bahasa, pikiran, emosi dan kehidupan sosialnya. &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Beri anak kesempatan untuk bermain dan bergaul dengan teman-temannya. Jangan memaksa anak untuk ikut banyak les yang menghabiskan waktu bermainnya.Jangan memaksa anak untuk lebih dini dan lebih cepat dalam menyelesaikan kurikulum di sekolah. Biarkan anak tumbuh kembang sesuai dengan usianya. &lt;/span&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Ciptakan pola pengasuhan yang bersifat authoritatif dimana orangtua memberi pengertian pada anak tentang alasan dari aturan atau perintah yang diberikan dan bersikap terbuka terhadap keinginan anak.Namun tetap memberikan batasan-batasan agar anak tetap berada pada jalur yang benar.&lt;/span&gt; &lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh : Dra. Adriani Purbo Psi. MBA &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : Sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116011491665039433?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116011491665039433/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116011491665039433' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011491665039433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011491665039433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/tips-orangtua-membimbing-anak-yang.html' title='Tips Orangtua Membimbing Anak yang Cerdas'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116011480028807491</id><published>2006-10-05T23:03:00.000-07:00</published><updated>2006-10-05T23:06:40.406-07:00</updated><title type='text'>Tips Agar Si Kecil Tangguh</title><content type='html'>Ketika anak memasuki usia sekolah, banyak hal baru yang belum pernah dijumpai anak. Misalnya saja, ia harus menghadapi beban pelajaran sekolah yang lebih berat, menghadapi teman-teman yang belum pernah ia kenal sebelumnya, menghadapi keterpisahan dengan orangtua selama di sekolah, dan sebagainya. Dimana kesemua ini dapat berpotensi menjadi sumber masalah bagi anak. Misalnya saja sikap anak menjadi pemalu, anak jadi enggan/malas ke sekolah, bahkan apabila anak pernah mengalami perlakuan yang kasar atau diejek oleh anak lain, mungkin saja anak malah jadi mogok sekolah. Adanya potensi masalah seperti tersebut di atas, dapat diminimalisir apabila anak memiliki sikap mental yang tangguh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengingat pentingnya sikap tangguh pada anak dalam menghadapi masalah-masalah yang mungkin timbul seperti disebutkan di atas, berikut ini ada beberapa tips yang dapat digunakan oleh orangtua dalam mengasah dan mengembangkan sikap tangguh pada anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Bangkitkan rasa percaya diri anak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Ingatkan anak mengenai kelebihan-kelebihan dan keistimewaan yang ada pada dirinya sehingga timbul rasa percaya dirinya untuk berani menghadapi dan mengatasi masalah yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Pupuklah rasa kemandirian pada anak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Beri kesempatan pada anak untuk melakukan sesuatu sesuai minat dan kemampuannya sendiri. Bersikaplah optimis dan percaya bahwa anak akan mampu mengatasi masalahnya secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Berikan kesempatan pada anak untuk belajar mengelola kegagalan, kegelisahan dan kekecewaan serta konflik yang dirasakannya secara bijak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Adanya kegagalan dan keterbatasan seringkali menjadi pemicu timbulnya ide-ide atau kreativitas dalam mengatasi suatu permasalahan, sehingga justru menjadikan anak lebih tangguh dalam menghadapi hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Arahkan anak untuk berfikir positif terhadap setiap hal yang dijumpainya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Ajarkan pada anak untuk mengambil hikmah dari setiap kejadian. Hal ini berguna bagi anak untuk belajar memahami masalah dan belajar mengendalikan diri dalam menyikapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Ajak anak untuk dapat menyeimbangkan waktunya antara belajar dan bermain atau mengerjakan hobinya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berguna agar anak dapat tetap memiliki semangat dalam menghadapi tekanan-tekanan atau masalah-masalah yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Hargailah sekecil apapun keberhasilan anak dalam mengatasi masalah-masalah yang ada&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;. Doronglah anak untuk lebih meningkatkan usahanya dan bersikap sabar bila hasil yang dicapainya belum optimal. Sesekali bisa saja orangtua memberikan apresiasi berupa hadiah pada saat anak menunjukkan hasil usaha atau kerja kerasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Bila dengan berbagai usaha anak, ternyata anak belum mampu mengatasi masalahnya,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;maka ada baiknya orangtua membantu anak untuk mengidentifikasi masalah yang ada dan memberikan dukungan atau saran-saran dalam menyelesaikannya. Hal ini diperlukan agar anak tidak merasakan stress yang berkepanjangan yang membuatnya kehilangan semangat untuk tetap berusaha memecahkan masalahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Dalam menanggapi kegagalan anak,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;hindari respon yang bernada menyalahkan atau meremehkan anak. Tunjukkan perhatian dan sikap empati terhadap anak. Hal ini diperlukan agar anak tetap bersikap tangguh sekalipun ia sempat mengalami kegagalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Beri kesempatan pada anak untuk mengenali emosinya dan emosi orang-orang di sekitarnya&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Hal ini berguna untuk melatih kecerdasan emosi, kecerdasan intrapersonal dan interpersonalnya, dimana semua itu sangat berperan dalam menjadikan anak menjadi tangguh dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh: Dra. Adriani Purbo, Psi. MBA &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : sahabat Nestle&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116011480028807491?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116011480028807491/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116011480028807491' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011480028807491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011480028807491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/tips-agar-si-kecil-tangguh.html' title='Tips Agar Si Kecil Tangguh'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116011455610062116</id><published>2006-10-05T23:00:00.000-07:00</published><updated>2006-10-05T23:02:36.193-07:00</updated><title type='text'>Makan Bersama Mendorong Kebiasaan Makan Sehat</title><content type='html'>Nutrisi yang baik dan pola makan seimbang dapat membantu anak tumbuh sehat. Di kelompok umur manapun anak kita berada, entah itu balita maupun remaja, kita memerlukan strategi untuk mendorong kebiasaan makan sehat dalam keluarga. Langkah-langkah di bawah ini dapat membantu Anda menumbuhkan hal tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Mengadakan acara “makan bersama” keluarga secara teratur.&lt;br /&gt;Menyediakan makanan sehat dan makanan ringan yang beragam.&lt;br /&gt;Menerapkan pola makan sehat untuk diri kita sendiri.&lt;br /&gt;Menghindari perdebatan tentang makanan.&lt;br /&gt;Melibatkan anak dalam proses&lt;/em&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pelaksanaannya, langkah-langkah di atas tidak selalu mudah dilakukan. Apalagi bila Anda tergolong ibu yang sibuk dan sering membeli makanan makanan siap saji. Namun, bagaimanapun padatnya jadwal Anda, makan bersama keluarga sebaiknya perlu dilakukan, minimal sekali sehari. Mengapa? Sebab, kebiasaan ini membuat anak dan orang tua dapat bertemu muka dan merasa lebih dekat ketimbang keluarga yang biasa makan sendiri-sendiri. Selain itu, Anda juga dapat mengecek menu makan anak tanpa mereka merasa dipaksa. Sebab, apa yang ada di meja makan, bukan hanya untuk anak, tapi juga untuk Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa anak-anak yang rutin makan bersama keluarga cenderung menyukai buah, sayuran, dan biji-bijian, tidak menyukai camilan yang tidak sehat, antirokok, dan tidak minum alkohol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuntungan lain dari makan bersama adalah kemudahan memperkenalkan menu-menu baru pada anak. Dari responsnya, Anda bisa segera tahu mana makanan yang mereka sukai dan mana yang tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan bersama juga tetap dapat diterapkan meskipun anak sudah menginjak usia remaja. Walaupun tugas ini lebih sulit – usia remaja biasanya identik dengan perilaku yang tidak suka diatur – tetap saja Anda perlu mencari waktu untuk membimbing mereka. Saat paling tepat untuk berbagi dan mendengarkan curahan hati remaja adalah pada saat makan bersama. Untuk mengajak mereka makan bersama, &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;cobalah kiat ini&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Tidak melarang anak membawa temannya untuk ikut makan malam.&lt;br /&gt;Libatkan mereka dalam perencanaan dan persiapan makanan.&lt;br /&gt;Jaga suasana makan yang tenang dan bersahabat – jangan menggurui atau mengomel&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makan bersama bisa dilakukan pada waktu malam – saat semua orang sudah tiba di rumah. Tapi, Anda juga dapat melakukannya pada pagi atau siang hari di akhir pekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116011455610062116?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116011455610062116/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116011455610062116' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011455610062116'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011455610062116'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/makan-bersama-mendorong-kebiasaan.html' title='Makan Bersama Mendorong Kebiasaan Makan Sehat'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116011438293208151</id><published>2006-10-05T22:58:00.000-07:00</published><updated>2006-10-05T22:59:43.006-07:00</updated><title type='text'>Mengelola Persediaan Bahan Makanan Sehat</title><content type='html'>&lt;p class="subtitle-1"&gt;Anak-anak, terutama yang masih kecil, memiliki kecenderungan untuk menyantap setiap jenis makanan yang disediakan orangtuanya di rumah. Oleh karena itu, kita perlu memerhatikan dan mengatur persediaan bahan makanan dengan seksama. Caranya? Ikuti saja petunjuk dasar ini: &lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Selalu menyediakan buah-buahan dan sayuran setiap hari. &lt;li&gt;Mudahkan anak untuk memilih makanan ringan yang sehat dengan membuat buah-buahan dan sayuran menjadi makanan siap saji. Juga sediakan makanan ringan sehat lainnya seperti yogurt atau biskuit gandum dan keju. &lt;li&gt;Sajikan daging tanpa lemak dan sumber protein yang baik seperti telur dan kacang. &lt;li&gt;Pilih roti gandum dan sereal agar anak-anak mendapatkan lebih banyak zat besi. &lt;li&gt;Batasi asupan lemak dengan menghindari makanan yang digoreng dan pilkih metode masak yang lebih sehat seperti bakar, rebus, panggang, atau kukus. &lt;li&gt;Batasi masakan siap saji dan makanan ringan yang kurang bergizi, seperti keripik dan permen. Namun, jangan memberlakukan aturan yang terlampau keras dengan melarang makanan semacam itu terhidang di meja makan. Boleh saja kedua jenis makanan itu disajikan sesekali, supaya anak-anak tidak merasa kehilangan. &lt;li&gt;Batasi minuman yang mengandung gula, seperti soda dan minuman rasa buah. Lebih baik sajikan air putih dan susu. Susu menambah banyak asupan kalsium, yang penting untulk tulang yang sehat. Kebutuhan kalsium untuk usia 6-8 tahun adalah 800 mg sehari dan 1300 mg sehari untuk usia lebih dari 9. &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Kebutuhan ini dapat dipenuhi dengan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;: &lt;/li&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;1 cangkir susu (300 mg kalsium) &lt;li&gt;1 cangkir jus jeruk yang diperkaya kalsium (300 mg kalsium) &lt;li&gt;2 ons keju (300 mg kalsium) &lt;li&gt;1 cangkir yogurt (315 mg kalsium) &lt;li&gt;½ cangkir buncis putih yang dimasak (120 mg kalsium)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/ul&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;/u&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116011438293208151?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116011438293208151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116011438293208151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011438293208151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011438293208151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/mengelola-persediaan-bahan-makanan.html' title='Mengelola Persediaan Bahan Makanan Sehat'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116011425787633450</id><published>2006-10-05T22:55:00.000-07:00</published><updated>2006-10-05T22:57:37.943-07:00</updated><title type='text'>PIRAMIDA MAKANAN ANAK</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Bingung menyusun menu anak? Cobalah Anda melirik piramida makanan anak di bawah ini. Sebagai panduan pola makan sehari-hari untuk anak usia 2-6 tahun, Anda bisa memperoleh banyak ide kreatif untuk memperoleh susunan menu yang memuat nutrisi seimbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang penting diingat dalam piramida makanan anak adalah menghindari penyajian makanan dan minuman yang tidak baik, seperti penggunaan botol susu yang terlalu lama, terlalu banyak makanan manis, minuman ringan dan minuman sari rasa buah, serta makanan yang dapat membuat anak tersedak seperti kacang, anggur, popcorn atau permen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memperhatikan pemberian nutrisi pada anak sangat diutamakan. Sebab, jumlah nutrisi yang tepat, selain dapat membuat fisik anak tumbuh lebih baik, juga dapat menghindarkan mereka dari risiko penyakit seperti kegemukan, kekeroposan tulang, dan diabetes. Agar anak-anak memperoleh nutrisi terbaik, &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;lakukan hal-hal ini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyajikan jenis makanan yang beragam&lt;br /&gt;Melakukan olahraga yang seimbang&lt;br /&gt;Memilih makanan dari jenis gandum, sayuran, dan buah-buahan&lt;br /&gt;Memilih makanan rendah lemak dan non kolesterol&lt;br /&gt;Mengonsumsi gula dan garam secara wajar&lt;br /&gt;Memilih makanan dengan kadar kalsium dan zat besi yang cukup, untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan anak-anak&lt;br /&gt;Kebiasaan dalam pemilihan makanan yang sehat sebaiknya juga menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari dalam keluarga. Sediakanlah selalu makanan, susu, dan minuman yang rendah lemak dan rendah kalori, dan hindari penyediaan makanan dan minuman berkalori tinggi, minuman ringan, dan es krim. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Penyajian sesuai piramida&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memperoleh jumlah nutrisi yang tepat, anak harus mengonsumsi beragam jenis makanan. Perlu diperhatikan bahwa selera makan akan menurun dan anak akan lebih memilih jenis makanannya ketika tingkat pertumbuhannya semakin lambat. Peningkatan berat badan tidak akan menjadi masalah apabila diimbangi dengan aktivitas yang sesuai. Bila ia tidak boleh lagi mengonsumsi banyak makanan, tawarkan beragam jenis makanan dengan jumlah porsi yang lebih sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelompok Gandum.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Meliputi satu potong roti, setengah cangkir nasi atau pasta, setengah gelas sereal masak dikombinasikan dengan sedikit sereal siap saji. Sajikan sebanyak 6 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelompok Nabati.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meliputi setengah gelas sayuran potong atau satu gelas sayuran daun. Sajikan sebanyak 3 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelompok Buah-buahan.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meliputi satu jenis buah, ¾ gelas jus buah murni, ½ gelas buah kaleng atau ¼ gelas buah kering. Sajikan sebanyak 2 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelompok Susu.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meliputi satu gelas susu/yogurt atau 2 ons keju. Sajikan sebanyak 2 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kelompok Daging&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meliputi 2-3 ons daging lunak masak/unggas/ikan, ½ gelas kacang kering masak. Satu ons daging dapat menggantikan dua sendok makan mentega atau satu butir telur. Sajikan 2 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Lemak, Minyak dan Gula&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kandungan lemak dalam makanan yang disajikan tidak boleh lebih dari 30%. Jenis lemak yang dikonsumsi juga penting untuk diketahui. Saturated Fats (lemak jenuh), terdapat pada daging, produk susu dan kelapa, dan dapat meningkatkan kadar kolesterol. Unsaturated dan Polyunsaturated Fats (lemak tak jenuh), terdapat pada zaitun dan kacang jagung. Batasi lemak jenuh sebanyak 10% dalam konsumsi kalori sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan sedikit kandungan nutrisi, gula menyumbang sejumlah besar kalori. Termasuk di dalamnya white sugar, brown sugar, sirup, madu, gula cair, permen, minuman ringan, selai dan jelly.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Agar anak tetap bernafsu makan tanpa takut kegemukan:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pilih daging tanpa lemak atau produk susu rendah lemak&lt;br /&gt;Pilih minyak nabati dan mentega yang menggunakan sayur dan buah-buahan sebagai bahan dasarnya.&lt;br /&gt;Baca tabel nutrisi pada kemasan untuk mengetahui komposisi jumlah dan jenis lemak.&lt;br /&gt;Batasi makanan yang mengandung lemak jenuh, lemak yang dapat meningkatkan kadar kolesterol.&lt;br /&gt;Batasi makanan berkadar gula tinggi dan hindari mengonsumsi gula tambahan dalam makanan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : sahabat Nestle&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116011425787633450?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116011425787633450/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116011425787633450' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011425787633450'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011425787633450'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/piramida-makanan-anak.html' title='PIRAMIDA MAKANAN ANAK'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116011408672776325</id><published>2006-10-05T22:53:00.000-07:00</published><updated>2006-10-05T22:54:46.793-07:00</updated><title type='text'>Anak Perlu Bermain</title><content type='html'>Dewasa ini, banyak sekali kita jumpai anak-anak yang kehilangan waktu bermain karena padatnya jadwal belajar yang harus dilakukannya setiap hari, seperti mengikuti kegiatan belajar di sekolah, mengerjakan PR, belum lagi kalau harus ditambah dengan berbagai les. Praktis waktu anak sudah habis digunakan untuk belajar dan belajar terus. Akibatnya tidak jarang kita jumpai timbul rasa jenuh pada anak, bahkan stress, uring-uringan, mogok sekolah dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orangtua seringkali lupa atau tidak menyadari bahwa seorang anak tidak hanya membutuhkan pintar dalam bidang akademik, seperti membaca, menulis dan berhitung. Tapi dalam kehidupan sehari-hari, ada hal lain yang penting dan dibutuhkan, misalnya bersenang-senang, bertoleransi, berkomunikasi, bersosialisasi dan sebagainya. Hal-hal tersebut tidak bisa didapatkan hanya dengan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya dalam dunia anak, perbedaan antara kegiatan belajar dan bermain, masih amat tipis. Mereka “hanya” mengenal kegiatan bermain yang sebenarnya juga sekaligus kegiatan belajar baginya. Sehingga tidak heran, kalau anak-anak lebih mudah belajar dengan cara bermain ketimbang dengan cara yang “serius” atau yang bersifat fungsional demi mencapai target atau hasil akhir. Dengan ketrampilan dan pengetahuannya yang masih serba terbatas, anak melakukan aktivitas bermain justru untuk mendapatkan informasi tentang dunia sekitarnya dan mengenal siapa dirinya. Dengan demikian, kegiatan bermain merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak di berbagai bidang kehidupannya seperti: fisik, intelektual, emosi dan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ciri-ciri aktivitas bermain Hal-hal menonjol yang menjadi ciri dari aktivitas bermain pada anak adalah apabila dalam melakukan kegiatan tersebut anak merasa senang/nikmat, tidak merasa terpaksa, bebas berekspresi dan berimajinasi serta tidak terbebani dengan target atau hasil akhir yang harus dicapai. Bila anak sudah menganggap bermain sebagai suatu beban, artinya yang ia lakukan bukanlah bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain dan perkembangan fisik Dengan bermain, anak mengasah kekuatan dan ketrampilan fisiknya,seperti mengembangkan kepekaan pengindraan, menguasai ketrampilan motorik kasar dan halus, serta menyalurkan energi fisik yang terpendam. Misalnya pada permainan berguling, melompat, merangkai manik-manik, menyusun puzzle, kejar-kejaran, berenang, dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain dan perkembangan intelektual Bermain membantu anak memahami dunia sekitar. Ia dapat menyelidiki dan menemukan sesuatu, menguji teori mereka, mencoba hubungan sebab akibat dan belajar tentang banyak hal. Fungsi bermain terhadap perkembangan intelektual atau kemampuan berfikir (kognitif) ini misalnya dapat dilihat pada saat anak bermain dengan meraba halusnya sebuah kapas atau kasarnya bulu sikat cucian, dimana dengan ini ia dapat mempelajari konsep kasar dan halus. Melalui pengalaman dan penghayatan anak saat bermain, anak juga akan memperoleh informasi sehingga pengetahuan dan pemahamannya menjadi lebih kaya dan lebih dalam. Selain itu saat bermain anak juga akan mendapat kesempatan untuk menghadapi berbagai persoalan yang harus dipecahkan, membangun kemampuan kognitifnya seperti mengidentifikasi, mengklasifikasi dan menarik kesimpulan. Dengan bermain, anak juga dapat mengembangkan kemampuannya untuk berkonsentrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain dan perkembangan emosi Melalui kegiatan bermain, anak dapat menumpahkan seluruh perasaannya, seperti: marah, takut, sedih, cemas atau gembira. Dengan demikian, bermain dapat merupakan sarana yang baik untuk pelampiasan emosi, sekaligus relaksasi. Misalnya saja pada saat anak bermain pura-pura atau bermain dengan bonekanya. Selain itu bermain juga dapat memberi kesempatan pada anak untuk merasa kompeten dan percaya diri. Dalam bermain, anak juga dapat berfantasi sehingga memungkinkannya untuk menyalurkan berbagai keinginan-keinginannya yang tidak dapat direalisasikan dalam kehidupan nyata ataupun menetralisir berbagai emosi-emosi negatif yang ada pada dirinya seperti rasa takut, marah dan cemas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermain dan perkembangan social Melalui kegiatan bermain, anak dapat mengembangkan sikap sosial, seperti:belajar bekerjasama, menunggu giliran, berbagi,bersikap sportif, dsb. Selain itu dengan bermain anak akan belajar berkomunikasi, belajar berorganisasi, belajar menghargai orang lain dan perbedaan-perbedaan yang ada, serta belajar mencapai keharmonisan dan kompromi dengan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat berbagai manfaat yang dapat dicapai dengan bermain, maka sudah seharusnyalah kita sebagai orangtua memberi kesempatan pada anak untuk bermain. Jangan terlalu ambisius dan terobsesi untuk menjadikan anak pintar secara akademik saja, sehingga membebani anak dengan jadwal belajar yang padat, tanpa memberikan kesempatan untuk bermain. Menyadari bahwa dunia anak yang sesungguhnya adalah dunia bermain, maka potensinya akan dapat berkembang dengan optimal bila anak diberikan haknya untuk bermain. Namun demikian, keterlibatan yang tepat dari orangtua masih tetap diperlukan, terutama dalam hal menyediakan sarana permainan yang aman, nyaman dan efektif. Juga dalam hal membangun hubungan emosi yang positif dengan anak, memotivasi dan membimbing anak agar dapat memanfaatkan kegiatan bermainnya seoptimal mungkin serta menyeimbangkan waktunya dalam melakukan kegiatan-kegiatan selain bermain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh: Dra. Adriani Purbo, Psi. MBA &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116011408672776325?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116011408672776325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116011408672776325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011408672776325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011408672776325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/anak-perlu-bermain.html' title='Anak Perlu Bermain'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116011398508218601</id><published>2006-10-05T22:50:00.000-07:00</published><updated>2006-10-05T22:53:05.153-07:00</updated><title type='text'>Ayo, Bergerak Nak!</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Tak ada yang lebih penting dari memiliki tubuh sehat. Kesehatan dapat dicapai di antaranya dengan olah raga dan kegiatan lain yang bersifat gerak-badan, hal ini pun perlu untuk kebugaran anak. Meminta anak berhenti nonton TV tidaklah mudah, namun ‘mengajak’ anak banyak gerak, tak harus selalu dengan ‘beban-kata’ stop TV dan olah raga. Berbenah tempat tidur, menata meja makan, melibatkan persiapan sarapan praktis seperti menyedu susu dan sereal, menyusun rak buku dan lemari pakaian tak kalah gerak dengan bowling. Untuk Ananda yang lebih besar menyapu, melap meja, pintu, kaca, mengepel tak kalah gerak dibanding senam pagi atau golf. Saat libur, berkebun, menyapu halaman, mencangkul tanah, mencat dinding yang rendah tak kalah meriah dan membakar energi dibanding tenis. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan fisik yang dilakukan dilakukan secara teratur, dapat membantu mengontrol berat badan, memperlancar metabolisme, "memperbaiki" selera makan, membentuk tulang kuat, membuat tidur lebih berkualitas, selain membentuk jiwa sehat dari badan yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Tips agar anak giat gerak.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Bangun tidur ku terus&lt;/strong&gt;…&lt;br /&gt;Regangkan badan, mandi, ibadah pagi.&lt;br /&gt;Merapikan tempat tidur.&lt;br /&gt;Bersihkan seluruh kamar dan lemari di hari libur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ikut ibu…&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Menata meja, menyiapkan sarapan&lt;br /&gt;Makan pagi, meringkas meja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Jalan kaki atau bersepeda ke sekolah&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Bila jarak sekolah 30 menit jalan kaki, jangan naik kendaraan.&lt;br /&gt;Atau naik sepeda&lt;br /&gt;Parkirkan mobil berjarak 10 menit jalan kaki&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayo nyanyi, dansa, joged, senam, bersenang-senang!&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila bicara engkau bisa, menyanyipun bisa&lt;br /&gt;Bila melangkah engkau bisa, menaripun bisa&lt;br /&gt;Bunyikan musik, nyanikan lagu, serong kanan-kiri,&lt;br /&gt;langkah maju-mundur, goyang lompat sesuka hati&lt;br /&gt;Tepuk tangan bungkukkan badan kiri dan kanan, hi, hi, hi…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Mari bersepeda&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Yuk kayuh dik sepeda roda tiga,&lt;br /&gt;Genjot terus kak sepeda roda dua,&lt;br /&gt;Diiringi sepeda ayah dan bunda&lt;br /&gt;Pakailah pengaman, lutut, siku dan kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;“Jalan” sekeluarga&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita ke mal, jalan saja&lt;br /&gt;Ayah, bunda, adik, kakak, lomba naik tangga&lt;br /&gt;Nenek naik tangga-jalan karna cedera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Ayo Bermain di luar&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Matikan TV, rapikan balok-susunmu, simpan buku-bukumu&lt;br /&gt;Ajak kawan-kawan, tetangga main bersama&lt;br /&gt;Petak umpet, lempar bola atau lompat tali,&lt;br /&gt;Lempar gasing, galasin, layang-layang atau kasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara belajar anak antara lain dengan meniru apa yang dia lihat. Suri, contoh, tauladan serta ajakan lebih mempan dibanding perintah bahkan teriakan. Kredibel adalah mengerjakan apa yang dikatakan dan diperintahkan, jagalah kredibilitas ini di depan siapapun terlebih anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Sahabat Nestle&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116011398508218601?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116011398508218601/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116011398508218601' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011398508218601'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011398508218601'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/ayo-bergerak-nak.html' title='Ayo, Bergerak Nak!'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116011376796835971</id><published>2006-10-05T22:48:00.000-07:00</published><updated>2006-10-05T22:49:28.220-07:00</updated><title type='text'>Bila Si kecil Mimpi Buruk</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Mimpi buruk pada anak biasanya merupakan lanjutan dari ketakutan atau kecemasan saat ia sadar, yang terbawa terus sampai ia tertidur. Misalnya ketakutan akan hukuman orangtua, ketakutan ditinggal orangtua/pengasuh, takut sehabis menonton film horor/mendengar cerita seram, dan sebagainya. Selain itu kondisi fisik yang kurang sehat seperti demam atau adanya penyakit lain, juga dapat memicu terjadinya mimpi buruk.&lt;br /&gt;Reaksi yang terjadi ketika anak bermimpi buruk, biasanya berupa teriakan di tengah tidurnya yang disertai tanda-tanda kecemasan seperti berkeringat, wajah tegang dan sulit bernafas, sehingga akhirnya seringkali membuat anak terjaga dari tidurnya dengan perasaan gelisah atau bahkan membuatnya menangis dan sulit untuk tidur kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mimpi buruk yang terjadinya hanya sesekali saja, tampaknya tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Karena mungkin ini hanya merupakan wujud dari rasa takut sesaat saja. Namun apabila mimpi buruk itu terjadi berulang kali sehingga mengganggu perasaan anak, maka hal ini bisa menjadi pertanda akan adanya gangguan emosional serius yang membutuhkan perhatian orangtua ataupun bantuan seorang ahli.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat efek yang tidak menyenangkan pada anak bila anak bermimpi buruk, maka untuk mencegahnya sebaiknya hindari acara film/tontonan yang tidak sesuai atau menakutkan bagi anak, usahakan waktu tidur berlangsung dalam keadaan tenang dan bahagia, ceritakan kisah-kisah ringan yang menyenangkan anak sebelum tidur, jalin hubungan yang harmonis dan lebih erat dengan anak, hindarkan anak dari perasaan tertekan dengan memberikannya rasa aman, jangan biarkan anak bermain berlebihan menjelang tidur, hindarkan memarahi anak pada saat ia akan berangkat tidur, jangan menakut-nakuti anak dan jelaskan kepadanya secara logis mengenai hal-hal yang ditakuti anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi apabila anak sudah terlanjur mengalami mimpi buruk, maka berikut ini ada beberapa tips yang dapat dilakukan orangtua/pengasuh terhadap anak:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tenangkan anak sesaat setelah terbangun dari mimpi buruknya. Hampiri anak segera, peluk dan tenangkan hatinya. Nyalakan lampu kamar, agar anak segera mengenali kembali kamarnya dan benar-benar terbangun dari tidurnya. Berusahalah untuk bersikap tenang dan penuh kasih sayang. Bila perlu temani anak untuk sementara waktu sambil membelainya dengan lembut sampai anak merasa tenang dan dapat tertidur kembali. Jangan meninggalkan anak selama anak masih belum tenang.&lt;br /&gt;Yakinkan pada anak bahwa mimpi hanya bunga tidur semata yang tidak akan dapat menyakiti atau melukainya. Bicaralah dengan nada lembut dan menyejukkan perasaannya. Yakinkan padanya bahwa anda akan selalu ada dan siap untuk melindunginya.&lt;br /&gt;Bimbing anak untuk menghalau mimpi buruknya. Mintalah anak untuk menceritakan objek mimpi yang menimbulkan ketakutan pada dirinya.Setelah itu ajaklah anak untuk menciptakan versi baru yang menimbulkan perasaan nyaman baginya. Misalnya kalau anak bermimpi bertemu binatang buas, maka buat versi cerita baru bahwa binatang buas itu akhirnya dapat dijinakkan oleh anak&lt;br /&gt;Bila anak dalam keadaan sakit, maka selain memberikan obat yang diperlukan oleh anak, orangtua sebaiknya lebih sering menengok keadaan anak untuk memastikan bahwa anak tidak dalam kondisi membahayakan, seperti kejang-kejang, sukar bernafas, dan sebagainya. Dengan banyak menengok anak, diharapkan anak akan merasa tenang. Sehingga meminimalisir kemungkinan timbulnya mimpi buruk. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Oleh: Dra. Adriani Purbo, Psi. MBA &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;Sumber : Sahabat Nestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116011376796835971?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116011376796835971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116011376796835971' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011376796835971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011376796835971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/bila-si-kecil-mimpi-buruk.html' title='Bila Si kecil Mimpi Buruk'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-116011359184879728</id><published>2006-10-05T22:43:00.000-07:00</published><updated>2006-10-05T22:46:32.006-07:00</updated><title type='text'>Berpuasa untuk Memelihara Emosi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Esensi berpuasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momen bagi umat muslim untuk lebih bertakwa, disamping meningkatkan amal dan melatih kesabaran. Tapi mengapa justru di bulan puasa emosi kita mudah meledak? &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Udara panas yang memicu rasa haus ditambah rasa lapar dapat membuat tubuh lemas dan emosi ikut menjadi tidak stabil. Akibatnya karena hal sepele kita menjadi mudah marah dan uring-uringan. Hanya karena kertas kerja terselip, kita dapat bertengkar dengan rekan kerja. Atau karena si kecil tidak mau tidur siang, kita menjadi sangat kesal dan marah padanya.&lt;br /&gt;Karena kita tidak minum dan makan hampir 14 jam, maka suplai oksigen ke otak akan berkurang dan kadar gula dalam darah pun akan menurun sehingga mempengaruhi kerja saraf parasimpatik dalam otak yang mengatur tubuh untuk rileks dan sabar. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Tetapi jangan hanya karena alasan medis tersebut, sikap marah-marah kita dibenarkan selama bulan puasa. Justru di bulan ini, kesungguhan dan kenikmatan kita beribadah akan semakin terasa jika emosi kita terpelihara dengan baik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Berpuasa di bulan suci Ramadhan tidak hanya bermanfaat untuk kesehatan jasmani, seperti menyehatkan sistem pencernaan, tetapi juga menyehatkan mental, diantaranya memberi ketenangan, melatih disiplin pada anak, memberi kekuatan moral dan memelihara emosi.&lt;br /&gt;Nah, agar kita sukses mengendalikan emosi di bulan suci tahun ini, kita harus dapat bersabar sehingga merasa lebih tenang dalam menghadapi situasi yang sulit. Secara garis besar, ada dua cara untuk mengendalikan emosi atau amarah, yaitu: &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Menghindari Rasa Marah&lt;/strong&gt;, dengan:&lt;br /&gt;Menghindari KonflikJagalah sikap dan ucapan kita baik di rumah ataupun di kantor. Hindari pula sikap semena-mena, seperti main perintah, mengkritik atau menguliahi orang lain yang dapat menimbulkan konflik dan ketegangan. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memelihara Komunikasi yang BaikPendapat yang berbeda&lt;/strong&gt;, terutama yang berhubungan dengan tugas kantor, dapat menimbulkan adu argumentasi antara kita dan rekan kerja. Argumentasi ini dapat menjadi diskusi yang menyenangkan selama kita menghargai pendapat orang lain dan menyampaikan pendapat secara sopan. Gunakan pula humor untuk mencairkan suasana. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menghentikan Rasa Marah&lt;/strong&gt;, dengan:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rileksasi&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Cara rileksasi yang paling mudah kita lakukan adalah menarik napas panjang yang disertai dengan ucapan positif untuk menenangkan diri sehingga amarah kita dapat diredam.&lt;br /&gt;Merubah Cara BerpikirMarah dapat menyebabkan kita mengeluarkan kata-kata kasar yang dapat menyakiti perasaan orang lain sehingga menimbulkan pertengkaran. Cobalah untuk berpikir secara rasional dengan mengingatkan diri sendiri bahwa di bulan puasa ini kesabaran kita sedang diuji. Marah juga tidak akan menyelesaikan permasalahan dan tidak akan membuat perasaan menjadi lebih baik. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Memaafkan Kesalahan Orang Lain&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saling memaafkan tidak hanya dilakukan di hari raya, saat di bulan suci pun kita sudah selayaknya memberi maaf pada mereka yang telah berbuat salah. Selain membuat perasaan menjadi lebih lega, memaafkan juga akan mempertahankan tali silaturahmi. Hendaknya, kebiasaan mengendalikan emosi ini dapat kita pelihara meski bulan puasa sudah lewat. Karena sesungguhnya, puasa akan merubah kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. (**/nas) &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;Sumber : Sahabatnestle&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-116011359184879728?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/116011359184879728/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=116011359184879728' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011359184879728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/116011359184879728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/berpuasa-untuk-memelihara-emosi.html' title='Berpuasa untuk Memelihara Emosi'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115994234288923975</id><published>2006-10-03T23:06:00.000-07:00</published><updated>2006-10-04T02:45:23.023-07:00</updated><title type='text'>Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="float:left;color:#40E0D0;font-size:100px;line-height:90px;padding-top:2px;font-family: Jokerman;"&gt;A&lt;/span&gt;da seorang wanita shahabat Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, namanya Ummu Humaid ingin mengikuti shalat bersama Rasul Shalallaahu alaihi wasalam di masjid Nabi, maka Rasulullah memberikan jawaban yang begitu indah dan berkesan, yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sungguh aku tahu, bahwa engkau senang shalat bersamaku, padahal shalatmu di dalam kamar lebih baik dari pada shalatmu di rumah, dan shalatmu di dalam rumah lebih baik dari pada shalatmu di masjid kampungmu, dan shalatmu di masjid kampung lebih baik daripada shalatmu di masjidku ini."&lt;/em&gt; (HR. Ibnu Khuzaimah, di dalam shahihnya).&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;Hadits di atas barangkali memiliki korelasi yang erat dengan hadits lain riwayat Imam at-Tirmidzi dan Ibnu Khuzaimah, dari Ibnu Mas'ud Radhiallaahu anhu dari Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya wanita adalah aurat, apabila dia keluar, maka syetan menghiasnya. Dan sedekat-dekatnya seorang wanita kepada Tuhannya adalah tatkala ia berada di bagian paling tersembunyi di rumahnya&lt;/em&gt;."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan dua hadits di atas dapat diambil pengertian, bahwa pada dasarnya kondisi paling utama seorang wanita adalah tatkala berada di tempat yang paling tersembunyi, termasuk ketika melakukan shalat. Apabila seorang wanita ingin shalat berjama'ah -termasuk tarawih-, maka hendaknya memilih tempat tersendiri khusus untuk para wanita. Kalau mengharuskan shalat di masjid yang biasa digunakan shalat oleh kaum pria, maka hendaknya memperhatikan adab-adab dan aturan ketika menuju ke sana. Karena tidak selayaknya seseorang ingin mencari pahala, namun dalam waktu bersamaan melakukan perbuatan yang dimurkai oleh Allah Subhannahu wa Ta'ala.&lt;br /&gt;Di antara adab-adab yang perlu diperhatikan oleh seorang wanita ketika akan mendatangi masjid (khusus-nya shalat tarawih) adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;1. Ikhlas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Hendaknya ketika berangkat ke masjid benar-benar ikhlas karena Allah. Bukan karena ingin bertemu dengan para wanita atau ibu-ibu yang lain, bukan karena ingin mendengarkan bacaan Imam, atau karena ikut-ikutan temannya. Hal ini sebagaimana yang difirmankan Allah Subhannahu wa Ta'ala, (lihat di dalam surat al-Bayyinah ayat 5).&lt;br /&gt;Dan juga sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam yang artinya,&lt;br /&gt;"Barang siapa mendatangi masjid untuk tujuan tertentu, maka itulah yang menjadi bagiannya." (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;2. Meminta Izin&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Seorang wanita yang akan pergi ke masjid seharusnya meminta izin kepada ayah atau suaminya, berdasarkan hadits Nabi Shalallaahu alaihi wasalam dari Ibnu Umar Radhiallaahu anhu dia berkata, telah bersabda Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam, artinya:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Janganlah kalian melarang wanita untuk mendatangi masjid, bila mereka minta izin kepada kalian." (Shahih Muslim)&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat yang Muslim yang lain disebutkan,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Apabila istri kalian meminta izin untuk pergi ke masjid, maka berilah mereka izin."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Jika telah mendapatkan izin, silakan ke masjid, namun jika tidak diizinkan janganlah berangkat, karena taat terhadap suami lebih didahulukan daripada ibadah sunnah, demikian pula seorang putri jika tidak diizinkan ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selayaknya seorang suami jangan melarang istrinya pergi ke masjid, bila telah meminta izin dengan baik-baik, kecuali jika ada kondisi yang tidak mengizinkan, seperti bahaya atau gangguan di jalanan. Namun para wanita juga harus menyadari, bahwa shalat mereka di rumah adalah lebih utama, dan juga keluarnya mereka ke tempat umum justru terkadang menimbulkan fitnah atau dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;3. Berhijab/Menutup Aurat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Jangan sampai pergi ke masjid dalam kondisi tabarruj, yakni berdan dan seronok, sengaja memancing perhatian, berpakaian ketat serta menampakkan perhiasan atau auratnya, sebab sekali lagi harus diingat, bahwa jika wanita keluar rumah, maka syetan menghiasnya, sehingga kelihatan menggoda dan menarik. Tabarruj adalah salah satu sifat wanita-wanita jahiliyyah yang tercela sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta'ala , yang artinya:&lt;br /&gt;“Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu bertabarruj (berhias dan bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” (QS al-Ahzab: 33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;marquee style="width:240px;background:aquamarine;font-size:Large;color:firebrick;"&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat hijab adalah:&lt;br /&gt;&lt;/marquee&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;Menutup seluruh tubuh&lt;br /&gt;Tidak membentuk lekuk tubuh&lt;br /&gt;Tidak pendek atau ketat&lt;br /&gt;Tidak transparan&lt;br /&gt;Bukan pakaian mewah untuk pamer&lt;br /&gt;Tidak mengikuti mode wanita kafir&lt;br /&gt;Tidak menyerupai pakaian laki laki dan&lt;br /&gt;Tidak bercorak menyolok atau bergambar makhluk hidup.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;4. Tidak Memakai Parfum&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Parfum merupakan salah satu penyebab fitnah dan kerusakan, bila salah dalam mempergunakannya. Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam telah melarang wanita yang menggunakan minyak wangi untuk menghadiri shalat Isya', sebagaimana dalam hadits riwayat Imam Muslim. Bukan sekedar itu saja, bahkan Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam memberikan peringatan lebih keras lagi dalam hal ini, sebagaimana sabda beliau Shalallaahu alaihi wasalam,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Wanita mana saja yang menggunakan parfum lalu keluar ke masjid, maka shalatnya tidak di terima sebelum dia mandi."&lt;/em&gt; (HR. Al-Baihaqi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pergi ke masjid untuk ber-ibadah tidak boleh menggunakan parfum, maka apalagi jika perginya adalah ke tempat-tempat umum selain masjid, tentu lebih tidak boleh lagi!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdandan, menampakkan kecantikan dan menggunakan parfum untuk dipamerkan kepada laki-laki lain adalah kebiasaan para pelacur. Maka seorang wanita muslimah yang terhormat tidak boleh meniru-niru tingkah mereka, karena sangat beresiko dan dapat menjerumuskannya ke dalam maksiat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;5. Tidak Berkhalwat&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Yakni tidak boleh jalan berduaan dengan laki-laki lain (bukan mahram) baik itu berjalan kaki maupun berduaan di dalam mobil, entah itu teman, tetangga atau sopir pribadi sekalipun. Berdasarkan kepada hadits nabi Shalallaahu alaihi wasalam,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Jangan sekali-kali seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita, kecuali wanita tersebut disertai mahramnya&lt;/em&gt;." (HR. Muslim dari Ibnu Abbas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam riwayat lain disebutkan, bahwa jika seorang laki-laki berduaan dengan seorang wanita, maka pihak ke tiganya adalah syetan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;6. Merendahkan Suara&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Secara umum bukan hanya wanita saja yang diperintahkan untuk meren-dahkan suara dan tidak mengeraskannya, apalagi di dalam masjid. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya:&lt;br /&gt;“&lt;em&gt;Dan sederhanalah kamu dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguh-nya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” (&lt;/em&gt;QS. 31:19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bagi wanita, masalah ini lebih ditekankan lagi, sehingga wanita apabila mengingatkan imam yang lupa atau salah cukup dengan menepukkan telapak tangan kanan ke punggung tangan kiri, bukan bertasbih (mengucap subhanallah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya wanita menjaga suaranya di hadapan kaum laki-laki, karena tidak seluruh laki-laki hatinya sehat, di antara mereka ada yang hatinya sakit, dalam arti mudah tergoda dengan suara wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicaraan seorang wanita hanya dibolehkan di dalam hal-hal yang memang mengharuskan, seperti jual beli, memberikan persaksian, menjawab salam dan semisalnya. Ini pun harus diperhatikan, agar jangan sampai melembutkan suara, atau sengaja dibuat-buat supaya menarik. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;[“Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertaqwa.Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara, sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya.”&lt;/em&gt; (QS. 33:32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika wanita-wanita suci semisal istri Nabi masih diperintahkan untuk demikian, maka selayaknya para muslimah juga mencontoh mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;7. Menundukkan Pandangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Para wanita hendaknya menundukkan pandangan dari laki-laki lain yang bukan mahram sebagaimana firman Allah Subhannahu wa Ta'ala, yang artinya:&lt;br /&gt;“Katakanlah kepada wanita yang beriman, "&lt;em&gt;Hendaklah mereka menahan pandangan mereka, dan memelihara kemaluan mereka.”&lt;/em&gt; (QS. An-Nuur: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pandangan mata, sebagaimana dikatakan Ibnul Qayyim adalah cerminan hati, jika seorang hamba dapat menundukkan pandangannya, maka ia akan dapat menundukkan syahwat dan segala kemauannya. Sebaliknya jika pandangan dibiarkan dengan bebas dan leluasa, maka syahwat akan menguasai-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarirz pernah bertanya kepada Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam tetang pandangan yang tidak di sengaja, maka beliau menjawab, "Palingkanlah pandanganmu." (HR Ahmad)&lt;br /&gt;Dari Buraidah Radhiallaahu anhu, Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam pernah berkata kepada Ali Radhiallaahu anhu, "Wahai Ali jangan kau susul pandangan (pertama) dengan pandangan yang lain, karena untukmu han ya yang pertama, dan selebihnya bukan buatmu." (HR. Ibnu Abdul Barr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;8. Hindari Ikhtilath&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Jangan sampai terjadi ikhtilath (campur baur) laki-laki dan perempuan, baik ketika di jalan, ketika masuk masjid maupun ketika bubar dari masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan al-Baihaqi, dengan sanad hasan dari Hamzah bin Usaid dari ayahnya, bahwa dia mendengar Nabi Shalallaahu alaihi wasalam bersabda sedang beliau berada di luar masjid, dan kaum pria saat itu bercampur dengan kaum wanita di jalan, maka beliau pun bersabda kepada para wanita,&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Menepilah kalian, sesungguhnya kalian tidak ada hak di tengah jalan, hendaklah kalian semua berjalaan di tepian."&lt;/em&gt; (HR. Abu Daud dan Baihaqi). Maka seketika itu para wanita menepi ke tembok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;9. Tidak Menelantarkan Anak-anak&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Termasuk tanggung jawab terbesar seorang wanita (ibu) adalah mendidik dan mengawasi anak, dan kelak dia akan ditanya oleh Allah tentang tanggung jawab ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila kepergian seorang wanita ke masjid dengan menelantarkan anak-anak, seperti menyerahkan kepada pembantu yang kurang baik akhlaknya, atau menjadikan anak pergi leluasa bergaul dengan teman-teman yang buruk, maka hal itu tidak dibenarkan. Karena mencegah sesuatu yang buruk (terlan-tarnya anak) lebih di dahulukan daripada mencari manfaat (tarawih di masjid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;10. Menjaga Adab di Masjid&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Masjid adalah rumah Allah dan tempat yang sangat mulia, ketika seseorang akan memasukinya, maka harus memperhatikan dan manjaga adab-adab ketika berada di dalamnya. Di antara yang perlu diperhatikan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga kebersihan dan jangan sampai membuang kotoran di dalam masjid&lt;br /&gt;Tidak mendatangi masjid ketika habis makan bawang (jengkol, petai dan semisalnya)&lt;br /&gt;Tidak meludah di masjid, jika terpaksa hendaknya meludah di tissu, sapu tangan atau pakaian, dan jangan meludah ke arah kiblat.&lt;br /&gt;Mengawasi anak-anak agar jangan merobek atau melempar-lempar mushhaf&lt;br /&gt;Jangan memasukkan gambar-gambar makhluk bernyawa ke dalam masjid, baik berupa motif baju anak, mainan, majalah dan lain-lain.&lt;br /&gt;Demikian semoga bermanfaat bagi kita semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Di&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;ringkas dari: “Al-Muntaqa min Adab Shalat at-Tarawih Linnisaa”, &lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;Husain&lt;/span&gt; bin Ali asy Syaqrawi, kata sambutan dan koreksi Syaikh Abdullah Ibnu Jibrin. &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;Sumber : As Sofwah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#000066;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115994234288923975?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115994234288923975/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115994234288923975' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115994234288923975'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115994234288923975'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/adab-shalat-tarawih-bagi-wanita.html' title='Adab Shalat Tarawih Bagi Wanita'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115985814562541361</id><published>2006-10-02T23:46:00.000-07:00</published><updated>2006-10-03T23:02:04.183-07:00</updated><title type='text'>Rahasia Mengatasi Rasa Bosan si Balita</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="float:left;color:#40E0D0;font-size:100px;line-height:90px;padding-top:2px;font-family: Jokerman;"&gt;B&lt;/span&gt;osan? Siapa pun pernah mengalaminya. Tapi, sangat mudah membuat anak ceria dan bersemangat kembali. Bagaimana caranya? Anak-anak adalah makhluk yang senantiasa ceria dan bersemangat. Mereka antusias menemukan hal-hal baru, mencari tahu rahasia alam. Anak-anak juga gemar melakukan suatu kegiatan berulang-ulang untuk mempelajari proses.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;             &lt;br /&gt;Namun, ada kalanya, mereka dihinggapi rasa bosan. Mereka jadi enggan melakukan eksplorasi dan rasa ingin tahunya seakan padam. Apa yang menyebabkan rasa bosan tiba-tiba menyerang balita? Bagaimana   mengatasinya?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;“Rasa bosan” itu penting  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;               Rasa bosan adalah reaksi normal manusia pada umumnya, yang muncul saat melakukan kegiatan secara monoton. Memang tak semua orang mudah merasa bosan. Sebab, ada pula yang dikatakan para ahli memiliki ambang batas kejenuhan dan kebosanan yang cukup tinggi. Tentu inilah yang membedakan cara mengatasi jika bosan datang, terutama bila terjadi pada balita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Manusia modern mengisi sebagian besar waktunya dengan   kesibukan dan kerja. Dengan pola pendidikan masa kini, anak terbiasa disibukkan berbagai stimulasi, baik oleh lingkungan, maupun orang tua atau   pengasuh. Padahal, anak tak selalu harus sibuk. Orang tua perlu juga mempertimbangkan agar si kecil beristirahat sejenak dari kegiatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Menurut Hans Grothe , psikolog dan kontributor tetap majalah Eltern di Jerman, rasa bosan penting dalam kesehatan mental. Rasa bosan dapat dianalogikan   sebagai sebuah “sistem alarm”, pemberi tanda bahaya. Fungsinya, untuk memberitahu yang bersangkutan bahwa dirinya butuh   break sejenak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Jika ini berkenaan dengan anak-anak, rasa bosannya bermanfaat bagi orang tua atau pengasuh. Sedikit ketidakaktifan (bersikap pasif) menurut berbagai studi, berguna untuk mengistirahatkan motor penggerak tubuh si kecil, yang sehari-hari tiada henti bereksplorasi. Momen tanpa kegiatan, penting bagi si balita. Namun jangan biarkan si pembosan menikmati “diam” dengan hanya menonton televisi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Kenali dulu, baru atasi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;               Sejak bayi, rasa bosan dapat tiba-tiba datang dan mengganggu keceriaan si kecil. Pada bayi, rasa bosan muncul dalam bentuk kerewelan dan tangisan . Apabila tidak teratasi, rasa bosan   dapat berubah menjadi frustrasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Bayi bosan terutama karena merasa kurang mampu meraih sesuatu atau tak dapat membuat orang lain memahami apa keinginannya. Sebuah studi di Jerman menunjukkan, hampir semua bayi merasakan kebosanan yang kronis.    &lt;br /&gt;    &lt;br /&gt;               Menghadapi rasa bosan bayi, orang tua perlu cermat bereaksi. Jika terlalu responsif menanggapi tangisnya, salah-salah ia menangkap bahwa kesepian, kesendirian dan rasa bosan adalah sesuatu yang menakutkan, sesuatu yang seharusnya tak menimpa siapa pun. Dengan begitu, bisa jadi, ia   terbiasa menyerukan satu teriakan, dan bantuan segera ada di depan matanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Grothe menyarankan orang tua untuk melakukan cek dan ricek “Tengoklah secara diam-diam ke kamarnya untuk memastikan apakah si kecil baik-baik saja,” saran Grothe. Sebab, bisa saja anak berteriak hanya untuk mencari perhatian. Tetapi orang tua tak perlu ragu untuk segera memberi uluran tangan, apabila ia benar-benar membutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Pada balita, orang tua dapat melibatkan anak untuk turut mencari jalan keluar. Anda dapat mengajarkan si balita mengenali sinyal yang diberikan oleh ‘sistem alarm' tadi. Anak-anak pembosan memiliki ‘sistem alarm' yang sangat peka. Oleh karenanya, mereka kerap menerima ‘tanda bahaya' setiap ada stimuli yang dapat memicu rasa bosan. Untuk itu, balita perlu diajarkan cara bereaksi, apabila menerima ‘tanda bahaya'.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Apabila anak Anda adalah anak yang mudah bosan, Anda perlu mengajarkan bahwa dalam setiap kegiatan terdapat sebuah kesenangan tersendiri . Selain itu, penting bagi orang tua menyadarkan anak bahwa kesenangan akan lebih besar diperolehnya jika kegiatan yang dilakukannya   dirancang dan diciptakannya   sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Berlatih mengusir rasa bosan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;               Menurut Grothe, orang tua masa kini perlu membekali anak-anak   mereka dengan keterampilan atau seni memotivasi diri, bermain, serta belajar sendiri, dan juga bekerja mandiri. Bekal semacam ini tak tergantikan oleh mainan atau benda menyenangkan lainnya. Seolah harta berharga, keterampilan ini serupa alat antibosan yang membantu anak-anak ketika dihinggapi rasa jenuh. Jika mereka menguasainya, tak hanya masa kanak-kanaknya menjadi masa penuh kesenangan, bahkan juga di usia dewasanya nanti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Sejak kapan orang tua perlu mengajarkan anak hal ini? “Sejak si kecil   bayi. Ajak anak menemukan gagasan sederhana yang bisa dilakukan sendiri atau bersama orang lain,” ujar Grothe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Untuk si 3 tahun, Grothe menyarankan orang tua mengajarkannya membangun menara dengan balok konstruksi atau kardus. Atau, menciptakan permainan baru tanpa merasa bosan. Ajarkan cara yang bervariasi. Kalau si kecil kehilangan minat untuk bermain, berikanlah kesempatan untuk mengatasi kebosanannya dengan membantu Anda. Misalnya, membereskan rumah, memasak, atau membuat kue kering.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Contoh sederhana dapat Anda lakukan saat anak meminta roti untuk sarapan. Sediakan roti tawar dan olesi margarin atau mentega. Selebihnya, biarkan si kecil berkreasi sendiri dengan mesyes , atau selai buah maupun kornet. Beri contoh, bagaimana cara menghias roti dengan selai atau cokelat oles. Sediakan juga variasi teman makan roti itu di meja dan biarkan anak bereksperimen. Apa yang tersedia di atas meja pun habis dilahap. Syaratnya, Anda tak terlalu banyak mengatur ini-itu untuk mencegah meja makan porak-poranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Jika si kecil sering Anda ajak ke tempat umum, misalnya apotik atau bank, bawalah selalu mainan atau benda kesayangannya. Biarkan ia berkreasi dengan memanfaatkan imajinasinya di sela kegiatan menunggu atau momen tanpa kegiatan utama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Coba aktivitas outdoor !&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;               Kegiatan di luar rumah selalu menggairahkan. Anda dapat melakukannya bersama si bayi dan balita. Ketika si kecil seharian tampak murung karena jenuh, tak bergairah bermain dan rewel, ajaklah ia jalan-jalan menghirup udara segar. Jika hari akan hujan, biarkan sedikit tetes hujan menyentuh jarinya. Atau, berkreasi dengan permainan yang bersifat intermeso sebagai selingan.. Misalnya, lomba lari di sekitar rumah, atau memungut dedaunan kering di taman rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Setelah melakukan aktivitas fisik sebagai selingan, anak biasanya merasa lebih segar. Karena lebih rileks, ia biasanya memilih beristirahat tanpa melakukan kegiatan. Sebagai imbalan, Anda dapat menghadiahi anak dengan membacakan buku cerita pengantar istirahat sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Pilihan lain, apabila Anda menguasai beberapa teknik meditatif atau relaksasi, Grothe menyarankan mempraktekkan bersama anak. Latihan pernapasan dan relaksasi pikiran sejak dini membantu si kecil merasakan pengalaman berbeda. Untuk itu, sediakan bantal besar atau kasur kecil atau tumpukan selimut lembut sebagai alas berbaring, lalu putarkan musik instrumental yang menenangkan. Biarkan anak menemukan arti dan makna diri, saat ia tak melakukan apa-apa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;               Ada 1001 aktivitas menarik yang dapat menjadi obat penawar kebosanan si kecil. Jika Anda berhasil memegang kunci rahasia ini, rasa bosan pada balita tak akan menjadi sumber kecemasan Anda dan si buah hati!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;em&gt;Andi Maerzyda A. D. Th. &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#330099;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Ayah Bunda&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115985814562541361?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115985814562541361/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115985814562541361' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115985814562541361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115985814562541361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/rahasia-mengatasi-rasa-bosan-si-balita.html' title='Rahasia Mengatasi Rasa Bosan si Balita'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115985695695746890</id><published>2006-10-02T23:26:00.000-07:00</published><updated>2006-10-03T23:43:31.503-07:00</updated><title type='text'>Belajar "Benar" dan "Salah" (anak)</title><content type='html'>Pemahaman tentang &lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;“benar” dan “salah”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; akan membuat si kecil bisa berperilaku etis dan hidup harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;“Aduh, kakak jangan tarik rambut Kiki. Sakit niiih…!”&lt;br /&gt;“Nak, ini pensil, rautan dan penggaris punya siapa? Ini bukan punya kamu ‘ kan ? Kok dibawa pulang?”&lt;br /&gt;“Awas Abang, jangan tindih kaki Adik ya. Adik masih bayi.” &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;Tentu ada berbagai perilaku salah dan dilarang yang lain, tapi tetap anak lakukan. Seringkali, anak jelas-jelas tahu, menyakiti atau mengambil barang milik orang lain itu “salah”, karena sudah ribuan kali Anda mengatakannya.&lt;br /&gt;Tetapi, meski tahu tentang perilaku yang “benar”, ia tidak berperilaku sesuai pemahamannya akan yang “benar” itu. Sebab, mengetahui dan berperilaku “benar”, bagi anak merupakan dua hal yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Dua elemen kesadaran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Michele Borba , penulis buku Building Moral Intelligence; the Seven Essential Virtues that Teach Kids to do the Right Thing, mendefinisikan kesadaran ( conscience ) sebagai pengetahuan tentang yang “benar”, dan berperilaku berdasarkan pengetahuan akan yang “benar” itu. Terjadinya tawuran, vandalism, pelanggaran aturan, atau perusakan lingkungan, jika mengacu pada Borba, menunjukkan tidak adanya kesadaran pada seseorang atau sebagian masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Ahli lain, Stanley Greenspan, MD , pengajar di Bagian Psikiatri, ilmu-ilmu Perilaku dan dokter anak dari Universitas George Washington, Amerika Serikat, menyebutkan dua elemen kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, mengenali. Anak mengenali bahwa perilaku tertentu itu “salah”. Kedua, pengendalian diri. Anak mengendalikan diri untuk tidak melakukan hal yang “salah”. “Anak harus belajar hal ini sejak kecil,” saran Borba, peraih penghargaan untuk pendidikan moral anak. Kapan usia yang tepat? Dan usia berapa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Usia kenal “benar- salah” &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Menurut Sharon Lamb, Ed. D ., pengajar psikologi di Faith Michael College , Vermont, anak mulai paham “benar” dan “salah” pada usia 18 bulan. Anak usia ini dapat melarang diri sendiri saat ingin melakukan hal-hal yang salah. Mereka juga kerap berpura-pura akan melakukan sesuatu untuk memastikan bahwa tindakannya dilarang. Misalnya, pura-pura akan memukul ibu, atau pura-pura akan melempar barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia 2 tahun, anak-anak mulai mengidentifikasi diri dengan orang tuanya. Usahanya melakukan hal yang benar, bertujuan untuk mendapatkan pujian dan senyuman dari orang tua. Hadiah seperti ini memperkuat proses identifikasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan anak untuk diterima oleh lingkungan, mendorongnya menginternalisasi perilaku yang benar. Mereka memang banyak belajar tentang yang benar dan yang salah, tapi perilaku mereka masih berupa hasil tanggapan orang tuanya. Jadi, meski mereka tahu hal yang benar, belum tentu mereka ingin melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada usia antara 3 sampai 5 tahun, menurut Greenspan, anak mulai mengembangkan suara hati, yang disebut kesadaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Tahap perkembangan kesadaran&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Ada tiga tahap perkembangan kesadaran si kecil yang dapat dijadikan patokan sesuai usianya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#000066;"&gt;Usia 18 - 36 bulan&lt;/span&gt;: Perilaku Menyenangkan&lt;br /&gt;Tahap ini ditandai saat anak melakukan apa saja yang menyenangkan dan menghindari hukuman. Anak belum punya dorongan dari dalam dirinya untuk melakukan hal yang benar. Anak-anak yang tidak mendapat sentuhan dan perlakuan yang tepat dari orang tuanya, akan berhenti pada tahap ini. Mereka tidak akan mempunyai dorongan untuk melakukan yang benar.&lt;br /&gt;Mengembangkan kesadaran pada anak usia ini perlu menggunakan reward and punishment . Hindarkan anak dari hal-hal yang berbahaya. Misalnya, listrik, disepencer air, atau kompor; agar ia tidak merasa terlalu dibatasi. Ini karena anak-anak usia ini belum paham penjelasan. Tindakan nyata lebih dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#000099;"&gt;Usia 3 – 7 tahun&lt;/span&gt;: Malu dikritik&lt;br /&gt;Anak usia ini merasa malu bila dikritik atau dihukum. Pada tahap ini, anak tidak memusatkan perhatian pada akibat perilakunya bagi orang lain, tetapi lebih untuk menghindarinya dari rasa malu. Jadi, bila ia meminta maaf, itu hanya untuk menghindari rasa malu, tidak untuk mengubah perilaku.&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan kesadaran anak usia ini, komunikasikan harapan Anda dan kebutuhan orang lain. Misalnya, anak dapat dilatih meminta maaf., jika ia berperilaku yang merugikan orang lain. Kembangkan pula sikap empati melalui diskusi tentang kebutuhan emosi orang lain. Misalnya, “Kalau kamu dipukul temanmu, kamu sedih enggak ? Jadi, kalau Feli kamu pukul, dia sedih enggak ya?”&lt;br /&gt;Anak tak perlu dihukum. Gunakan konsekuensi logis untuk mengoreksi kesalahannya. Misalnya, “Kamu tadi dipukul Feli, karena kamu memukul duluan. Sakit ‘ kan ?” Berikan alasan yang jelas, mengapa perilaku salah tidak boleh dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#000099;"&gt;Usia 7 – 11 tahun&lt;/span&gt;: Menyenangkan diri sendiri dan orang lain&lt;br /&gt;Anak usia ini ingin berperilaku yang dapat menyenangkan diri sendiri dan orang lain. Ketika anak menyakiti orang lain, ia merasa bersalah dan ingin mengubah perilakunya. Anak usia ini berusaha memenuhi kebutuhannya tanpa menyakiti orang lain. Bila anak hidup dalam lingkungan yang baik, di usia ini ia berada pada tahap dimana ia sudah dapat menerima saat perilakunya dinyatakan salah.&lt;br /&gt;Untuk menumbuhkan kesadaran anak usia ini, orang tua dituntut terampil bernegosiasi. Ungkapkan harapan Anda tentang perilaku apa yang Anda ingin ia lakukan. Anak usia ini sangat senang diajak berdiskusi. Mereka pun dapat memperoleh hadiah dari diri sendiri, yaitu saat mereka melihat orang lain senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenali dan memahami dengan tepat tahap perkembangan kesadaran ini, dapat menjadi langkah awal yang penting dalam upaya mendidik anak berperilaku etis dan hidup harmonis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Pentingnya Kedekatan Orang Tua - Anak&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Menumbuhkembangkan kesadaran anak butuh waktu lama. Kunci utamanya adalah memelihara kedekatan dengan anak. Kedekatan melandasi pemberian disiplin dan pembatasan pada anak. Tanpa kedekatan, orang tua tidak akan dipercaya anak. Si kecil pun akan merasa pembatasan sebagai penolakan terhadap dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#660000;"&gt;Hati-Hati Perilaku Anda!&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Berbagai penelitian mengungkapkan bahwa praktek pengasuhan anak dalam lingkungan yang kondusif dan gaya orang tua sebagai pendidik moral memberi peran penting dalam menumbuhkan perilaku etis. Apa yang orang tua lakukan sehari-hari terhadap tetangga, pembantu rumah tangga, binatang peliharaan, pilihan bacaan, pilihan tayangan televisi, dan tanggapan Anda terhadap masalah moral seperti anak berbohong pada teman, diperhatikan dan dipelajari anak dengan sungguh-sungguh. Jadi, hati-hatilah dalam berperilaku!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sumber : Ayah Bunda&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115985695695746890?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115985695695746890/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115985695695746890' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115985695695746890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115985695695746890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/belajar-benar-dan-salah-anak.html' title='Belajar &quot;Benar&quot; dan &quot;Salah&quot; (anak)'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115984808511593389</id><published>2006-10-02T21:00:00.000-07:00</published><updated>2006-10-03T22:36:02.656-07:00</updated><title type='text'>BATITA anda TERLAMBAT bicara ???</title><content type='html'>&lt;p&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="float:left;color:#800080;font-size:100px;line-height:70px;padding-top:2px;font-family: Jokerman;"&gt;K&lt;/span&gt;alau Anda peka, naluri Anda bisa cepat mendeteksi gangguan perkembangan bicara si kecil. Apa saja sih gejalanya? Seringkali, Anda baru buru-buru ke dokter ketika si 18 bulan atau 2 tahun belum juga bicara. Padahal, sebenarnya ini sudah agak terlambat. Menurut d r. I.G. Ayu Partiwi Surjadi, Sp.A, MARS , Direktur Klinik Perkembangan Anak RS Bunda, Jakarta, “Pada tiga tahun pertama kehidupan, otak adalah organ yang sangat pesat tumbuh kembangnya. Nah, periode ini dapat dimanfaatkan untuk melakukan stimulasi, seandainya si kecil mengalami gangguan tumbuh kembang. Makanya, deteksi dini sangatlah penting.”&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;12 bulan pertama yang penting&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Bicara adalah tahap perkembangan yang telah dimulai sejak bayi. Dan, tahap bicara mesti diperhatikan sedini mungkin, karena ternyata dapat dijadikan parameter ada tidaknya gangguan perkembangan pada anak. “Tentu saja, tanpa mengabaikan tahap-tahap perkembangan lain, seperti motor kasar-halus dan sosialisasi/interaksi, yang punya peran penting juga dalam menentukan optimal tidaknya perkembangan anak,” kata dr. Partiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarkah gangguan bicara banyak ditemukan? Penelitian yang dilakukan di Klinik Perkembangan Anak, RS Bunda, Jakarta, pada tahun 2003 terhadap sekitar 60 orang anak (hanya sebagian kecil saja anak yang datang pada usia kurang dari 1 tahun) menunjukkan, belum bicara merupakan keluhan sebagian besar orang tua yang pada akhirnya didiagnosis sebagai Gangguan Perkembangan Multisistem ( Multisystem Developmental Disorder s/MSDD). Nah, gangguan ini adalah salah satu bentuk kelainan perkembangan yang muncul dalam bentuk gangguan relasi (berinteraksi) dan komunikasi yang akhir-akhir ini tampaknya terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu janganlah terlalu cemas. Kegagalan dalam relasi dan komunikasi pada si 0-3 tahun dianggap sebagai kondisi yang masih dapat berubah dan tumbuh. Hanya saja, sulit memprediksi mana yang bisa normal perkembangannya dan mana yang akan mengalami gangguan. Jadi, harus bagaimana?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Anak-anak yang diteliti tahun 2003 itu ternyata sejak bayi terlalu diam alias tidak mengoceh sesering bayi normal. Makanya, 12 bulan pertama kehidupan anak merupakan masa yang paling penting untuk mendeteksi tumbuh kembang bicaranya. Jadi, bila Anda ke dokter, sebaiknya bukan sekadar untuk imunisasi saja,” katanya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jangan abaikan insting&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya, bicara atau berkomunikasi sudah dimulai sejak masa bayi. Normalnya, bayi akan menangis dan bergerak. Nah, Anda biasanya belajar bereaksi terhadap tangisan dan gerakannya, sehingga terjadilah interaksi. Melalui pengalaman berinteraksi inilah, bayi akan belajar bahwa sikap Anda akan terpengaruh oleh tangisannya. Interaksi serupa akan terjadi, jika ia mengeluarkan suara. Jadi, aktivitas tersebut memang berpengaruh dalam perkembangan bicara dan bahasa balita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengerti tahap bicara si kecil, diharapkan gangguan bicara dapat segera ditemukan. Tidak seperti yang umum terjadi saat ini. Para o rang tua mempertanyakan mengapa anaknya belum juga berbicara. Padahal, sebenarnya yang dimaksud adalah mengapa si kecil belum berbahasa ekspresif (lihat boks “Aneka Jenis Bahasa”).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sebelumnya, anak sudah melalui tahap bahasa reseptif dan bahasa visual. Kedua bahasa ini sebenarnya mirip. Apa bedanya? Reseptif adalah bagaimana Anda memahami perkataan balita, sedangkan bahasa visual atau bahasa tubuh adalah bagaimana Anda mengerti bahasa si kecil melalui sikap tubuh atau ekspresi mukanya. Sebagai catatan, bahasa visual dan bahasa reseptif merupakan salah satu tahap bicara yang dapat dipakai untuk mendeteksi apakah si kecil terlambat bicara atau tidak, sebelum bahasa ekspresifnya timbul,” jelas dr. Partiwi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dokter anak kelahiran Singaraja, Bali ini kembali mengingatkan, “Yang penting, sebaiknya Anda tidak mengabaikan naluri Anda. Begitu merasa ada sesuatu pada si kecil, segeralah bawa ke dokter. Beberapa penelitian telah membuktikan ketajaman naluri para orang tua, sehingga dokter tidak akan mengabaikannya begitu saja. Mungkin sekali kecurigaan Anda tidak bisa dipastikan kebenarannya hanya dalam satu kali pertemuan saja. Dokter mungkin saja meminta Anda untuk datang 1 atau 3 bulan lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Second opinion boleh , asal ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Pada prinsipnya, semakin dini keterlambatan bicara anak ditangani, semakin bagus kemungkinan membaiknya. Ini tergantung pada kelainan apa yang jadi dasar gangguan perkembangan si kecil. Partiwi memberi contoh anak dengan kelainan gangguan pendengaran. Begitu diberi alat bantu dengar, maka gangguan perkembangan bicaranya akan segera teratasi. Sebaliknya, anak dengan MSDD atau autis, mungkin akan butuh waktu lebih lama penanganannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, kendala apa yang paling sering terjadi? “Kejenuhan Anda, sehingga upaya penanganan anak berhenti di tengah jalan. Padahal, hasilnya pasti kurang baik bila upaya tidak dilakukan secara konsiten. Hal ini biasanya dialami orang tua dari anak dengan kelainan yang butuh waktu lama untuk menanganinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan, “ Selain jenuh, kadang Anda juga bingung menghadapi banyaknya metode penyembuhan atau terapi yang ada saat ini . Sebenarnya, boleh-boleh saja Anda mencari second opinion, asal ada yang baik kerja sama antara dokter pertama dan dokter kedua. Anda tak perlu takut berterus terang pada dokter pertama nantinya. Dan lagi, second opinion itu bagus dan merupakan hak Anda sebagai orang tua. Pastikan jalan keluar yang terbaik bagi si buah hati tercinta.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Ini Dia Penyebabnya&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;• Gangguan pendengaran&lt;br /&gt;• Autisme&lt;br /&gt;• Retardasi mental (keterbelakangan mental)&lt;br /&gt;• Bilingual (pemakaian dua bahasa)&lt;br /&gt;• MSDD&lt;br /&gt;• Genetik (faktor keturunan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aneka Jenis Bahasa&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bahasa mengandung simbol untuk bertukar informasi. Dan, kemampuan berbahasa lebih pada kemampuan yang dapat dilihat alias dinilai. Perkembangan bahasa dan bicara biasanya digambarkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;em&gt;&lt;strong&gt;Bahasa reseptif&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; (masa praverbal) : masa mulai tangisan pertama sampai keluar kata pertama. Bayi memproduksi bahasa prelinguistik yang biasanya sesuai dengan pengasuhnya. Bahasa yang semula dikeluarkan adalah cooing atau suara seperti suara “vokal” tertentu (seperti “au” atau “u”). Tahap prelinguistik cooing ini biasanya terdengar pada usia 4-6 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bahasa ekspresif&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; (masa verbal): kemampuan anak untuk mengeluarkan kata-kata yang berarti (biasanya pada usia 12-18 bulan). Misalnya, kata “mama” atau “papa”.&lt;br /&gt;Selain kedua jenis bahasa tersebut, dikenal pula bahasa visual . Tahap bahasa yang berhubungan dengan emosi ini muncul dalam beberapa minggu setelah kelahiran bayi. Yang termasuk bahasa visual adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Usia 4-6 minggu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: Bayi “memamerkan” senyum sosial.&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Usia 2-3 bulan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: Bayi mulai memperhatikan orang dewasa yang sedang bicara. Begitu ia berhenti bicara, bayi akan mengeluarkan suara. Ini adalah dasar adanya interaksi pada anak, yang merupakan awal dari tahap bicara.&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Usia 4-5 bulan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: Bayi harus terlihat mencari sumber suara.&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc33cc;"&gt;Usia 6-7 bulan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: Bayi menikmati permainan, seperti ci luk ba.&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#993399;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Usia 9 bulan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;: Bayi mulai menggunakan tangannya untuk melakukan kegiatan sederhana, seperti melambaikan tangan, sebagai ekspresi interaksi sosial.&lt;br /&gt;• &lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Usia 9-12 bulan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;: Bayi memperlihatkan keinginannya pada suatu obyek dengan cara meraih atau menangis bila tidak mendapatkannya.&lt;br /&gt;• &lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Usia 12 bulan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;: Bayi mulai menggunakan jarinya untuk menunjuk benda-benda yang diinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Perkembangan Bicara pada Bayi dan Balita&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Usia 0-1 bulan&lt;br /&gt;Respons bayi saat mendengar suara dengan melebarkan mata atau perubahan irama pernapasan atau kecepatan menghisap susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 2-3 bulan&lt;br /&gt;Respons bayi dengan memperhatikan dan mendengar orang yang sedang bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 4 bulan&lt;br /&gt;Menoleh atau mencari suara orang yang bicara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 6-9 bulan&lt;br /&gt;Babbling, mengerti bila namanya dipanggil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 9 bulan&lt;br /&gt;Mengerti arti kata “jangan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 10-12 bulan&lt;br /&gt;Imitasi suara, mengucapkan mama/papa dari tidak berarti sampai berarti, kadang meniru 2-3 kata. Mengerti perintah sederhana seperti “Ayo, berikan pada saya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 13-15 bulan&lt;br /&gt;Perbendaharaan 4-7 kata, &lt;&gt; 400 kata, termasuk nama, kalimat 2-3 kata, mengerti 2 perintah sederhana sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 2,5-3 tahun&lt;br /&gt;Menggunakan kata jamak dan waktu lalu, kalimat 3-5 kata, 80-90% bicara dapat dimengerti orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 3-4 tahun&lt;br /&gt;Kalimat dengan 3-6 kata, bertanya, bercerita, berhubungan dengan pengalaman, hampir semua dimengerti orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usia 4-5 tahun&lt;br /&gt;Kalimat dengan 6-8 kata, menyebut 4 warna, menghitung sampai 10.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span size="4"&gt;Waspadalah bila ...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Usia 6 bulan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;: Bayi tidak melirik atau menoleh pada sumber suara yang datang dari belakang atau samping.&lt;br /&gt;• &lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Usia 10 bulan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;: Bayi tidak berespons bila dipanggil namanya.&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#660000;"&gt;&lt;em&gt;Usia 15 bulan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;: Anak tidak mengerti atau berespons terhadap kata (tidak, salam atau botol).&lt;br /&gt;• &lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Usia 18 bulan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;: Anak tidak dapat mengucapkan 10 kata.&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#990000;"&gt;&lt;em&gt;Usia 21 bulan&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;: Anak tidak berespons terhadap perintah (duduk, kemari atau berdiri).&lt;br /&gt;• &lt;em&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Usia 24 bulan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;: Anak tidak dapat menunjuk dan menyebutkan bagian tubuh (mulut, hidung, mata dan kuping).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#000066;"&gt;Menyusui = Investasi Besar&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ASI mengandung komponen–komponen yang oke untuk perkembangan otak, misalnya DHA, proses menyusui ternyata juga memasukkan unsur-unsur interaksi. Tidak mungkin Anda menyusui si kecil dengan melamun saja kan? Biasanya, Anda menikmati apa yang sedang terjadi sambil membelai perlahan si kecil dan melakukan kontak mata. Sebaliknya, si kecil pun asyik memperhatikan wajah ibu tercinta. Itu semua adalah dasar komunikasi. Jadi, sebisa mungkin, susuilah bayi Anda. Karena, dengan segala manfaat menyusui, apa yang Anda lakukan itu benar-benar investasi yang besar bagi si kecil. Termasuk, dalam perkembangan bicaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:85%;"&gt;SEMOGA BERMANFAAT..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;font-size:85%;"&gt;Sumber : Ayah Bunda&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115984808511593389?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115984808511593389/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115984808511593389' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115984808511593389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115984808511593389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/batita-anda-terlambat-bicara.html' title='BATITA anda TERLAMBAT bicara ???'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115984330070752655</id><published>2006-10-02T19:33:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T19:41:45.826-07:00</updated><title type='text'>KEMATANGAN OTAK, dari anak hingga Dewasa</title><content type='html'>Benarkah fungsi otak untuk menganalisa dan memecahkan masalah baru sempurna saat seseorang menginjak dewasa? Studi terbaru menjawab dugaan para ahli yang selama ini keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini para ahli yakin bahwa “ledakan” tumbuh kembang otak terjadi di tahun-tahun pertama usia anak dan “menyurut” secara terus-menerus jika hubungan antar neuron (sel-sel saraf otak) tidak digunakan. Studi terbaru membuktikan bahwa dugaan tersebut keliru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga usia dewasa awal (19–40 tahun), kematangan otak manusia baru tercapai. Terutama, pada bagian korteks prefrontal, yang berfungsi sebagai pusat perencanaan ( planning ), mencari jalan keluar ( problem solving ), nalar, emosi, gerakan dan sebagian pusat bicara manusia. Itu artinya, masih ada banyak kesempatan yang mendukung tumbuh-kembang otak selama proses maturitas otak masih berjalan. &lt;a href="http://photos1.blogger.com/blogger/3866/2220/1600/otak.gif"&gt;&lt;img style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" height="222" alt="" src="http://photos1.blogger.com/blogger/3866/2220/320/otak.gif" width="205" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Berkembang pararel dengan evolusi otak&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Studi yang dilakukan oleh peneliti gabungan dari National Health of Mental Health (NIMH) dan University of California, Los Angeles (UCLA) ini dilaporkan secara online dan resmi pada tanggal 17 Mei 2004 lalu. Studi ini dilakukan terhadap 13 anak dan remaja yang sehat, selama 15 tahun. Responden berusia antara 4 sampai 21 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak di- scan dengan Magnetic Resonance Imaging (MRI) setiap dua tahun sekali. Kerja korteks (bagian terbesar otak manusia) direkam dalam bentuk film tiga dimensi. Dalam rekaman, jaringan korteks otak yang sedang aktif bekerja berwarna abu-abu sehingga sering disebut sebagai “ gray matter ” (bagian abu-abu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman kerja otak menunjukkan bahwa bagian abu-abu menjadi matang dan semakin aktif di usia yang tahapan perkembangan ( milestone ) kognitif dan fungsionalnya juga semakin matang. Sebagaimana tumbuh kembang manusia, maka korteks menjadi matang sejalan dengan tahapan perkembangan. Artinya, “Urut-urutan maturasi otak umumnya terjadi secara paralel dengan evolusi otak mamalia,” jelas Nitin Gogtay dan rekan-rekan dari NIHM dan UCLA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Matang secara bertahap&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Studi yang antara lain melibatkan Judith Rapoport dan Paul Thompson ini menemukan bahwa bagian otak yang pertama kali menjadi matang adalah bagian depan dan belakang, yang antara lain berfungsi memproses sensasi indrawi dan melakukan gerakan. Kemudian, diikuti oleh maturitas bagian otak yang berfungsi mengembangkan orientasi spasial dan bahasa. Sedangkan bagian otak dengan fungsi-fungsi yang lebih lanjut, seperti mengintegrasikan informasi dari berbagai indra, matang paling akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil studi ini sangat berarti bagi para ahli yang menangani gangguan fungsi dan tumbuh kembang otak, seperti autisme dan schizofrenia, yang juga diteliti Rapoport dan rekan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, perspektif baru tumbuh kembang otak ini, menyebabkan ahli perkembangan, pendidikan dan neuroscience memiliki wawasan baru dan perlu membuat pendekatan berbeda dalam memandang perkembangan kecerdasan dan tumbuh kembang manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Andi Maerzyda A. D. Th.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Su&lt;em&gt;mber : Ayah Bunda&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115984330070752655?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115984330070752655/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115984330070752655' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115984330070752655'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115984330070752655'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/kematangan-otak-dari-anak-hingga.html' title='KEMATANGAN OTAK, dari anak hingga Dewasa'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115984277453659779</id><published>2006-10-02T19:32:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T19:32:54.726-07:00</updated><title type='text'>4 Sekawan sahabat Ibu hamil</title><content type='html'>Memang, tubuh Anda hanya membutuhkannya dalam jumlah sedikit. Namun hati-hati, jangan sampai kurang. Apalagi, manfaatnya banyak lho ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Besi (Fe)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;kebutuhan per hari + 30 mg&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Manfaat :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;- Membantu pem-bentukan kompo-nen sel darah merah yang mengangkut oksigen, agar terhindar dari anemia (ge-jalanya: lesu, pu-cat, dan pusing).&lt;br /&gt;- Mengurangi kemungkinan ba-yi lahir dengan berat badan ren-dah, lahir prema-tur, atau mening-gal dalam kandungan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Contoh Bahan Makanan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Buah-buahan yang dikering-kan (misal kis-mis dan prune), jeroan hewan, roti yang terbuat dari gan-dum utuh, sayur-an berdaun hijau gelap, biji-bijian dan kacang-kacangan.&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;Catatan Tambahan :&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Konsumsi ma-kanan atau mi-numan kaya vi-tamin C bersama makanan yang kaya besi akan membantu penyerapan besi non-heme (besi dari tumbuhan) dalam usus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Asam folat (vitamin B9)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Kebutuhan perhari : 400 – 800 mkg&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;manfaat :&lt;/span&gt; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;- Di masa awal kehamilan, mem-bantu mencegah kelainan pada sistem saraf pusat janin.&lt;br /&gt;- Mengurangi ke-mungkinan persalinan prematur.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Contoh Makanan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Sayuran ber-daun hijau, bro-koli, rumput laut, asparagus, hati, daging tanpa lemak, kacang-kacangan, jeruk, dan aneka sereal instan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Catatan Tambahan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Asam folat yang larut dalam air dapat rusak dalam proses pengolahan. Jadi, masaklah bayam atau bro-koli dengan se-dikit air dan se-singkat mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Kalsium (Ca)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Kebutuhan Perhari : + 900 mg&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;Manfaat :&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;- Membantu pem-bentukan tulang dan gigi janin tanpa mengam-bil persediaan kalsium dari tulang ibu.&lt;br /&gt;- Mengurangi ke-mungkinan terja-dinya pre-eklampsia (kera-cunan kehamil-an).&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Contoh Makanan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Susu dan pro-duk olahannya, sayuran berdaun hijau gelap, u-dang kering, i-kan teri, kacang-kacangan dan produk olahan-nya (tahu dan tempe), ikan tuna dan sardin kalengan.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;catatan Tambahan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Bila tidak tahan laktosa dapat mencoba susu kedelai atau susu yang telah dikurangi jumlah laktosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seng (Zn)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;Kebutuhan Perhari : + 15 mg&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;Manfaat :&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;- Mengurangi risiko keguguran, bayi lahir prema-tur, dan pre-ek-lampsia.&lt;br /&gt;- Mengoptimal-kan proses tum-buh kembang janin, termasuk otaknya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Contoh Makanan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Hasil laut (mi-salnya ikan, ti-ram, kerang-kerangan), telur, daging merah, dan susu.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;catatan Tambahan :&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Seng yang ter-dapat dalam ba-han makanan he-wani lebih mudah diserap oleh tubuh ketimbang dalam bahan makanan nabati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;em&gt;Sumber : Ayah Bunda&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115984277453659779?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115984277453659779/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115984277453659779' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115984277453659779'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115984277453659779'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/4-sekawan-sahabat-ibu-hamil.html' title='4 Sekawan sahabat Ibu hamil'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115984221861365049</id><published>2006-10-02T19:22:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T19:51:11.903-07:00</updated><title type='text'>Duduk Tepat, Nyeri Hilang</title><content type='html'>&lt;h2 align="center"&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;color:#cc0000;"&gt;Punggung pegal, pinggang dan panggul nyeri, itu memang keluhan rutin ibu hamil. Mau tahu “resepnya”? Jaga sikap duduk Anda. &lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Sejalan dengan membesarnya kehamilan, keluhan pun mulai bermunculan. Mula-mula, mungkin hanya berupa sakit punggung, lalu merembet ke yang lain-lain. Semua gangguan itu sebenarnya karena perubahan kadar hormon progesteron di tubuh yang tengah mempersiapkan diri untuk menghadapi persalinan. Kadar hormon ini tiba-tiba melonjak! &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:Trebuchet MS;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;Kalau progesteron meningkat&lt;/span&gt; &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Tingginya kadar hormon progesteron menyebabkan terjadinya peregangan pada sendi-sendi tulang belakang, sehingga daya lentingnya pun berkurang. Untuk mengatasinya, otot-otot punggung harus mengimbangi pengurangan daya lenting tersebut, sehingga menimbulkan pegal dan nyeri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Rasa pegal dan nyeri tersebut bisa juga terjadi karena pergeseran titik keseimbangan tubuh akibat beban berat pada perut. Setengah dari berat tubuh Anda saat ini memang terletak pada bagian depan tubuh. Nah, agar tubuh tetap seimbang, biasanya Anda mencondongkan bahu ke belakang serta menonjolkan perut. Posisi tubuh seperti ini akan menyebabkan terbentuknya “celah” di antara ruas-ruas persendian tulang belakang, yang justru menimbulkan rasa pegal dan nyeri. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#000099;"&gt;Ini kiatnya!&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;p style="MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;Ada beberapa kiat untuk mengatasi atau mengurangi keluhan nyeri pinggang, panggul dan pinggul. Salah satunya adalah dengan menjaga sikap tubuh Anda ketika duduk. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;• Saat duduk, tulang belakang harus selalu tegak. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;• Jangan membungkukkan tubuh ketika duduk. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;• Naikkan kaki di atas bangku kecil atau sofa selama duduk. Lakukan sesering mungkin untuk memperkecil kemungkinan terjadinya sumbatan pada aliran darah di kaki. Kalau aliran darah pada kedua kaki lancar-lancar saja, berbagai keluhan akan langsung hilang. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;• Jangan menyilangkan kaki ketika duduk tegak, sebab akan menghambat aliran darah di kaki. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;• Hindari duduk terlalu lama, karena punggung Anda akan merasa lelah. Atasi dengan cara meletakkan kepala di atas meja selama beberapa waktu. Lalu, cobalah untuk meregangkan bagian belakang leher. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;• Ganjal belakang punggung dengan bantal yang empuk. Dengan begitu, tulang belakang Anda selalu tersangga dengan baik &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:100%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sri Lestariningsih &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="MARGIN-TOP: 0px; MARGIN-BOTTOM: 0px"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family:trebuchet ms;"&gt;&lt;em&gt;Konsultasi ilmiah: dr. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Lastiko Bramantyo, Sp.OG, POGI Jaya, RSIA Hermina, Jatinegara, &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Jakarta &lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115984221861365049?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115984221861365049/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115984221861365049' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115984221861365049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115984221861365049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/duduk-tepat-nyeri-hilang.html' title='Duduk Tepat, Nyeri Hilang'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115978862496476659</id><published>2006-10-02T04:26:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T04:30:25.196-07:00</updated><title type='text'>BIAR HAMIL, LATIHAN JALAN TERUS DONK !!!!</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Olah raga tak cuma menambah bugar calon ibu, tapi diduga juga memudahkan proses persalinan dan mempercepat pemulihan tubuh setelah persalinan.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya saja latihan fisik. Maka, kadar latihan fisik bagi tingkat mahir atau orang yang terbiasa berolahraga, tak bisa disamakan dengan pemula alias yang jarang berolahraga. Bagi si mahir, jalan kaki keliling kompleks rumah dirasa tidak mencukupi. Sementara bagi pemula, jangankan bersenam, berjalan kaki keliling kompleks sudah membuatnya terengah-engah. Jadi, semua itu sangat tergantung pada kemampuan fisik (kebugaran) serta kebiasaan setiap orang. Apa yang perlu dicermati?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Lihat kondisi tubuh&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Kalau Anda ingin mulai berlatih, perhatikan dulu kondisi tubuh Anda. Sebelum mulai program olahraga apa pun, konsultasikan dulu dengan dokter Anda. Ginekolog akan memeriksa kondisi kehamilan, juga dokter spesialis kesehatan dan olahraga akan memberitahu gerakan apa saja yang aman. Dari sini, bisa pula diketahui hal-hal yang perlu diperhatikan atau larangan-larangan selama Anda berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olahraga selama kehamilan memang penting, sepanjang proses kehamilan itu sendiri berjalan normal. Ini berarti, Anda dalam keadaan sehat-sehat saja. Berikut langkah untuk mulai latihan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pemula&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulailah dengan jalan santai di seputar rumah untuk membiasakan diri. Bisa juga, Anda naik sepeda statis (stasioner) selama 10–15 menit sebanyak 2-3 kali seminggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah tubuh “siap”, Anda bisa mulai bersenam. Mulailah dengan 1 atau 2 gerakan latihan setiap kali berolahraga, sekitar 1-2 kali seminggu. Jika sudah terbiasa, latihan dapat dilakukan sekitar 30 menit, 3 kali seminggu. Usahakan untuk berolahraga paling tidak 3 kali seminggu begitu Anda masuk trimester ke-2. Ingat, jumlah latihannya jangan dinaikkan dulu sampai 14 minggu di awal kehamilan. Begitu juga latihannya. Jangan ditambah lagi sekitar 12 minggu terakhir menjelang persalinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mahir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda terbiasa dengan latihan yang cukup berat, maka kini saatnya untuk mengurangi. Bahkan, mungkin ada beberapa gerakan yang tidak boleh lagi Anda lakukan. Jika sebelumnya Anda hobi main tenis, joging atau karate ataupun olahraga sejenisnya, hentikan sementara latihan “keras” semacam ini demi keamanan janin Anda. Pukulan atau tendangan oleh lawan bisa membahayakan janin. Selain itu, hindari juga olahraga yang dapat menyebabkan Anda jatuh, seperti naik sepeda, panjat tebing, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu latihan masih bisa tetap bervariasi. Bahkan, bisa saja diperpanjang sampai 40 menit setiap kali latihan. Untuk senam, Anda dapat melakukannya 2–3 kali seminggu dengan 2 bentuk latihan setiap kalinya. Kalau Anda sudah memulainya sejak trimester pertama atau ke-2, mungkin saja Anda perlu mengurangi latihan pada waktu trimester ke-3. Sebab, pada trimester ke-3, tubuh Anda semakin besar, sehingga mau tidak mau kemampuan tubuh untuk melakukan gerakan tertentu juga menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Jangan lupa pemanasan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum melakukan gerakan apapun, baik pemula maupun mahir, Anda perlu pemanasan (warming up) selama 10-15 menit agar otot-otot tidak cedera nantinya. Berikut beberapa gerakan pemanasan yang tepat:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Jalan di tempat&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Latihan yang berintensitas rendah ini merupakan pemanasan yang paling baik dan aman, apalagi bila Anda tidak biasa olahraga. Agar tidak bosan, bisa juga Anda berlari-lari kecil di tempat atau naik sepeda statis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Gerakkan kepala, lengan dan siku&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Miringkan kepala ke kanan dan kiri, menoleh ke kanan dan kiri, serta menundukkan dan menegakkannya lagi. Ulangi gerakan. Atau, gerakkan lengan dan siku. Tekuk salah satu lengan ke arah dada dalam posisi lurus, sedangkan sebelah tangan menekan siku. Tahan selama beberapa detik. Ulangi untuk lengan dan tangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Lengkapi dengan peregangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski senam ini tidak terlalu “heboh-heboh” amat, pemanasan dapat pula dilengkapi dengan peregangan lengan, kaki, dan punggung. Menurut Susan Warchaizer, MD , dokter spesialis kandungan dan kebidanan di Boston, Amerika Serikat, “Pelemasan dan pengenduran otot-otot akan mempermudah Anda untuk membawa perut yang kian besar, mengurangi penekanan dan pembebanan pada sendi-sendi, serta membantu mengurangi tekanan pada punggung dan menghilangkan rasa sakit pada otot-otot paha bagian belakang.” Tahan setiap peregangan sekitar 8-10 detik, lalu kendurkan. Ulangi setiap peregangan minimal 3 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#990000;"&gt;Apa Perlunya Berolahraga?&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#000099;"&gt;Meningkatkan sirkulasi darah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirkulasi darah ibu hamil semakin lancar dalam menghantarkan oksigen dan “makanan” ke janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mengurangi komplikasi ringan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Meningkatnya sirkulasi darah akan mengurangi terjadinya komplikasi ringan, seperti varises, ambeien, pembengkakan pada kaki, kram di kaki, serta sembelit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#000099;"&gt;Memperbaiki postur tubuh dan mengurangi sakit punggung&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Olah raga teratur akan memperbaiki postur tubuh, juga pada ibu hamil yang biasanya mengalami masalah dengan postur tubuh. Postur tubuh yang baik dan peredaran darah yang lebih lancar membuat Anda lebih nyaman menjalani kehamilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mengurangi stres&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu hamil biasanya rentan terhadap stres. Stres ini dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur. Berolahraga akan memicu keluarnya hormon endorfin, yaitu hormon yang membuat Anda merasa senang atau bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Membantu menurunkan risiko pre-eklampsia&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Olahraga selama kehamilan terbukti dapat menurunkan risiko pre-eklampsia (keracunan dalam kehamilan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Melancarkan proses persalinan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dengan meningkatnya sistem kardiovaskuler (sistem peredaran darah dan pernapasan) akibat berolahraga, maka stamina Anda akan semakin baik. Dengan berolahraga, proses persalinan jadi 2 kali lebih pendek, risiko stres janin menurun, serta bantuan persalinan menurun dari 48% jadi 14 %.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• &lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Memperlancar ASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan lancarnya sirkulasi darah, maka bugarlah tubuh Anda. Aliran ASI pun diharapkan lebih lancar lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;color:#cc0000;"&gt;Tips Berolahraga Tepat&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan sampai hipoglikemia. Kekurangan karbohidrat (hipoglikemia) akibat kurangnya asupan dan latihan berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan janin. Karenanya, perhatikan asupan kalori sebelum berlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan sampai dehidrasi. Sering-seringlah istirahat dan minum jika sedang berlatih. Asupan cairan yang memadai sangat penting, terutama pada trimester ke-3 kehamilan. Jika hal ini tidak diperhatikan, maka kekurangan cairan (dehidrasi) dapat memicu persalinan dini (kelahiran prematur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hindari hipoksia. Olahraga dengan intensitas tinggi dapat menyebabkan Anda terengah-engah, sehingga janin akan kekurangan oksigen juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• “Tes bicara”. Jika Anda terengah-engah sehingga sulit bicara pada waktu latihan, turunkan irama latihan. Ini menunjukkan tubuh Anda tidak mendapatkan oksigen yang sesuai dengan kebutuhan. Tentu saja, hal ini akan juga dirasakan oleh janin Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jaga suhu tubuh. Jangan sampai suhu tubuh meningkat terlalu tinggi (hipertermia), lebih dari 38 ° C, apalagi pada trimester ke-3. Meningkatnya suhu tubuh bisa memicu terjadinya persalinan prematur. Juga, jika suhu tubuh agak tinggi, sebaiknya jangan berlatih. Latihan cenderung meningkatkan suhu tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Hindari tidur telentang. Latihan sambil tidur telentang pada trimester ke-3 perlu dihindari, karena kandungan akan menekan pembuluh darah balik (vena cava inferior). Akibatnya, aliran darah balik ke jantung terhambat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Baju dan sepatu yang cocok. Kenakan pakaian yang menyerap keringat dan alas kaki (jika memerlukannya) yang nyaman ketika berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Segera Berhenti Berolahraga!&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan teruskan latihan (sampai Anda berkonsultasi dengan dokter) jika dijumpai salah satu gejala berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Nyeri di perut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Perdarahan (bercak-bercak darah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Terasa hampir pingsan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sakit punggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sakit di sekitar vagina atau perut bagian bawah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Tidak terasa adanya gerakan janin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kesulitan berjalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Demam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pusing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Terengah-engah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Sakit kepala terus menerus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Berat badan sulit bertambah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pembengkakan di kaki atau bagian lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Meningkatnya denyut jantung yang tidak normal setelah latihan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Kontraindikasi Olahraga Selagi Hamil&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya, berolahraga baik bagi kesehatan ibu hamil. Namun, pada beberapa kondisi, latihan yang berat dapat dimodifikasi (misalnya, dengan melakukan peregangan-peregangan) atau malah dihindari sama sekali jika dokter tidak mengizinkan. Beberapa kontraindikasi tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Plasenta previa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Plasenta previa adalah kondisi di mana plasenta tumbuh di bagian bawah uterus (rahim), sehingga menutupi jalan lahir di leher rahim. Keadaan seperti ini dapat menyebabkan bercak-bercak sampai perdarahan selama hamil. Jadi, para calon ibu yang mengalami plasenta previa dilarang keras berolahraga agar terhindar dari kemungkinan terjadinya perdarahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pernah keguguran atau lahir prematur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang pernah keguguran atau mengalami persalinan prematur, maka pada kehamilan berikutnya sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter jika ingin melakukan olahraga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Incompetentia cervix&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, longgarnya mulut rahim saat hamil. Kondisi ini memang rentan atau berisiko tinggi terhadap terjadinya keguguran. Jangankan berolahraga, melakukan kegiatan sehari-haripun bisa mengakibatkan janin terlepas dari rahim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pertumbuhan bayi terhambat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika pertambahan berat badan selama hamil tidak mencukupi, maka olahraga juga tidak disarankan, karena akan mengganggu pertumbuhan janin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jenis-jenis latihan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pemanasan perlu dilakukan sebelum berolah tubuh, agar otot-otot Anda tidak cedera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Step up. Latihan ini untuk menguatkan quadriceps (otot paha bagian belakang), hamstrings (otot paha depan) buttocks (bokong), dan calves (betis). Caranya, dengan naik turun step aerobik atau gunakan anak tangga terbawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mahir: Naik turun step aerobik sebanyak 12-15 kali. Lakukan sambil bawa beban (dumbell) di atas pundak. Naikkan kaki kiri ke papan, lalu kaki kanan, kemudian turunkan kaki kiri, diikuti kaki kanan. Lakukan berganti-ganti kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pemula: Gerakan sama, hanya saja tangan sebelah bisa berpegangan pada sandaran kursi sementara tangan lainnya diletakkan di pinggang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mendayung. Gerakan ini dilakukan untuk memperkuat punggung bagian tengah, pundak, dan otot biceps (lengan atas depan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mahir: Duduklah di kursi atau bola besar dengan lutut tertekuk, sejajar dengan pergelangan kaki, dan telapak kaki menapak lurus di lantai. Pegang dumbell (beban) dengan kedua belah tangan, sejajar dengan pinggang. Ayunkan ke belakang sejauh mungkin, dekatkan kedua tulang belikat, kemudian tekuk siku ke posisi semula. Usahakan pergelangan tangan tetap lurus. Ulangi gerakan antara 10 –12 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pemula: Dalam posisi berdiri, regangkan kaki selebar pinggul dengan posisi kaki kanan di depan kaki kiri. Tangan kanan memegang sandaran kursi, sementara tangan kiri memegang dumbbell. Condongkan tubuh ke depan. Dengan dumbbell di tangan kiri, biarkan lengan menggantung. Tekuk siku ke dekat pinggang, luruskan lagi lengan beberapa kali, kemudian ganti posisi kaki dan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Gerakan terbang. Latihan untuk memperkuat punggung bagian atas dan pundak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Mahir: Duduklah di atas bola stabilitas dengan lutut ditekuk dan telapak kaki menapak ke lantai. Dengan dumbbell di kedua tangan, dekatkan kedua tulang belikat dan condongkan badan ke depan dimulai dari pinggul. Kemudian, rentangkan lengan lurus-lurus sampai setinggi bahu. Ulangi gerakan ini hingga 10 – 12 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pemula: duduklah di bagian tepi kursi dan condongkan tubuh ke depan mulai dari pinggul, sampai menyerupai sudut 45º. Pegang dumbbell memakai satu tangan dengan telapak menghadap ke dalam, sementara tangan satu lagi menyilang paha untuk menahan tubuh. Setelah itu, rentangkan tangan yang memegang beban lurus-lurus sampai setinggi buah. Jaga agar siku tidak tertekuk ketika mengangkat lengan. Lakukan gerakan ini sebanyak 10 –12 kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Ayah Bunda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115978862496476659?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115978862496476659/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115978862496476659' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978862496476659'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978862496476659'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/biar-hamil-latihan-jalan-terus-donk.html' title='BIAR HAMIL, LATIHAN JALAN TERUS DONK !!!!'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115978776155129291</id><published>2006-10-02T04:14:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T04:16:01.653-07:00</updated><title type='text'>Mendidik Anak Cerdas dan Berbakat</title><content type='html'>Sebagai orang tua masa kini, kita seringkali menekankan agar anak berprestasi secara akademik di sekolah. Kita ingin mereka menjadi juara dengan harapan ketika dewasa mereka bisa memasuki perguruan tinggi yang bergengsi. Kita sebagai masyarakat mempunyai kepercayaan bahwa sukses di sekolah adalah kunci untuk kesuksesan hidup di masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada kenyataannya, kita tidak bisa mengingkari bahwa sangat sedikit orang-orang yang sukses di dunia ini yang menjadi juara di masa sekolah. Bill Gates (pemilik Microsoft), Tiger Wood (pemain golf) adalah beberapa dari ribuan orang yang dianggap tidak berhasil di sekolah tetapi menjadi orang yang sangat berhasil di bidangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau IQ ataupun prestasi akademik tidak bisa dipakai untuk meramalkan sukses seorang anak di masa depan, lalu apa? Kemudian, apa yang harus dilakukan orang tua supaya anak-anak mempunyai persiapan cukup untuk masa depannya? Jawabannya adalah: Prestasi dalam Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence), dan BUKAN HANYA prestasi akademik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemungkinan anak untuk meraih sukses menjadi sangat besar jika anak dilatih untuk meningkatkan kecerdasannya yang majemuk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Jenis Kecerdasan Dr. Howard Gardner, peneliti dari Harvard, pencetus teori Multiple Intelligence mengajukan 8 jenis kecerdasan yang meliputi (saya memasukkan kecerdasan Spiritual walaupun masih diperdebatkan kriterianya):&lt;br /&gt;Cerdas Bahasa – cerdas dalam mengolah kata&lt;br /&gt;Cerdas Gambar – memiliki imajinasi tinggi&lt;br /&gt;Cerdas Musik – cerdas musik, peka terhadap suara dan irama&lt;br /&gt;Cerdas Tubuh – trampil dalam mengolah tubuh dan gerak&lt;br /&gt;Cerdas Matematika dan Logika – cerdas dalam sains dan berhitung&lt;br /&gt;Cerdas Sosial – kemampuan tinggi dalam membaca pikiran dan perasaan orang lain Cerdas Diri – menyadari kekuatan dan kelemahan diri&lt;br /&gt;Cerdas Alam – peka terhadap alam sekitar Cerdas Spiritual – menyadari makna eksistensi diri dalam hubungannya dengan pencipta alam semesta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun seluruh kecerdasan anak adalah ibarat membangun sebuah tenda yang mempunyai beberapa tongkat sebagai penyangganya. Semakin sama tinggi tongkat-tongkat penyangganya, semakin kokoh pulalah tenda itu berdiri. Untuk menjadi sungguh-sungguh cerdas berarti memiliki skor yang tinggi pada seluruh kecerdasan majemuk tersebut. Walaupun sangat jarang seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi di semua bidang, biasanya orang yang benar-benar sukses memiliki kombinasi 4 atau 5 kecerdasan yang menonjol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Albert Einstein, terkenal jenius di bidang sains, ternyata juga sangat cerdas dalam bermain biola dan matematika. Demikian pula Leonardo Da Vinci yang memiliki kecerdasan yang luar biasa dalam bidang olah tubuh, seni, arsitektur, matematika dan fisika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa faktor genetik saja tidak cukup bagi seseorang untuk mengembangkan kecerdasannya secara maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru PERAN ORANG TUA dalam memberikan latihan-latihan dan lingkungan yang mendukung JAUH LEBIH PENTING dalam menentukan perkembangan kecerdasan seorang anak. Jadi, untuk menjamin masa depan anak yang berhasil, kita tidak bisa menggantungkan pada sukses sekolah semata. Ayah-Ibu HARUS berusaha sebaik mungkin untuk menemukan dan mengembangkan sebanyak mungkin kecerdasan yang dimiliki oleh masing-masing anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Info Balita Cerdas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115978776155129291?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115978776155129291/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115978776155129291' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978776155129291'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978776155129291'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/mendidik-anak-cerdas-dan-berbakat.html' title='Mendidik Anak Cerdas dan Berbakat'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115978759661404203</id><published>2006-10-02T04:11:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T04:13:29.013-07:00</updated><title type='text'>Gaya Asuh dan Empati Pada Anak</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;Hasil penelitian ini secara jelas menunjukkan bahwa ibu yang menerapkan disiplin dan sistem hukuman yang berlebihan, yang tidak berusaha berkomunikasi, memberikan penjelasan, pengertian dan menerapkan peraturan-peraturan yang konsisten, dan yang secara keterlaluan memarahi anak-anak mereka ataupun menunjukkan kekecewaan mereka terhadap si anak cenderung menghalangi perkembangan prasosial si anak.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang tua yang menggunakan hukuman keras sebagai bagian dari disiplin dalam mendidik anak mereka memiliki kemungkinan untuk menyebabkan masalah yang lebih dari sekedar hubungan orangtua-anak yang kurang mesra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penelitian yang baru-baru ini dilakukan menunjukkan bahwa para ibu yang terlalu keras dapat mempengaruhi kemampuan anak-anak mereka dalam menunjukkan empati. Hasil penelitian ini secara jelas menunjukkan bahwa ibu yang menerapkan disiplin dan sistem hukuman yang berlebihan, yang tidak berusaha berkomunikasi, memberikan penjelasan, pengertian dan menerapkan peraturan-peraturan yang konsisten, dan yang secara keterlaluan memarahi anak-anak mereka ataupun menunjukkan kekecewaan mereka terhadap si anak cenderung menghalangi perkembangan prasosial si anak, demikian ditulis Dr. Paul D. Hastings, dari National Institue of Mental Health. Penelitian yang hanya memfokuskan diri pada gaya orang tua mengasuh anaknya tersebut menyimpulkan bahwa anak-anak mengartikan perilaku keras tersebut sebagai tidak adanya kasih sayang dari orang tua mereka. Hasil penelitian ini telah diterbitkan pada edisi September jurnal Developmental Psychology.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebalikannya, para ibu yang hangat, yang menggunakan penjelasan dan tidak mengandalkan hukuman keras dalam mendisiplinkan anak-anak, mereka cenderung menumbuhkan rasa empati dalam diri anak-anak mereka. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk melihat bagaimana gaya asuh ayah mempengaruhi kepedulian anak kepada sesama. Kelompok peneliti mengobservasi perkembangan tiga kelompok anak-anak, tingkat keagresivan atau perilaku mengganggu yang berbeda-beda mulai dari pra sekolah sampai sekolah dasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara ketiga kelompok menunjukkan tingkat kepedulian terhadap sesama yang sama pada masa pra sekolah, seiring dengan bergulirnya waktu rasa empati anak-anak yang memiliki masalah perilaku semakin berkurang. Untuk mengukur kadar rasa empati, para peneliti melihat bagaimana anak-anak tersebut bereaksi terhadap sandiwara dimana seorang peneliti wanita atau ibu dari si anak mengalami kecelakaan kaki. Si orang dewasa yang mengalami kecelakaan meringis, mengekspresikan rasa sakitnya secara verbal dan menggosok-gosok tempat yang sakit. Pada pra sekolah (sekitar usia 4-5 tahun) anak-anak yang agresif dan perusuh menunjukkan rasa peduli yang sama dengan teman-teman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun kemudian anak-anak dengan masalah perilaku baru menunjukkan kepedulian yang kurang terhadap si orang dewasa yang terluka. Pada usia mendekati 7 tahun, mayoritas dari anak-anak bermasalah ini telah kehilangan hampir seluruh dari rasa peduli mereka. Lebih tragis lagi, anak-anak ini juga dideskripsikan sebagai pribadi yang antisosial oleh guru mereka, dan diri mereka sendiri. Anak-anak yang disebut agresif menunjukkan ketidakpedulian mereka terhadap sesama melalui kemarahan, kekerasan, dan menertawakan ketidakberuntungan orang lain, khususnya terhadap ibu mereka. Peneliti mengatakan bahwa respons ini adalah reaksi terhadap gaya asuh ibu-ibu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak-anak laki-laki tersebut cenderung mengalami kesakitan secara emosionil dan, kemungkinan, fisik, dalam hubungan mereka dengan ibu mereka, demikian Hastings dan rekan mengatakan. Kemarahan mereka dan ketidakacuhan mereka pada saat ibu mereka membutuhkan pertolongan kemungkinan merupakan usaha mereka untuk memberikan jarak atau mengurangi rasa sakit yang mereka rasakan dalam interaksi dengan ibu mereka. Para peneliti memperhatikan bahwa anak-anak pra sekolah dengan masalah perilaku menjadi berkurang sikap agresifnya jika mereka diajarkan untuk peduli terhadap sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanamkan rasa kepedulian kepada anak-anak adalah cara yang baik untuk menghilangkan masalah perilaku pada anak-anak yang cenderung agresif atau perusuh pada usia dini, demikian peneliti menyimpulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(Developmental Psychology/imi) (sumber : Lippostar.com)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115978759661404203?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115978759661404203/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115978759661404203' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978759661404203'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978759661404203'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/gaya-asuh-dan-empati-pada-anak.html' title='Gaya Asuh dan Empati Pada Anak'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115978639977503355</id><published>2006-10-02T03:49:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T03:53:19.863-07:00</updated><title type='text'>RASA INGIN TAHU ANAK BESAR = ANAK CERDAS. BENARKAH?</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;''Anak yg selalu bertanya atau rasa ingin tahunya besar adalah anak yg cerdas.'' Benarkah pernyataan itu? Apakah memang demikian kenyataannya? ...Ada satu hal lagi yg perlu menjadi perhatian kita dalam menilai apakah anak tersebut BENAR-BENAR mempunyai ciri-ciri anak cerdas.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda sudah banyak membaca buku ataupun menerima banyak informasi tentang perkembangan anak, pasti anda pernah mendapatkan pernyataan berikut: ''Anak yg selalu bertanya atau rasa ingin tahunya besar adalah anak yg cerdas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'' Benarkah pernyataan itu? Apakah memang demikian kenyataannya? (Semoga anda tidak menjadi ragu dengan 2 pertanyaan di atas.) Memang BENAR bahwa salah satu ciri anak cerdas adalah anak yg rasa ingin tahunya besar, selalu bertanya tentang banyak hal. TETAPI, ada satu hal lagi yg perlu menjadi perhatian kita dalam menilai apakah anak tersebut BENAR-BENAR mempunyai ciri-ciri anak cerdas. Apa itu? Setelah anak mengajukan pertanyaan, ada 1 tahapan lanjutan yg bisa dijadikan acuan apakah dia benar-benar ingin tahu, yaitu: ''APAKAH ANAK BENAR-BENAR MEMPERHATIKAN JAWABANNYA.'' Anak yg cerdas akan bertanya banyak hal karena memang dia ingin tahu jawabannya. Biasanya, jika anak tersebut bertanya, dia akan 'mengejar' jawaban kita dengan pertanyaan lanjutan, sampai kita orangtua menjadi kewalahan dalam menjawabnya. Inilah salah satu ciri-ciri anak cerdas yang sebenarnya! Kadang-kadang kita melihat anak yang selalu bertanya, tetapi sebelum dijawab anak tersebut sudah bertanya lagi hal yang lain lagi secara terus menerus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan bahwa anak tersebut tidak benar-benar ingin tahu terhadap apa yang ditanyakannya. Menghadapi anak seperti itu, kita perlu mengarahkan sedikit demi sedikit, sehingga anak menjadi bisa memfokuskan dirinya terhadap apa yang ingin diketahuinya. Kemudian, sarana TERBAIK untuk memuaskan keingin-tahuan anak adalah dengan menyediakan buku, dan mengajarkan anak MEMBACA sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas membaca mempunyai pengaruh terbesar dalam kehidupan berpikir seorang anak, yang pada akhirnya akan berpengaruh juga terhadap tingkat kecerdasan anak. Untuk menstimulasi hal tersebut, kita perlu memberikan kegiatan lanjutan setelah anak selesai membaca dalam suasana yang menyenangkan. Misalnya, kita bisa membuat quiz tentang isi dari bacaan tersebut, dlsb. Hal ini perlu untuk melatih anak belajar menguasai isi bacaan tersebut. Pemahaman terhadap isi bacaan merupakan tahap lanjutan yang sangat penting untuk diajarkan setelah anak mulai lancar membaca.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih penting lagi: JANGAN memaksa anak untuk membaca! Beri kebebasan kepada anak untuk memilih buku yang ingin dibacanya. INGAT, yang penting BUKAN APA yang dibaca oleh anak, TETAPI BAGAIMANA anak membacanya. Tentu saja, selama buku-buku tersebut sesuai untuk anak-anak. Jangan samapai, misalnya, kita memaksa anak membaca buku tentang binatang, padahal anak sedang ingin membaca buku tentang angkasa luar. Adil Fathi Abdullah dalam bukunya mengatakan: ''Andai kita berhasil membuat anak gemar dan menikmati aktivitas membaca serta menjadikannya sebagai sarana untuk meningkatkan daya pikirnya, berarti kita telah memberikan kebaikan yang tidak ternilai dengan harta dunia.'' Anda setuju? Saya sangat SANGAT sependapat dengan pernyataan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Info balita Cerdas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115978639977503355?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115978639977503355/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115978639977503355' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978639977503355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978639977503355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/rasa-ingin-tahu-anak-besar-anak-cerdas.html' title='RASA INGIN TAHU ANAK BESAR = ANAK CERDAS. BENARKAH?'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115978578663595503</id><published>2006-10-02T03:39:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T03:43:06.733-07:00</updated><title type='text'>Mendengar ATAU Terdengar</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;Oleh &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.e-psikologi.com/konseling/profil.htm"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;Jacinta F. Rini&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#cc0000;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;span style="color:#6600cc;"&gt;(Anak) : Mama...mama...adek nggak mau sekolah lagi...pokoknya nggak mau...sekolah itu  nggak enak soalnya ada si dono yang badannya besar dan suka gangguin adek...adek takut, Ma...adek nggak mau ketemu dono....(sambil menangis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Mama): (mamanya sambil matanya lekat ke sinetron yang sedang seru-serunya) Mmmm...Oooo...Aahh nggak apa-apa, kan...biasa itu...masa’ begitu saja takut...pokoknya besok sekolah seperti biasa...ya! anggap saja tidak ada apa-apa....ya sudah, sana..! lagi seru niiih..wah, jadi kelewat deh ceritanya...! kamu sih...!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Problem Komunikasi Dalam Keluarga&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Situasi di atas sepertinya tidak asing lagi di jaman ini, di mana setiap orang, termasuk orang tua, seolah membangun dunia sendiri yang terpisah dari orang lain, bahkan anggota keluarganya sendiri. Komunikasi keluarga menjadi “barang mahal dan barang langka” karena masing-masing sibuk dengan urusan, pikiran dan perasaannya masing-masing. Akhirnya, komunikasi yang tercipta di dalam keluarga, adalah komunikasi yang sifatnya informatif dan superfisial (hanya sebatas permukaan). Misalnya, pemberitahuan agenda kerja ayah hari ini, rapat di kantor, janji bertemu orang, harus presentasi, atau mungkin membicarakan mengenai teman ayah punya pekerjaan baru, si Pak Tiar pergi ke luar negeri, tingkat bunga bank, kurs dollar, situasi politik, kerusuhan yang terjadi di luar daerah, dan lain sebagainya. Sementara ibu membicarakan tentang teman kerja di kantor, rencana bisnis ibu, rencana masak memasak, pertemuan arisan, acara televisi baru, atau membicarakan tentang anak teman ibu yang punya masalah. Anak-anak, punya dunianya sendiri yang sarat dengan keanekaragaman pengalaman dan cerita-cerita seru yang beredar di kalangan teman-teman mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kepadatan arus informasi yang serba superfisial dan sempitnya “waktu bersama”, membuat hubungan antara orang tua – anak semakin berjarak dan semu. Artinya, hal-hal yang diutarakan dan dikomunikasikan adalah topik umum selayaknya ngobrol dengan orang-orang lainnya. Akibatnya, masing-masing pihak makin sulit mencapai tingkat pemahaman yang dalam dan benar terhadap apa yang dialami, dirasakan, dipikirkan, dibutuhkan dan dirindukan satu sama lain. Dalam pola hubungan komunikasi seperti ini, tidak heran jika ada orang tua yang kaget melihat anaknya tiba-tiba menunjukkan sikap aneh, seperti tidak mau makan, sulit tidur (insomnia), murung atau prestasinya meluncur drastis. Orang tua merasa selama ini anaknya seperti “tidak ada apa-apa” dan biasa saja. Lebih parah lagi, mereka menyalahkan anak, menyalahkan pihak lain, entah pihak sekolah, guru, atau malah saling menyalahkan antara ayah dengan ibu. Seringkali orang tua lupa, bahwa setiap masalah adalah hasil dari sebuah interaksi setiap orang yang terlibat di dalamnya. Setiap orang, punya kontribusi dalam mendorong munculnya masalah, termasuk masalah pada anak-anak mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Seni Mendengarkan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi, sesungguhnya tidak hanya terbatas dalam bentuk kata-kata. Komunikasi, adalah ekspresi dari sebuah kesatuan yang sangat kompleks : bahasa tubuh, senyuman, peluk kasih, ciuman sayang, dan kata-kata. Seni mendengarkan, membutuhkan totalitas perhatian dan keinginan mendengarkan, hingga sang pendengar dapat memahami sepenuhnya kompleksitas emosi dan pikiran orang yang sedang berbicara. Bahkan, komunikasi yang sejati, sang pendengar mampu memahami apa yang terjadi / yang dirasakan oleh lawan bicara meski dengan kata-kata yang sangat minimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bagaimana Cara Mendengarkan Yang Baik ?&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;Di awal artikel ini pembaca dapat menarik gambaran bagaimana suasana hati sang anak dan apa yang diharapkannya ketika ia mencoba “berkomunikasi” dengan sang ibu; dan bagaimana keadaan “hati” anak setelah itu? Kejadian tersebut tampaknya sangat umum terjadi di mana-mana, di hampir setiap keluarga. Memang, tidak ada orang tua sempurna, karena setiap orang tua memiliki masalahnya masing-masing hingga seringkali memblokir hubungan positif yang seharusnya terjalin antara mereka dengan anak-anak. Tapi, bukan berarti hal itu dapat selalu dimaklumi, bukan? Bagaimana pun, setiap kita para orang tua, perlu diingatkan kembali, bagaimana cara “mendengarkan” anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;1.   Fokuskan perhatian pada anak&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;     Pada saat anak mencoba mengatakan sesuatu, berilah perhatian sepenuhnya pada ceritanya. Untuk itu, alangkah baiknya jika kita mengalihkan perhatian sejenak dari film atau sinetron yang sedang ditonton, majalah, koran, atau dari pekerjaan yang sedang dihadapi.  Tataplah langsung di matanya sambil memberi kesan bahwa kita benar-benar siap memperhatikan ceritanya, dan mendorongnya untuk bercerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;2.      Re-statement, mengulangi cerita anak untuk menyamakan pengertian&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;      Tahanlah diri untuk tidak menginterupsi ceritanya sampai anak selesai bercerita. Ketika anak selesai bercerita, cobalah memberikan kesimpulan berdasarkan hasil tangkapan kita terhadap ceritanya. Pola ini, memberikan feedback bagi orang tua dan anak, apakah kita benar-benar telah memahami apa yang diceritakan atau apa yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;3.     Menggali perasaan dan pendapat anak akan masalah yang sedang dihadapi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;      Kita boleh bertanya pada mereka : “bagaimana perasaan adek, waktu itu....”; cara ini jauh lebih baik ketimbang menjatuhkan penilaian subyektif atas diri mereka : “ah, kamu pasti takut! Kamu kan penakut....” atau “ah, paling kamu menangis...kan kamu cengeng...” atau “kamu nggak menangis, kan? Anak mama papa pemberani, tentu tidak pernah menangis!”...Penilaian tersebut malah membuat anak frustrasi karena mereka mengharap orang tua bisa mengerti perasaan mereka, bukan menilai sikap dan perasaan mereka. Selain itu, penilaian subyektif orang tua yang datang terlalu cepat, bisa membuat anak menarik diri untuk tidak lebih lanjut menceritakan perasaan yang sebenarnya, karena orang tua sudah punya anggapan tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal, anak itu sebenarnya takut ketika berhadapan dengan teman sekolah yang lebih besar badannya dan suka mengganggunya – namun urung bercerita karena orang tua sudah memberi label pada sang anak sebagai “anak mama-papa pasti pemberani”. Menceritakan perasaan dan kejadian yang sesungguhnya, hanya akan membuat dirinya dimarahi atau malu karena dianggap lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4.     Bantu anak mendefinisikan perasaan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;      Mendengarkan sepenuhnya cerita pengalaman anak, baik itu menyedihkan dan menyenangkan, membuat kita berdua (dengan anak) dapat berbagi rasa dan anak pun akan merasa orang tua menghargainya. Anak akan biasa bersikap terbuka karena yakin orang tua pasti bersedia mendengarkan mereka. Jika anak masih sulit mengidentifikasi perasaan mereka, bantulah dengan mendengarkan cerita mereka sungguh-sungguh, dan melontarkan kesan seperti “Wah..adek sepertinya sedih sekali”..atau “Kamu kelihatan sangat marah”...atau “adek sepertinya sedang bosan?”. Anak akan sangat lega ketika orang tua bisa menangkap perasaan mereka. Interaksi demikian, melatih anak mengidentifikasikan perasaan mereka secara tepat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;5.   Bertanya&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;      Hindari sikap memaksakan pendapat, cara, penilaian orang tua; alangkah lebih baik jika orang tua membimbing mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang membuat mereka semakin memahami kejadian yang dialami, teman yang dihadapi, perasaan yang mereka rasakan serta sikap - tindakan yang harus mereka lakukan sebagai pemecahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;6.      Mendorong semangat anak untuk bercerita&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;      Hanya dengan memberi respon “Ooo....O ya?...Wow!...” sudah menjadi stimulasi bagi mereka untuk makin giat bercerita.Pola ini dapat membuat anak tenang dan nyaman karena merasa orang tua memahami apa yang mereka ungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;7.      Mendorong anak mengambil keputusan yang tepat&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;      Jika orang tua ingin membantu anak menghadapi masalahnya, sebaiknya kita tidak mengambil alih keputusan (“ya sudah, besok kamu tidak usah masuk sekolah”) atau tindakan  (“biar mama yang hadapi si boy teman mu yang nakal...biar mama si boy tahu apa yang anaknya lakukan!). Sebaliknya, hadirkan beberapa alternatif yang membuat mereka berpikir dan memilih manakah solusi terbaik sambil membicarakan akibat-akibat yang bisa dirasakan baik oleh anak maupun oleh orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;8.   Menunggu redanya emosi anak dan mengajak berpikir positif&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;      Jika anak masih diliputi emosi yang memuncak hingga membuatnya sulit berbicara, orang tua jangan memaksakan anak untuk segera bicara. Kita tidak akan berhasil membuatnya bercerita dan kita pun makin tidak sabar untuk tidak memberikan opini kita padanya. Konflik seringkali terjadi dan ini menyebabkan memburuknya hubungan orang tua anak. Berikan waktu untuk menyendiri sampai intensitas perasaannya mereda. Ketika emosinya mereda, anak akan lebih siap untuk diajak bicara. Sekali lagi, berusahalah untuk tidak memberikan opini kita pribadi, baik terhadap pilihan sikapnya, emosinya, dan tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanyakan pemikiran mereka terhadap masalah ini dan bagaimana kira-kira sikap yang sebaiknya mereka lakukan di kemudian hari. Sikap ini tidak saja menghindarkan anak dari perasaan dihakimi, namun juga membantu mereka lebih memahami kejadian / peristiwa itu secara obyektif serta menemukan nilai atau pelajaran berharga yang dapat dipetik dari kejadian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Apa manfaat dari mendengarkan?&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bagi seorang anak, komunikasi bukan hanya bertujuan untuk membuat orang dewasa atau orang lain mengetahui dan memenuhi kebutuhannya. Dari komunikasi itu lah, anak dapat menarik kesimpulan, bagaimana orang dewasa memandang dirinya; dan dari kesan ini lah seorang anak membangun rasa percaya diri dan sense of self. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak akan merasa dihargai, merasa percaya diri dan mengembangkan penilaian positif terhadap dirinya, ketika orang tua menaruh perhatian tidak hanya pada ceritanya, tapi juga pada pendapat, keyakinan, kesimpulan, ide-ide, perasaan, bahkan ketika pendapat tersebut tidak sesuai dengan pendapat orang tua. Sikap orang tua yang “mendengarkan” anak, membuat anak berani membuat perbedaan dan menjadi berbeda, tanpa takut  dihukum, dilecehkan atau ditertawakan. Hal itulah yang menjadi salah satu landasan keberanian dan keinginan anak, untuk menjadi diri sendiri apa adanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari tanggapan-tanggapan orang tua, anak akan belajar mengenal banyak informasi dan pengetahuan, mendengar sesuatu yang berbeda dari yang dipikirkannya selama ini, melihat alternatif yang lain, menilai pendapat dan tindakannya sendiri, menilai posisi dirinya di mata orang lain, dan menarik kesimpulan apa yang harus dilakukan olehnya. Proses saling mendengarkan dan didengarkan, mengasah daya kritis dan kreativitas berpikir anak karena ketika antara anak dengan orang tua terdapat jalur 2 arah yang terbuka, maka terbuka pula akses informasi, pengetahuan, perasaan, pemikiran dan pengalaman dari kedua belah pihak. Satu sama lain, saling belajar dan saling memperkaya, saling mengenal dan semakin memahami.&lt;br /&gt;Proses komunikasi antara orang tua dengan anak, sangat membantu anak memahami dirinya sendiri, perasaannya, pikirannya, pendapatnya dan keinginan-keinginannya. Anak dapat mengidentifikasi perasaannya secara tepat sehingga membantunya untuk mengenali perasaan yang sama pada orang lain. Lama kelamaan, semakin anak terlatih dalam mengenali emosi, tumbuh keyakinan dan sense of control terhadap perasaannya sendiri (lebih mudah mengendalikan sesuatu yang telah diketahui).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misal, jika anak sudah tahu bagaimana rasanya marah, sedih, kecewa, takut, kesepian, dsb, maka akan lebih mudah bagi orang tua memberikan alternatif-alternatif cara menghadapi dan menyelesaikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan anak secara sungguh-sungguh, membuat anak percaya pada orangtua. Hubungan mutual trust, ini membuat anak merasa lebih nyaman berada bersama orang tua, lebih memilih ‘curhat dengan orang tua dan siap menjadi “partner” ketika orang tua yang giliran butuh didengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Evaluasi Diri&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Mendengarkan dan didengarkan, adalah kunci hubungan orang tua-anak yang sangat bermanfaat, baik untuk pengembangkan kematangan emosional, kepandaian intelektual, kemampuan membina kehidupan sosial yang baik serta penanaman nilai prinsip moral yang baik pada anak. Dengan mendengar dan didengar, jalur komunikasi 2 arah terbuka lebar antara orang tua – anak, memungkinkan keduanya saling mengerti dan membuat orang tua dapat memberikan dukungan yang diperlukan oleh anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sebaliknya, jika kata-kata yang diucapkan anak hanya sekedar “terdengar” di telinga kita, akan hilang begitu saja terbawa angin dan tidak memberikan makna serta kontribusi apapun dalam proses pertumbuhan anak.  Nah, apakah kita sebagai orang tua, tega mengorbankan kualitas perkembangan dan tingkat kematangan emosional, intelektual, moral, dan kemampuan sosial anak kita demi kesenangan sesaat (film yang menarik, obrolan gossip yang asik, berita yang sedang dibaca, dan lain sebagainya).....Inilah saatnya kita sebagai orang tua merefleksikan dalam kehidupan sehari-hari, apakah kita sudah lebih sering mendengarkan anak....ataukah, cerita mereka hanya terdengar sayup-sayup oleh kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993399;"&gt;Sumber : e-psikologi Anak dan balita&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115978578663595503?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115978578663595503/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115978578663595503' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978578663595503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978578663595503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/mendengar-atau-terdengar.html' title='Mendengar ATAU Terdengar'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115978536753237170</id><published>2006-10-02T03:29:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T03:36:35.866-07:00</updated><title type='text'>Menyiasati Anak Sulit Makan</title><content type='html'>&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;a href="http://www.e-psikologi.com/lain-lain/martina.htm"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Martina Rini S. Tasmin, SPsi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ibu : "A lagi ya, satu lagi aaanya, yah satu lagi yah"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : "Nggak mau, udah kenyang"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Ibu : "Satu lagi deh, abis itu udahan deh makannya. Tinggal sedikit nih, tuh lihat di piringnya, tinggal sedikit kan. Satu lagi yaaaaa"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak : "Nggak mau ah, udah kenyaaaaaaaaaaaang"&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi sebagian ibu, dialog di atas mungkin terdengar sangat familiar di telinga ketika jam makan anak-anak telah tiba. Memberi makan kepada anak-anak balita terkadang memang menyulitkan. Anak tidak selalu menyukai apa yang diberikan kepada mereka. Mereka cenderung lebih menyukai makanan ringan berupa makanan yang manis (seperti permen, biskuit), makanan junk food (biasanya dalam bentuk makan siap saji seperti hamburger, fried chicken, french fries), dan makanan yang tasty (misalnya chiky, cheetos) dibandingkan makanan utama yang berupa nasi dan lauk pauknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi situasi diatas orangtua biasanya menggunakan berbagai cara untuk membuat agar anaknya mau makan, bahkan seringkali sampai merasa perlu untuk memaksa anak, apalagi orangtua dari anak-anak yang bertubuh mungil. Orangtua mungkin beranggapan bahwa tubuh mungilnya itu terbentuk karena anaknya kurang makan dan gizi. Nah, gimana caranya menyiasati agar anak mau makan makanan yang disediakan oleh orangtua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Komponen Utama Sumber Energi&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk perkembangan tubuh dan energi anak membutuhkan sejumlah kalori. Kebutuhan kalori ini dipenuhi dari nutrisi, yaitu protein, karbohidrat dan lemak. Protein berguna untuk membentuk struktur sel-sel tubuh. Protein banyak terkandung dalam makanan yang terbuat dari tumbuhan maupun hewan, contohnya ikan, susu, keju, kacang dan tepung. Karbohidrat berguna sebagai energi yang diperlukan untuk beraktivitas dan proses-proses penting yang terjadi di dalam tubuh. Karbohidrat terkandung dalam gandum, kacang-kacangan, kentang, beras, buah-buahan, gula dan madu. Lemak juga berguna sebagai sumber energi. Lemak banyak terkandung dalam susu, kacang-kacangan, mentega dan minyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain membutuhkan nutrisi, tubuh juga membutuhkan vitamin, mineral dan serat. Vitamin, mineral dan serat penting untuk menjaga kesehatan tubuh. Semua makanan pada umumnya mengandung setidaknya satu unsur nutrisi yang dibutuhkan dan dapat juga mengandung vitamin, mineral dan serat. Unsur-unsur inilah yang seringkali disebut dengan istilah Gizi (nutrisi, vitamin, mineral dan serat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan makanan siap saji atau junk food? Junk food yang disukai anak-anak sebenarnya bukanlah makanan yang tidak ada faedahnya sama sekali. Contohnya hamburger, mengandung protein dan lemak, sumber zat besi dan vitamin B yang baik buat anak. Namun perlu diingat bahwa lemak dan protein yang terkandung dalam hamburger melebihi jumlah yang dibutuhkan oleh tubuh. Oleh karena itu jika anak menyukai junk food, tidak ada salahnya sekali-kali diberikan, namun sangat dianjurkan untuk tidak mengkonsumsinya secara berlebihan. Jika hal itu sampai terjadi maka akan berpengaruh kurang baik bagi kesehatan karena asupan gizi yang diperoleh tidak seimbang, dan juga memicu terjadinya obesitas/kegemukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;strong&gt;Mengapa Anak Menolak Makan?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Papalia (1995), salah seorang ahli perkembangan manusia, mengungkapkan bahwa pada usia 0-3 tahun perkembangan fisik dan otak anak berlangsung paling pesat/growth spurt, karena itu tubuh membutuhkan gizi yang banyak, sehingga biasanya anak memiliki nafsu makan yang baik. Setelah usia 3 tahun, perkembangan tubuh tidak lagi sepesat sebelumnya, kebutuhan tubuh akan makanan menurun dan biasanya diikuti nafsu makan anak yang juga menurun. Oleh karena itu dibutuhkan kreativitas dari orangtua agar anak jangan sampai kekurangan gizi akibat tidak mau makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Illingworth (1991), seorang ahli kesehatan anak, mengutarakan beberapa hal-hal yang menurut pengamatannya dapat menjadi penyebab anak tidak mau makan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memakan kudapan diantara jam makan, akibatnya tubuh masih berkecukupan dengan nutrisi yang berasal dari kudapan tersebut, sehingga anak tidak merasa lapar&lt;br /&gt;Perkembangan ego sang anak; anak menolak makan sebagai manifestasi dari perkembangan sikap mandiri. Anak merasa sebagai individu yang terpisah dari orangtua, sehingga menolak bentuk dominasi orangtua&lt;br /&gt;Anak ingin mencoba kemampuan yang baru dimilikinya yaitu mencoba makan sendiri tetapi orangtua melarangnya melakukan hal tersebut&lt;br /&gt;Menu tidak bervariasi sehingga anak merasa bosan dengan makanan yang terhidang atau bentuk makanan tidak menarik&lt;br /&gt;Anak sedang merasa tidak bahagia, sedih, depressi atau merasa tidak aman/nyaman&lt;br /&gt;Anak sedang sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, bentuk penolakan yang dilakukan anak dapat berupa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#993300;"&gt;Memuntahkan makanan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Makan berlama-lama dan memainkan makanan. Pada tahapan usia 9 bulan-2,5 tahun memang masih merupakan suatu hal yang wajar jika anak makan berlama-lama karena ia belum mengenal konsep waktu. Namun jika anak telah berumur lebih dari usia tersebut, tetapi masih makan berlama-lama dan memainkan makanannya maka hal tersebut tidak lagi dapat disebut wajar/normal tetapi merupakan suatu cara anak untuk menarik perhatian dan menentang dominasi orangtua.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#996633;"&gt;Sama sekali tidak mau makan&lt;br /&gt;Menumpahkan makanan&lt;br /&gt;Menepis suapan dari orangtua&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Tindakan Keliru yang Seringkali Dilakukan Orangtua&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tindakan yang sebenarnya keliru yang seringkali dilakukan orangtua dalam menghadapi situasi diatas misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membujuk. Misalnya dengan kata-kata: "makan sayur bayamnya ya, biar kuat seperti popeye", "kalau makannya habis nanti mama bilang sama papa kalau anak mama dan papa pintar loh", dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengalihkan perhatian, misalnya: anak disuapi makan sambil menonton film atau sambil bermain-main&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi janji, misalnya: "kalau makannya habis, nanti mama belikan ice cream"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengancam, misalnya: kalau makannya tidak habis, nanti kalau ke dokter disuntik loh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memaksa, misalnya anak dipaksa membuka mulut lalu dijejali makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghukum, misalnya anak yang tidak mau makan langsung dipukul atau diperintahkan masuk kamar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membolehkan anak untuk memilih menu makanan yang diingininya. Dalam hal ini orangtua biasanya akan langsung mengganti menu jika anak mengatakan bahwa ia tidak menyukai menu yang dihidangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Tindakan yang Sebaiknya Dilakukan Orangtua&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengetahui bahwa nafsu makan anak digerakkan oleh jumlah makanan yang dibutuhkan tubuh, orangtua seharusnya menjaga nafsu makan anak dan memastikan bahwa anak mendapatkan kebutuhan tubuhnya. Para ahli psikologi anak sama sekali tidak menyarankan anak dipaksa untuk makan apapun penyebabnya, karena semakin dipaksa anak akan semakin memberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa tindakan yang sebaiknya dilakukan oleh orangtua untuk membuat anak mau makan dan tidak kekurangan sumber energi yang dibutuhkan tubuhnya? Berikut ini beberapa saran yang dapat anda lakukan jika menghadapi anak yang sulit makan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Kurangi kudapan atau tidak memberikan kudapan sama sekali di antara jam makan&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Termasuk di sini adalah pemberian susu kepada anak. Bagi anak yang memiliki nafsu makan sangat baik, pemberian kudapan maupun susu diantara jam makan masih diperbolehkan, tetapi harus dilakukan dengan jadwal tetap dan dosistepat sehingga tidak terjadi obesitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Menghidangkan menu yang bervariasi.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti orang dewasa, jika hampir setiap hari diberikan menu yang sama, maka anak akan bosan (meskipun menu yang diberikan merupakan menu favorit anak tersebut). Oleh karena itu, orangtua harus jeli dan pintar untuk memberikan menu yang bervariasi kepada anak. Misalnya: jika anak sudah sering diberi ikan cobalah mengganti ikan dengan ayam atau daging atau dapat pula diganti cara memasaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Mempercantik tampilan makanan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, dalam sebuah iklan di TV, ada orangtua yang menghidangkan nasi goreng dengan diberi gambar wajah, mata yang terbuat dari tomat, bibir dari sosis, dan hidung dari ketimun. Penampilan nasi goreng yang seperti ini akan lebih menarik perhatian bagi anak daripada nasi goreng yang terhidang begitu saja di piring tanpa hiasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat anak sedang merasa sedih, cobalah untuk terlebih dahulu membuat perasaan anak lebih baik dengan menunjukkan kasih sayang dan mencoba mengerti penyebab mengapa anak merasa sedih. Contoh: anak sedih karena kematian anjing yang disayanginya, maka bisa dihibur dengan mengatakan bahwa "anjingnya sekarang sudah sembuh, tidak akan pernah sakit lagi di tempat yang baru".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Biarkan anak makan sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jangan takut dengan kekotoran yang disebabkan anak makan sendiri, karena yang penting di sini adalah anak merasa mampu, dipercaya oleh orangtua, semakin mandiri dan kemampuan motoriknya juga akan terlatih dan berkembang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;Jangan memburu-buru anak agar makan dengan cepat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Anak yang makannya berlama-lama, tidak perlu diburu-buru. Jika semua sudah selesai makan, meja sudah dibersihkan dan anak masih bermain dengan makanannya, maka sebaiknya makanannya disingkirkan. Anak mungkin akan merasa marah, jika hal ini terjadi orangtua tidak perlu berdebat ataupun memarahi anak, berikan perpanjangan waktu yang cukup, jika perpanjangan waktu sudah selesai maka makanan benar-benar ditarik dan tidak diberikan perpanjangan waktu lagi. Dengan demikian anak akan mengerti ada waktu untuk makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#000099;"&gt;&lt;strong&gt;Tidak perlu setiap kali mengikuti keinginan anak dengan mengganti menu sesuai keinginanya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;karena mungkin saja ketidaksukaannya disebabkan keinginan menentang dominasi orangtua. &lt;a style="mso-comment-reference: E_2"&gt;Sebaiknya tanamkan kesadaran pada anak bahwa makan adalah tugasnya, dengan tidak memuji jika makanan dihabiskan, dan juga tidak memarahi, mengancam, membujuk, menghukum, atau memberi label anak sebagai anak nakal jika makanannya tidak dihabiskan/tidak mau makan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika &lt;a style="mso-comment-reference: E_3"&gt;anak tidak mau makan dan si anak berada dalam keadaan sehat, tidak apa-apa, singkirkan saja makanan dari meja makan, dan anak tidak &lt;/a&gt;perlu diberikan kudapan apapun di antara waktu makan utamanya. Dengan demikian, ketika tiba waktu makan selanjutnya anak akan merasa lapar (bukan kelaparan) dan &lt;/a&gt;&lt;a style="mso-comment-reference: E_3"&gt;ia pasti &lt;/a&gt;&lt;a style="mso-comment-reference: E_3"&gt;akan makan apapun yang dihidangkan.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak perlu memberikan porsi yang banyak kepada anak, sehingga sulit dihabiskan. Lebih baik memberikan porsi yang sedang, jika anak merasa kurang, ia boleh minta tambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikan makanan secara bertahap sesuai jenis dan kandungan gizi satu persatu, mulai dari yang mengandung banyak zat besi dan protein (misalnya daging), sampai terakhir jenis yang kurang penting (misalnya puding sebagai penutup mulut). Jika anak merasa sudah kenyang sebelum sampai pada makanan tahap berikutnya, orangtua tidak perlu lagi memaksa anak untuk makan&lt;a style="mso-comment-reference: E_3"&gt; &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reaksi orangtua akan menentukan arah dan proses pembelajaran anak terhadap berbagai hal sampai mereka menemukan kesadaran dan tanggungjawab secara internal. Jika reaksi orangtua menguatkan perilaku sulit makan, maka yang terjadi kemudian adalah anak menjadi sulit makan. sebaliknya jika reaksi orangtua menguatkan perilaku mudah makan, maka anak mudah makan. Satu hal yang sebaiknya diingat orangtua adalah tidak mudah untuk selalu merespon perilaku anak secara tepat. Tulisan ini mungkin dapat menjadi suatu informasi yang berguna bagi anda para orangtua yang peduli terhadap kesejahteraan anaknya.&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber : e- Psikologi Anak&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Berharap menjadi hamba-Nya yang dicinta... 
Inginnya selalu menjadi penebar kebaikan...
Mengumpulkan bekal tuk pertemuan dengan_nya...
Bersujud diatas sajadah...
Mengharap bealaiannya...
mengharap kemurahan hatinya tuk memberikan singgasana
yang paing indah pada sepasang makhluknya yang begitu kucinta...
Babeh... Mamah... Bayangmu begitu melekat dihati...
Ingin rasanya membahagiakanmu...
Meminta singgasana Syurga pada illahi rabbi...
&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/35227014-115978536753237170?l=salsabila83.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salsabila83.blogspot.com/feeds/115978536753237170/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=35227014&amp;postID=115978536753237170' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978536753237170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/35227014/posts/default/115978536753237170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salsabila83.blogspot.com/2006/10/menyiasati-anak-sulit-makan.html' title='Menyiasati Anak Sulit Makan'/><author><name>Thya_Salsabila</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14818411813784267839</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-35227014.post-115978459820584432</id><published>2006-10-02T03:20:00.000-07:00</published><updated>2006-10-02T03:24:17.210-07:00</updated><title type='text'>Ketika Anak menonton Televisi</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Oleh &lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.e-psikologi.com/lain-lain/martina.htm"&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;Martina Rini S. Tasmin, SPsi.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;color:#3333ff;"&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pikiran Orangtua:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malu, mau marah dan jantung rasanya mau copot ketika tiba-tiba mendengar Edu berteriak "bajingan kau!!!". Entah belajar darimana, tapi rasanya kok sebagai orangtua tidak pernah mengatakan hal-hal kasar seperti itu, pembantu di rumah juga tidak ada yang bicara seperti itu, Wah jangan-jangan dari anak tetangga sebelah rumah. Aaaaaah ternyata Edu mendengarnya di televisi. Di televisi? Bukankah program tayangan Teletubbies kesayangan Edu tidak ada bahasa kasar seperti itu? Ooooooh ternyata Edu juga suka menonton telenovela bersama nenek. Aduh.... kan tidak mungkin melarang nenek menonton telenovela, jadi yang perlu dipikirkan sekarang adalah bagaimana caranya supaya Edu tidak ikutan menonton telenovela bersama nenek dan hanya menonton acara anak-anak saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3333ff;"&gt;Pikiran Anak:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aduh, Mama/Papa marah nih, gara-gara Edu tadi bilang "bajingan kau!!!". Padahal kan Edu lihat ada om jagoan ganteng di televisi bilang begitu, Edu cuman meniru saja kok. Memangnya "bajingan kau" itu apa sih? Kata mama, itu kata-kata kasar, memangnya kata-kata kasar itu apa sih? Edu kan ingin seperti om jagoan ganteng di televisi itu, banyak yang suka, banyak yang sayang, nenek dan mbak saja tiap hari harus lihat om itu, mama juga kalau di rumah lihat om itu. Tapi, Edu jadi bingung sama Mama dan Papa, kalau Edu hafal cerita-cerita film yang ada di televisi, Mama dan Papa bangga. Mama dan Papa sering bilang sama om dan tante Edu: "wah Edu pintar loh, dia bisa hafal semua cerita-cerita film televisi". Kalau Edu hafal iklan-iklan di televisi Mama dan Papa juga bangga, katanya Edu pintar, terus kalau Edu lagi menirukan iklan televisi katanya Edu lucu dan menggemaskan. Tapi kalau Edu nonton televisi terus-terusan, Mama dan Papa marah, katanya Edu malas. Padahal kalau nggak nonton kan nggak bisa hafal film dan iklan yang di televisi. Aduuuuuuh Edu jadi bingung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai orangtua, pernahkah anda mengalami situasi seperti di atas? Kadang-kadang marah karena anak menirukan adegan di televisi, tetapi seringkali juga memuji dan bangga kalau anak hafal dengan cerita-cerita atau iklan-iklan yang ada di televisi. Kalau dilihat sepintas sepertinya ada standard ganda di sini, walaupun sebenarnya tidak. Sebagai orangtua kita sudah tahu dengan pasti mana yang pantas dan mana yang tidak, mana yang baik dan mana yang buruk, sehingga kita bisa menetapkan mana program yang boleh ditonton dan ditiru dan mana yang tidak. Orangtua juga tahu kapan menonton televisi, kapan waktu belajar. Tetapi apakah anak sudah tahu dengan pasti mengenai hal baik dan buruk tersebut, apakah anak sudah mengetahui program televisi mana saja yang diperbolehkan untuk ditonton dan apakah anak sudah menyadari benar-benar mengenai pembagian waktu? Anak mungkin bingung dan tidak mengerti, ditambah lagi kalau standard yang ditetapkan oleh orangtua berbeda dengan yang ditetapkan oleh pengasuh (termasuk dalam pengasuh adalah suster, kakek-nenek dan om-tante yang ikut serta dalam pengasuhan sehari-hari). Nah, pertanyaan kita kemudian adalah bagaimana orangtua menyikapi anak dalam menonton televisi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#339999;"&gt;Darimana Anak Meniru Adegan Kekerasan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi, si kotak ajaib yang keberadaanya sudah menjadi bagian dalam kehidupan sehari-hari, seringkali menimbulkan kecemasan bagi orangtua yang anaknya masih kecil. Cemas kalau anak jadi malas belajar karena kebanyakan nonton televisi, cemas kalau anak meniru kata-kata dan adegan-adegan tertentu, cemas mata anak jadi rusak (minus), dan cemas anak menjadi lebih agresif karena terpengaruh banyaknya adegan kekerasan di televisi. Namun demikian harus diakui bahwa kebutuhan untuk mendapatkan hiburan, pengetahuan dan informasi secara mudah melalui televisi juga tidak dapat dihindarkan. Televisi, selain selalu tersedia dan amat mudah diakses, juga menyuguhkan banyak sekali pilihan, ada sederet acara dari tiap stasiun televisi, tinggal bagaimana pemirsa memilih acara yang dibutuhkan, disukai dan sesuai dengan selera. Sehingga walaupun semua orang mungkin sudah tahu akan dampak negatif yang bisa ditimbulkannya, keberadaan televisi tetap saja dipertahankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecemasan orangtua terhadap dampak menonton televisi bagi anak-anak memang sangat beralasan, mengingat bahwa banyak penelitian menunjukkan televisi memang memiliki banyak pengaruh baik negatif maupun positif. Misalnya penelitian yang dilakukan Liebert dan Baron, menunjukkan hasil: anak yang menonton program televisi yang menampilkan adegan kekerasan memiliki keinginan lebih untuk berbuat kekerasan terhadap anak lain, dibandingkan dengan anak yang menonton program netral (tidak mengandung unsur kekerasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam benak banyak orang dewasa, film-film kartun dan film-film robot dianggap merupakan film anak-anak dan cocok dikonsumsi oleh mereka karena format penyajiannya disesuaikan dengan perkembangan anak-anak. Benarkah demikian? Jawabnya tidak semua film-film tersebut cocok dikonsumsi anak-anak. Contohnya Bart Simpson dan Crayon Sinchan yang cukup populer di Indonesia, sebenarnya tidak cocok untuk anak-anak, karena bercerita dalam bahasa yang kasar dan tingkah laku urakan. Tetapi diawal kemunculannya, orangtua membiarkan kedua film tersebut ditonton oleh anak-anak karena format penyajian dan jam tayangnya yang pas dengan waktu anak menonton televisi. Setelah berjalan beberapa lama barulah orangtua menyadari kalau tontonan tersebut tidak cocok dan ramai-ramai mengajukan protes kepada stasiun televisi. Akhirnya kemudian film tersebut diberi keterangan bukan untuk konsumsi anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau lebih teliti, sebenarnya banyak film "anak-anak" yang justru menampilkan adegan kekerasan dan kata-kata yang kasar (meski tidak sekasar film dewasa sih), walaupun banyak juga terdapat adegan-adegan kebaikan (karena biasanya film-film tersebut bercerita tentang pertentangan antara kebaikan dan kejahatan). Contoh film-film yang memiliki kedua unsur tersebut adalah film Popeye the Sailor Man, Batman &amp;amp; Robin, Power Puff Girls, Power Ranger dan Saras 008. Film-film ini sangat populer di dalam dunia anak-anak kita sehingga seringkali menjadi model yang ditiru oleh anak-anak. Meskipun mengandung adegan kekerasan, namun film-film ini sepertinya tidak menimbulkan kecemasan bagi orangtua, karena para orangtua sampai sekarang merasa aman meninggalkan anak-anak ketika menonton film-film ini. Sementara itu kalau ada film dewasa, baik yang menampilkan adegan kekerasan maupun tidak, anak-anak seringkali tidak diperbolehkan menonton. Hal ini sudah menunjukkan standard ganda yang diberikan orangtua kepada anak. Adegan kekerasan dalam film dewasa tidak boleh ditonton, tetapi adegan kekerasan dalam film anak-anak boleh ditonton, jadi kekerasan boleh
